Minggu, 13 Juni 2021

Eriksen Diragukan Bisa Main Bola Lagi, Ini Alasannya Menurut Dokter Jantung

 Pesepakbola Denmark Christian Eriksen disebut tidak akan lagi bisa bermain sebagai profesional pasca insiden semalam. Di tengah laga Euro 2020 Denmark vs Finlandia, Christian mendadak kolaps, diduga karena henti jantung atau cardiac arrest.

Setelah mendapat penanganan CPR (cardio pulmonary resuscitation), kondisi gelandang berusia 29 tahun itu membaik lalu dilarikan ke rumah sakit.


Meski belum ada kepastian perihal penyebab kolaps Eriksen, profesor kardiologi olahraga di Universitas St George London yang bekerja sama dengan Eriksen ketika di Tottenham Hotspur, Sanjay Sharma meyakini, pasti ada kondisi fisik Eriksen yang tidak beres di balik insiden semalam.


Ia menegaskan, penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk mengetahui penyebab kolaps Eriksen.


"Orang ini rutin menjalani tes dan hasilnya selalu baik hingga 2019. Jadi bagaimana Anda menjelaskan dugaan serangan jantung ini?" katanya, dikutip dari Sky News, Minggu (13/6/2021).


Sejalan dengan pernyataan Sanjay, badan sepak bola Inggris juga menegaskan harus adanya pertimbangan ketat untuk bisa mengizinkan Eriksen kembali ke lapangan.


"Kabar baiknya adalah dia akan tetap hidup, kabar buruknya adalah dia akan segera mengakhiri kariernya. Jadi apakah dia akan memainkan pertandingan sepak bola profesional lainnya?" tegas Sanjay.


"Di Inggris dia tidak akan bermain. Kami akan sangat ketat tentang hal itu," sambungnya.


Prof Sharma memimpin kelompok ahli konsensus jantung FA dan merupakan konsultan untuk amal Cardiac Risk In The Young.


Menurutnya, kini kondisi Eriksen memang membaik. Tubuhnya stabil, pandangannya pun baik. Namun tak ambil risiko, pihaknya bersikeras agar Eriksen tak kembali bermain ke lapangan.


"Tanpa terus terang, dia sempat meninggal hari ini. Walaupun hanya selama beberapa menit, tetapi dia memang mati. Lalu apakah profesional medis akan mengizinkannya mati lagi (jika kembali bermain)? Jawabannya adalah tidak," pungkas Sanjay.

https://kamumovie28.com/movies/ghost-in-the-shell-2-0/


Update Corona RI 13 Juni: Melonjak, Tambah 9.868 Kasus Baru!


 Jumlah kasus virus Corona COVID-19 bertambah 9.868 pada Minggu (13/6/2021). Total kasus positif mencapai 1.911.358, sembuh 1.745.091, dan meninggal 52.879 jiwa.

Kasus aktif tercatat sebanyak 113.388, jumlah spesimen yang diperiksa 70.468, dan suspek sebanyak 108.997 orang.


Detail penambahan kasus COVID-19 adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 9.868 menjadi 1.911.358

Pasien sembuh bertambah 4.655 menjadi 1.745.091

Pasien meninggal bertambah 149 menjadi 52.879

Sebelumnya, pada Sabtu (12/6/2021), tercatat total 1.901.490 kasus positif virus Corona COVID-19, sebanyak 1.740.436 pasien sembuh, dan 52.730 meninggal dunia.


Hampir 10 Ribu Kasus Baru Corona RI 13 Juni, DKI-Jateng Separuhnya!


- Jumlah kasus baru COVID-19 Indonesia hampir menyentuh 10 ribu pada Minggu (13/6/2021). DKI Jakarta dan Jawa Tengah masing-masing menyumbang lebih dari 2.500 kasus.

DKII Jakarta menyumbang angka kasus positif terbanyak dengan total 2.769. Disusul Jawa Tengah dengan total kasus 2.579, dan Jawa Barat dengan total 1.242 kasus.


Detail perkembangan virus Corona per Minggu (13/6/2021) adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 9.868 menjadi 1.911.358

Pasien sembuh bertambah 4.655 menjadi 1.745.091

Pasien meninggal bertambah 149 menjadi 52.879

Tercatat sebanyak 70.468 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 108.997.


Berikut sebaran 9.868 kasus baru Corona di Indonesia per Minggu (13/6/2021):


DKI Jakarta: 2.769 kasus

Jawa Tengah: 2.579 kasus

Jawa Barat: 1.242 kasus

DI Yogyakarta: 466 kasus

Jawa Timur: 418 kasus

Riau: 322 kasus

Sumatera Barat: 267 kasus

Kepulauan Riau: 215 kasus

Banten: 198 kasus

Aceh: 159 kasus

Sumatera Selatan: 144 kasus

Kalimantan Barat: 136 kasus

Jambi: 133 kasus

Lampung: 113 kasus

Kalimantan Timur: 109 kasus

Bengkulu: 103 kasus

Kalimantan Tengah: 97 kasus

Sumatera Utara: 73 kasus

Nusa Tenggara Timur: 60 kasus

Bali: 44 kasus

Banga Belitung: 43 kasus

Kalimantan Utara: 33 kasus

Maluku: 31 kasus

Kalimantan Selatan: 29 kasus

Sulawesi Selatan: 17 kasus

Papua Barat: 14 kasus

Maluku Utara: 13 kasus

Nusa Tenggara Barat: 10 kasus

Sulawesi Tengah: 9 kasus

Sulawesi Tenggara: 8 kasus

Papua: 8 kasus

Gorontalo: 4 kasus

Sulawesi Utara: 2 kasus

Sulawesi Barat: 0 kasus

https://kamumovie28.com/movies/ghost-in-the-shell-2-innocence/

Kasus COVID-19 Melonjak, PERSI Koordinasi dengan Pemerintah

  Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) dr. Lia G. Partakusuma, SpPK(K), MM, MARS menegaskan sinergi antara rumah sakit dan pemerintah dibutuhkan untuk menangani lonjakan kasus COVID-19. Dia mengatakan kondisi di lapangan setiap rumah sakit memiliki titik batas, dari sisi tempat tidur, obat-obatan, APD, dan tenaga kesehatan.

"PERSI telah mengeluarkan edaran agar anggota kami saling berkoordinasi satu sama lain dalam mempersiapkan tempat tidur, SDM, logistik, obat-obatan, serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Semoga masyarakat bisa memahami bahwa kemampuan rumah sakit itu memiliki batas, sehingga tidak lalai dalam menjalankan protokol kesehatan," imbaunya dalam keterangan tertulis, Minggu (13/6/2021).

https://kamumovie28.com/movies/ghost-in-the-shell-the-new-movie/


Lia melihat saat ini komunikasi antara rumah sakit dengan pemerintah dalam penanganan COVID-19 telah berjalan cukup baik.


"Data sudah mulai terintegrasi dan diumumkan secara berkala oleh Satgas COVID-19. Kemenkes juga rutin melakukan briefing untuk menyampaikan update situasi terkini. Sehingga kami dari PERSI dapat meningkatkan kesiagaan dan tahu bagaimana untuk bertindak. TNI dan Polri juga sangat membantu dalam pelaksanaan di lapangan. Semoga sinergi baik ini terus terjaga dan dapat terus kita tingkatkan bersama," ungkapnya.


Dia menilai kenaikan kasus positif COVID-91 akan mengalami puncaknya pada 5 sampai 7 minggu setelah libur panjang. Hal ini berdasarkan pengalaman pada libur panjang Natal dan tahun baru, libur panjang Idul Fitri, dan libur panjang lainnya.


Menurutnya, dari pengalaman yang telah terjadi, semakin tinggi jumlah kasus positif COVID-19, akan berpengaruh terhadap semakin tingginya persentase pasien COVID-19 yang akan dirawat di rumah sakit.


"Belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa rata-rata 20 persen dari total pasien positif COVID-19 itu perlu dirawat di rumah sakit, dan 5% di antaranya harus dirawat di ruangan isolasi," terang dr. Lia.


Lia menuturkan kapasitas tempat tidur di masing-masing rumah sakit memang berbeda-beda, tergantung dari jenis dan lokasi rumah sakit. Beberapa provinsi, menurutnya, memiliki jumlah rumah sakit dan kapasitas tempat tidur yang lebih besar dari provinsi lainnya.


"Sebagai contoh DKI Jakarta, terjadi kenaikan BOR, namun jumlah tempat tidur di Jakarta cukup banyak. Kenaikan belum sampai 70 persen, jadi kelihatannya belum overload. Namun memang di beberapa daerah lainnya, seperti Kudus dan Bangkalan, rumah sakit di sana tidak besar kapasitasnya. Begitu terjadi lonjakan kasus, rumah sakit tidak lagi mampu menampung pasien," paparnya.


Dia juga mengatakan seluruh rumah sakit anggota PERSI menerapkan anjuran Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur bagi pasien COVID-19.


"Jika BOR-nya telah terisi lebih dari 80 persen dari peruntukan untuk COVID-19, maka kapasitas akan ditambah lagi menjadi 40 persen. Dan 25 persen dari tempat tidurnya harus menjadi ICU khusus ruang isolasi COVID-19. Saat ini memang datanya terus bergerak, setiap rumah sakit harus mempelajari ini, dan harus bergerak cepat serta bekerja sama jika terjadi lonjakan kasus," kata dr. Lia.


Diketahui, dari laporan rumah sakit para anggota PERSI untuk yang kapasitas tempat tidurnya tidak banyak memang pasien sudah mulai membludak. Di samping itu, antrean di IGD pun sudah mulai panjang, termasuk di Jakarta.


"Karena pasien harus di skrining terlebih dahulu, dilakukan tes COVID-19. Pada saat menunggu hasil tes, ini yang menyebabkan antrean pasien menjadi panjang. Hal ini sebenarnya tidak kita inginkan. Kita maunya pasien cepat masuk, dan cepat juga keluar. Agar tidak berkerumun di rumah sakit," ujarnya.

https://kamumovie28.com/movies/rumble-in-the-bronx/