Minggu, 06 Juni 2021

Sunat Zaman Sekarang, Bisa Sambil Main Game dan Pakai VR

 Seiring dengan perkembangan teknologi, bukan hanya metode sunat yang kini menjadi semakin modern dan beragam, tetapi fasilitas yang ditawarkan pun turut mengikuti perkembangan zaman.

Bahkan, saat ini anak-anak bisa merasakan pengalaman sunat yang berbeda dengan zaman sebelumnya, salah satunya bisa nonton video-video menarik dengan menggunakan alat VR (virtual reality).


Salah satu klinik sunat yang menawarkan fasilitas sunat sambil bermain VR adalah Rumah Sunat dr Mahdian. Tujuan dari fasilitas ini adalah untuk mengalihkan perhatian atau ketakutan anak saat disunat.


Selain VR, tersedia juga fasilitas iPad yang bisa digunakan untuk bermain game selama proses sunat berlangsung.


"Itu salah satu fasilitas kami (VR). Jadi VR itu kita berikan supaya anak-anak itu setelah dibius lokal dia tetap enjoy aja main VR," jelas Tien, salah satu pengelola Rumah Sunat dr Mahdian saat dihubungi detikcom, Kamis (4/6/2021).


"Atau biasanya kita kasih iPad juga. Mau main game di iPad bisa, atau mau nonton video by VR juga bisa, tergantung pilihan anak-anak. Ada yang maunya nonton, ada yang main game, itu kita fasilitasi," pungkasnya.


Untuk merasakan pengalaman sunat yang berbeda ini, kata Tien, pasien bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan lagi. Sebab, keduanya memang merupakan fasilitas yang sudah disediakan oleh klinik.


"Nggak ada (biaya tambahan), semua sudah termasuk. Karena itu merupakan fasilitas yang kami berikan," ujarnya.

https://indomovie28.net/movies/chinatown-capers/


Terpopuler: 10 Nama Baru Varian Corona yang Tak Boleh Lagi Pakai Nama Negara


- Varian baru COVID-19 kini tidak lagi dinamai sesuai dengan tempat di mana varian tersebut pertama kali teridentifikasi. Varian B117 yang pertama kali ditemukan di Kent, Inggris, kini tidak lagi disebut 'varian Inggris' melainkan varian Alpha.

Penamaan varian-varian Corona berdasarkan tempat awal teridentifikasi dianggap memojokkan negara tertentu. Oleh sebab itu, penamaan demikian kini tidak lagi digunakan.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum lama ini memperkenalkan penamaan baru varian-varian baru virus Corona dengan lebih 'netral'. Sekarang, penamaan tersebut tidak lagi menggunakan nama negara, tetapi alfabet Yunani, seperti alfa, beta, gamma, dan seterusnya.


Meski demikian, penamaan resmi berdasarkan lineage genetik, seperti B.1.1.7 masih tetap digunakan. Hanya saja, karena dinilai susah diingat, penggunaannya sebatas di kalangan ilmiah saja.


Di sisi lain, penamaan Yunani bertujuan untuk mempermudah kalangan awam yang sebelumnya kesulitan mengingat varian-varian baru COVID-19. Berikut daftar lengkapnya:


Variant of Concern (VoC)

Alpha / B117 / sebelumnya disebut varian Inggris

Beta / B1351 / sebelumnya disebut varian Afrika Selatan

Gamma / P1 / sebelumnya disebut varian Brazil

Delta / B1617.2 / sebelumnya disebut varian India

Variant of Interest (VoI)

Epsilon / B1427 - B1429 / pertama kali ditemukan di AS

Zeta / P2 / pertama kali ditemukan di Brazil

Eta / B1525 / pertama kali ditemukan di beberapa negara, tidak spesifik

Theta / P3 / pertama kali ditemukan di Filipina

Iota / B1526 / pertama kali ditemukan di AS

Kappa / B1617.1 / pertama kali ditemukan di India, dikenal juga sebagai varian India.

https://indomovie28.net/movies/the-criminal/

Sabtu, 05 Juni 2021

Makin Gawat! Kasus Corona di Kudus Naik 30 X Lipat Sepekan Terakhir

 Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut Kudus, Jawa Tengah, mengalami kenaikan kasus Corona yang sangat signifikan dalam sepekan terakhir. Disebutkan, peningkatan angka kasusnya mencapai 30 kali lipat.

"Kudus mengalami kenaikan kasus positif secara signifikan dalam satu minggu, yaitu naik lebih dari 30 kali lipat, dari 26 kasus menjadi 929 kasus," kata Wiku dalam konferensi pers BNPB, Jumat (4/6/2021).


"Hal ini menjadikan kasus aktif di kudus menjadi sebanyak 1.280 kasus atau 21,48 persen dari total kasus positifnya," lanjutnya.


Menurut Wiku, ini adalah angka yang cukup besar bila dibandingkan dengan kasus aktif nasional, yang hanya 5,47 persen. Tingginya penambahan kasus Corona ini pun menyebabkan keterisian tempat tidur, baik di ruang isolasi maupun ICU, di RS rujukan COVID-19 di Kudus meningkat tajam.


"Bahkan per tanggal 1 Juni lebih dari 90 persen tempat tidur terisi. Ini adalah kondisi yang sangat mengkhawatirkan," ujarnya.

Apa penyebab lonjakan COVID-19 di Kudus?

Wiku menjelaskan kenaikan kasus ini merupakan dampak dari adanya kegiatan wisata religi berupa ziara, serta tradisi kupatan yang dilakukan oleh warga Kudus pada 7 hari pasca lebaran Idul Fitri.


"Hal ini diperparah dengan banyaknya tenaga kesehatan di sana yang menderita COVID-19 yaitu sebanyak 189 orang dan rumah sakit yang belum menerapkan secara tegas dan disiplin zonasi merah, kuning, dan hijau, triase pasien COVID-19 dan non-COVID, serta keluarga pasien," jelas Wiku.


Wiku pun memberikan contoh terkait buruknya penanganan pasien Corona di Kudus. Menurutnya, masih ada pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang didampingi keluarganya saat di rumah sakit.


"Contoh dari hal ini adalah masih adanya pasien COVID-19 di rumah sakit yang didampingi oleh keluarganya, yang keluar-masuk rumah sakit tanpa skrining. Dari kunjungi ini, ketua Satgas menginstruksikan kepada Pemda Kudus untuk segera melakukan konversi tempat tidur lainnya menjadi tempat tidur pelayanan pasien COVID-19," tuturnya.

https://trimay98.com/movies/dirty-tiger-crazy-frog/


Update Corona RI 4 Juni: Tambah 6.486 Kasus Baru, Kasus Aktif 94.773


Jumlah kasus virus Corona COVID-19 bertambah 6.486 pada Jumat (4/6/2021). Total kasus positif mencapai 1.843.612, sembuh 1.697.543, dan meninggal 51.296 jiwa.

Kasus aktif tercatat sebanyak 94.773, jumlah spesimen yang diperiksa 107.636, dan suspek sebanyak 74.774 orang.


Detail penambahan kasus COVID-19 adalah sebagai berikut.


Kasus positif bertambah 6.486 menjadi 1.843.612

Pasien sembuh bertambah 5.950 menjadi 1.697.543

Pasien meninggal bertambah 201 menjadi 51.296

Sebelumnya, pada Kamis (3/6/2021), tercatat total sebanyak 1.837.126 kasus positif virus Corona COVID-19, 1.691.593 pasien sembuh, dan 51.095 meninggal dunia.


Jabar-DKI Tertinggi, Ini Sebaran 6.486 Kasus Baru COVID-19 RI 4 Juni 2021


Pada 4 Juni 2021, Indonesia melaporkan penambahan 6.486 kasus baru COVID-19. Total pasien terkonfirmasi saat ini sejumlah 1.843.612.

Jawa Barat menyumbang angka kasus positif terbanyak yakni 952 kasus, disusul DKI Jakarta dengan total 906 kasus, dan Jawa Tengah dengan total 887 kasus.


Detail perkembangan virus Corona per Jumat (4/6/2021), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.486 menjadi 1.843.612

Pasien sembuh bertambah 5.950 menjadi 1.697.543

Pasien meninggal bertambah 201 menjadi 51.296.

Tercatat sebanyak 107.636 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 74.774.


Sebaran 6.486 kasus baru Corona di Indonesia per Jumat (4/6/2021), sebagai berikut:


Jawa Barat: 952 kasus

DKI Jakarta: 906 kasus

Jawa Tengah: 887 kasus

Riau: 593 kasus

Sumatera Barat: 306 kasus

Jawa Timur: 301 kasus

DI Yogyakarta: 299 kasus

Bangka Belitung: 279 kasus

Nusa Tenggara Timur: 233 kasus

Aceh: 209 kasus

Kepulauan Riau: 200 kasus

Sumatera Selatan: 156 kasus

Banten: 142 kasus

Kalimantan Barat: 123 kasus

Kalimantan Tengah: 119 kasus

Kalimantan Timur: 113 kasus

Sumatera Utara: 97 kasus

Jambi: 85 kasus

Nusa Tenggara Barat: 77 kasus

Lampung: 74 kasus

Bengkulu: 67 kasus

Kalimantan Selatan: 53 kasus

Bali: 51 kasus

Sulawesi Barat: 49 kasus

Maluku: 37 kasus

Sulawesi Tengah: 21 kasus

Kalimantan Utara: 18 kasus

Sulawesi Selatan: 13 kasus

Papua Barat: 11 kasus

Sulawesi Utara: 8 kasus

Maluku Utara: 4 kasus

Gorontalo: 2 kasus

Sulawesi Tenggara: 1 kasus.

https://trimay98.com/movies/deep-blue-sea-3/