Jumat, 12 Februari 2021

Inspiratif! Kisah Pengamen Tanpa 4 Jari Jadi Bos Gitar Beromzet Rp 300 Juta

  Setiap orang yang mau berjuang, tidak akan sulit untuk mendapatkan kesuksesannya. Apapun kondisi dan kekurangan yang dialami pun tidak akan menjadi halangan.

Seperti Tonny Mahardika, pria 35 tahun asal Bogor ini memulai perjuangannya sebagai bos toko gitar dari seorang pengamen jalanan. Kondisi fisik Tonny juga tak sempurna, dia tak lagi memiliki 4 jari jemari pada tangan kirinya.


Sudah belasan tahun Tonny kehilangan 4 ruas jari jemarinya, namun hal itu justru menjadi kilas balik hidupnya. Perjalanan panjang dimulai sejak dirinya kehilangan bagian tubuhnya itu.


"Awalnya saya kerja di pabrik sejak 2004, suatu waktu di 2006 saya kecelakaan kerja, putus jari saya empat ini karena mesin," kata Tonny mengawali perbincangannya dengan detikcom.


Baca juga:

Belajar dari Kegagalan, GeekGarden Sukses Raup Omzet Rp 625 Juta

Dua tahun setelah kecelakaan itu, pabrik tempat Tonny bekerja melakukan PHK besar-besaran, Tonny pun berhenti bekerja sebagai pegawai pabrik. Sejak saat itu, Tonny pun memilih menjadi pengamen untuk menyambung hidup.


Bukan tanpa perjuangan, Tonny memilih menjadi pengamen pun sambil mencari pekerjaan. Namun kondisi fisiknya nampaknya menyulitkan untuknya mendapat pekerjaan.


"Jadi pengangguran nih, saya iseng lah ngamen tuh buat makan lah, sambil nyari kerja tapi. Itu rasanya susah banget dapat kerja apalagi ngeliat kondisi saya begini kan," ujar Tonny sambil menunjuk jarinya yang hilang.

https://indomovie28.net/movies/the-midnight-man-2/


Tiba lah di suatu hari dia merasa mendapatkan peringatan untuk tidak lagi jadi pengamen. Di hari itu dia mendapati sebuah selebaran dari dealer motor, di dalamnya bertuliskan promo untuk kredit motor dengan uang muka cuma Rp 500 ribu.


Dari situ dia langsung merasa nampaknya angkutan umum yang menjadi sasarannya untuk ngamen akan berkurang seiring dengan bertambahnya kepemilikan motor yang murah meriah. Tonny pun berpikir mencari cara untuk mendapatkan pekerjaan lain.


"Nah di situ saya pikir ini banyak orang bakal punya motor nih, angkutan umum pasti bakal kurang, tempat ngamen saya hilang dong. Nggak bisa jadi pengamen lagi kalau gini," ungkap Tonny.


Baca juga:

Begini Jurus BUMN Karya Ambil Peluang di Tengah Pandemi

Setelah berpikir panjang, akhirnya dia memutuskan untuk menjadi sales sparepart motor. Profesi baru ini dia geluti di akhir tahun 2012, dia mengaku cukup sukses dalam menjalani usahanya kali ini.


Dia bercerita dalam waktu empat bulan saja dirinya sudah mampu membeli motor sendiri. Motor baru, cash pula. Dia juga mengatakan aset yang dijualnya pun sudah pernah mencapai Rp 100 juta.


"Saya bilang cukup sukses di situ, saya jalan 2012 akhir, empat bulan kemudian saya bisa beli motor baru, cash lho itu, di awal 2013. Aset saya juga sudah hampir Rp 100 juta," kata Tonny.


Namun, kesuksesan itu bagaikan hilang dalam sekejap setelah di sekitar tahun 2015 Tonny menghadapi serangan barang impor dan perang harga. Masyarakat saat itu beralih ke produk impor yang lebih murah, barang milik Tonny tak lagi laku.


Padahal suatu ketika Tonny baru saja membelanjakan uangnya hingga puluhan juta untuk membeli stok barang baru. Saat dia mau mengirimkannya ke toko langganan tidak ada yang mau menerima.


Pada saat itu Tonny sudah sangat optimis barangnya akan laku, sehingga hampir seluruh uangnya dibelanjakan membeli stok dan hanya menyisakan Rp 1,2 juta di dalam sakunya. Itu pun Rp 500 ribunya digunakan untuk membayar kost. Otomatis sisa uang di tangannya cuma Rp 700 ribu.


"Stress dah saya di situ. Barang kita nggak laku, nggak kena harganya. Terus uang saya waktu itu juga mentok Rp 1,2 juta, bayar kosan Rp 500 ribu sendiri, sisa Rp 700 ribu lah di situ," ujar Tonny.

https://indomovie28.net/movies/the-midnight-man/

Proyek 'Disneyland' Hary Tanoe-Trump di Sukabumi Resmi Jadi KEK Pariwisata

  Masih ada yang ingat rencana Pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo dan Mantan Presiden AS Donald Trump yang mau membangun taman hiburan sekelas Disneyland dan Universal Studio di kawasan Lido, Sukabumi, Jawa Barat? Rencana yang sudah diumumkan sejak September 2015 lalu itu, kini mulai menunjukkan titik terang

Untuk diketahui, taman hiburan sekelas Disneyland dan Universal Studio itu sebenarnya akan dibangun di dalam mega proyek MNC Lido City. Mega proyek MNC Lido City dikembangkan oleh PT MNC Land Tbk (KPIG atau Perseroan). Di bawahnya ada PT MNC Lido Hotel, PT MNC Lido Resort dan PT MNC Wahana Wisata.


Baru-baru ini, MNC Lido City mendapatkan persetujuan dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (atau yang sering disebut dengan KEK Pariwisata).


Dengan didapatkannya status KEK Pariwisata, Badan Usaha dan Pelaku Usaha di kawasan MNC Lido City mendapat kemudahan perizinan termasuk soal rencana membangun taman bermain sekelas Disneyland dan Universal Studio itu. Selain itu, badan usaha dan pelaku usaha di kawasan MNC Lido City juga bisa menikmati berbagai kemudahan dan fasilitas insentif perpajakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 237/PMK.010/2020, antara lain diberikannya insentif pajak penghasilan; pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah; bea masuk dan pajak dalam rangka impor; cukai; serta berbagai kemudahan perizinan lainnya.

https://indomovie28.net/movies/sing-street/


"KEK Lido diharapkan betul-betul bisa mendorong pariwisata di Indonesia. Hasilnya harus jelas, turis ke Jawa Barat juga harus yang berkualitas internasional. Ini harus menjadi yang premium juga, dan devisanya pun juga premium," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang juga merupakan Ketua Dewan Nasional KEK dalam keterangan persnya yang diterima detikcom, Jumat (12/2/2021).


Saat ini, MNC Lido City sedang mengembangkan kawasan hunian, komersial, destinasi wisata dan resort terintegrasi seluas 3.000 hektar di Lido, Jawa Barat, yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dan Banten, dikelilingi dengan lebih dari 70 juta penduduk. Berlokasi sekitar 60 kilometer dari Jakarta, MNC Lido City dapat dicapai langsung melalui Tol Bocimi dengan waktu tempuh satu jam dari Jakarta.


Perseroan juga bekerjasama dengan pemerintah untuk membangun transit-oriented development (TOD) sebagai sarana transportasi publik tambahan.


Di tengah-tengah MNC World Lido akan berdiri MNC Park, theme park kelas dunia pertama di Indonesia dengan teknologi canggih, menampilkan berbagai wahana, pertunjukan, dan atraksi.


lanjut ke halaman berikutnya


MNC World Lido

Di tengah-tengah MNC World Lido akan berdiri MNC Park, theme park kelas dunia pertama di Indonesia dengan teknologi canggih, menampilkan berbagai wahana, pertunjukan, dan atraksi.


Sebuah resor super-mewah dengan standar internasional yang menawarkan berbagai layanan personal, termasuk premium fine dining restaurant, spa, dan fasilitas conference, yang didesain oleh perusahaan internasional yang telah meraih berbagai penghargaan bengengsi, Oppenheim Architecture, HBA, dan EDSA.


International Golf Club Lido dirancang oleh Ernie Els, salah satu pegolf tersukses dalam sejarah dan pemenang 'Designer of the Year 2015' dari World Golf Awards. Menghadirkan 18-hole lapangan golf kejuaraan standar PGA dengan panorama Gunung Salak dan Gunung Gede-Pangrango yang terbentang luas.


Sedangkan Lido Residences menghadirkan desain modern berada di kawasan seluas 350 hektar, yang terdiri dari 281 hunian mewah dan 180 kondominium.


Perseroan juga akan membangun The World Garden, Music Festival Venue, Movieland (untuk produksi film dan video di luar ruangan) oleh MNC Studios International, berbagai pilihan hotel bertaraf internasional, retail dan dining untuk mendukung pengembangan. Ditambah proyek lain yang akan dikembangkan seperti sirkuit internasional, universitas, hingga area perkantoran.

https://indomovie28.net/movies/perfect-proposal/