Rabu, 05 Mei 2021

Sering Mendengkur Keras, Pria Ini Ternyata Idap Tumor Otak

 Seorang pria berusia 52 tahun asal Thurso, Skotlandia, meninggal dunia setelah mendengkur keras saat tidur. Setelah diperiksa, pria tersebut ternyata mengidap tumor otak yang parah.

Sebelum diketahui mengidap tumor di otaknya, pria bernama Michael Mackay tidak pernah mengalami gejala apapun, selain mendengkur keras. Michael dan istrinya, Trish, sempat bolak-balik rumah sakit yang berbeda untuk mengetahui penyebab dengkuran keras tersebut.


"Dia di atas, di kamar tidur dan aku di lantai bawah. Aku mengambil ponselku dan naik untuk merekamnya. Ketika mendekat, aku baru menyadari dia (Michael) kejang-kejang," kata Trish yang dikutip dari The Sun, Rabu (5/5/2021).


"Saya langsung menelepon ambulans. Saat petugas medis tiba, mereka mengira Michael mengalami serangan jantung," lanjutnya.


Saat sampai di rumah sakit (RS), Michael terlihat baik-baik saja dan diperbolehkan pulang. Tetapi sebelum pulang, petugas medis melakukan CT scan otak Michael.


"Saat kami akan pergi, dokter kembali meminta kami untuk tetap berada di RS Raigmore, di Inverness, karena menemukan sesuatu pada hasil CT scan," ujar Trish.


Dokter menemukan adanya tumor otak itu diketahui pertama kali pada 16 Agustus. Pada akhir September, Michael menemui konsultan ahli bedah saraf di Aberdeen Royal Infirmary.


Pada 5 Oktober, Michael menjalani biopsi otak untuk menyembuhkan tumor otaknya. Namun, tiga minggu kemudian dokter mengatakan tumor otak itu sudah tidak bisa dioperasi lagi.


"Michael jelas putus asa, tapi entah bagaimana dia tetap kuat menerima diagnosisnya dan berhasil melewati kemo pertamanya. Ia juga sempat melihat putrinya, Leanne, bertunangan," jelasnya.


Namun, pada 13 Januari Michael kembali mengalami kejang. Lengannya gemetar dan kehilangan kemampuan untuk berbicara. Michael pun dibawa ke RS dan bisa kembali pulang.


"Tapi, saat dia mulai kemoterapi berikutnya, dia sangat sakit, lelah, dan mudah tersinggung. Rasanya seperti hidup dengan orang yang sama sekali berbeda," pungkas Trish.


Trish mengatakan Michael mulai enggan untuk melakukan kemoterapi pada Februari. Menurut Michael, segala pengobatan yang dilakukannya itu malah membuat kualitas hidupnya semakin memburuk.


Michael pun akhirnya meninggal dunia pada 26 Maret, sekitar sebulan setelah ia memutuskan berhenti melakukan berbagai pengobatan. Meski sedih, Trish sangat bangga dengan segala usaha yang telah dilakukan untuk Michael selama ini.

https://nonton08.com/movies/rising-shaolin-the-protector/


Doni Monardo: Kasus Aktif Corona RI 4 Mei Terendah Satu Tahun Terakhir


Di tengah masuknya varian baru Corona India mutan ganda B1617 dan varian raja Afrika Selatan B1351, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengklaim kasus aktif COVID-19 di Indonesia saat ini terendah sejak wabah COVID-19 merebak.

"Kasus aktif kita menduduki catatan terendah sepanjang 1 tahun terakhir, 5,88 persen. Kemudian angka kesembuhan kita pun mencapai rekor 91,39 persen," beber Doni dalam konferensi pers Rabu (5/5/2021).


Namun, angka kematian Corona masih di atas rata-rata kematian dunia. Angka kematian COVID-19 di RI per 4 Mei, berada di 2,74 persen sementara angka kematian dunia berada di 2,09 persen.


Meski begitu, Doni khawatir jika banyak masyarakat tetap nekat mudik Lebaran karena potensi kenaikan kasus pasca liburan selalu cenderung melonjak. Disebut Doni, ada sekitar 7 persen warga Indonesia yang tetap nekat mudik di tengah pelarangan yang ditetapkan pemerintah.


"Masih ada 7 persen yang nekat mudik. Artinya ada 18,9 juta orang pemudik, ini yang jadi PR untuk kita," lanjutnya.


Ia kembali mengingatkan tren peningkatan keterisian bed occupancy rate (BOR) pasien COVID-19 pasca liburan di Indonesia sempat mencapai 100 persen. Hal ini ditegaskan Doni harus menjadi perhatian bersama untuk menahan diri mudik Lebaran.


"Setiap habis libur panjang diikuti kenaikan kasus aktif, bertambahnya jumlah pasien di RS, ruang perawatan ICU, isolasi, lebih dari 80 persen," lanjutnya.


"Bahkan di Januari beberapa provinsi lebih dari 100 persen, diikuti dengan angka harian yang juga sangat tinggi," pungkasnya.

https://nonton08.com/movies/a-better-tomorrow/

Indonesia Deteksi Varian Corona, Satgas: Jadikan Kondisi India Pelajaran

 Setidaknya sudah ada tiga varian Corona dari luar negeri yang terdeteksi di Indonesia. Varian-varian tersebut jadi perhatian karena disebut ahli jadi salah satu faktor penyebab lonjakan kasus COVID-19 di beberapa negara.

Varian yang dimaksud adalah B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, dan B1617 dari India.


Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan agar seluruh pihak berkaca dari pengalaman negara yang telah menghadapi varian tersebut. Jangan sampai Indonesia terlena dengan situasi COVID-19 yang cenderung terkendali, kemudian menurunkan kewaspadaan.


"Dengan adanya varian-varian baru ini diharapkan waspada. Apa yang telah kita capai hari ini dengan kondisi yang cukup membuat kita tenang dan nyaman, bukan berarti kita bisa lengah. Tidak boleh!" ungkap Doni dalam dialog yang disiarkan Forum Merdeka Barat, Rabu (5/5/2021).


Doni mengatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan wabah di luar negeri. Pintu masuk diperketat karena terbukti banyak pekerja imigran yang kembali ke Indonesia positif COVID-19.


"Sekarang kita banyak menerima kepulangan pekerja migran yang sudah habis kontraknya. Di antara mereka tidak sedikit yang diperiksa ternyata positif COVID. Ini sudah kita buktikan di kedatangan di Kualanamu, Kepri, Kalimantan Barat, serta Jakarta, dan Bandara Juanda Surabaya," papar Doni.


India menjadi contoh nyata apa yang bisa terjadi ketika kewaspadaan berkurang dan protokol kesehatan jadi longgar. Di tengah kehadian varian corona baru, angka kasus COVID-19 yang terkendali bisa menjadi gelombang tsunami besar dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.


"Mari kita jadikan keadaan di India sebagai pelajaran bangsa kita. Jangan anggap enteng COVID, COVID masih ada dan belum berakhir," pungkasnya.

https://nonton08.com/movies/fury/


Sering Mendengkur Keras, Pria Ini Ternyata Idap Tumor Otak


 Seorang pria berusia 52 tahun asal Thurso, Skotlandia, meninggal dunia setelah mendengkur keras saat tidur. Setelah diperiksa, pria tersebut ternyata mengidap tumor otak yang parah.

Sebelum diketahui mengidap tumor di otaknya, pria bernama Michael Mackay tidak pernah mengalami gejala apapun, selain mendengkur keras. Michael dan istrinya, Trish, sempat bolak-balik rumah sakit yang berbeda untuk mengetahui penyebab dengkuran keras tersebut.


"Dia di atas, di kamar tidur dan aku di lantai bawah. Aku mengambil ponselku dan naik untuk merekamnya. Ketika mendekat, aku baru menyadari dia (Michael) kejang-kejang," kata Trish yang dikutip dari The Sun, Rabu (5/5/2021).


"Saya langsung menelepon ambulans. Saat petugas medis tiba, mereka mengira Michael mengalami serangan jantung," lanjutnya.


Saat sampai di rumah sakit (RS), Michael terlihat baik-baik saja dan diperbolehkan pulang. Tetapi sebelum pulang, petugas medis melakukan CT scan otak Michael.


"Saat kami akan pergi, dokter kembali meminta kami untuk tetap berada di RS Raigmore, di Inverness, karena menemukan sesuatu pada hasil CT scan," ujar Trish.


Dokter menemukan adanya tumor otak itu diketahui pertama kali pada 16 Agustus. Pada akhir September, Michael menemui konsultan ahli bedah saraf di Aberdeen Royal Infirmary.


Pada 5 Oktober, Michael menjalani biopsi otak untuk menyembuhkan tumor otaknya. Namun, tiga minggu kemudian dokter mengatakan tumor otak itu sudah tidak bisa dioperasi lagi.


"Michael jelas putus asa, tapi entah bagaimana dia tetap kuat menerima diagnosisnya dan berhasil melewati kemo pertamanya. Ia juga sempat melihat putrinya, Leanne, bertunangan," jelasnya.


Namun, pada 13 Januari Michael kembali mengalami kejang. Lengannya gemetar dan kehilangan kemampuan untuk berbicara. Michael pun dibawa ke RS dan bisa kembali pulang.


"Tapi, saat dia mulai kemoterapi berikutnya, dia sangat sakit, lelah, dan mudah tersinggung. Rasanya seperti hidup dengan orang yang sama sekali berbeda," pungkas Trish.


Trish mengatakan Michael mulai enggan untuk melakukan kemoterapi pada Februari. Menurut Michael, segala pengobatan yang dilakukannya itu malah membuat kualitas hidupnya semakin memburuk.


Michael pun akhirnya meninggal dunia pada 26 Maret, sekitar sebulan setelah ia memutuskan berhenti melakukan berbagai pengobatan. Meski sedih, Trish sangat bangga dengan segala usaha yang telah dilakukan untuk Michael selama ini.

https://nonton08.com/movies/sniper-assassins-end/