Kamis, 19 Desember 2019

Keindahan di Balik Rusaknya Jalanan Lembata

Siapa yang menyangkal keindahan Pulau Lembata? Sayang, infrastruktur jalanan yang rusak jadi kendala sebelum menikmati keindahan Lembata.

Hampir setiap jengkal pantai di Pulau Lembata memiliki panorama yang memikat hati. Pasir putihnya membentang luas dibalut pandangan pantai berkelok ditumbuhi pohon kelapa dan Lontar.

Di bagian depan pulau penghasil jagung titi terbesar di Provinsi NTT ini berjejer pulau-pulau kecil tak berpenghuni seperti Pulau Siput dan Pulau Suanggi.

Di belakang kedua pulau itu berjejer pula tiga pulau yang didiami manusia, yakni Adonara, Solor dan Flores.

Dari kejauhan tampak seperti benteng berlapis yang siap menjaga kenyamanan siapa saja saat berkunjung ke Lembata menggunakan kapal laut.

Nah, ketika berada di selat Lembata inilah, kita dengan mudah melihat Ikan Paus, Ikan Lumba-Lumba dan Ikan Torani atau ikan terbang meliuk-liuk di permukaan air.

Selain itu, Lembata juga menawarkan kuliner seafood yang aduhai enaknya. Makanan ini bisa dinikmati di dalam kawasan Pelabuhan Lewoleba. Disini terdapat deretan panjang warung-warung makan dengan menu andalan biota laut, mulai dari ikan, udang, kepiting, cumi, gurita hingga rumput laut balon.

Minggu (28/7/19) hingga Kamis (1/8/19) lalu, saya berkesempatan mengelilingi Pulau Lembata dari Timur ke Barat hingga dari Utara ke Selatan, termasuk Lamalera, sebuah desa di Kecamatan Wulandoni yang terkenal sebagai kampungnya para pemburu Ikan Paus.

Saat kesana, dari Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata, kami melewati jalur selatan atau ruas jalan Waijarang (Kecamatan Nubatukan) Wulandoni.

Sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan yang luar biasa indahnya. Mulai dari kemegahan bukit-bukit, diantaranya Bukit Cinta dan Bukit Doa, hingga pesona pantai yang tak pernah putus.

Namun kami harus berjibaku dengan keadaan jalan yang sangat buruk.

Maklmum, ruas jalan yang mulus atau sudah di hotmix hanya dari Lewoleba sampai Waijarang atau sedikit melewati Kuma Resort, rumah pribadi milik Bupati Kabupaten Lembata, Eliaser Yentji Sunur.

Kawasan Kuma Resort tampak megah lengkap dengan pos jaga Satpol PP. Terlihat juga di pinggir jalan sedang dibangun sebuah SPBU yang menurut warga setempat, itu adalah milik Bupati Sunur.

Kondisi berbeda ketika kami melewati Kuma Resort. Rumah warga tampak rapuh dengan kondisi jalan rusak berat.

Ada sedikit perbaikan jalan di daerah Bukit Doa hingga perbatasan Loang. Namun itu hanya sekitar 4 kilometer, selebihnya hancur total.

Bahkan lebarnya pun hanya sekitar 2-3 meter diapit jurang terjal dan tebing tinggi dengan bebatuan besar yang seolah akan jatuh menindih siapa saja yang melewati jalan itu.

Adrenalin saya sontak terpacu menghadapi jalan rusak dengan kemiringan menurun dan mendaki yang tajam itu. Dua bahaya seakan terus mengancam saya. Bisa terjungkal ke jurang atau mati tertindih bebatuan besar.

Puji Tuhan kami selamat sampai tujuan. Kami juga sempat singah di Dusun Walet, sebuah dusun yang berada di pinggir pantai terjal di Desa Tapobali.

Sepanjang jalan, saudara saya di dalam mobil terus berceloteh, selama ini bupati kerja apa saja? APBD dikemanakan? Kemana hati dan perhatian bupati? Kasihan masyarakat di sini.

Singkat kata tibalah kami di Lamalera. Di sana tak ada aktivitas perburuan Ikan Paus. Hanya terlihat tiga orang nelayan yang baru pulang melaut dengan hasil tangkapan seekor Penyu dewasa.

Icip-icip Es Krim Lezat Nan Legendaris di Solo

Di Solo, ada sebuah kafe yang konsisten menyajikan es krim sejak tahun 1952. Namanya New Es Krim Tentrem. Rasanya lezat dan legend banget!

Di kota Solo banyak terdapat museum yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Seperti Museum Danar Hadi, Museum Tumurun, Museum Keris dan lainnya. Setelah puas berkeliling tentunya ingin mencicipi kulinernya juga. Mampir saja ke New Es Krim Tentrem di Jl Slamet Riyadi No 136.

Tempat ini menyajikan berbagai varian es krim kekinian. Salah satunya Jamaica, es krim coklat yang disajikan di atas wafel bertabur kacang dan toping ceri. Rasa lembut es krimnya dan manis coklat memanjakan lidah.

Menu lainnya ada One Night Stand, satu scoop es krim dengan pihan rasa sesuai selera anda dan taburan cornflakes. Manis es krimnya terasa pas di lidah. Pilihan menu lainnya adalah Scholar Chip, Banana Split, Tutti Fruity, Casablanca dan masih banyak lagi.

Dengan harga mulai dari Rp 15.000-Rp 22.000 kafe ini menawarkan es krim yang rasanya pasti ngangenin. Saat memesan es krim akan disediakan 1 gelas kecil air putih. Gunanya untuk menetralisir rasa manis.

Untuk pilihan rasa es krim anda bisa memilih mulai dari strawberry, vanilla, green yea, oreo, peach, red velvet dan lain sebagainya. Sebelum memesan menu ada baiknya melihat pilihan rasa di kounter.

Di kafe yang kerap dikunjungi turis lokal dan asing ini, juga menyediakan menu lain seperti sosis, kroket sampai gado-gado. Cukup lengkap bukan untuk pilihan bersantai.

Selain itu konsep bangunan kafe ini cukup modern. Setiap sudut didesain berbeda sehingga mengundang pengunjung untuk berfoto. Seperti di lantai 2 yang menyediakan tempat duduk sofa, bar dan ada spot foto sepeda.

Lengkapi kunjungan anda ke Solo dengan menikmati New Es Krim Tentrem yang dinginnya bikin tentram hati.

Keindahan di Balik Rusaknya Jalanan Lembata

Siapa yang menyangkal keindahan Pulau Lembata? Sayang, infrastruktur jalanan yang rusak jadi kendala sebelum menikmati keindahan Lembata.

Hampir setiap jengkal pantai di Pulau Lembata memiliki panorama yang memikat hati. Pasir putihnya membentang luas dibalut pandangan pantai berkelok ditumbuhi pohon kelapa dan Lontar.

Di bagian depan pulau penghasil jagung titi terbesar di Provinsi NTT ini berjejer pulau-pulau kecil tak berpenghuni seperti Pulau Siput dan Pulau Suanggi.

Di belakang kedua pulau itu berjejer pula tiga pulau yang didiami manusia, yakni Adonara, Solor dan Flores.

Dari kejauhan tampak seperti benteng berlapis yang siap menjaga kenyamanan siapa saja saat berkunjung ke Lembata menggunakan kapal laut.

Nah, ketika berada di selat Lembata inilah, kita dengan mudah melihat Ikan Paus, Ikan Lumba-Lumba dan Ikan Torani atau ikan terbang meliuk-liuk di permukaan air.

Selain itu, Lembata juga menawarkan kuliner seafood yang aduhai enaknya. Makanan ini bisa dinikmati di dalam kawasan Pelabuhan Lewoleba. Disini terdapat deretan panjang warung-warung makan dengan menu andalan biota laut, mulai dari ikan, udang, kepiting, cumi, gurita hingga rumput laut balon.