Minggu, 20 Desember 2020

Sinyal Misterius Terdeteksi dari Antariksa, Pertanda Alien?

 Pencarian tanda-tanda kehidupan di luar Bumi terus dilakukan dengan intensif karena dianggap sebagai hal sangat penting bagi ilmu pengetahuan. Lagi-lagi, tim ilmuwan internasional melaporkan bahwa mereka menerima sinyal radio dari planet yang sangat jauh.

Planet tersebut terletak di sistem bintang bernama Tau Boötes yang berjarak 51 tahun cahaya dari Bumi. Seperti dikutip detikINET dari The Guardian, sistem ini berisi bintang biner dan exoplanet.


Tim ilmuwan tersebut dipimpin oleh peneliti postdoctoral di Cornell University Jake Turner, Philippe Zarka dari Paris Sciences et Lettres, dan Jean-Mathias Griessmeier dari Université d'Orléans. Adapun hasil penelitian mereka telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Astronomy & Astrophysics.


"Sinyal ini berasal dari sistem Tau Boötes, yang berisi bintang biner dan eksoplanet. Kami membuat kasus emisi oleh planet itu sendiri. Dari kekuatan dan polarisasi sinyal radio dan medan magnet planet, ini sesuai dengan prediksi teoritis," kata Jake Turner.


Jika penelitian dan pengamatan mereka dikonfirmasi melalui pengamatan lanjutan, kemungkinan temuan ini akan membuka cara baru bagi kita untuk mempelajari dunia alien alias asing, untuk memeriksa kehidupan di luar Bumi.


Untuk diketahui, perburuan kehidupan di luar Bumi menjadi topik favorit di kalangan ilmuwan dan publik selama bertahun-tahun. Sementara orang awam berimajinasi liar tentang kemunculan alien, para ilmuwan perlu mengandalkan bukti ilmiah yang kuat untuk mengkonfirmasi keberadaan kehidupan di luar planet kita.


Lembaga antariksa NASA khususnya paling getol memburu tanda-tanda alien, khususnya yang berada di Tata Surya kita, walau bentuknya mungkin yang sederhana. Europa, salah satu bulan Jupiter, punya lautan es yang mungkin ada mikroba di dalamnya.

https://kamumovie28.com/movies/valentine-2/


Alien Diklaim Pernah Hubungi Pemerintah Israel dan AS


 Alien disebut pernah membuat kontak dengan pemerintah Israel dan Amerika Serikat. Setidaknya itu pengakuan mantan bos keamanan antariksa Israel Haim Eshed

Dalam wawancara dengan media Israel Yediot Aharonot, Eshed mengatakan alien tersebut merupakan bagian dari Galactic Federation. Mereka telah bertahun-tahun membuat kontak dengan pemerintah Israel dan AS.


Bahkan Eshed mengatakan bahwa kelompok alien ini sudah membuat perjanjian dengan pemerintah AS karena keduanya ingin meneliti dan memahami struktur alam semesta. Perjanjian ini bahkan mencakup markas bawah tanah di Mars yang menjadi tempat pertemuan perwakilan AS dan alien.


Eshed juga mengatakan bahwa Presiden Donald Trump mengetahui keberadaan Galactic Federation dan hampir saja mengungkap eksistensi mereka.


Tapi Galactic Federation dikabarkan memaksa Trump untuk tidak membongkarnya karena mereka ingin mencegah kepanikan massal. Kelompok alien ini merasa manusia harus berevolusi untuk mencapai tahap di mana mereka bisa memahami apa itu alien dan pesawat luar angkasa.


Eshed yang saat ini berprofesi sebagai seorang dosen mengatakan ia baru mengungkap keberadaan Galactic Federation di tahun 2020 karena melihat perubahan lanskap akademis dan seberapa dihormati ia di dunia akademis.


Sebelum pensiun, Eshed menghabiskan 30 tahun memimpin program perlindungan luar angkasa Israel dan tiga kali mendapat penghargaan Israel Security Award.


"Jika saya mengatakan apa yang saya bicarakan saat ini lima tahun yang lalu, saya akan dibawa ke rumah sakit," kata Eshed, seperti dikutip detikINET dari The Jerusalem Post, Rabu (9/12/2020).


"Saat ini mereka sudah membicarakan hal yang berbeda. Saya tidak akan kehilangan apa-apa. Saya sudah menerima gelar dan penghargaan saya; saya dihargai di universitas di luar negeri, di mana trennya juga berubah," imbuhnya.

https://kamumovie28.com/movies/valentine/

Rencana NASA Jelajahi Mars Pakai Robot Anjing

 Mengirimkan rover seperti Opportunity dan Curiosity untuk menjelajahi Mars sudah biasa. Agar lain dari yang lain, ilmuwan NASA ingin mengirimkan robot anjing ke planet tetangga Bumi itu.

Secara spesifik, robot yang dimaksud adalah robot anjing Spot buatan Boston Dynamics. Robot ini akan dilengkapi dengan sederet teknologi dan sensor agar bisa menjelajahi Mars secara otonom.


Dalam pertemuan tahunan American Geophysical Union, ilmuwan dari NASA/JPL-Caltech mengenalkan robot anjing ciptaan mereka yang diberi nama Au-Spot. Robot ini akan bisa melakukan manuver yang sebelumnya tidak bisa dilakukan oleh rover seperti Spirit, Opportunity, Curiosity bahkan Perseverance yang baru diluncurkan.


Pergerakan rover Mars tradisional terbatas hanya di permukaan yang datar, tapi banyak wilayah Mars yang menarik secara ilmiah hanya bisa dicapai dengan melintasi medan yang menantang.


Ilmuwan menilai robot anjing yang lebih lincah cocok untuk melintasi area menantang di Planet Merah. Bahkan jika terjatuh, si robot anjing akan bisa berdiri kembali.


"Terguling bukan berarti misi gagal. Menggunakan algoritma pemulihan, robot dapat kembali berdiri meski jatuh berkali-kali," kata ilmuwan dalam presentasi tersebut, seperti dikutip dari Live Science, Minggu (20/12/2020).


Selain lebih lincah, bobot robot ini juga 12 kali lebih ringan dibandingkan rover biasa. Robot anjing ini juga bisa berjalan dengan lebih cepat, mencapai kecepatan 5 km/jam saat uji coba. Sebagai perbandingan, rover Curiosity bergerak di Mars dengan kecepatan 0,14 km/jam.


Lebih dari 60 ilmuwan dan teknisi di tim Collaborative SubTerranean Autonomous Resilient Robots (CoSTAR) melengkapi Au-Spot dengan sensor dan software agar bisa memindai, menavigasi dan memetakan lingkungannya secara otonom.


Au-Spot memproses input dari sensor LiDAR, visual, thermal, dan gerak untuk menciptakan peta 3D. Robot ini juga menggunakan kecerdasan buatan untuk mempelajari struktur yang harus dihindari dan mengidentifikasi objek yang mungkin menarik secara ilmiah.


Robot ini juga dilengkapi dengan modul komunikasi agar bisa mengirimkan data ke permukaan Mars jika sedang menjelajahi area bawah tanah.


Saat ini tim CoSTAR menguji coba Au-Spot di kondisi dengan berbagai rintangan seperti di terowongan dan lorong, menaiki tangga dan area yang landai, dan di lokasi outdoor yang mirip seperti permukaan Mars seperti tabung lava di California Utara.


Dari hasil uji coba tersebut, robot anjing itu berhasil menavigasi di sekitar bebatuan besar dan memetakan gua yang dalam secara otonom.


"Perilaku ini suatu hari nanti bisa memungkinkan misi ilmiah revolusioner di permukaan dan di bawah permukaan Mars, sehingga mendorong batas-batas kemampuan NASA dalam menjelajahi area yang secara tradisional tidak bisa diakses," ucap ilmuwan tersebut.

https://kamumovie28.com/movies/jonsi-go-live/


Sinyal Misterius Terdeteksi dari Antariksa, Pertanda Alien?


Pencarian tanda-tanda kehidupan di luar Bumi terus dilakukan dengan intensif karena dianggap sebagai hal sangat penting bagi ilmu pengetahuan. Lagi-lagi, tim ilmuwan internasional melaporkan bahwa mereka menerima sinyal radio dari planet yang sangat jauh.

Planet tersebut terletak di sistem bintang bernama Tau Boötes yang berjarak 51 tahun cahaya dari Bumi. Seperti dikutip detikINET dari The Guardian, sistem ini berisi bintang biner dan exoplanet.


Tim ilmuwan tersebut dipimpin oleh peneliti postdoctoral di Cornell University Jake Turner, Philippe Zarka dari Paris Sciences et Lettres, dan Jean-Mathias Griessmeier dari Université d'Orléans. Adapun hasil penelitian mereka telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Astronomy & Astrophysics.


"Sinyal ini berasal dari sistem Tau Boötes, yang berisi bintang biner dan eksoplanet. Kami membuat kasus emisi oleh planet itu sendiri. Dari kekuatan dan polarisasi sinyal radio dan medan magnet planet, ini sesuai dengan prediksi teoritis," kata Jake Turner.


Jika penelitian dan pengamatan mereka dikonfirmasi melalui pengamatan lanjutan, kemungkinan temuan ini akan membuka cara baru bagi kita untuk mempelajari dunia alien alias asing, untuk memeriksa kehidupan di luar Bumi.

https://kamumovie28.com/movies/something-has-happened/