Selasa, 08 Juni 2021

Keterisian RS Corona DKI 67 Persen, Kasus Aktif COVID-19 Terbanyak Ada di Sini

 Keterisian bed rumah sakit (RS) di sejumlah provinsi terus mencatat kenaikan selama dua pekan terakhir. Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah dengan bed occupancy rate yang meningkat, dan kini melampaui 50 persen.

"DKI Jakarta 67 persen (bed occupancy rate)," ujar perwakilan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Senin (7/6/2021) dalam rapat mingguan bersama Satgas COVID-19.


Bila mengacu pada laporan corona.jakarta.go.id, ada 11.516 kasus aktif Corona per Minggu (6/6/2021), naik 140 kasus COVID-19 dibandingkan hari sebelumnya. Di antaranya, ada 25 kelurahan penyumbang kasus aktif Corona tertinggi di DKI Jakarta seperti berikut.


Kelurahan Pademangan Tidur (Jakarta Utara): 205 kasus

Kelurahan Kapuk (Jakarta Barat): 155 kasus

Kelurahan Cengkareng Timur (Jakarta Barat): 135 kasus

Kelurahan Palmerah (Jakarta Barat): 120 kasus

Kelurahan Cilangkap (Jakarta Timur): 115 kasus

Kelurahan Penjaringan (Jakarta Utara): 104 kasus

Kelurahan Penggilingan (Jakarta Timur): 103 kasus

Kelurahan Pondok Kelapa (Jakarta Timur) 102 kasus

Kelurahan Jagakarsa (Jakarta Selatan): 99 kasus

Kelurahan Lubang Buaya (Jakarta Timur): 97 kasus

Kelurahan Kayu Putih (Jakarta Timur): 89 kasus

Kelurahan Sunter Agung (Jakarta Utara): 89 kasus

Kelurahan Semper Barat (Jakarta Utara): 88 kasus

Kelurahan Ciracas (Jakarta Timur): 85 kasus

Kelurahan Duri Kosambi (Jakarta Barat): 85 kasus

Kelurahan Halim Perdana Kusumah (Jakarta Timur): 84 kasus

Kelurahan Cengkareng Barat (Jakarta Barat): 83 kasus

Kelurahan Cibubur (Jakarta Timur): 83 kasus

Kelurahan Cilandak Barat (Jakarta Selatan): 81 kasus

Kelurahan Kebon Jeruk (Jakarta Barat): 78 kasus

Kelurahan Petukangan Utara (Jakarta Selatan): 75 kasus

Kelurahan Pluit (Jakarta Utara): 74 kasus

Kelurahan Pondok Pinang (Jakarta Selatan): 74 kasus

Kelurahan Bambu Apus (Jakarta Timur): 73 kasus

Kelurahan Srengseng (Jakarta Barat): 73 kasus

https://trimay98.com/movies/showgirl-murders/


Update Corona RI 7 Juni: Tambah 6.993 Kasus Baru, Kasus Aktif 99.663


 Jumlah kasus virus Corona COVID-19 bertambah 6.993 pada Senin (7/6/2021). Total kasus konfirmasi positif menjadi 1.863.031, sembuh 1.711.565, dan meninggal 51.803.

Tercatat sebanyak 99.663 kasus aktif, 64.056 spesimen yang diperiksa, dan 91.269 suspek yang diamati.


Detail penambahan kasus COVID-19 adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.993 menjadi 1.863.031

Pasien sembuh bertambah 5.594 menjadi 1.711.565

Pasien meninggal bertambah 191 menjadi 51.803

Sebelumnya, pada Minggu (6/6/2021), tercatat total sebanyak 1.856.038 kasus positif virus Corona COVID-19, 1.705.971 pasien sembuh, dan 51.612 meninggal dunia.


Didominasi Jabar-Jateng-DKI! Ini Sebaran 6.993 Kasus Baru COVID-19 RI 7 Juni


 Indonesia mencatat penambahan 6.993 kasus baru COVID-19, Senin (7/6/2021). Total kasus positif saat ini sebanyak 1.863.031.

Provinsi Jawa Barat mencatat penambahan kasus terbanyak dengan jumlah 1.790 kasus. Di bawahnya, terdapat Jawa Tengah dengan 1.451 kasus dan DKI Jakarta dengan 1.197 kasus.


Berikut detail perkembangan virus Corona di RI per Senin (7/6/2021):


Kasus positif bertambah 6.993 menjadi 1.863.031

Pasien sembuh bertambah 5.594 menjadi 1.711.565

Pasien meninggal bertambah 191 menjadi 51.803

Sebanyak 64.056 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek tercatat sebanyak 91.269.


Sebaran 6.993 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada Senin (7/6/2021):


Jawa Barat: 1.790 kasus

Jawa Tengah: 1.451 kasus

DKI Jakarta: 1.197 kasus

Riau: 313 kasus

Jawa Timur: 301 kasus

DI Yogyakarta: 253 kasus

Sumatera Barat: 239 kasus

Nusa Tenggara Timur: 177 kasus

Kepulauan Riau: 151 kasus

Aceh: 130 kasus

Jambi: 126 kasus

Sumatera Selatan: 126 kasus

Lampung: 119 kasus

Banten: 100 kasus

Sumatera Utara: 99 kasus

Kalimantan Tengah: 90 kasus

Bangka Belitung: 68 kasus

Nusa Tenggara Barat: 60 kasus

Kalimantan Timur: 40 kasus

Bali: 36 kasus

Bengkulu: 35 kasus

Sulawesi Selatan: 31 kasus

Maluku: 25 kasus

Kalimantan Selatan: 9 kasus

Sulawesi Tengah: 8 kasus

Maluku Utara: 7 kasus

Kalimantan Utara: 5 kasus

Sulawesi Tenggara: 5 kasus

Sulawesi Tenggara: 1 kasus

Papua Barat: 1 kasus

Kalimantan Barat: 0 kasus

Gorontalo: 0 kasus

Sulawesi Barat: 0 kasus

Papua: 0 kasus

https://trimay98.com/movies/alien-terminator/


Minggu, 06 Juni 2021

5 Tips Ini Bisa Bikin Pria Multi Orgasme Lho, Tapi Kuat Nggak?

 Sama seperti wanita, pria ternyata juga bisa meraih multi orgasme saat berhubungan intim. Meski bukan hal yang umum terjadi pada pria, hal ini bukan berarti pria tidak bisa orgasme berkali-kali.

Menurut studi yang diterbitkan pada tahun 2016, hanya kurang dari 10 persen pria yang berusia 20-an dan 7 persen pria berusia di atas 30 tahun yang bisa merasakan multi orgasme saat bercinta.


Meski orgasme kerap berkaitan dengan ejakulasi, kunci utama dan rahasia untuk meraih multi orgasme adalah orgasme tanpa ejakulasi. Artinya, pria bisa melatih dirinya untuk mencapai orgasme tanpa harus ejakulasi.


Dikutip dari laman Mind Body Green, berikut 5 cara yang bisa dicoba oleh pria untuk meraih multi orgasme saat berhubungan intim.


1. Coba teknik edging

Cara paling ampuh yang bisa dicoba pria untuk mencapai multi orgasme adalah dengan mengetahui cara memisahkan orgasme dengan ejakulasi. Untuk melakukannya, pria bisa menerapkan teknik 'edging', yakni dengan berhenti menstimulasi sebelum ejakulasi.


Menurut pakar, berhenti menstimulasi sebelum mencapai klimaks, kemudian mengulanginya kembali bisa membantu pria agar lebih mudah orgasme berkali-kali. Selain itu, menerapkan teknik ini akan membantu pria mengetahui fase rangsangan pada tubuhnya, sehingga bisa lebih mudah mengontrol ejakulasi.


2. Jangan hanya fokus pada penetrasi

Bercinta tak melulu soal penetrasi, lho. Fokus pada sensasi yang didapat dari aktivitas seksual lainnya juga bisa membantu pria meraih multi orgasme. Sebelum bercinta, pria bisa membangun keintiman dengan pasangannya untuk membangun energi seksual. Lalu, cobalah foreplay untuk stimulasi zona erotis yang bisa membantu merangsang agar lebih mudah mencapai klimaks.


3. Atur napas

Mengetahui cara mengatur napas bisa membantu memberikan energi terhadap respons seksual. Latihan mengatur napas ini juga bisa membantu meregulasi energi ke seluruh tubuh, termasuk area panggul. Mirip dengan latihan kegel, efeknya nanti akan memberikan pengaruh positif pada saraf, sistem pernapasan, sirkulasi, endokrin, dan sistem energi pada tubuh.


4. Realistis

Jangan langsung berharap bisa orgasme berkali-kali hanya dalam satu kali percobaan. Faktanya, pakar menyebutkan bahwa untuk bisa mendapatkan multi orgasme, pria membutuhkan waktu selama 2 minggu hingga berbulan-bulan.

Oleh sebab itu, diperlukan kesabaran ekstra dan banyak percobaan sebelum mendapatkannya. Komunikasikan hal ini juga dengan pasangan agar ia bisa memahami hal ini.


5. Latihan kegel

Selain fokus pada hal-hal yang bisa dicoba di ranjang, rutin melakukan latihan kegel juga bisa membantu pria meraih multi orgasme. Saat dicoba dengan benar, kegel menawarkan banyak manfaat seksual bagi pria maupun wanita, khususnya terkait kesehatan seksual dan intensitas orgasme. Pria yang rutin melakukan latihan kegel juga diketahui lebih mudah mengontrol ejakulasinya.

https://indomovie28.net/movies/the-fugitive-2/


Sinovac-Pfizer Sudah Bisa untuk Remaja, Sekolah Tatap Muka Jadi Juli Nih?


China telah mengeluarkan izin darurat penggunaan vaksin Sinovac Biotech untuk anak usia 3-17 tahun. Uji klinis fase 1 dan 2 menunjukan Sinovac bisa memunculkan respons imun pada usia tersebut, dengan efek samping yang ringan.

Sama-sama buatan China, vaksin Cansino kini sudah memasuki uji klinis fase 2 pada anak usia 6-19 tahun.


Sebelumnya, Amerika Serikat melalui Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui penggunaan vaksin Pfizer BioNTech untuk usia 12-15 tahun. Vaksin ini juga mendapat lampu hijau untuk dipakai pada anak remaja di Singapura dan beberapa negara Eropa.


Indonesia menunggu rekomendasi

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, pihaknya tidak akan serta merta memberikan vaksin Corona pada anak.


Kini, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), organisasi profesi, dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Dengan tujuan, melihat jenis vaksin yang cocok digunakan untuk anak-anak nantinya.


Dalam kesempatan lainnya, Ketua ITAGI Profesor Dr Sri Rezeki, SpA(K), menyebut, kini pihaknya masih menunggu data-data dari publikasi ilmiah. Walhasil, belum ada kepastian soal kapan anak dan remaja di Indonesia mendapat vaksin Sinovac.


"Kita masih menunggu publikasi ilmiahnya," terang Prof Sri pada detikcom, Sabtu (5/6/2021).


Tekanan wacana anak-anak mendapat vaksinasi COVID-19 kini meningkat, salah satunya karena target sekolah tatap muka di bulan Juli.


Mengingat, beberapa negara kini mulai melakukan vaksinasi COVID-19 untuk usia anak dan remaja seiring kasus COVID-19 yang meningkat. Selain China, Amerika Serikat (AS) mengizinkan penggunaan vaksin Pfizer untuk anak-anak.

https://indomovie28.net/movies/seaman-no-7/