Senin, 11 Januari 2021

Biarkan Penghasutan, Apple Tangguhkan Parler dari App Store

 Apple telah menangguhkan aplikasi Parler dari App Store. Pasalnya, layanan jejaring sosial ini belum mengambil tindakan tegas untuk mencegah penyebaran postingan yang menghasut kekerasan di platformnya.

"Kami telah menangguhkan Parler dari App Store sampai mereka menyelesaikan masalah ini," kata Apple dalam pernyataannya yang dikutip detiKINET dari Reuters.


Apple telah memberi waktu 24 jam bagi Parler untuk mengirimkan rencana moderasi terperinci, terutama untuk menangani demonstran yang menggunakan layanan tersebut untuk mengoordinir aksi pengepungan di gedung Capitol AS pada Rabu (6/1) lalu.


Dalam surat tim peninjau App Store kepada Parler, Apple mengatakan bahwa konten yang mengancam kesejahteraan orang lain atau dimaksudkan untuk menghasut kekerasan atau tindakan melanggar hukum lainnya tidak pernah diterima di App Store.


Dalam waktu 24 jam, Parler diminta untuk menghapus semua konten yang tidak pantas dari aplikasi Parler, termasuk konten apa pun yang merujuk pada menyakiti orang atau serangan terhadap fasilitas pemerintah sekarang atau di masa mendatang.


Apple juga menuntut Parler mengirimkan rencana tertulis "untuk memoderasi dan memfilter konten ini" dari aplikasi. Di halaman App Storenya, Parler mendeskripsikan dirinya sebagai media sosial yang bebas berbicara. Sebelumnya, Google sudah lebih dulu memblokir Parler di Play Store.


"Bagi kami, untuk mendistribusikan aplikasi melalui Google Play, kami benar-benar mengharuskan aplikasi tersebut menerapkan moderasi yang kuat untuk konten yang negatif. Mengingat ancaman keamanan publik yang sedang berlangsung dan mendesak saat ini, kami menangguhkan aplikasi Parler dari Play Store hingga mereka mengatasi masalah ini," demikian pernyataan Google.

https://movieon28.com/movies/fantasias/


Google Maps Rekam Penampakan "Dinosaurus Antartika"


Seorang penganut teori konspirasi menemukan sisa-sisa kerangka yang dia yakini sebagai "dinosaurus" di Antartika. Penampakan itu dibagikannya di internet dan menjadi viral.

Lewat akun YouTube MrMBB333, penemuan penampakan di Google Maps itu dibagikan dalam sebuah video yang telah dilihat lebih dari 40.000 kali. Pada video tersebut, tampak hasil rekaman Google Maps, menunjukkan kerangka makhluk yang terbaring di lembah kering yang dikelilingi pegunungan bersalju.


"Secara tebak-tebakan kasar, saya kira ini berukuran sekitar 12-20 kaki. Bentuknya utuh, saya tidak tahu apakah ini baru saja mencair dan kerangka ini telah membeku selama ribuan tahun atau apakah ini sesuatu yang baru," klaim si pengunggah video.


Saat tampilan makhluk itu diperbesar, akun MrMBB333 mengklaim melihat kaki depan dan belakang. "Bisa jadi dinosaurus tua, bisa jadi banyak hal berbeda," sebutnya.


Kolom komentar pun ramai mengomentari tentang penemuan ini. Video tersebut memicu debat di kalangan netizen yang terbelah. Namun sebagian besar penonton mengklaim bahwa penampakan dalam video tersebut tak lebih dari sekadar kerangka anjing laut.


"Jika sesuatu yang baru, bagaimana bisa dia ada di sana?," kata salah satu netizen.


"Bagi saya, itu adalah sisa-sisa kerangka anjing laut dan apa yang tampak seperti tangan, jari tangan, dan kaki adalah apa yang tersembunyi dalam kerangka tersebut, kata seseorang.


Yang lain berkomentar: "Kalau dibandingkan berdasarkan hasil penelusuran Google untuk gambar kerangka anjing laut, terlihat cocok."


"Itu terlihat seperti kerangka buaya, pasti sejenis reptil yang berjalan di darat," kata yang lainnya.


Para ahli teori konspirasi telah lama mengklaim bahwa lanskap bersalju Antartika menyimpan harta karun rahasia di bawah permukaannya, yang terungkap dengan mencairnya lapisan es.


Akun MrMBB333 juga baru-baru ini mengklaim telah menemukan cakram besar misterius buatan manusia purba yang muncul dari salju di wilayah tersebut.

https://movieon28.com/movies/the-tapes/

Samsung Rilis Monitor Pintar Ber-OS Tizen

  Samsung membuka pre order untuk produk barunya yang bernama Smart Monitor M7. Sesuai namanya, produk ini adalah monitor pintar yang punya bermacam fungsi.

Monitor ini diklaim Samsung sebagai monitor Do-It-All pertama di dunia, alias monitor yang punya bermacam fungsi. Yaitu menggabungkan monitor konvensional, portal hiburan, dan remote office.


Tak seperti monitor konvensional yang ada, Smart Monitor M7 ini bisa mengakses sejumlah hal tanpa perlu terhubung ke perangkat lain. Contohnya adalah akses ke Microsoft 365 tanpa perlu PC.


Monitornya pun bisa terhubung secara wireless dengan keyboard dan mouse menggunakan Bluetooth dan ke internet menggunakan WiFi. Jadi, pengguna bisa menggunakan Office 365 tanpa perlu terhubung dengan laptop ataupun desktop PC.


Selain itu tentunya sejumlah fitur hiburan, seperti Netflix, HBO Go, Amazon Prime Video, dan lainnya. Ada juga port HDMI, yang membuat monitor ini bisa berfungsi seperti monitor konvensional pada umumnya.


Bahkan selama masa pre-order pun, Samsung menawarkan langganan Office 365 gratis selama setahun, yang akan diberikan untuk pembeli monitor seharga Rp 5,9 juta ini.


"Smart monitor akan bersaing dengan monitor, bukan televisi. Karena ini adalah smart monitor pertama di dunia, saya optimis mudah-mudahan produknya dapat diterima dengan baik di masyarakat," ujar Richard Wirantha, Monitor Product Marketing Specialist Samsung Electronic Indonesia, dalam konferensi pers virtual, Minggu (10/1/2021).


Monitor ini pun menurutnya bisa mendukung gaya hidup new normal, di mana banyak masyarakat lebih banyak bekerja dari rumah.


Sebenarnya ada dua varian Smart Monitor yang dimiliki Samsung, yaitu M7 dan M5. Namun untuk saat ini baru M7 yang dirilis. Perbedaan antara keduanya adalah ukuran layar serta resolusinya. Di mana M7 berukuran 32 inch dan punya resolusi 4K, dengan panel VA.

https://movieon28.com/movies/the-boys-girls-guide-to-getting-down/


Biarkan Penghasutan, Apple Tangguhkan Parler dari App Store


 Apple telah menangguhkan aplikasi Parler dari App Store. Pasalnya, layanan jejaring sosial ini belum mengambil tindakan tegas untuk mencegah penyebaran postingan yang menghasut kekerasan di platformnya.

"Kami telah menangguhkan Parler dari App Store sampai mereka menyelesaikan masalah ini," kata Apple dalam pernyataannya yang dikutip detiKINET dari Reuters.


Apple telah memberi waktu 24 jam bagi Parler untuk mengirimkan rencana moderasi terperinci, terutama untuk menangani demonstran yang menggunakan layanan tersebut untuk mengoordinir aksi pengepungan di gedung Capitol AS pada Rabu (6/1) lalu.


Dalam surat tim peninjau App Store kepada Parler, Apple mengatakan bahwa konten yang mengancam kesejahteraan orang lain atau dimaksudkan untuk menghasut kekerasan atau tindakan melanggar hukum lainnya tidak pernah diterima di App Store.


Dalam waktu 24 jam, Parler diminta untuk menghapus semua konten yang tidak pantas dari aplikasi Parler, termasuk konten apa pun yang merujuk pada menyakiti orang atau serangan terhadap fasilitas pemerintah sekarang atau di masa mendatang.


Apple juga menuntut Parler mengirimkan rencana tertulis "untuk memoderasi dan memfilter konten ini" dari aplikasi. Di halaman App Storenya, Parler mendeskripsikan dirinya sebagai media sosial yang bebas berbicara. Sebelumnya, Google sudah lebih dulu memblokir Parler di Play Store.


"Bagi kami, untuk mendistribusikan aplikasi melalui Google Play, kami benar-benar mengharuskan aplikasi tersebut menerapkan moderasi yang kuat untuk konten yang negatif. Mengingat ancaman keamanan publik yang sedang berlangsung dan mendesak saat ini, kami menangguhkan aplikasi Parler dari Play Store hingga mereka mengatasi masalah ini," demikian pernyataan Google.

https://movieon28.com/movies/palm-swings/