Minggu, 10 Januari 2021

Jelajahi 5 Titik Sensitif Wanita agar Cepat Orgasme

 Orgasme merupakan puncak kenikmatan saat berhubungan seksual. Namun tidak seperti pria, kebanyakan wanita membutuhkan sedikit pemanasan untuk mencapai puncaknya. Untungnya, ada titik-titik tertentu yang akan membantu membuat perjalanan menuju 'big O' menjadi jauh lebih lancar.

Menurut survey yang dilakukan oleh Journal of Sex & Marital Therapy, 80 persen wanita tidak orgasme dari seks penetrasi. Ini berarti mereka tidak bisa datang tanpa rangsangan klitoris.


Dikutip dari Times of India, berikut titik-titik rangsangan pada wanita agar cepat orgasme.


1. Payudara

Payudara sangat sensitif terhadap rangsangan seksual dan wanita dapat benar-benar terangsang dengan cumbuan yang tepat. Beberapa wanita bisa mencapai big O hanya melalui stimulasi puting.


2. Tengkuk

Tengkuk dan punggung memiliki banyak ujung saraf. Bahkan sentuhan lembut dan sensual di sekitar leher mungkin cukup untuk memanaskan suasana. Memberi ciuman lembut di tengkuk benar-benar bisa memicu hubungan seks yang lebih panas.


3. Paha bagian dalam

Menyentuh paha bagian dalam bisa menjadi taktik yang sempurna untuk menggoda wanita. Gunakan ujung jari untuk mengusap paha bagian dalam dengan lembut dan tunggu sampai wanita mulai terangsang.


4. Bibir

Alih-alih melakukan ciuman yang biasa untuk memulai pemanasan, ubahlah cara Anda berciuman. Anda bisa mulai dengan membelai bibirnya dan menyentuhnya dengan lembut.


Bibir wanita menjadi salah satu zona paling sensitif. Cobalah untuk mencoba gaya ciuman yang lebih sensual agar bisa membuat dirinya mudah mencapai orgasme.


5. Klitoris

Klitoris memiliki sekitar 8.000 ujung saraf sensitif. Hal ini membuat klitoris menjadi titik sensitif yang bisa mempercepat orgasme pada wanita.


Gunakan jari-jari dengan baik dan menjelajahi klitorisnya. Membelai dan memainkannya dengan lembut dapat membantunya mencapai orgasme.

https://maymovie98.com/movies/following/


Seberapa Mungkin Pasien COVID-19 Tanpa Gejala Tularkan Corona? Ini Kata Studi


Sebuah studi terbaru mengungkap seberapa besar kemungkinan pasien COVID-19 tanpa gejala menularkan virus Corona. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal JAMA Open Network.

Dikutip dari Huffpost, studi ini dilakukan oleh para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS).


Para peneliti menemukan bahwa lebih dari setengah total penularan virus Corona berasal dari pasien COVID-19 tanpa gejala atau asimptomatik. Dengan kata lain, mayoritas penularan virus berasal dari 'silent carrier'.


Pasien COVID-19 tanpa gejala dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, kelompok pra-gejala atau orang yang menyebarkan virus sebelum menunjukkan gejala. Kedua, kelompok orang yang mungkin tidak pernah mengembangkan gejala apa pun, tetapi tetap menularkan virus.


Studi ini pun menunjukkan bahwa kedua kelompok tersebut tampaknya memainkan peran penting dalam penyebaran virus Corona. Sekitar 35 persen penularan virus berasal dari kelompok pasien pra-gejala. Sementara 24 persen berasal dari mereka yang tidak pernah mengalami gejala.


Oleh karena itu, para peneliti pun mencatat sebaiknya tes COVID-19 dilakukan secara lebih luas, terutama kepada orang-orang yang berisiko lebih tinggi menularkan virus Corona pada orang lain.


Studi ini juga mempertegas betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan untuk meminimalisir penularan virus Corona.

https://maymovie98.com/movies/resident-evil-retribution/

Terpopuler Sepekan: Ingat! Jangan Langsung Pulang Usai Disuntik Vaksin Corona

 Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia tinggal menunggu izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Rencananya penyuntikan vaksin Corona ini akan mulai dilaksanakan pada 13 Januari 2021.

Dalam petunjuk teknis (juknis) resmi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan RI disebutkan, nantinya proses penyuntikan vaksin Corona akan dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, klinik, rumah sakit, dan unit pelayanan kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).


Saat pelaksanaannya nanti, pasien yang disuntik vaksin Corona tidak dianjurkan untuk langsung pulang ke rumah atau kembali beraktivitas. Disarankan untuk menunggu di fasilitas kesehatan minimal selama 30 menit.


"Untuk mengantisipasi terjadinya kasus KIPI yang serius maka sasaran diminta untuk tetap tinggal di tempat pelayanan vaksinasi selama 30 menit sesudah vaksinasi dan petugas harus tetap berada di tempat pelayanan minimal 30 menit setelah sasaran terakhir divaksinasi," tulis petunjuk teknis dari Kemenkes RI.


Apa itu KIPI?

KIPI atau kejadian ikutan pasca imunisasi adalah suatu kejadian medis yang diduga berhubungan dengan vaksinasi. Misalnya, efek samping yang timbul usai pasien disuntik vaksin Corona.


Dalam juknis tersebut juga dijelaskan bahwa secara umum vaksin Corona tidak menimbulkan efek samping. Apabila itu terjadi, biasanya hanya reaksi ringan di antaranya:


Reaksi lokal, seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan, dan reaksi lokal lain yang berat, misalnya, selulitis.

Reaksi sistemik, seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (arthralgia), badan lemas, dan sakit kepala.

Reaksi lain, seperti reaksi alergi, misalnya, urtikaria, reaksi anafilaksis, dan syncope (pingsan).

Bagaimana cara penanganan KIPI?

Dalam juknis dari Kemenkes RI disebutkan, untuk reaksi lokal seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin Corona untuk melakukan kompres dingin pada lokasi tersebut dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.


"Untuk reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum obat paracetamol sesuai dosis." jelas juknis tersebut.

https://maymovie98.com/movies/ong-bak-3/


Jelajahi 5 Titik Sensitif Wanita agar Cepat Orgasme


 Orgasme merupakan puncak kenikmatan saat berhubungan seksual. Namun tidak seperti pria, kebanyakan wanita membutuhkan sedikit pemanasan untuk mencapai puncaknya. Untungnya, ada titik-titik tertentu yang akan membantu membuat perjalanan menuju 'big O' menjadi jauh lebih lancar.

Menurut survey yang dilakukan oleh Journal of Sex & Marital Therapy, 80 persen wanita tidak orgasme dari seks penetrasi. Ini berarti mereka tidak bisa datang tanpa rangsangan klitoris.


Dikutip dari Times of India, berikut titik-titik rangsangan pada wanita agar cepat orgasme.


1. Payudara

Payudara sangat sensitif terhadap rangsangan seksual dan wanita dapat benar-benar terangsang dengan cumbuan yang tepat. Beberapa wanita bisa mencapai big O hanya melalui stimulasi puting.


2. Tengkuk

Tengkuk dan punggung memiliki banyak ujung saraf. Bahkan sentuhan lembut dan sensual di sekitar leher mungkin cukup untuk memanaskan suasana. Memberi ciuman lembut di tengkuk benar-benar bisa memicu hubungan seks yang lebih panas.


3. Paha bagian dalam

Menyentuh paha bagian dalam bisa menjadi taktik yang sempurna untuk menggoda wanita. Gunakan ujung jari untuk mengusap paha bagian dalam dengan lembut dan tunggu sampai wanita mulai terangsang.


4. Bibir

Alih-alih melakukan ciuman yang biasa untuk memulai pemanasan, ubahlah cara Anda berciuman. Anda bisa mulai dengan membelai bibirnya dan menyentuhnya dengan lembut.


Bibir wanita menjadi salah satu zona paling sensitif. Cobalah untuk mencoba gaya ciuman yang lebih sensual agar bisa membuat dirinya mudah mencapai orgasme.


5. Klitoris

Klitoris memiliki sekitar 8.000 ujung saraf sensitif. Hal ini membuat klitoris menjadi titik sensitif yang bisa mempercepat orgasme pada wanita.


Gunakan jari-jari dengan baik dan menjelajahi klitorisnya. Membelai dan memainkannya dengan lembut dapat membantunya mencapai orgasme.

https://maymovie98.com/movies/ong-bak-muay-thai-warrior/