Jumat, 07 Mei 2021

Miss V Sering 'Masuk Angin'? Kenali Berbagai Kemungkinan Penyebabnya

 Gas yang terperangkap di rongga Miss V kerap memicu bunyi mirip kentut. Bedanya, tidak ada bau menyengat karena bukan gas dari hasil metabolisme makanan seperti halnya kentut beneran.

Meski tidak bau, kentut Miss V atau kerap disebut 'queef' bisa dibilang cukup mengganggu. Setidaknya, bikin canggung jika sampai terdengar orang di sekitar.


Sebenarnya, apa sih penyebab Miss V bisa terkentut-kentut?


Berikut ini adalah 2 penyebab umum vagina mengeluarkan suara kentut, dikutip dari beberapa sumber.


1. Seks

Aktivitas seksual merupakan penyebab paling umum keluarnya suara kentut dari vagina. Hal ini bisa terjadi dikarenakan gerakan saat penetrasi, penis keluar masuk vagina, menyebabkan udara masuk kemudian terperangkap di dalamnya, dikutip dari Healthline.


Saat otot dalam keadaan menegang ketika penis diangkat atau orgasme, gas yang terperangkap tersebut kemudian akan keluar dan menimbulkan suara kentut.


Tidak hanya karena penetrasi, terperangkapnya gas di dalam vagina bisa juga terjadi dikarenakan aktivitas oral seks. Meski begitu, jangan khawatir, kentut dari vagina tidak menimbulkan bau tak sedap.

2. Yoga

Dikutip dari Very Well Fit, keluarnya gas dari vagina saat melakukan yoga terjadi kepada banyak perempuan, terlebih pada perempuan yang memiliki otot dasar panggul atau pelvic floor yang kendur.


Sama seperti saat melakukan aktivitas seksual, gas yang keluar dari vagina saat yoga terjadi karena adanya udara yang terperangkap di dalamnya. Vagina merupakan lubang yang pada saat gerakan tertentu dapat membuat udara masuk ke dalamnya. Saat udara tersebut dipaksa keluar, ia akan mengeluarkan suara layaknya kentut.


Sebenarnya tidak banyak hal yang dapat dilakukan untuk menghindari terperangkapnya gas dalam vagina. Tetapi, terdapat beberapa tips yang dapat membantu, diantaranya adalah melakukan senam kegel untuk memperkuat dasar panggul.


Sedangkan untuk menghindari terperangkapnya gas saat melakukan aktivitas seksual adalah dengan memberikan cukup cairan pelumas pada vagina. Hal itu dilakukan untuk dapat menghindari gesekan yang kering sehingga memungkinkan gas terperangkap di dalamnya.

https://movieon28.com/movies/dirty-weekend/


Belum Selesai Gelombang Kedua, India Dihantui Gelombang Ketiga COVID-19!


Belum selesai diterpa tsunami COVID-19 gelombang kedua, India diminta bersiap untuk menghadapi gelombang ketiga pandemi COVID-19 atau third wave.

Kepala penasihat ilmiah pemerintah India, K Vijay Raghavan, mengatakan negara tersebut harus siap menghadapi gelombang Corona baru. Menurutnya, hal ini tidak bisa dihindari dan belum pasti kapan datangnya.


"Gelombang ketiga tidak bisa dihindari, mengingat betapa tingginya virus yang beredar. Namun, belum jelas kapan gelombang tiga ini akan terjadi. Kita harus bersiap menghadapi gelombang baru itu," kata Raghavan yang dikutip dari France24, Kamis (6/5/2021).


Saat ini, India masih terus berjuang untuk mengatasi second wave atau gelombang kedua pandemi COVID-19. Bahkan para ahli berpendapat bahwa negara tersebut belum mencapai puncak dari second wave dalam beberapa pekan ke depan.


Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kasus infeksi, RS di beberapa wilayah India kekurangan tempat tidur, serta alat bantu oksigen untuk pasien. Hal ini membuat India membutuhkan lebih banyak alat oksigen dari negara lain untuk mengatasi lonjakan kasus hingga stabil.


"Kami tidak memiliki cukup oksigen. Jika kita bisa mendapatkan lebih banyak oksigen, lebih banyak nyawa yang akan diselamatkan," ujar seorang pejabat tinggi pemerintahan setempat.

https://movieon28.com/movies/everyday-is-valentine/

Suami Joanna Alexandra Meninggal, Terpapar COVID-19 dengan Komorbid Asma

 Berita duka kembali datang dari dunia hiburan Indonesia. Suami Joanna Alexandra, Raditya Oloan, meninggal dunia. Kabar ini diketahui lewat postingan kerabat hingga teman Radit dan Joanna Alexandra.

"Till we meet again my friend @radityaoloan. Kenangan orang baik seperti lo selalu jadi berkat and berbekas di hati banyak orang.. Pray for @joannaalexandra And Family to stay strong," jelas akun Pascal Lasmana dalam Instagram miliknya.


Tepat 2 hari lalu, Joanna dalam akun Instagramnya memposting kondisi terkini mendiang suami. Disebutnya, Radit tengah berjuang melawan COVID-19 di ICU dengan bantuan ventilator.


"Kondisinya post covid dengan komorbid asma, and he is going through a cytokine storm yang menyebabkan hyper-inflammation in his whole body," cuitnya di akun Instagram pribadi, Selasa (4/5/2021).


Seberapa fatal sih komorbid COVID-19 asma?

Menurut Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), infeksi COVID-19 pada pengidap asma bisa menyebabkan pneumonia hingga penyakit pernapasan akut. Kondisi bisa berakhir kritis jika pasien mengalami perburukan gejala terus menerus.


"Asma adalah penyakit radang, dengan infeksi pernapasan menjadi salah satu penyebab paling umum, ini berarti pasien dengan asma dapat mengalami eksaserbasi (perburukan gejala) asma mereka, efek virus corona COVID-19," kata Jack Stewart, MD, ahli paru di Rumah Sakit St Joseph di Orange County, California, Amerika Serikat.

"Orang dengan asma sedang hingga parah atau tidak terkontrol lebih mungkin dirawat di rumah sakit karena COVID-19," lanjut CDC.


Dikutip dari Very Well Health, dalam kasus yang parah, ada juga risiko COVID-19 dapat menyebabkan serangan asma, menyebabkan pneumonia, atau menyebabkan penyakit pernapasan akut.


Umumnya, asma tidak dianggap meningkatkan risiko tertular virus Corona. Namun, pasca terinfeksi, besar kemungkinan risiko mengalami gejala COVID-19 lebih buruk, hingga membutuhkan waktu pemulihan dari COVID-19 cukup lama.


Gejala asma dan COVID-19

Gejala asma dan COVID-19 bisa serupa, sehingga sulit untuk membedakan kondisi. Namun, Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA) memberikan catatan seperti berikut.


Batuk adalah gejala yang biasa terlihat pada kedua kondisi tersebut.

Gejala asma umum lainnya seperti mengi, sesak napas, dada sesak, dan napas cepat terkadang terlihat pada COVID-19.

Demam sering muncul bersamaan dengan COVID-19 tetapi jarang dikaitkan dengan asma.

Kelemahan dan kelelahan terkadang bisa dikaitkan dengan kedua kondisi tersebut.

Kehilangan penciuman, mual, muntah, diare, nyeri tubuh, sakit kepala, dan sakit tenggorokan terkadang terlihat pada COVID-19 tetapi tidak berhubungan dengan asma.

https://movieon28.com/movies/krampus-unleashed/


Miss V Sering 'Masuk Angin'? Kenali Berbagai Kemungkinan Penyebabnya


Gas yang terperangkap di rongga Miss V kerap memicu bunyi mirip kentut. Bedanya, tidak ada bau menyengat karena bukan gas dari hasil metabolisme makanan seperti halnya kentut beneran.

Meski tidak bau, kentut Miss V atau kerap disebut 'queef' bisa dibilang cukup mengganggu. Setidaknya, bikin canggung jika sampai terdengar orang di sekitar.


Sebenarnya, apa sih penyebab Miss V bisa terkentut-kentut?


Berikut ini adalah 2 penyebab umum vagina mengeluarkan suara kentut, dikutip dari beberapa sumber.


1. Seks

Aktivitas seksual merupakan penyebab paling umum keluarnya suara kentut dari vagina. Hal ini bisa terjadi dikarenakan gerakan saat penetrasi, penis keluar masuk vagina, menyebabkan udara masuk kemudian terperangkap di dalamnya, dikutip dari Healthline.


Saat otot dalam keadaan menegang ketika penis diangkat atau orgasme, gas yang terperangkap tersebut kemudian akan keluar dan menimbulkan suara kentut.


Tidak hanya karena penetrasi, terperangkapnya gas di dalam vagina bisa juga terjadi dikarenakan aktivitas oral seks. Meski begitu, jangan khawatir, kentut dari vagina tidak menimbulkan bau tak sedap.

https://movieon28.com/movies/choy-lee-fut-kung-fu/