Selasa, 22 Desember 2020

Ragu Kena Corona? Ini Beda Gejala COVID-19 dengan Flu dan Alergi

 Ada berbagai macam gejala COVID-19 yang bisa dialami pasien ketika terinfeksi virus Corona. Namun, kerap kali gejalanya mirip seperti sedang terkena flu atau pun alergi, sehingga membuat banyak orang menjadi bingung.

Jika hidung meler atau mata terasa gatal, itu bukan berarti kamu sedang terinfeksi virus Corona. Namun, jika kamu mengalami batuk, kelelahan, dan demam, mungkin saja kamu terkena COVID-19.


Lantas apa bedanya gejala COVID-19 dengan flu dan alergi?


Beda gejala COVID-19 dan flu

"Tak semua gejala (penyakit) diciptakan sama. Meski tampaknya kamu sedang terinfeksi virus Corona, tapi bisa jadi kamu hanya mengalami alergi musiman atau influenza," kata Lindsey Elmore, spesialis farmakoterapi kepada Healthline.


Kepala bagian farmasi dari layanan SingleCare, Ramzi Yacoub pun mengaku cukup sulit untuk membedakan gejala COVID-19 dengan penyakit seperti flu atau pilek. Pasalnya, mereka memiliki gejala yang mirip.


"Mereka semua (COVID-19, pilek, dan flu) disebabkan oleh virus. Tetapi, setiap infeksi ini virusnya berbeda," kata Yacoub.


"Namun, ada satu perbedaan utama di antara ketiganya, yakni gejala virus Corona adalah sesak napas," tambahnya.


Yacoub menjelaskan, sesak napas adalah tanda umum COVID-19 sebelum berkembangnya pneumonia. Umumnya, flu dan pilek tidak menyebabkan sesak napas, kecuali jika sudah berkembang menjadi pneumonia.

https://kamumovie28.com/movies/the-first-time-4/


Sementara itu, Subinoy Das selaku kepala petugas medis di Tivic Health pun berpendapat bahwa flu biasa jarang menyebabkan sesak napas setelah demam berkembang.


"Influenza sangat mirip dengan COVID-19. Tetapi, sesak napas yang muncul biasanya tidak separah COVID-19," ucap Das.


Lebih lanjut, kata Das, orang yang terkena COVID-19 umumnya akan mengalami sesak napas setelah merasakan gejala demam.


Lantas bagaimana perbedaan gejala COVID-19 dengan alergi? Klik halaman selanjutnya.


Beda Gejala COVID-19 dan alergi

COVID-19, flu, dan pilek merupakan penyakit akut yang gejalanya muncul secara cepat atau tiba-tiba. Namun, alergi biasanya bersifat kronis atau penyakit yang diderita dalam kurun waktu lama.

"Gejala (alergi) hilang dan muncul dan terus terjadi secara terus-menerus selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun," kata Dr David M Cutler, dokter pengobatan keluarga di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California, kepada Healthline.


Cutler menjelaskan, COVID-19 atau pilek cenderung memiliki gejala umum, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Sedangkan alergi biasanya hanya mempengaruhi saluran pernapasan saja.


"Gejala alergi cenderung membaik dengan antihistamin dan obat khusus alergi lainnya. Pilek lebih mungkin merespons dekongestan, asetaminofen, cairan, dan istirahat," jelas Cutler.


Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menyebut bahwa sesak napas, batuk, kelelahan, sakit kepala, dan sakit tenggorokan bisa jadi merupakan gejala COVID-19 atau alergi.


Selanjutnya, mata gatal dan bersin umumnya hanya gejala alergi. Demam, nyeri otot, hilang indra penciuman dan perasa, mual, dan diare biasanya berhubungan dengan COVID-19 dan bukan alergi.


Berikut 11 gejala utama COVID-19 yang telah dicatat oleh CDC.


Demam atau kedinginan

Batuk

Sesak napas

Kelelahan

Nyeri otot atau tubuh

Sakit kepala

Sakit tenggorokan

Hilang indra penciuman dan perasa

Hidung tersumbat atau meler

Mual atau muntah

Diare.

https://kamumovie28.com/movies/elektra-luxx/

Senin, 21 Desember 2020

Twitter Beberkan Kebijakan Baru untuk Dapatkan Centang Biru

 Setelah diberhentikan sementara selama tiga tahun, Twitter mengumumkan akan mengembalikan program verifikasi akun pada awal 2021. Sebelum diluncurkan, Twitter menjelaskan proses dan kebijakan baru yang diambil untuk program ini.

Kebijakan baru ini disahkan setelah Twitter menerima 22 ribu respons dari penggunanya. Kebijakan ini baru akan ditetapkan pada 20 Januari 2021, tapi untuk jadwal dibukanya pendaftaran verifikasi akun hanya ditulis awal 2021.

https://nonton08.com/movies/accident-man/


Dalam postingan blog yang diunggah, Twitter akan mengakomodasi feedback pengguna yang mengatakan kriteria profil yang 'lengkap' terlalu membatasi, jadi mereka akan mengubah definisi tersebut agar tidak perlu mencantumkan bio di profil atau foto header.


Dalam kebijakan baru Twitter, definisi profil yang lengkap adalah akun yang memiliki alamat email dan nomor telepon yang telah diverifikasi, foto profil dan nama display.


Twitter juga memperbarui referensinya dengan Wikipedia agar standar lebih selaras dengan standar mereka untuk kelayakan dan kualitas artikel.


Kategori 'Berita' juga akan diperluas untuk mencakup 'Berita dan Jurnalis', dan kategori 'Olahraga' akan mencakup 'Olahraga dan esports' agar lebih inklusif. Twitter juga menambahkan referensi di kategori 'Hiburan' untuk mencakup kreator konten digital.


Twitter juga mendengar feedback bahwa pengguna merasa ketentuan tentang jumlah follower minimum sebuah akun per negara bukan pendekatan yang tepat. Jadi kebijakan ini diubah menjadi per wilayah agar persyaratan jumlah pengikut tidak rentan terhadap spam dan lebih adil lagi.


Media sosial berlogo burung ini juga akan menambah kategori verifikasi untuk akademisi, ilmuwan dan pemimpin agama pada tahun 2021. Tapi sebelum kategori baru ini ditambahkan, mereka bisa mendaftar di bawah kategori 'Aktivs, penyelenggara dan individu berpengaruh lainnya'.


Jika nanti sudah dibuka, pengguna Twitter bisa mendaftar untuk mendapatkan centang biru lewat halaman Account Settings yang ada di web dan aplikasi Twitter. Pendaftar akan diminta untuk memilih kategori untuk status mereka dan memastikan identitas mereka lewat tautan atau material pendukung lainnya.


Untuk meninjau semua pendaftaran, Twitter akan menggunakan sistem otomatis dan manusia untuk memastikan proses berjalan dengan cermat dan tepat waktu. Twitter akan membagikan detail soal proses pendaftaran verifikasi dalam waktu dekat.


Kebijakan baru ini akan diterapkan pada 20 Januari 2021 dan dalam waktu yang sama Twitter akan mencabut centang biru dari akun yang tidak aktif dan tidak lengkap. Pengguna yang terancam kehilangan centang birunya akan mendapatkan email dan notifikasi di aplikasi untuk melakukan perubahan agar tidak kehilangan status verifikasinya.


Twitter juga berhak menarik lencana verifikasi milik pengguna yang melanggar aturan Twitter.


"Kami akan terus mengevaluasi akun-akun terverifikasi yang melakukan pelanggaran tersebut secara kasus per kasus, dan akan melakukan perbaikan antara penegakan peraturan kami serta hubungannya dengan verifikasi Twitter," tulis Twitter dalam postingan blog, seperti dikutip detikINET, Jumat (18/12/2020).


Selain menghadirkan kembali proses verifikasi, Twitter juga akan mengenalkan label khusus untuk akun yang menggunakan bot untuk mengunggah kontennya. Label tersebut juga akan digunakan untuk akun memorial milik pengguna yang sudah meninggal.

https://nonton08.com/movies/seraphim-falls/