Rabu, 05 Mei 2021

Malaysia Darurat Corona! Apa Penyebabnya?

 Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan, kenaikan kasus yang dialami Malaysia karena adanya kelelahan pandemi atau pandemic fatigue.

Ia menyebutkan, dalam sebulan terakhir kasus COVID-19 melonjak. Pada April 2021, kata dia, ada penambahan 61.984 kasus infeksi virus corona dan 235 orang meninggal dunia.


"Lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini antara lain disebabkan oleh kelelahan pandemi," tutur Noor, seperti dikutip dari laman The Star.


Akibat kelelahan pandemi yang dialami masyarakat, menurut Moor, masyarakat menjadi terlena dan abai terhadap kepatuhan protokol kesehatan. Hal ini menjadi pemicu naiknya angka kasus COVID-19.


Selain itu, pelonggaran aturan juga berperan dalam peningkatan kasus.


"Selain itu, aturan dilonggarkan, sektor ekonomi dibuka kembali, diadakan temu massal. Ini berkontribusi terhadap lonjakan kasus di mana-mana," kata dia.


Lanjut Noor, dengan temuan mutasi baru virus Corona, ini menambah kekhawatiran menghadapi situasi sekarang. Rumah sakit-rumah sakit juga berjuang menangani pasien.


"Kapasitas rumah sakit negara juga sedang berjuang, dengan banyak rumah sakit Lembah Klang melaporkan lebih dari 70 persen tingkat penggunaan tempat tidur unit perawatan intensif (ICU)," ujar dia.


Secara keseluruhan, Malaysia mencatat 2.500 kasus baru per Senin (3/5/2021), sehingga total kasus menjadi 417.512.


Kementerian Kesehatan Malaysia juga mendeteksi sembilan klaster baru, sehingga jumlah klaster aktif menjadi 398 klaster.


Dari klaster baru, tiga di antaranya adalah terkait dengan tempat kerja, terkait dengan sektor pendidikan, dan terakhir terdeteksi di pusat penahanan di Jelapang, Perak.


Apa itu pandemi fatigue?

Mengutip laman WHO, pandemic fatigue sebagaimana yang dialami oleh masyarakat Malaysia merupakan munculnya demotivasi untuk berbagai langkah perlindungan yang direkomendasikan.


Kondisi ini pun muncul secara bertahap dari waktu ke waktu yang dipengaruhi emosi, pengalaman dan persepsi. Akibat pandemic fatigue, banyak orang-orang mulai mengabaikan cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak fisik yang sebelumnya dipatuhi.

https://nonton08.com/movies/sundome-new/


Indonesia Deteksi Varian Corona, Satgas: Jadikan Kondisi India Pelajaran


Setidaknya sudah ada tiga varian Corona dari luar negeri yang terdeteksi di Indonesia. Varian-varian tersebut jadi perhatian karena disebut ahli jadi salah satu faktor penyebab lonjakan kasus COVID-19 di beberapa negara.

Varian yang dimaksud adalah B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, dan B1617 dari India.


Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan agar seluruh pihak berkaca dari pengalaman negara yang telah menghadapi varian tersebut. Jangan sampai Indonesia terlena dengan situasi COVID-19 yang cenderung terkendali, kemudian menurunkan kewaspadaan.


"Dengan adanya varian-varian baru ini diharapkan waspada. Apa yang telah kita capai hari ini dengan kondisi yang cukup membuat kita tenang dan nyaman, bukan berarti kita bisa lengah. Tidak boleh!" ungkap Doni dalam dialog yang disiarkan Forum Merdeka Barat, Rabu (5/5/2021).


Doni mengatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan wabah di luar negeri. Pintu masuk diperketat karena terbukti banyak pekerja imigran yang kembali ke Indonesia positif COVID-19.


"Sekarang kita banyak menerima kepulangan pekerja migran yang sudah habis kontraknya. Di antara mereka tidak sedikit yang diperiksa ternyata positif COVID. Ini sudah kita buktikan di kedatangan di Kualanamu, Kepri, Kalimantan Barat, serta Jakarta, dan Bandara Juanda Surabaya," papar Doni.


India menjadi contoh nyata apa yang bisa terjadi ketika kewaspadaan berkurang dan protokol kesehatan jadi longgar. Di tengah kehadian varian corona baru, angka kasus COVID-19 yang terkendali bisa menjadi gelombang tsunami besar dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.


"Mari kita jadikan keadaan di India sebagai pelajaran bangsa kita. Jangan anggap enteng COVID, COVID masih ada dan belum berakhir," pungkasnya.

https://nonton08.com/movies/sundome-new-2/

Vaksin Corona Sinovac Diuji di Eropa, Begini Hasil Awalnya

 Otoritas obat Eropa (EMA) menyebut tengah mempelajari uji vaksin Corona China besutan Sinovac di wilayahnya. Berdasarkan hasil awal uji vaksin di manusia dan hewan, disebutkan vaksin Sinovac memicu respons kekebalan tubuh pada virus Corona.

Hasil awal uji vaksin COVID-19 berteknologi inactivated vaccine atau virus yang dimatikan tersebut dinilai besar kemungkinan menjadi pertimbangan izin penggunaan darurat di Eropa.


"Ini adalah vaksin China pertama yang dipelajari EMA secara real-time, dan vaksin COVID-19 keempat sedang ditinjau, termasuk dari CureVac, Novavax Inc (NVAX.O) dan Sputnik V Rusia," jelas EMA, dikutip dari Reuters.


Di uji klinis negara lain, vaksin Sinovac telah menunjukkan tingkat kemanjuran antara 50 persen hingga 90 persen dalam berbagai penelitian. Vaksin Sinovac sudah dipakai di sejumlah negara seperti China, Indonesia, Brasil, dan Turki.


Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia disebut akan mempertimbangkan izin penggunaan darurat vaksin Corona China termasuk Sinovac di awal Mei 2021. Jika sudah mendapat persetujuan, vaksin Sinovac lantas masuk daftar emergency use listing (EUL) WHO.


"Kami akan mengeluarkan keputusan beberapa hari kemudian," kata WHO beberapa waktu lalu.

https://nonton08.com/movies/the-diary-of-a-big-man/


Malaysia Darurat Corona! Apa Penyebabnya?


Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan, kenaikan kasus yang dialami Malaysia karena adanya kelelahan pandemi atau pandemic fatigue.

Ia menyebutkan, dalam sebulan terakhir kasus COVID-19 melonjak. Pada April 2021, kata dia, ada penambahan 61.984 kasus infeksi virus corona dan 235 orang meninggal dunia.


"Lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini antara lain disebabkan oleh kelelahan pandemi," tutur Noor, seperti dikutip dari laman The Star.


Akibat kelelahan pandemi yang dialami masyarakat, menurut Moor, masyarakat menjadi terlena dan abai terhadap kepatuhan protokol kesehatan. Hal ini menjadi pemicu naiknya angka kasus COVID-19.


Selain itu, pelonggaran aturan juga berperan dalam peningkatan kasus.


"Selain itu, aturan dilonggarkan, sektor ekonomi dibuka kembali, diadakan temu massal. Ini berkontribusi terhadap lonjakan kasus di mana-mana," kata dia.


Lanjut Noor, dengan temuan mutasi baru virus Corona, ini menambah kekhawatiran menghadapi situasi sekarang. Rumah sakit-rumah sakit juga berjuang menangani pasien.


"Kapasitas rumah sakit negara juga sedang berjuang, dengan banyak rumah sakit Lembah Klang melaporkan lebih dari 70 persen tingkat penggunaan tempat tidur unit perawatan intensif (ICU)," ujar dia.


Secara keseluruhan, Malaysia mencatat 2.500 kasus baru per Senin (3/5/2021), sehingga total kasus menjadi 417.512.


Kementerian Kesehatan Malaysia juga mendeteksi sembilan klaster baru, sehingga jumlah klaster aktif menjadi 398 klaster.


Dari klaster baru, tiga di antaranya adalah terkait dengan tempat kerja, terkait dengan sektor pendidikan, dan terakhir terdeteksi di pusat penahanan di Jelapang, Perak.


Apa itu pandemi fatigue?

Mengutip laman WHO, pandemic fatigue sebagaimana yang dialami oleh masyarakat Malaysia merupakan munculnya demotivasi untuk berbagai langkah perlindungan yang direkomendasikan.


Kondisi ini pun muncul secara bertahap dari waktu ke waktu yang dipengaruhi emosi, pengalaman dan persepsi. Akibat pandemic fatigue, banyak orang-orang mulai mengabaikan cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak fisik yang sebelumnya dipatuhi.

https://nonton08.com/movies/the-dallas-connection/