Sabtu, 08 Mei 2021

Belasan Orang Ini Hidup di Gua, Puasa Ponsel Demi Eksperimen

 Bagaimana rasanya manusia modern harus puasa puluhan hari tanpa ponsel? Itulah yang dilakukan oleh 15 relawan ini. Bahkan tak cuma tanpa ponsel, mereka tinggal selama 40 hari di gua.

Selama sebulan lebih, mereka berada di gua Lombrives di selatan Perancis. Tidak ada ponsel, jam ataupun sinar Matahari. Rupanya, mereka ambil bagian dalam eksperimen bernama Deep Time.


Proyek dengan dana USD 1,4 juta itu tujuannya adalah meneliti bagaimana manusia beradaptasi dalam situasi isolasi atau saat menghadapi kondisi ektrim. Momennya juga pas dengan pandemi Corona, di mana lockdown sering diberlakukan.


Belum lama ini, para relawan sudah menyelesaikan misinya. Mereka keluar dari gua dan harus mengenakan kacamata khusus sebagai pelindung karena terlalu lama berada di kegelapan. Tapi secara umum, mereka sehat.


Dikutip detikINET dari Science Alert, saat tinggal di gua, mereka tidur di tenda. Listrik harus dihasilkan sendiri dengan cara mengayuh sepeda. Sedangkan air didapatkan dari sumur. Ponsel dan peralatan elektronik lain pun diharamkan, mereka sama sekali tidak bisa berkomunikasi atau mengakses media sosial.


Karena tidak ada jam ataupun sinar Matahari, para relawan harus bergantung pada jam biologis mereka sendiri untuk mengetahui kapan harus tidur, makan atau melakukan aktivitas sehari-hari.


Seiring waktu berlalu, ternyata mereka sudah tidak kenal dengan waktu. Salah satu relawan berkata bahwa dia yakin berada dalam gua hanya selama 23 hari. Untuk mengisi waktu, sebagian relawan berolahraga dengan berlari mengelilingi kedalaman gua.


Yang mengejutkan, setelah misi selesai, sebagian relawan mengaku ingin tinggal lebih lama di dalam gua. Jumlahnya bahkan mencapai dua pertiga dari seluruh relawan. Puasa ponsel atau listrik tampaknya tak masalah buat mereka.


"Untuk sekali dalam hidup, rasanya seperti kami bisa menekan tombol pause. Kami punya waktu untuk berhenti dari tugas kami. Ini bagus," kata Marina Lancon, salah satu wanita yang ambil bagian.

https://trimay98.com/movies/butter-4/


Butuh Satelit Berkekuatan 1 Tbps Selimuti RI dengan Internet


Sebagai negara dengan geografis kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke dan Miangas sampai Rote, penggelaran internet di Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Dibutuhkan setidaknya satelit dengan kapasitas 1 Tbps untuk meratakan akses layanan ke dunia maya itu, khususnya di daerah pelosok.

Untuk saat ini, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo tengah mempersiapkan satu satelit pemerintah untuk mendukung ketersediaan internet, yaitu Satelit Republik Indonesia (Satria) atau satelit Satria 1 yang diupayakan meluncur ke orbit sebelum 31 Oktober 2023.


"Nah, ini tentu waktu yang cukup kami bersama Thales Alenia Space menyelesaikan konstruksi. Sehingga kami optimis, sebelum 31 Oktober 2023 satelit sudah diluncurkan menggunakan roket SpaceX di Florida, Amerika Serikat," ujar Direktur Utama Bakti Kominfo Anang Latif kepada detikINET, Senin (26/4/2021).


Bakti Kominfo menyebutkan satelit Satria generasi berikutnya sedang dipersiapkan. Hal ini untuk mengatasi kekurangan kapasitas satelit yang dibutuhkan Indonesia dalam menyebarkan akses internet di daerah-daerah.


Sebagai informasi, Satelit Satria 1 punya kapasitas 1 Gbps yang nantinya akan dimanfaatkan untuk menyebarkan akses internet ke 150.000 titik layanan publik di Tanah Air. Sedangkan, menurut Kominfo, kebutuhan kapasitas satelit mencapai 1 Tbps yang artinya kurang 950 Gbps lagi.


"Indonesia membutuhkan kapasitas satelit hingga 1 Tbps. Tentunya satelit Satria 1 kapasitas 150 Gbps, masih diperlukana beberapa satelit ke depan untuk mendukung kapasitas 1 Tbps tersebut," ungkapnya.


Terkait apakah pengadaan Satelit Satria berikutnya akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badang Usaha (KPBU) kembali, Anang menyebutkan sejauh ini pemerintah sedang mengkaji berbagai kemungkinan, termasuk slot orbit.


"Tentu ini sangat bergantung slot orbit yang ada di atas Indonesia, serta kesiapan pembiayaan dari pemerintah. Kami sedang mengkaji kedua kemungkinan tersebut hingga penetapan waktu yang pas untuk penyiapan satelit selanjutnya," pungkasnya.

https://trimay98.com/movies/butter-3/

Sambut PON XX, IndiHome Bangun 50 Wifi.id Corner di Papua

 Menyambut PON XX yang akan digelar di Papua pada bulan Oktober mendatang, IndiHome menggelar program 'IndiHome Wonderful Papua' pada bulan Maret lalu. Hal ini untuk mengajak masyarakat Papua ikut memperkenalkan Bumi Cenderawasih kepada masyarakat luas melalui layanan internet dari IndiHome.

Adapun program ini mengangkat tiga tujuan besar, yakni Connectivity, Creativity, dan Charity. Direktur Consumer Service Telkom Venusiana mengatakan dalam waktu sebulan pihaknya berhasil mencapai tujuan Connectivity. Hal ini terbukti dengan dibangunnya 50 Wifi Corner IndiHome yang tersebar di seluruh wilayah Propinsi Papua dan Papua Barat.

https://trimay98.com/movies/escobar-paradise-lost/


"Sebagai internetnya Indonesia, kami terus berupaya memenuhi kebutuhan digital masyarakat Papua. Maka, diwujudkan oleh IndiHome salah satunya dengan keberhasilan membangun 50 titik Wifi Corner di Papua bahkan hingga di daerah-daerah terluar seperti Sota perbatasan Merauke, Raja Ampat Papua Barat, dan Tanah Merah Merauke. Saat ini, 50 titik Wifi Corner IndiHome telah bisa dinikmati oleh masyarakat Papua," ujar Venusiana dalam keterangan tertulis, Senin (26/4/2021).


Selain koneksi internet stabil dengan kecepatan hingga 100 Mbps, Venusiana menyebut Wifi.id Corner IndiHome tersebut telah dilengkapi fasilitas seperti kursi, meja, dan catuan listrik. Hal ini membuat para komunitas, pelajar, dan masyarakat Papua dapat dengan mudah dan nyaman mengakses internet.

Layanan IndiHome di Papua terus ditingkatkan pembangunannya sehingga diharapkan dapat mencapai 100%. Saat ini sudah 6 Kabupaten/Kota dan 98 distrik di Papua yang bisa menikmati layanan IndiHome. Diharapkan dengan adanya Wifi.id Corner IndiHome ini dapat menjadi lokasi yang tepat bagi para komunitas di Papua untuk berkreasi dan menggali ide-ide menarik serta mempublikasikan kekayaan dan keindahan Papua kepada dunia khususnya untuk menyambut PON XX di Papua," jelasnya.


Guna mencapai tujuan kedua, yaitu creativity, Venusiana mengatakan saat ini program IndiHome Wonderful Papua sedang menyelenggarakan dua kompetisi untuk meningkatkan kreativitas masyarakat di sana yang meliputi Kompetisi Gita dan Nada Papua serta Kompetisi Potret Wonderful Papua bersama IndiHome.


Diungkapkannya, kompetisi ini mendapat sambutan antusias karena diikuti oleh ratusan peserta. Nantinya, para peserta akan mendapatkan pelatihan bersama profesional dan akan melewati tahap grand final untuk menentukan juara pertama, kedua, dan ketiga serta harapan satu dan dua untuk Kompetisi Potret Wonderful Papua bersama IndiHome. Tahap grand final dan pengumuman pemenang akan disiarkan melalui kanal YouTube IndiHome pada 30 April 2021 mendatang.


Lebih lanjut, dia merinci hadiah bagi masing-masing juara dalam Kompetisi Gita dan Nada Papua. Untuk juara pertama akan mendapatkan uang tunai senilai Rp 10 juta. Lalu, juara dua dan juara tiga akan mendapatkan uang tunai masing-masing senilai Rp 7,5 juta dan Rp5 juta.


Sementara bagi juara pertama Kompetisi Potret Wonderful Papua bersama IndiHome akan mendapatkan uang tunai senilai Rp 15 juta. Juara kedua akan mendapatkan uang tunai senilai Rp 10 juta dan juara ketiga akan mendapatkan uang tunai senilai Rp 7,5 juta. Ada pula juara harapan satu yang akan mendapatkan Rp 5 juta dan juara harapan dua Rp 3,5 juta.

https://trimay98.com/movies/the-duelist/