Sabtu, 16 Januari 2021

Eks Bos Disc Tarra yang Jadi Petani Cerita Gurihnya Bisnis Pertanian

 Indonesia merupakan negara yang potensi pertanian sayurnya masih besar. Termasuk sayuran dengan metode hidroponik atau menggunakan air.

Apalagi WHO memproyeksi populasi masyarakat dunia akan mencapai 7 - 9 miliar jiwa penduduk pada 2050. Kemudian luas tanah akan berkurang hingga 50%.


Pendiri Hydrofarm Wirawan Hartawan mengungkapkan, luas tanah untuk tanaman pangan akan berkurang. Jika hal tersebut terjadi, maka manusia bisa kelaparan.


"Teknologi makin canggih, kita tidak perlu lahan yang besar untuk mendapatkan hasil produksi. Dua sampai tiga tahun ke depan semua akan ditanam bukan di lahan lagi, tapi di pabrik!. Tanam pakai lampu dan ke atas (vertikal)," ujar dia dalam program Ask d'boss detikcom.


Ke depan bertani bisa di dalam ruangan dan gudang-gudang akan menjadi tempat untuk membesarkan sayur-sayuran. Menurut bekas bos Dick Tarra ibi, saat ini di Indonesia teknologi pertanian masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara lain.


Walaupun memang sudah ada beberapa petani yang menggunakan teknologi. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak.


Dia menyebut, celah ini yang membuat banyak petani dari luar negeri yang mengincar ingin masuk ke Indonesia. Seperti Jepang, Malaysia, Thailand sampai China.

https://trimay98.com/movies/indecent-proposal/


Mereka mengincar wilayah Jawa Tengah sampai Pulau Bintan. Hal ini karena sempat ada salah satu perwakilan dari negara tersebut yang mengajaknya berdiskusi.


"Mereka mau masuk sini diskusi dulu sama kita. Karena kita yang paling mendekati dengan teknologi mereka. Mereka bilang mau bawa teknologi ke sini. Tapi apakah mereka sistemnya bisa sesuai dengan culture di sini?," jelas Wirawan.


Nah dari sinilah dia berupaya untuk mengajarkan para petani agar melek teknologi saat menggarap lahan taninya.


"Sudah banyak orang luar negeri itu datang mau investasi pertanian dengan teknologi. Cuma misi saya, saya nggak mau dijajah lagi sama orang luar negeri, kalau bisa made ini Indonesia semua. Kalau perlu kita bisa ekspor, jangan impor terus," jelas dia.


Menurut Wirawan, apalagi saat ini pemerintah juga sedang mendukung agriculture dengan teknologi. Hal ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk para petani. Dia mengungkapkan dengan teknologi pertanian bisa menghasilkan produk berkualitas baik.


Selama pandemi COVID-19 permintaan sayur dan penjualan di Hydrofarm tercatat mengalami peningkatan hingga 300%. Saat ini dia sedang berupaya menambah kapasitas produksi Hydrofarm.


Caranya dengan mengajak pertanian lain untuk bekerja sama dan mengajak orang yang memiliki lahan nganggur untuk membangun sistem Hydrofarm.


"Nanti kerja sama saya yang jualan dan saya yang distribusi. Siapin aja produksinya, karena saya percaya yang paling ribet adalah produksinya. Saya kan sudah ada market, you tinggal nebeng market saya aja. Kita jalani bersama supaya bisa cepat melawan yang dari luar negeri," jelas dia.


Wirawan menilai jika ia hanya melawan sendirian ia pesimis bisa melakukan perlawanan tersebut. "Kalau saya nggak gitu, semuanya mesti sendiri kapan bisa lawannya, pertanian kan sangat besar dan luas tidak mungkin bisa sendiri. Karena itu harus jadi satu kekuatan," ujar dia

https://trimay98.com/movies/kama-sutra-a-tale-of-love/

Jumat, 15 Januari 2021

Raffi Ahmad Jadi Sorotan Wartawan Asing, Satgas COVID-19 Angkat Bicara

 Artis dan presenter Raffi Ahmad menjadi sorotan karena tidak mematuhi protokol kesehatan saat menghadiri sebuah pesta. Padahal, sebelumnya ia ditunjuk oleh pemerintah mewakili anak muda untuk menerima vaksin COVID-19 perdana di Istana Merdeka, Jakarta, bersama Presiden Joko Widodo.

Media asing ikut menyoroti kasus viralnya Raffi Ahmad. Seorang jurnalis dari Arab News mengaitkannya dengan strategi komunikasi pemerintah dengan melibatkan artis dan influencer.


Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengakui apa yang dilakukan Raffi Ahmad keliru. Namun ia tetap berharap ke depan Raffi Ahmad bisa menjadi contoh yang baik untuk masyarakat, khususnya anak muda, agar mau dan tidak takut divaksin.


"Kami berharap ke depan Raffi Ahmad bisa berperan banyak mengajak anak-anak muda ingin divaksin," kata Wiku dalam konferensi pers di channel YouTube BNPB, Kamis (14/1/2021).


Wiku pun mengatakan, Raffi Ahmad sudah mengklarifikasi terkait hal ini dan meminta maaf. Di sisi lain, ia tetap mengajak para influencer lainnya untuk ikut mendorong pentingnya vaksinasi COVID-19.


"Hal ini juga sudah diklarifikasi oleh Raffi Ahmad, kita juga nanti ingin mengajak lebih banyak influencer sebagai strategi komunikasi vaksinasi COVID-19," ujarnya.


Sejak Kamis (14/1/2021) pagi, Raffi Ahmad menjadi bahan perbincangan menyusul beredarnya sebuah foto di media sosial. Dalam foto tersebut, ia tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak dengan kerumunan. Padahal beberapa jam sebelumnya, ia baru saja mendapat suntikan vaksin COVID-19.


"Assalamualaikum, saya Raffi Ahmad. Terkait kejadian tadi malam saya ingin sedikit klarifikasi. Tapi, sebelumnya saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya dan meminta maaf kepada Presiden Jokowi, seluruh staf yang ada di sekretariat presiden, dan sekali lagi meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas peristiwa tadi malam," ucap Raffi Ahmad dalam klasifikasinya, Kamis (14/1/2021).


"Semalam itu bukan di tempat umum tetapi memang di rumah pribadi salah satu ayahnya teman saya. Di situ kondisinya memang sebelum masuk rumahnya mengikuti protokol. Tapi di dalam kebetulan saya lagi makan tidak pakai masker dan ada yang foto. Tapi, apapun itu saya meminta maaf atas kejadian ini jadi heboh," sambungnya.

https://tendabiru21.net/movies/my-best-friends-wife/


Cerita Nakes di Bandung, Langsung Kerja Lagi Usai Vaksin COVID-19


Yane Ellyana (39), salah satu dari ribuan tenaga kesehatan (nakes) yang sudah menjalani vaksinasi di Puskesmas Antapani Jalan Majalaya, Kota Bandung. Kepada detikcom, Yane menceritakan pengalamannya sebelum dan sesudah penyuntikan vaksin Sinovac COVID-19 ke dalam tubuhnya itu.

"Saya divaksinasi tadi jam 13.00 WIB," ujar Yane saat ditemui, Kamis sore (14/1/2021).


Dia mengatakan, sebelumnya sudah mendapatkan pesan dari pemerintah soal keikutsertaannya dalam penyuntikkan vaksin COVID-19 ini. "Awalnya itu didaftarkan dari puskesmas bagian adminnya, terus kita dapat SMS untuk registrasi. Setelah registrasi ulang nanti dapat elektronik tiket untuk vaksin," jelasnya.


Bekerja selama 11 tahun sebagai tenaga kesehatan membuatnya paham betul mengenai vaksin hingga efek sampingnya. Sehingga, saat setelah divaksinasi ia tak mengeluhkan apapun.


"Biasa aja kaya divaksin biasa, di sebelah lengan kiri atas. Kalau efek samping tergantung ketahanan tubuh seseorang, kalau aku biasa aja. Enggak ada (keluhan atau efek samping)," akunya.


Saat ada vaksin pun, dia optimistis untuk ikut serta karena ingin menjaga daya tahan tubuh dalam kelompok besar (herd immunity). Meskipun telah divaksin, Yeni mengaku akan tetap langsung bekerja di Puskesmas.


"Setelah vaksin langsung kembali bekerja, biasanya sehari itu bisa ada pasien 50 sampe 100. Besok langsung masuk, insyaallah sehat," ujarnya.

https://tendabiru21.net/movies/american-beauty/