Sabtu, 16 Januari 2021

BPOM RI Jamin Vaksin Masih Efektif untuk Varian Baru Virus Corona

  Varian baru Corona baik yang terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan yang terbaru di AS tengah menjadi sorotan di berbagai negara di dunia. Berbagai strain virus ini disebut lebih menular dari strain sebelumnya.

Varian baru Corona ini juga dikhawatirkan bisa mengganggu efektivitas vaksin Corona yang saat ini mulai didistribusikan di Indonesia.


Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito mengatakan, vaksin Corona yang ada saat ini masih mampu melindungi penerimanya dari mutasi atau varian baru Corona yang bermunculan.


Meskipun belum ada penelitian yang lebih lengkap terkait varian baru ini, tetapi para peneliti menilai strain yang baru muncul ini tidak mengubah struktur protein spike dari virus tersebut.


"Karena vaksin kan meningkatkan antibodi, dan mutasi baru pada virus ini diharapkan tidak mengubah struktur protein spike dari target vaksin itu, sehingga masih bisa dikenali antibodi," kata Penny di Komisi IX DPR RI pada Kamis (14/01/2021).


Penelitian masih akan terus dilakukan terhadap varian baru Corona ini. Namun, tidak ada kekhawatiran akan adanya perubahan protein spike dari virus dan masih bisa efektif untuk menanganinya.


"Masih bisa efektif sampai dengan sekarang, sampai ada data baru," lanjutnya.


Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat Komisi IX DPR juga sempat mengungkapkan langkah pelacakan varian baru Corona. Tetapi, ia masih belum bisa memastikan apakah varian tersebut sudah masuk ke Indonesia.


"Kalau ditanya udah ada di Indonesia belum, saya akan jawab belum tahu. Karena itu saya bilang ke teman-teman ini perang melawan virus seperti perang beneran, kita harus punya intelnya yaitu dari Kementerian Kesehatan," jelas Menkes Budi dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR RI yang disiarkan secara daring beberapa waktu lalu.


Selain itu, langkah untuk melacak keberadaan varian baru Corona ini Menkes bersama Menristakbrin telah memformalisasikan jaringan laboratorium tersebut di beberapa titik kota yang banyak pendatangnya.


"Sehingga kita bisa mengidentifikasi secara dini, kita memiliki sistem intelijen secara dini kalau ternyata ada virus mutasi baru yang masuk," kata Menkes.


"Mudah-mudahan harusnya mulai minggu ini kita bisa mengidentifikasi virus-virus yang masuk," lanjutnya.

https://trimay98.com/movies/insidious-chapter-3/


Mak Jleb! Sindiran Viral untuk Penolak Vaksin Ini Bikin Ngakak


Meski vaksinasi COVID-19 sudah dimulai, masih banyak yang ragu dan termakan hoax soal bahaya dan keamanannya. Seorang netizen baru-baru ini viral gara-gara sindirannya untuk para penolak vaksin yang 'mak jleb'.

Adalah Agatha Pertiwi, seorang wanita di Jakarta yang mengunggah sindiran tersebut di Twitter. Tak disangka, cuitannya di akun @tiuwtiw itu viral karena memang bikin ngakak ngena banget.


"Gak usah sok-sokan ketakutan mikir ada kandungan apaan aja di dalam vaksin, lu makan mie ayam pake saos botolan yang banyak pake pewarna tekstil sama tomat busuk aja tetep lahap makannya," cuit Agatha, seperti dilihat detikcom, Jumat (15/11/2021).


Lebih dari seribu netizen ikut menimpali cuitan tersebut. Seperti yang disampaikan @R****s, dirinya ikut tertawa saat membaca cuitannya.


"Ngakak :') tapi benar sekaliii ya gatau kita lihat hasil dari orang2 yg divaksin kelai ternyta bagus nanti juga akan menjadi kampanye agar orang2 mau divaksin," timpalnya.


Beberapa netizen lain juga setuju dengan cuitan Agatha. "Sok sok an mikirin kandungan vaksin, skincarenya aja terbuat merkuri dia bangga," kata @in*******h.


Kepada detikcom, wanita 25 tahun ini mengaku tak terpikir cuitannya akan viral. Ia kerap terbiasa menggunakan kata-kata sarkas.


"Cuma nyeletuk itu beneran. Emang aku sukanya sarkas," jelas wanita berusia di atas 25 tahun ini.


"Sama sekali nggak (kepikiran akan viral)," jelasnya.

https://trimay98.com/movies/insidious-chapter-2/

Tetap Pakai Masker! Jangan Terlena Vaksin Corona, Masih Ada TBC

 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah mengingatkan masyarakat tidak melepas protokol kesehatan meski sudah menerima vaksin COVID-19. Karena ancaman bukan hanya COVID-19 tetapi juga ada penyakit lainnya.

Ketua Tim Mitigasi IDI Wilayah Jawa Tengah Heru Muryawan mengatakan dengan tegas vaksin tidak menggantikan masker, namun meningkatkan daya tahan tubuh. Jika nantinya 70 persen masyarakat Indonesia sudah divaksin, artinya sudah meningkatkan daya kehidupan masyarakat atau herd immunity.


"Vaksinasi tidak menggantikan masker! Meningkatkan daya tahan tubuh. Nantinya jika 70 persen sudah divaksin, itu meningkatkan daya kehidupan masyarakat," kata Heru di kantor IDI Jateng, Jumat (15/1/2021).


"Apakah setelah 70 persen kemudian buka masker? Tidak, kita lihat dulu," ujarnya.


Pertanyaan soal manfaat pasca divaksin banyak muncul setelah artis Raffi Ahmad berpesta tanpa protokol kesehatan pasca vaksin penyuntikan pertama. Heru pun menjelaskan vaksin kali ini sama dengan imunisasi pada anak.


"Ini mengurangi resiko terpapar," tegasnya.


Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Tengah Djoko Handojo menjelaskan terkait protokol kesehatan pasca vaksin harus dilakukan karena ada ancaman penyakit lain yang sebenarnya juga berbahaya dan memakan banyak korban salah satunya yaitu TBC.


"Kita harus tahu hidup tidak hanya dengan COVID. TBC masih banyak, padahal TBC berterbangan di udara. Karena TBC penyebaran lambat, meski pasien banyak, seolah bukan apa-apa. Sedangkan COVID ini singkat dan cepat menjalarnya," jelas Djoko.


"Walau pandemi berakhir, tetap pakai masker," imbuhnya.


"Ini mengurangi resiko terpapar," tegasnya.


Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Tengah Djoko Handojo menjelaskan terkait protokol kesehatan pasca vaksin harus dilakukan karena ada ancaman penyakit lain yang sebenarnya juga berbahaya dan memakan banyak korban salah satunya yaitu TBC.


"Kita harus tahu hidup tidak hanya dengan COVID. TBC masih banyak, padahal TBC berterbangan di udara. Karena TBC penyebaran lambat, meski pasien banyak, seolah bukan apa-apa. Sedangkan COVID ini singkat dan cepat menjalarnya," jelas Djoko.


"Walau pandemi berakhir, tetap pakai masker," imbuhnya.

https://trimay98.com/movies/insidious/


BPOM RI Jamin Vaksin Masih Efektif untuk Varian Baru Virus Corona


 Varian baru Corona baik yang terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan yang terbaru di AS tengah menjadi sorotan di berbagai negara di dunia. Berbagai strain virus ini disebut lebih menular dari strain sebelumnya.

Varian baru Corona ini juga dikhawatirkan bisa mengganggu efektivitas vaksin Corona yang saat ini mulai didistribusikan di Indonesia.


Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito mengatakan, vaksin Corona yang ada saat ini masih mampu melindungi penerimanya dari mutasi atau varian baru Corona yang bermunculan.


Meskipun belum ada penelitian yang lebih lengkap terkait varian baru ini, tetapi para peneliti menilai strain yang baru muncul ini tidak mengubah struktur protein spike dari virus tersebut.


"Karena vaksin kan meningkatkan antibodi, dan mutasi baru pada virus ini diharapkan tidak mengubah struktur protein spike dari target vaksin itu, sehingga masih bisa dikenali antibodi," kata Penny di Komisi IX DPR RI pada Kamis (14/01/2021).


Penelitian masih akan terus dilakukan terhadap varian baru Corona ini. Namun, tidak ada kekhawatiran akan adanya perubahan protein spike dari virus dan masih bisa efektif untuk menanganinya.


"Masih bisa efektif sampai dengan sekarang, sampai ada data baru," lanjutnya.

https://trimay98.com/movies/home-alone-3/