Sabtu, 13 Februari 2021

Facebook Mau Bikin Aplikasi Pesaing Clubhouse?

 Beberapa hari yang lalu CEO Facebook Mark Zuckerberg tiba-tiba muncul di aplikasi audio-chat Clubhouse. Kini Facebook dikabarkan sedang mengembangkan aplikasi pesaingnya.

Berdasarkan laporan dari The New York Times, pegawai Facebook diperintahkan untuk mengembangkan aplikasi mirip Clubhouse. Aplikasi tersebut secara internal dikenal dengan nama Fireside, seperti dikutip dari Mashable, Kamis (11/2/2021).


Dua sumber NYT yang familiar dengan hal tersebut mengatakan raksasa media sosial ini sedang mencari cara untuk memperluas layanannya ke bentuk komunikasi baru.


Tapi saat ini aplikasi tersebut masih dalam tahap awal pengembangan, jadi kemungkinan tidak akan dirilis dalam waktu dekat. Laporan NYT juga tidak memberikan detail lebih lanjut tentang aplikasi pesaing Clubhouse ini.


Untuk yang belum familiar, Clubhouse adalah aplikasi audio-chat di mana pengguna bisa memasuki ruang obrolan untuk mendengarkan percakapan. Untuk bergabung dengan Clubhouse, pengguna harus mendapatkan undangan atau invite terlebih dahulu.


Dalam beberapa bulan terakhir aplikasi ini semakin populer karena sudah digunakan oleh selebriti dan tokoh papan atas, seperti Oprah, Drake hingga Elon Musk. Jadi cukup wajar jika Facebook ingin menciptakan Clubhouse versinya sendiri.


Selain itu, Facebook juga memiliki sejarah sering meniru aplikasi baru yang sedang populer. Seperti saat Instagram meluncurkan fitur Stories yang dicomot dari Snapchat, yang kemudian turut dikenalkan di WhatsApp.


Tahun lalu Instagram juga meluncurkan Reels, fitur yang memungkinkan pengguna membuat dan mengedit video pendek ala Reels.


Facebook juga bukan satu-satunya media sosial yang mengembangkan aplikasi pesaing Clubhouse. Twitter belum lama ini menguji coba aplikasi Spaces yang fitur utamanya juga chatting berbasis suara.

https://cinemamovie28.com/movies/wifes-sponsor/


4 Langkah Mengamankan HP Anda, Segera Lakukan!


Semua orang ingin HP-nya tetap selalu aman dan terjaga privasinya. Wajar saja, sebab HP zaman sekarang menyimpan berbagai data penting di dalamnya.

Meskipun keamanan yang diberikan oleh sistem operasi Android ataupun iOS sudah memberikan pengamanan yang ekstra untuk perangkat, pengguna juga tetap harus menjaga keamanan perangkatnya sendiri. Berikut ini dikutip detikINET dari Popular Science, Kamis (11/2/2021) ada langkah untuk mengamankan HP yang bisa langsung kamu terapkan:


Cara mengamankan HP:

1. Jaga lock screen tetap aman

Layar kunci ponsel adalah penghalang pertama terhadap akses yang tidak diinginkan. Apakah kamu sudah menggunakan kode PIN atau fitur biometrik, yaitu sidik jari dan scan wajah? Yuk gunakan. Pastikan kamu tidak memakai pin yang standar dan mudah ditebak, ya detikers.


Selain itu, segera atur layar untuk cepat mati misalnya berdurasi 10 atau 15 detik. Ini dapat mencegah kelalaian saat kamu lupa mengunci layar kembali usai digunakan.


2. Hindari spyware

Ketika tidak sengaja mengklik link atau attachment di email yang ternyata berbahaya, kamu harus mewaspadai adanya spyware. Jika kamu merupakan pengguna Android kamu bisa mengecek aplikasi sisipan dengan cara: Settings > Apps and notifications > See all apps. Untuk pengguna iOS langkah yang bisa dilakukan ialah: Apps and notifications > Advanced > Special app access.


Jika menurutmu ponsel mungkin telah disusupi, pastikan kamu mencadangkan semua data terlebih dahulu, kemudian lakukan reset penuh. Upaya ini seharusnya mampu menghapus aplikasi, memblokir akses yang tidak sah, dan membuat kamu kembali sepenuhnya memegang kendali.

https://cinemamovie28.com/movies/swapping-my-wifes-friend/

Kronologi 'Blackout Internet' di Anambas-Natuna

 Pada 2 Februari lalu, sejumlah kawasan di Kepulauan Anambas terputus jaringan telekomunikasinya, alias mengalami blackout. Kejadian ini disebabkan oleh putusnya kabel fiber optik Palapa Ring Barat yang melayani kawasan tersebut.

Direktur Utama PT Palapa Ring Barat Syarif Lumintarjo menjelaskan kronologi putusnya kabel fiber optik mereka di kawasan tersebut dalam sebuah konferensi pers virtual, Kamis (11/2/2021).


Menurut Syarif, kejadian ini putusnya kabel fiber optik Palapa Ring Barat ini terjadi sejak 21 Januari lalu. Yaitu putusnya kabel yang menghubungkan antara Tanjung Bemban, Batam dan Tarempa, Kepulauan Riau (Kepri).


Kabel ini putus akibat terkena jangkar dari kapal asing yang terkena cuaca buruk di kawasan tersebut, sekitar 19,4 km dari Tanjung Bemban. Kapal tersebut mengalami kerusakan mesin, dan kemudian terpaksa ditarik oleh pihak berwajib ke pelabuhan.


"Kapal tersebut merusak kabel kita, mereka engine-nya rusak, terombang-ambing di laut dan buang jangkar sembarangan," ujar Syarif dalam konferensi pers tersebut.


Namun saat kabel tersebut putus, Syarif menyebut tak berdampak pada layanan telekomunikasi di kawasan tersebut. Sebabnya jalur koneksinya masih bisa dilayani oleh kabel fiber optik dari arah Singkawang, Kalimantan Barat.

https://cinemamovie28.com/movies/watching-private-sex-lesson/


"Pada saat kejadian, tidak memberikan efek layanan yang cukup berarti ke Tarempa dan Ranai, karena bandwidth bisa disuplai dari Singkawang," pungkasnya.


Namun masalah berikutnya terjadi pada 2 Febuari siang, yaitu saat kabel optik dari Singkawang terputus. Menurut Syarif kabel ini putus karena ada pembangunan kabel optik di Ranai, Kepri, yang memutus sambungan antara Ranai dan Tarempa.


"Ada pembangunan kabel optik, yang membuat kabel dari Singkawang putus di darat. Jadi koneksi dari Ranai ke Tarempa putus. Peristiwa ini membuat Tarempa tidak mendapat bandwidth, atau istilahnya blackout," ujar Syarif.


Sialnya, menurut Syarif, pada saat bersamaan juga ada masalah koneksi antara Ranai dan Singkawang, yang terjadi pada perangkat milik Palapa Ring Barat. Masalah ini menurutnya bisa diperbaiki keesokan harinya, yaitu pada 3 Februari.


Sementara sambungan antara Ranai dan Tarempa baru bisa diperbaiki pada 5 Februari, dan artinya koneksi internet di Kepulauan Anambas sudah bisa digunakan kembali.


Namun hingga kini putusnya kabel yang menyambungkan Tanjung Bemban dan Tarempa belum bisa diperbaiki. Menurut Syarif ada beberapa hal yang menghambat upaya perbaikan kabel ini, yaitu buruknya cuaca dan sulitnya perizinan selama pandemi.


"Karena lagi pandemi, perizinan untuk pekerjaan di bawah laut jadi complicated. Lalu kedua karena musim yang tak menentu, angin kencang dan ombak tinggi, membuat tim kami kesulitan melakukan restorasi," jelasnya.


Lebih lanjut Syarif mengharapkan kepada semua pihak agar ke depannya lebih berhati-hati saat akan melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.


"Saya mohonkan untuk para operator, yuk kita kolaborasi, saling berinfo kalau ada pembangunan jaringan," tutupnya.

https://cinemamovie28.com/movies/married-woman-fan-club/