Sabtu, 16 Januari 2021

Menkes Pertimbangkan Jalur Vaksin COVID-19 Mandiri, Ini Pendapat Pakar

 Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan tengah mempertimbangkan jalur pengadaan vaksin COVID-19 secara mandiri tanpa dibiayai negara. Jika rencana ini dijalankan, nantinya pemerintah akan menyerahkan pengadaan vaksinasi ini pada pihak swasta.

"Kalau seperti ini, sebaiknya pengadaannya di luar pemerintah saja. Pengadaannya bisa dilakukan oleh swasta dan mereka bisa pengadaan sendiri, yang penting, yang penting, vaksinnya harus ada di WHO, harus di-approve oleh BPOM, dan datanya harus satu dengan kita," ujar Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/1/2021).


"Dengan syarat satu korporasi mau beli dengan syarat semua karyawannya mesti dikasih, tidak boleh hanya level atasnya saja atau direksi saja. Mungkin itu bisa kita berikan," ujarnya.


Tepatkah jika swasta dilibatkan dalam pengadaan vaksin COVID-19? Juru bicara Vaksin Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD-KAI, mengomentari wacana tersebut.


"Sebenarnya kalau ada kerjasama antara dengan swasta dengan negeri, saya yakin itu bisa tercapai. Jadi tiap swasta sudah menyadari, dan saya lihat sudah banyak perusahaan swasta yang siap untuk membeli untuk karyawannya. Jadi itu suatu hal yang positif," jelas Prof Iris dalam diskusi daring melalui kanal YouTube BNPB, Jumat (15/1/2021).


Prof Iris menilai akan lebih baik jika vaksinasi mandiri ini bisa dilakukan oleh perusahaan swasta dan rumah sakit swasta dengan biaya pribadi.


"Jadi kalau itu bisa dijalankan oleh semua kantor swasta, atau RS swasta yang tidak ditanggung pemerintah, yang bisa membayar itu akan lebih baik atau dikelola oleh yang swasta," jelasnya.


Namun, Prof Iris menegaskan bukan berarti vaksin yang gratis yang saat ini diberikan pada tenaga kesehatan tidak bagus daripada yang bayar. Semuanya sama, asalkan vaksin tersebut telah terbukti aman, halal, dan efektivitasnya baik.

https://trimay98.com/movies/final-destination/


5 Tips Jaga Stamina Agar Tak 'Ngos-ngosan' Saat Bercinta


Menjaga stamina saat sesi bercinta merupakan hal yang sangat penting. Saat berhubungan seks, ada kepuasan yang diberikan kepada pasangan.

Saat berhubungan seks tubuh akan merasa lelah, dan bisa diatasi dengan berbagai cara salah satunya adalah istirahat. Berolahraga, mengubah gaya hidup, serta mengonsumsi makanan tertentu dapat meningkatkan stamina saat bercinta.


Dikutip dari Healthline, berikut lima cara meningkatkan stamina seksual pada pria maupun wanita.


1. Olahraga

Jika ingin meningkatkan stamina, Anda perlu membangun kekuatan dengan berolahraga secara rutin. Tubuh yang kuat memungkinkan seseorang bertahan lama saat berhubungan seks. Beberapa latihan fisik yang dapat dilakukan di antaranya mengangkat beban, sit-up, plank, kegel, serta squat.


2. Konsumsi makanan bernutrisi

Bagi pria yang ingin meningkatkan stamina bisa mengonsumsi makanan yang mengandung asam amino alami meliputi semangka, bawang bombai, bawang putih, kacang-kacangan, daging merah, dan coklat hitam. Sedangkan bagi wanita, konsumsi makanan yang banyak mengandung asam folat seperti alpukat, kacang-kacangan, buncis kering, kacang polong, brokoli, bayam, serta asparagus.


3. Konsumsi herbal

Bagi pria, beberapa herbal disarankan untuk dikonsumsi guna meningkatkan stamina seksual, di antaranya ginseng dan catuaba yang dipercaya dapat memperbaiki gejala disfungsi ereksi, serta goji berry yang dapat meningkatkan kadar testosteron dan mengobati disfungsi ereksi.


Wanita bisa meningkatkan stamina dengan mengonsumsi herbal seperti ginkgo biloba yang dapat memberikan dorongan seks, serta ashwagandha atau ginseng asal India yang meningkatkan libido dan stamina dengan mengatur hormon seks.


4. Batasi asupan alkohol

Alkohol memengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda, tetapi secara keseluruhan minum alkohol terlalu banyak sebelum berhubungan seks dapat menumpulkan sensasi dan membuat lebih sulit untuk terangsang.


5. Foreplay dan menggunakan pelumas

Sebelum berhubungan seks, pastikan untuk foreplay karena hal itu penting. Selain itu, gunakan pelumas yang bisa membuat seks lebih menyenangkan dengan mengurangi gesekan.

https://trimay98.com/movies/final-destination-5/

Mak Jleb! Sindiran Viral untuk Penolak Vaksin Ini Bikin Ngakak

 Meski vaksinasi COVID-19 sudah dimulai, masih banyak yang ragu dan termakan hoax soal bahaya dan keamanannya. Seorang netizen baru-baru ini viral gara-gara sindirannya untuk para penolak vaksin yang 'mak jleb'.

Adalah Agatha Pertiwi, seorang wanita di Jakarta yang mengunggah sindiran tersebut di Twitter. Tak disangka, cuitannya di akun @tiuwtiw itu viral karena memang bikin ngakak ngena banget.


"Gak usah sok-sokan ketakutan mikir ada kandungan apaan aja di dalam vaksin, lu makan mie ayam pake saos botolan yang banyak pake pewarna tekstil sama tomat busuk aja tetep lahap makannya," cuit Agatha, seperti dilihat detikcom, Jumat (15/11/2021).


Lebih dari seribu netizen ikut menimpali cuitan tersebut. Seperti yang disampaikan @R****s, dirinya ikut tertawa saat membaca cuitannya.


"Ngakak :') tapi benar sekaliii ya gatau kita lihat hasil dari orang2 yg divaksin kelai ternyta bagus nanti juga akan menjadi kampanye agar orang2 mau divaksin," timpalnya.


Beberapa netizen lain juga setuju dengan cuitan Agatha. "Sok sok an mikirin kandungan vaksin, skincarenya aja terbuat merkuri dia bangga," kata @in*******h.


Kepada detikcom, wanita 25 tahun ini mengaku tak terpikir cuitannya akan viral. Ia kerap terbiasa menggunakan kata-kata sarkas.


"Cuma nyeletuk itu beneran. Emang aku sukanya sarkas," jelas wanita berusia di atas 25 tahun ini.


"Sama sekali nggak (kepikiran akan viral)," jelasnya.

https://trimay98.com/movies/baywatch/


Menkes Pertimbangkan Jalur Vaksin COVID-19 Mandiri, Ini Pendapat Pakar


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan tengah mempertimbangkan jalur pengadaan vaksin COVID-19 secara mandiri tanpa dibiayai negara. Jika rencana ini dijalankan, nantinya pemerintah akan menyerahkan pengadaan vaksinasi ini pada pihak swasta.

"Kalau seperti ini, sebaiknya pengadaannya di luar pemerintah saja. Pengadaannya bisa dilakukan oleh swasta dan mereka bisa pengadaan sendiri, yang penting, yang penting, vaksinnya harus ada di WHO, harus di-approve oleh BPOM, dan datanya harus satu dengan kita," ujar Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/1/2021).


"Dengan syarat satu korporasi mau beli dengan syarat semua karyawannya mesti dikasih, tidak boleh hanya level atasnya saja atau direksi saja. Mungkin itu bisa kita berikan," ujarnya.


Tepatkah jika swasta dilibatkan dalam pengadaan vaksin COVID-19? Juru bicara Vaksin Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD-KAI, mengomentari wacana tersebut.


"Sebenarnya kalau ada kerjasama antara dengan swasta dengan negeri, saya yakin itu bisa tercapai. Jadi tiap swasta sudah menyadari, dan saya lihat sudah banyak perusahaan swasta yang siap untuk membeli untuk karyawannya. Jadi itu suatu hal yang positif," jelas Prof Iris dalam diskusi daring melalui kanal YouTube BNPB, Jumat (15/1/2021).


Prof Iris menilai akan lebih baik jika vaksinasi mandiri ini bisa dilakukan oleh perusahaan swasta dan rumah sakit swasta dengan biaya pribadi.


"Jadi kalau itu bisa dijalankan oleh semua kantor swasta, atau RS swasta yang tidak ditanggung pemerintah, yang bisa membayar itu akan lebih baik atau dikelola oleh yang swasta," jelasnya.


Namun, Prof Iris menegaskan bukan berarti vaksin yang gratis yang saat ini diberikan pada tenaga kesehatan tidak bagus daripada yang bayar. Semuanya sama, asalkan vaksin tersebut telah terbukti aman, halal, dan efektivitasnya baik.

https://trimay98.com/movies/insidious-the-last-key/