Jumat, 07 Mei 2021

Corona India Makin Ganas, 61 Persen Warganya Cemas hingga Depresi

 Gelombang kedua COVID-19 di India telah memicu kepanikan bagi warganya. Bagaimana tidak, tingkat penularan virus Corona di negara itu bisa mencapai 400.000 kasus dalam sehari.

Dikutip dari India Today, sebuah survei yang dilakukan oleh platform LocalCircles menunjukkan mayoritas warga India merasa cemas, depresi, hingga marah atas apa yang terjadi dengan negaranya.


Dengan fasilitas kesehatan yang sangat kewalahan dan kekurangan oksigen serta obat-obatan, India menghadapi krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.


61 persen warga India marah, depresi, kecewa, atau cemas

Ketika diminta untuk menggambarkan suasana hati dan pikiran selama dua bulan menghadapi gelombang kedua COVID-19, sebanyak 23 persen responden mengatakan mereka sangat cemas atau khawatir. Sementara 8 persen lainnya mengaku depresi, murung, atau merasa sedih.


Kemudian sekitar 20 persen mengatakan merasa kesal dan marah. Sebanyak 10 persennya lagi mengaku sangat marah dan hanya 7 persen yang merasa tenang atau damai.


Selain itu, sebanyak 28 persen warga India merasa lebih optimis dan penuh harapan dalam menghadapi pandemi COVID-19 di negaranya. Hasil survei ini didapatkan dari tanggapan 8.141 orang di India.

https://movieon28.com/movies/krampus-the-devil-returns/


Apa Itu Tantric Sex, Heboh Jadi Bisnis 'Kelas Orgasme' di Bali


Publik kembali dihebohkan dengan penawaran 'kelas orgasme' di Bali. Berawal dari sebuah penawaran melalui sebuah situs online dengan tagline 'Tantric Full Body Orgasm', harganya dikenakan 20 euro.

Kepala Sub Bagian Humas, Reformasi Birokrasi dan Teknologi Informasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Bali, I Putu Surya Dharma, mengatakan pihaknya bakal menyampaikan hal tersebut kepada imigrasi.


"Kita sampaikan pada pihak imigrasi dulu," kata Surya Dharma dalam pesan singkatnya kepada awak media, Kamis (6/5/2021).


Kabar praktik kelas orgasme sebelumnya pernah tersebar pada Maret lalu. Diselenggarakan oleh warga negara asing (WNA) berkebangsaan Australia bernama Andrew Barnes. Namun, akhirnya praktik tersebut dibatalkan karena banyak kecaman dari publik.


Sebenarnya apa sih tantric sex atau seks tantra itu? Dikutip dari Medical News Today, seks tantra disebut bisa membantu seseorang dapat mencapai pengalaman seksual yang memuaskan.


Tantric sex berasal dari agama Hindu kuno. Praktik seksual yang berfokus menciptakan hubungan yang dalam dan intim.


Tantric sex merupakan bentuk seks mediatif di mana tujuannya bukan hanya orgasme namun menikmati perjalanan dan sensasi seksual tubuh. Bentuk seks ini berfokus kepada spiritualisme seseorang yang bertujuan untuk menggerakkan energi seksual ke seluruh tubuh untuk penyembuhan, transformasi, dan pencerahan.


Para pelaku tantric sex percaya bahwa bentuk seks ini dapat mengobati berbagai hal khususnya yang berkaitan dengan kondisi seksual seperti ejakulasi dini, disfungsi ereksi, atau anorgasmia.


Tujuan dari tantric sex ini disebut-sebut untuk membuat seseorang mengenal tubuhnya sendiri dan memahami keinginan tubuh sendiri, termasuk saat berhubungan seksual dengan pasangan agar mendapatkan orgasme yang lebih intens.


Meski begitu, di Indonesia bentuk seks ini mendapatkan banyak sekali penolakan. Salah satunya dikarenakan pembahasan seks di ruang publik kerap dinilai tidak sesuai dengan budaya warga Indonesia kebanyakan, dan masih cukup tabu.

https://movieon28.com/movies/side-effects-3/

Studi Klaim Ciri-ciri Mr P Besar Bisa Dilihat Dari Hidung, Apa Hubungannya?

 Selama ini masyarakat kerap mengaitkan ukuran alat vital pria atau penis dengan bagian tubuh tertentu. Misalnya, seperti anggapan bahwa orang dengan jempol kaki yang besar juga memiliki penis yang besar.

Kini, dalam sebuah studi, peneliti dari Jepang menemukan bahwa laki-laki dengan hidung besar cenderung memiliki penis yang besar juga.


"Studi ini adalah yang pertama menunjukkan hubungan antara panjang penis dan ukuran hidung," tulis peneliti dari Kyoto Prefectural University of Medicine.


Untuk menentukan hubungannya, para ilmuwan memeriksa 126 pria paruh baya yang baru saja meninggal, dan mereka mengukur dari tinggi dan berat mayat hingga lingkar dan panjang anggota tubuh mereka yang lembek.


Untuk studi yang diterbitkan dalam Basic and Clinical Andrology, para ilmuwan memperkirakan pengukuran alat vital pria ketika mereka ereksi dengan meletakkan setiap kaku dan merentangkan alat ukur setinggi mungkin. Peneliti kemudian membandingkan hasilnya dengan panjang hidung.


Mereka menemukan pria dengan hidung 2,2 inci memiliki penis yang lebih besar dengan panjang 5,3 inci.


Sementara itu, mayat dengan batang hidung lebih kecil dari 1,8 inci memiliki penis dengan ukuran panjang hingga 4,1 inci.


Anehnya, tidak ada hubungan antara ukuran organ penciuman pria dan panjang penis saat tidak ereksi.


"Fakta bahwa ukuran hidung terkait dengan panjang penis menunjukkan bahwa panjang penis mungkin tidak ditentukan oleh usia, tinggi atau berat badan, tetapi telah ditentukan sebelum lahir," menurut penelitian.


Fakta bahwa eksperimen terbatas pada laki-laki Jepang yang sudah meninggal dan mungkin diperlukan lebih banyak lagi penelitian tentang hubungan tersebut.


Mengukur hidung seseorang bukanlah satu-satunya cara untuk mengukur panjang penis. Penelitian sebelumnya telah mengaitkan ukuran penis dengan segala hal mulai dari gaji hingga perbedaan ukuran antara jari telunjuk dan jari manis.

https://movieon28.com/movies/the-goat/


Corona India Makin Ganas, 61 Persen Warganya Cemas hingga Depresi


Gelombang kedua COVID-19 di India telah memicu kepanikan bagi warganya. Bagaimana tidak, tingkat penularan virus Corona di negara itu bisa mencapai 400.000 kasus dalam sehari.

Dikutip dari India Today, sebuah survei yang dilakukan oleh platform LocalCircles menunjukkan mayoritas warga India merasa cemas, depresi, hingga marah atas apa yang terjadi dengan negaranya.


Dengan fasilitas kesehatan yang sangat kewalahan dan kekurangan oksigen serta obat-obatan, India menghadapi krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.


61 persen warga India marah, depresi, kecewa, atau cemas

Ketika diminta untuk menggambarkan suasana hati dan pikiran selama dua bulan menghadapi gelombang kedua COVID-19, sebanyak 23 persen responden mengatakan mereka sangat cemas atau khawatir. Sementara 8 persen lainnya mengaku depresi, murung, atau merasa sedih.


Kemudian sekitar 20 persen mengatakan merasa kesal dan marah. Sebanyak 10 persennya lagi mengaku sangat marah dan hanya 7 persen yang merasa tenang atau damai.


Selain itu, sebanyak 28 persen warga India merasa lebih optimis dan penuh harapan dalam menghadapi pandemi COVID-19 di negaranya. Hasil survei ini didapatkan dari tanggapan 8.141 orang di India.

https://movieon28.com/movies/jesus-2/