Kamis, 19 Desember 2019

Kalender Unik Suku Boti di NTT, Seminggu Ada 9 Hari

Suku Boti di NTT punya kalender unik yang berbeda dari kalender biasa. Mereka percaya dalam seminggu ada 9 hari, dengan filosofinya masing-masing.

Kerajaan Boti adalah kerajaan terakhir di pulau Timor yang masih tetap bertahan dari gempuran modernisasi. Kerajaan Boti atau yang biasa dikenal dengan desa adat Boti berada di Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Untuk mencapai desa ini, Dari kota Soe dibutuhkan waktu satu setengah jam dalam kondisi normal, dan dua sampai tiga jam jika dalam musim penghujan.

Jarak dari Soe, kota kabupaten Timor Tengah selatan ke desa Boti sekitar 43 KM. Letak desa Boti ini berada di balik pegunungan Timor yang memiliki medan sangat berat dan rumpit untuk dilalui.

Kendaraan umum seringkali hanya sampai setengah perjalanan, selebihnya perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki atau menyewa ojek melalui jalan berkapur yang berdebu dan berbatu.

Jalan-jalan di sini pun berada di pinggir tebing yang cukup labil, sehingga kondisi untuk mencapai lokasi yang dituju, cukup membahayakan.

Masyarakat Boti sangat konsern dalam memelihara dan mempertahankan tradisi nenek moyang berupa nilai-nilai dan norma-norma adat suku bangsa Dawan atau Atoni Meto hingga saat ini.

Salah satu tradisi yang masih dipegang teguh adalah Sistem Penanggalan atau Kalender Harian masyarakat Boti, yang dalam sepekan terdiri dari 9 (sembilan) hari.

Dimana hari-hari tersebut mempunyai makna tersendiri. Inilah suatu pengetahuan tradisional yang juga merupakan kearifan lokal masyarakat suku Boti. Kesembilan hari tersebut adalah ssbegai berikut:

1. Neon Ai (Hari Api)

Hari yang dimaknai sebagai hari yang baik, terang dan cerah. Namun perlu berhati-hati dengan penggunaan api, sebab jika tidak dapat mendatangkan malapetaka berupa kebakaran.

2. Neon Oe (Hari Air)

Aktivitas lebih berorientasi pada air. Dalam artian harus menggunakan air secara bertanggung jawab dan pada hari ini peran dewa air (Uis Oe) sangat besar sehingga perlu juga diwaspadai.

3. Neon Besi (Hari Besi)

Hari yang dikeramatkan bagi barang-barang yang berbau besi. Jadi harus hati-hati dalam menggunakan b&ida-benda tajam seperti pisau, parang, tombak dan pedang.

4. Neon Uis Pah ma Uis Neno (Hari Dewa Bumi dan Dewa Langit)

Hari ini merupakan hari yang diperuntukan bagi semua makhluk hidup untuk memuliakan Pencipta dan Pemelihara hidup serta pemangku dan pemberi kesuburan. (Amoet Apakaet, Afafat ma Amnaifat; Manikin ma Oe,tene he Namlia ma Nasbeb).

5. Neon Suli (Hari Perselisihan)

Hari yang dimanfaatkan untuk menyelesaikan setiap perselisihan yang terjadi dalam komunitas. Berhati-hati pula dalam berinteraksi sosial dengan sesama karena peluang besar untuk terjadi perselisihan.

6. Neon Masikat (Hari Berebutan)

Hari ini merupakan kesempatan bagi warga untuk memanfaatkannya secara efisien dan efektif dalam berkomunikasi dan beraktivitas baik dengan sesama maupun lingkungan alam. Hari ini juga merupakan kesempatan untuk meraih sukses dalam hidup.

7. Neno Naek (Hari Besar)

Hari besar, yang penuh nuansa kasih persaudaraan, sehingga perlu dijauhi kecenderungan terjadinya sengketa baik dalam keluarga maupun dengan sesama tetangga atau dalam komunitas yang lebih luas lagi.

8. Neon Liana (Hari Anak-anak)

Hari yang disediakan bagi anak-anak untuk dapat mengekspresikan kebahagiaan lewat bermain dan aktivitas lainnya yang bernuansa gembira. Orang tua tidak boleh membatasi atau melarang anak-anak dalam beraktivitas.

9. Neon Tokos (Hari Istirahat)

Hari yang tenang dan teduh, sebab di balik keheningan orang Boti dapat mereflesikkan hidupnya, sejauhmana hubungan dengan sesama, alam dan teristimewa sang pencipta dan pemelihara hidup. Juga dijadikan moment untuk mensyukuri setiap berkat yang diperoleh selama sepekan. Seluruh hari-hari tersebut juga menyatu dengan kehidupan mereka.

Prinsip-prinsip hidup masyarakat Boti yang tidak serakah dan mandiri, serta tidak merusak alam membuat mereka apa adanya menghadapi hidup. Mereka merasa kaya, karena memandang bahwa apa yang dimiliki mereka telah cukup di dalam hidup, dengan alam yang mereka miliki dan di bumi yang mereka pijak.

Persepsi mereka kepada alam dengan sakral dan kehidupan mereka yang mandiri membuat kehidupan mereka tertib dan teratur, dan mereka merasa bahagia dengan apa yang ada.

Kebahagiaan mereka atas hidup dengan alam yang berada di sekitar mereka tidak menggunakan standar-standar yang diterima umum. Bahagia, derita dan sengsara mereka hanyalah karma-karma yang diterima atas hidup yang dijalankan mereka.

Cerita Liburan Murah Anak Bekasi ke Malaysia Cuma Rp 1,5 Juta (2)

Penerbangan jam 08.00 dan tiba di KL jam 11.00 siang. Perbedaan waktu KL JKT hanya 1 jam. Tiba di KLIA 2 kami dijemput oleh kerabat dari temanku. Untuk menghemat waktu, kami dipandu untuk menggunakan bus menuju ke KL Sentral karena di sana kami harus melanjutkan perjalanan menuju apartemen milik kakaknya menggunakan LRT.

Jika suatu hari teman-teman berencana untuk melakukan trip singkat ke Malaysia gak perlu khawatir, karena transportasi di Malaysia mudah dan jelas. Kenapa saya bisa bilang begitu karena semua sudah ada penunjuk arah dan sistem trasnportasinya berjalan dengan baik. Ga percaya? Silahkan dicoba nanti ya.

Fyi (for your information) tiket bus menuju KL Sentral memang sedikit mahal, sekitar 12 RM. Kalau jenis busnya mirip-mirip Damri lah. Kami melanjutan perjalanan menggunakan LRT dari KL Sentral dengan tujuan Wangsa Maju.

Harga tiketnya 3.5 RM untuk 1 orang. Saat tiba di Stesen Wangsa Maju kami diajak naik bus seperti Transjakarta. Harganya 1 RM per orang dan turun di depan apartemennya.

Di hari pertama kami berhasil mengunjungi tempat wajib setiap turis jika berkunjung ke KL adalah Petronas Twin Towers, Suria KLCC, dan tak lupa untuk kuliner keliling di Jalan Alor.

Di hari kedua kami berwisata ke Batu Caves, Bukit Bintang dan beli oleh-oleh di Central Market dan Petaling Street, karena malam terakhir di KL mau tidak mau kami harus membeli oleh-oleh.

Habis berapa sih beli oleh-oleh? Kalau saya sih hampir habis 90 RM, cukup untuk beli oleh-oleh teman kantor dan teman gereja. Ya, kalau gak mau kena pengeluaran yang banyak saran saya beli oleh-oleh hanya untuk orang terdekat saja.

Satu lagi kalau berburu oleh-oleh di 2 tempat tersebut jangan lupa keluarkan jurus tawar menawar ya dengan pedagang setempat. Banyak kok yang dari mereka mengerti bahasa melayu dan bahkan ada juga yang berasal dari Indonesia, jadi pintar-pintar lah menawar.

Tips lagi jika wisata ke Batu Caves lebih baik gunakan celana panjang ya untuk menghemat pengeluaran tidak memakai kain panjang untuk menutup paha sampai bawah. Pengalaman karena teman memakai celana pendek akhirnya dia harus menyewa kain tersebut. Sayang kan uangnya, bisa kita pakai untuk membeli air mineral atau menambah untuk membeli oleh-oleh.

Lalu gimana untuk makan selama 3 hari nya di sana? Untuk makan, kami selalu sharing. Jadi beli beberapa makanan, kita saling mencicipi makanan satu sama lain. Cara ini cukup ampuh, begitu pun saat di apartemen.

Karena kami yang pergi sebagian besar adalah perempuan, maka setiap pagi kami selalu patungan untuk membeli sayur mayur dan lauk mentah yang nantinya akan dimasak di apartemen, jadi bisa hemat sampai malam, bahkan sampai keesokan hari. Harga air mineral di sini juga tidak jauh berbeda dengan harga air mineral di Indonesia, kisaran Rp 3.000 saja.

Seperti yang saya bilang di awal, keliling Malaysia bisa dijangkau menggunakans transportasi umum. Selain menggunakan LRT kami juga memanfaatkan bus wisata gratis saat menuju ke Batu Caves. Oh ya? Kok ada? ya jelas ada dong.

Kami naik bus gratis dari Stesen Gombak. Jangan malu ya untuk bertanya, karena itu kunci buat kita bisa tahu bus mana saja yang gratis.

Begitupun dari Bukit Bintang, kami naik bus gratis menuju Central Market dan Petaling Street. Total ringgit yang saya bawa adalah 300 RM, 90 RM untuk oleh-oleh dan 210 RM untuk makan dan transportasi. Cukup hemat kan!

Saya hanya menukarkan ringgit Rp 1 juta, dengan tiket Rp 500 ribu, jadi dengan Rp 1.500.000 saja, saya sudah bisa melepas penat di Negeri Jiran.

Saran saya rajin-rajinlah mencari tiket promo karena semakin hemat promo yang di dapat maka akan menunjang kita untuk bisa liburan hemat dalam beberapa hari. Selamat menjelajah teman-teman!