Sabtu, 12 Juni 2021

Update Corona 11 Juni: Tambah 8.083 Kasus Baru, Kasus Aktif 106.315

 Jumlah kasus virus Corona COVID-19 bertambah 8.083 pada Jumat (11/6/2021). Total kasus positif mencapai 1.894.025, sembuh 1.735.144, dan meninggal 52.566 jiwa.

Kasus aktif tercatat sebanyak 106.315, jumlah spesimen yang diperiksa 115.762, dan suspek sebanyak 106.350 orang.


Detail penambahan kasus COVID-19 adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 8.083 menjadi 1.894.025

Pasien sembuh bertambah 6.230 menjadi 1.735.144

Pasien meninggal bertambah 193 menjadi 52.566

Sebelumnya, pada Kamis (10/6/2021), tercatat total 1.885.942 kasus positif virus Corona COVID-19, sebanyak 1.728.914 pasien sembuh, dan 52.373 meninggal dunia.

https://indomovie28.net/movies/my-neighbours-are-phantoms/


DKI Catat 2.293 Kasus! Ini Sebaran 8.083 Kasus Baru COVID-19 RI 11 Juni 2021


 Indonesia mencatat penambahan 8.083 kasus baru COVID-19, Jumat (11/6/2021). Total kasus positif saat ini sebanyak 1.894.025.

Provinsi DKI Jakarta mencatat penambahan kasus terbanyak dengan jumlah 2.293 kasus. Di bawahnya, terdapat Jawa Barat dengan 1.302 kasus dan Jawa Tengah dengan 1.026 kasus.


Berikut detail perkembangan virus Corona di Indonesia per Jumat (11/6/2021):


Kasus positif bertambah 8.083 menjadi 1.894.025

Pasien sembuh bertambah 6.230 menjadi 1.735.144

Pasien meninggal bertambah 193 menjadi 52.566.

Sebanyak 115.762 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek tercatat sebanyak 106.350.


Sebaran 8.083 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada Jumat (11/6/2021):


DKI Jakarta: 2.293 kasus

Jawa Barat: 1.302 kasus

Jawa Tengah: 1.026 kasus

Jawa Timur: 441 kasus

DI Yogyakarta: 417 kasus

Riau: 387 kasus

Kepulauan Riau: 300 kasus

Aceh: 284 kasus

Sumatera Barat: 274 kasus

Banten: 214 kasus

Kalimantan Barat: 144 kasus

Sumatera Selatan: 128 kasus

Sumatera Utara: 115 kasus

Bangka Belitung: 97 kasus

Jambi: 91 kasus

Lampung: 89 kasus

Kalimantan Timur: 78 kasus

Kalimantan Tengah 66 kasus

Bengkulu: 64 kasus

Bali: 46 kasus

Kalimantan Selatan: 34 kasus

Sulawesi Selatan: 32 kasus

Papua: 30 kasus

Maluku: 27 kasus

Nusa Tenggara Barat: 20 kasus

Papua Barat: 15 kasus

Sulawesi Utara: 14 kasus

Nusa Tenggara Timur: 10 kasus

Kalimantan Utara: 10 kasus

Sulawesi Tengah: 10 kasus

Sulawesi Tenggara: 8 kasus

Maluku Utara: 6 kasus

Gorontalo: 5 kasus

Sulawesi Barat: 2 kasus.


Bikin Syok! Wanita Ini Lahirkan 10 Bayi Kembar di Usia 37 Tahun


 Seorang wanita asal Afrika Selatan bernama Gosiame Thamara Sithole sukses melahirkan sepuluh bayi kembar. Sebelumnya, ia tidak menyangka akan menjadi ibu dari sepuluh bayi kembar.

Pasalnya, sebelumnya dokter memberi tahu Sithole bahwa ia hamil enam orang anak. Namun, dokter kemudian meralat hasil pengecekan USG dan mengatakan bahwa terdapat delapan bayi dalam kandungan Sithole.


Namun, saat melahirkan ternyata jumlah bayi yang keluar adalah sepuluh orang bayi. Wanita berusia 37 tahun ia melahirkan sepuluh bayi kembarnya di kota Pretoria, Afrika Selatan pada 7 Juni 2021.


Dari kesepuluh bayi tersebut, tujuh di antaranya adalah bayi laki-laki, sedangkan tiga lainnya adalah perempuan. Sithole melahirkan bayinya melalui operasi caesar di usia kehamilan 29 minggu.


Sebelum kehamilannya ini, ia diketahui sudah memiliki dua anak kembar yang berusia enam tahun. Terkait kehamilan sepuluh anak kembarnya, Sithole mengaku ia sempat merasa khawatir anak-anaknya tidak akan selamat. Sebab, kehamilannya tersebut memang masuk ke dalam kategori risiko tinggi.


Kendati demikian, Sithole untungnya berhasil melahirkan kesepuluh anak kembarnya dengan selamat. Hanya saja, bayi-bayinya harus berada di dalam inkubator rumah sakit untuk dipantau.

https://indomovie28.net/movies/lover-at-large/

Kamis, 10 Juni 2021

Corona di Kudus 'Menggila' Naik 7.594 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya

 Kasus positif COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah meningkat drastis. Satgas COVID-19 pada Rabu (9/6/2021) menyebut total kasus di Kudus dalam 3 minggu terakhir, tepatnya pasca Lebaran 2021, meningkat hingga 7.594 persen. Angka ini menjadikan Kudus kota dengan lonjakan kasus tertinggi di RI imbas Lebaran 2021.

Bupati Kudus, HM Hartopo menyebut, faktor utama lonjakan drastis Corona di Kudus adalah sikap abai masyarakat pada protokol kesehatan setelah disuntik vaksin COVID-19.


Ia menekankan, vaksin tak sepenuhnya mencegah infeksi sehingga kerumunan dan aktivitas tatap muka tetap bisa menyebabkan infeksi COVID-19.


"Sebetulnya banyak faktor. Salah satunya adalah vaksinasi. Vaksinasi ini menjadikan masyarakat abai protokol kesehatan tidak disiplin karena menganggap setelah divaksin masyarakat anti virus. Padahal vaksinasi hanya meningkatkan antibodi supaya seandainya terpapar, tidak ada gejala berat," terangnya dalam diskusi daring, Kamis (10/6/2021).


Faktor penyebab lainnya yakni tradisi masyarakat Kudus pasca Lebaran, yakni Anjangsana. Ia menyayangkan, masyarakat abai soal prokes saat mengunjungi kerabat dan saling bertatap muka.


"Anjangsana tradisi di Kudus ini sudah biasa silaturahmi makan-makan atau suguhan. Dengan adanya silaturahmi, orang tua ke sahabat ke saudara ini melepas masker sambil menikmati hidangan yang ada sambil ngobrol. Ini potensi yang amat luar biasa," imbuh Hartopo.


Hartopo menjelaskan, tempat wisata diwajibkan hanya menerima maksimal 30 persen pengunjung. Namun, pariwisata membandel, walhasil kini pihaknya harus menutup titik-titik wisata tersebut.


Pemerintah Kudus juga memperketat pembatasan keluar-masuk kota. Pengecekan dilakukan di titik-titik check point untuk menyaring pendatang yang boleh dan tidak boleh masuk Kudus.


"Kalau tujuannya ke Kudus dan tidak urgent, akan kita putar balik. Tapi kalau memang ada kepentingan mungkin bekerja, tugas ke Kudus, tentunya kita bolehkan masuk Kudus dengan menunjukkan hasil swab rapid antigen. Artinya, bebas COVID-19 yang masih aktif 1x24 jam," pungkas Hartopo.

https://maymovie98.com/movies/tiger-cage-3/


Dihantam Ledakan Kasus, Kudus Kini Klaim Corona di Wilayahnya 'Melandai'


 Bupati Kudus, Jawa Tengah, HM Hartopo mengklaim bahwa kasus Corona di wilayahnya mulai melandai. Ia dan pihaknya kini tengah membenahi tempat isolasi mandiri bagi para warganya yang tertular COVID-19.

"Alhamdulilah Kudus saat ini agak melandai, karena terkait masalah pengurusan isolasi ini yang baru gencar-gencarnya kita evaluasi, karena mengingat untuk isolasi mandiri di rumah di Kudus ini lumayan banyak," kata Hartopo dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (10/6/2021).


Lebih lanjut, kata Hartopo, saat ini tempat isolasi mandiri di Kudus hanya bisa menampung 400 orang. Itu pun masih banyak permasalahan, seperti kurangnya sumber daya manusia (SDM) dan obat-obatan.


"Maka dari itu, ini pengadaan baru kita mulai, insyaAllah minggu depan atau Senin mungkin ya sudah bisa kita maksimalkan tempat isolasi mandiri yang ada di Kabupaten Kudus ini," ujarnya.


Selain itu, Hartopo juga mengaku bahwa pihaknya tengah menggencarkan vaksinasi COVID-19. Harapannya, lonjakan kasus Corona di Kudus bisa segera mereda.


"Untuk vaksinasi, tentunya ini kita akan gencarkan vaksinasi secara massal, supaya nanti bisa lebih melandai dalam penularannya," ucap Hartopo.


Sebelumnya juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut Kudus menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang tingkat penularan virus Coronanya cukup mengkhawatirkan.


Hal ini karena peningkatan kasus Corona di Kudus mencapai 7.594 persen semenjak tiga minggu pasca hari raya Idul Fitri. Kemudian, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit di Kudus pun menyentuh angka 90,2 persen.


"Tentunya kondisi yang paling mengkhawatirkan adalah apabila kenaikan kasusnya melebihi 100 persen dan disaat bersamaan kondisi BOR-nya di atas 70 persen. Keadaan ini menunjukkan bahwa penanganan di wilayah tersebut sudah mulai tidak terkendali" kata Wiku dalam konferensi pers, Rabu (9/6/2021).

https://maymovie98.com/movies/fist-of-fury-1991/