Satgas Penanganan COVID-19 mengungkap data kabupaten dan kota di Indonesia yang berubah dari zona risiko sedang atau oranye ke zona risiko tinggi atau zona merah penularan virus Corona. Di pekan ini, ada 39 kabupaten dan kota yang naik ke zona merah.
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut penanganan COVID-19 di wilayah-wilayah tersebut perlu dievaluasi. Hal ini tidak bisa dibiarkan terjadi berlarut-larut.
"Ini adalah situasi yang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Saya meminta pada pimpinan daerah untuk benar-benar waspada dengan status zona risiko merah ini. Ini artinya, perlu ada yang dievaluasi dari penanganan COVID-19 di wilayah-wilayah tersebut," tegasnya dalam konferensi pers daring di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (12/1/2021).
Selain itu, Prof Wiku juga meminta para pemimpin di kabupaten dan kota yang berada di zona oranye untuk tidak merasa nyaman. Kabupaten dan kota tersebut bisa berpotensi pindah ke zona risiko tinggi, apabila pimpinan atau masyarakatnya lengah dalam menangani kasus COVID-19 yang terjadi.
Prof Wiku juga mengatakan, meski saat ini hanya berlaku di daerah-daerah wilayah Pulau Jawa dan Bali, pembatasan aktivitas juga perlu dilakukan di wilayah lainnya. Ini bisa dicoba untuk diterapkan di daerah-daerah yang pada pekan ini pindah dari zona oranye ke zona merah.
"Namun upaya perbaikan keadaan itu perlu juga dilakukan di daerah-daerah lainnya, terutama yang pada minggu ini berubah dari zona oranye ke zona merah," kata Prof Wiku.
Berikut daftar 39 kabupaten dan kota yang naik dari zona oranye ke zona merah penularan virus Corona.
1. Sumatera Selatan
- Kota Palembang
2. Lampung
- Lampung Selatan
- Lampung Tengah
- Lampung Timur
- Kota Bandar Lampung
- Kota Metro
3. Kepulauan Bangka Belitung
- Bangka
4. DKI Jakarta
- Jakarta Barat
5. Jawa Barat
- Garut
- Ciamis
- Bekasi
6. Banten
- Serang
- Kota Cilegon
7. Jawa Tengah
- Banjarnagara
- Purworejo
- Wonogiri
- Blora
- Kota Tegal
8. DI Yogyakarta
- Kulon Progo
9. Jawa Timur
- Kediri
- Mojokerto
- Nganjuk
- Kota Mojokerto
- Kota Madiun
10. Bali
- Bangli
11. Nusa Tenggara Barat
- Sumbawa Barat
12. Nusa Tenggara Timur
- Sumba Timur
13. Kalimantan Tengah
- Kotawaringin Barat
- Kota Palangkaraya
- Kutai Barat
14. Kalimantan Timur
- Kutai Barat
- Mahakam Ulu
15. Sulawesi Utara
- Minahasa Selatan
- Minahasa Utara
16. Sulawesi Tengah
- Parigi Moutong
- Kota Palu
17. Sulawesi Tenggara
- Kota Bau Bau
18. Sulawesi Barat
- Mamuju
- Polewali Mandar
- Majene
https://movieon28.com/movies/conjuring-curse/
Efikasi Vaksin 65,3 Persen, Herd Immunity Bisa Dicapai? Ini Kata Jubir
Berdasarkan data interim uji coba vaksin Corona Sinovac di Bandung, efikasi yang didapat sebanyak 65,3 persen. Tak sedikit yang bertanya apakah angka tersebut mampu membentuk herd immunity?
Juru bicara vaksinasi COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan herd immunity baru bisa tercapai jika penularan Corona yang terjadi di masyarakat sudah sangat rendah, atau bahkan tidak ada sama sekali.
"Jadi vaksinasi yang dilakukan di masa pandemi ini bertujuan untuk membentuk kekebalan kelompok. Kekebalan kelompok tersebut ini terbentuk berawal dari individu yang divaksin," bebernya dalam keterangan siaran pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden Selasa (12/1/2021).
Menurutnya, herd immunity bisa terbentuk tanpa harus memvaksinasi semua warga di Indonesia. Hal ini dikarenakan beberapa kriteria terkait penerima vaksin Corona khususnya yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
"Indonesia melakukan vaksinasi dengan memprioritaskan kelompok masyarakat tertentu yang memiliki risiko tertular COVID-19 yang lebih tinggi dari yang lainnya dan memenuhi syarat," katanya.
Sementara itu, Prof Wiku menegaskan efektivitas vaksin Corona Sinovac baru bisa terlihat saat sudah melakukan pemantauan dalam beberapa waktu pada warga yang sudah divaksinasi.
"Angka efikasi 65,3 persen ini adalah hasil uji klinis, efektivitas vaksin ini akan diketahui setelah dilakukan pemantauan efek perlindungannya di masyarakat yang divaksinasi dalam kurun waktu tertentu," paparnya.
"Herd immunity akan tercapai jika penularannya menurun terus menerus sampai sangat minimal atau tidak ada sama sekali," pungkasnya.