Minggu, 10 Januari 2021

Sriwijaya Air yang Jatuh Umurnya 26,7 Tahun, Sudah Terlalu Tua atau Belum?

 Pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air jatuh tak lama setelah lepas landas dari Soekarno-Hatta. Sudah berusia 26,7 tahun, apakah pesawat tersebut sudah terlalu tua?

Dikutip dari USA Today, pada dasarnya pesawat terbang tidak dibatasi oleh usia pakai. Intinya, tidak ada batasan usia sebuah pesawat dilarang terbang dan kemudian dipensiunkan.


Pada kenyataannya, pesawat-pesawat dari zaman perang dunia kedua masih ada yang terbang di banyak negara di dunia - meski tentu saja tidak dipakai untuk penerbangan komersil.


Layak atau tidaknya pesawat terbang ditentukan oleh bagaimana pesawat tersebut menjalani perawatan. Beberapa komponen pesawat wajib diganti berdasarkan waktu, sementara yang lain harus diganti setelah melewati angka penerbangan tertentu.


Yang jelas semua harus melewati inspeksi atau pemeriksaan yang dilakukan secara reguler dan dengan pengawasan ketat dari pabrikan pesawat.


Namun begitu, ada juga beberapa produsen pesawat yang memberi batasan usia pada produk-produknya. Salah satunya adalah Robinsonheli. Perusahaan ini membatasi helikopter buatan mereka untuk terbanyak sebanyak 2.200 jam atau 12 tahun saja.

Sementara itu, situs flexport menyebut kalau rata-rata pesawat saat ini sudah akan dipensiunkan saat memasuki usia 30 tahun.


Mereka mencontohkan sebuah Boeing 747 bisa melakukan total 35.000 penerbangan, atau sekitar 135.000 sampai 165.000 jam terbang sebelum mengalami 'kelelahan metal'. Masih dikutip dari sumber yang sama Boeing 747 rata-rata bisa melayani penerbangan selama 27 tahun.


Sementara pesawat-pesawat berbadan lebar, semisal Lockheed Tri-Star, punya usia pakai yang lebih singkat yakni rata-rata 24 tahun.


Sriwijaya Air yang Jatuh Berumur 26,7 Tahun

Diberitakan sebelumnya pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu berumur 26,7 tahun.


Pesawat tersebut dikirim Boeing ke pemilik pertamanya yakni Continental Air Lines (Amerika Serikat) pada 31 Mei 1994. Continental Air Lines memiliki pesawat tersebut sampai 2010, di mana pada tahun tersebut kepemilikannya berpindah ke United Airlines.


Sriwijaya Air mulai memiliki pesawat tersebut pada 15 Mei 2012.


Nasib nahas mendatangi pesawat tersebut saat menjalani penerbangan dari Jakarta menuju Pontianak pada Sabtu (9/1) sore tadi. Pesawat dikabarkan sempat hilang kontak sebelum akhirnya warga dan Basarnas menemukan puing-puing yang diduga milik pesawat tersebut.

https://maymovie98.com/movies/resident-evil-apocalypse/


Boeing 737-500 Sriwijaya Air yang Jatuh Berumur 26,7 Tahun, Ini Riwayat Pemiliknya


Kabar duka mendatangi dunia penerbangan Indonesia seiring jatuhnya Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air. Pesawat terbang tersebut telah berusia 26 tahun lebih dan baru dimiliki Sriwijaya Air pada 2012 lalu.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor registrasi PK-CLC jenis Boeing 737-500 pada awalnya hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Itu terjadi setelah pesawat melewati ketinggian 11 ribu kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13 ribu kaki.


Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kemudian melalukan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak terebut. Pencarian dilakukan di sekitar Kepulauan Seribu, Jakarta.


Beberapa waktu setelah pesawat dilaporkan hilang, petugas dan warga menemukan kabel dan serpihan diduga milik pesawat tersebut. Penemuan terjadi perairan Pulau Laki Kepulauan Seribu. Puing-puing itu telah dievakuasi.


Boeing 737-500 yang mengalami nasib nahas memiliki nomor registrasi PK-CLC. Dilihat dari situs planespotters, pesawat terbang tersebut telah berusia 26 tahun lebih.


Pesawat tersebut dikirim Boeing ke pemilik pertamanya yakni Continental Air Lines (Amerika Serikat) pada 31 Mei 1994. Continental Air Lines memiliki pesawat tersebut sampai 2010, di mana pada tahun tersebut kepemilikannya berpindah ke United Airlines.


United Airline memiliki pesawat tersebut hanya empat tahun. Masih dikutip dari planespotters, Sriwijaya Air mulai memiliki pesawat tersebut pada 15 Mei 2012.

https://maymovie98.com/movies/resident-evil/

Jumat, 08 Januari 2021

Apple Store Cetak Rekor Pendapatan di 2020

 Apple mengungkapkan bahwa App Store telah memecahkan rekor dengan total belanja pengguna yang mencapai USD 1,8 miliar atau Rp 25,3 triliun selama malam Natal dan Tahun Baru yang sebagian besar didominasi pengeluaran untuk game.

Menyambut hari pertama di tahun baru pelanggan App Store juga telah mencetak rekor pengeluaran dalam satu hari saja yakni lebih dari USD 540 juta (Rp 7,6 triliun)


Angka tersebut mencakup aplikasi dan layanan langganan digital seperti Apple Music, News, Books, TV + dan aplikasi Fitness + baru.


Dilansir detikINET dari GSM Arena, Kamis (7/1/2021) Apple juga merinci tingkat adopsi Apple Pay yang telah hadir di lebih dari 90% toko AS, 85% di Inggris dan hampir 99% pengecer di Australia.


Perusahaan juga mengatakan Apple Arcade telah mencapai lebih dari 140 judul game, Apple Books sekarang memiliki lebih dari 90 juta pengguna aktif bulanan dan Apple Podcast sekarang tersedia di lebih dari 175 negara dan lebih dari 100 bahasa.


Apple juga mengungkapkan bahwa pengembang di App Store kini telah memperoleh lebih dari USD 200 miliar sejak didirikan pada tahun 2008. Angka ini naik dari USD 155 miliar dibandingkan tahun lalu.


Melansir juga dari Techcrunch pada pekan liburan taun lalu Apple juga mencetak rekor baru dengan mencapai USD 1,42 miliar yang dihabiskan untuk aplikasi dan game angka yang meningkat 16% dibandingkan tahun sebelumnya.


Mengingat bahwa konsumen pada tahun 2020 menghabiskan USD 1,8 miliar, tampaknya rekor baru sekarang telah ditetapkan juga.


Apple juga membagikan beberapa pembaruan terkait dengan bisnis layanan lainnya dalam penutupan tahun 2020. Seperti Apple Music memiliki rekor tahun tanpa berbagi spesifik.


Sebaliknya, hanya mencatat bahwa 90% pendengar iOS 14 telah mencoba fitur-fitur barunya, seperti dengarkan sekarang, pencarian yang diperbarui, stasiun radio pribadi, dan putar otomatis. Apple juga mengatakan keterlibatan dengan fitur liriknya berlipat ganda pada tahun 2020.


Apple juga mencatat bahwa aplikasi Apple TV + sekarang tersedia di 1 miliar layar di lebih dari 100 negara, dan pelanggan sekarang dapat membeli atau menyewa lebih dari 100.000 rilis baru serta film dan acara klasik.

https://trimay98.com/movies/star-wars-the-rise-of-skywalker/


Apple Ajukan Paten Bisa Nge-charge iPhone dan iPad di MacBook


Di masa yang akan datang, kalian mungkin bisa menaruh iPhone, AirPods, atau Apple Watch di atas MacBook untuk mengisi ulang baterainya. Fungsi ini didaftarkan Apple dalam pengajuan paten terbarunya.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh PatentlyApple, seperti dilihat Kamis (7/1/2020). Dalam pengajuannya ke United States Patent and Trademark Office (USPTO), paten tersebut diberi judul 'Inductive charging between electronic devices' atau pengisian daya induktif antar perangkat elektronik. Sketsa gambar paten memperlihatkan bagaimana fitur reverse wireless charging ini bekerja.


"Kumparan induktif mungkin memiliki dua atau lebih mode operasional, termasuk mode operasional penerimaan daya untuk menerima daya secara wireless dan mode operasional transmisi daya untuk daya transmisi wireless. Perangkat elektronik mungkin juga memiliki pengontrol yang digabungkan ke koil induktif untuk memilih salah satu mode operasional," demikian disebutkan dalam deskripsi paten.


Sederhananya, seperti terlihat pada gambar, iPhone dan Apple Watch bisa diisi ulang baterainya hanya dengan menempatkannya sandaran tangan MacBook. Gambar lain menunjukkan iPad dan iPhone sedang di-charge dengan cara meletakkannya di tutup MacBook. Deskripsi tersebut juga menggambarkan iPhone dengan iPhone bisa saling mengisi daya dengan fungsi reverse wireless charging.


Meski mengesankan, sebenarnya fungsi semacam ini sudah banyak ditemui di ponsel Android kelas flagship. Misalnya, ponsel dengan reverse wireless charging memungkinkan mengisi daya aksesori seperti earbud hanya dengan menempelkannya di belakang ponsel.


Tapi tentu saja akan menyenangkan jika kemampuan ini juga ada pada MacBook, iPhone, dan iPad. Namun untuk menghadirkan fitur ini, akan ada banyak tantangan teknik yang harus ditangani Apple terlebih dahulu.

https://trimay98.com/movies/memoirs-of-a-geisha/