Jumat, 18 Desember 2020

Venus Dulunya Mirip Bumi, Pernah Ada Kehidupan?

 Venus ternyata dulunya memiliki iklim dan musim yang mirip-mirip dengan kondisi Bumi sekarang. Apakah pernah ditemukan tanda-tanda kehidupan di sana?

Venus saat ini memiliki suhu permukaan 450 derajat dan atmosfer yang didominasi oleh karbon dioksida (96%) dengan kepadatan 90 kali lipat dari Bumi. Venus diyakini sama sekali tidak dapat dihuni, kecuali mungkin di awan sekitar 60 kilometer di mana penemuan fosfin baru-baru ini mungkin menunjukkan kehidupan mikroba yang mengambang.


Semua berubah sejak adanya perubahan iklim yang dialami planet tersebut sekitar 1 miliar tahun lalu. Richard Ernst, Scientist-in-Residence, Earth Sciences, Carleton University yang juga Profesor di Tomsk State University, Rusia, menjelaskan studinya terhadap sang Bintang Kejora.


"Pencarian kami untuk bukti geologis dari peristiwa perubahan iklim yang hebat membuat kami fokus pada jenis batuan tertua di Venus, yang disebut tesserae, yang memiliki penampilan kompleks yang menunjukkan sejarah geologi yang panjang dan rumit," tulisnya dikutip dari IFL Science.


Batuan tertua ini dianggap mempunyai peluang terbaik untuk mengawetkan bukti erosi air, yang merupakan proses penting di Bumi dan seharusnya terjadi di Venus sebelum peristiwa perubahan iklim yang hebat.


Lebih lanjut, Prof Ernst menggunakan teknik tidak langsung untuk mencoba mengenali lembah sungai kuno di Venus.


"Yang mengejutkan kami, pola lembah tesserae ini sangat mirip dengan pola aliran sungai di Bumi, yang mengarah kepada kemungkinan bahwa lembah tesserae ini dibentuk oleh erosi sungai selama kondisi iklim seperti Bumi," sambungnya.


Akan tetapi, apakah pernah ditemukan bukti kehidupan di Venus? Sampai saat ini, tidak ada bukti pasti yang ditemukan tentang kehidupan masa lalu atau sekarang di Venus. Teori telah menurun secara signifikan sejak awal 1960-an, ketika pesawat ruang angkasa mulai mempelajari planet ini.


Meski penemuan gas fosfin di atmosfer Venus baru-baru ini sempat membuat heboh karena gas ini menandakan bahwa kehidupan bisa bertahan di Planet Venus yang terkenal memiliki kondisi mengerikan, ilmuwan pun bertanya-tanya dari mana asal tanda kehidupan ini. Kendati demikian, penelitian terbaru mengatakan tanda kehidupan ini bisa jadi berasal dari Bumi dan bisa sampai ke Venus karena terbawa asteroid.

https://maymovie98.com/movies/kampung-zombie/


Mantan PM Malaysia Kecewa Google dan Tesla Lirik Indonesia


 Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, menyuarakan kekecewaannya lantaran Malaysia ia nilai kurang berupaya menarik investor kakap dalam dua tahun terakhir. Dia menyinggung raksasa teknologi semacam Google, Amazon dan Tesla lebih melirik Indonesia untuk investasi.

"Tesla akan ke Indonesia. Amazon akan masuk ke Indonesia. Google akan pergi ke Indonesia. Apa yang telah terjadi?" tulis Najib di akun Facebook resminya baru-baru ini, lengkap dengan cuplikan berita dari beberapa media mengenai minat para perusahaan besar itu masuk ke Indonesia.


Najib yang berstatus bebas dengan jaminan setelah divonis 12 tahun penjara karena tersandung kasus korupsi ini mengklaim pada masa pemerintahannya, keadaan investasi di Malaysia lebih baik. Ia menyebut memimpin langsung usaha untuk menarik investor.


"Kami memiliki banyak agen investasi. Saya dulu memimpin misi perdagangan dan investasi sendiri. Temui para pemimpin asing dan pemimpin industri. Sekitar 80 perusahaan internasional diundang ke Malaysia pada masa saya," klaim Najib Razak.

https://maymovie98.com/movies/hijab/

Apple Bela Privasi Pengguna, Facebook Ngomel

 Facebook mengkritisi dan menuding Apple melakukan praktik anti-kompetitif, yang memanaskan perselisihan keduanya yang sudah terjadi selama beberapa bulan ke belakang.

Tudingan Facebook ini dilontarkan setelah Apple mengubah aturan privasi di iOS 14. Tak tanggung-tanggung, Facebook memasang iklan sehalaman penuh di sejumlah surat kabar untuk memajang kritikan dan tudingannya ini.


Aturan yang dimaksud ini bakal membatasi kemampuan aplikasi untuk mengumpulkan data dari pengguna ponsel, yang nantinya bakal dijadikan target untuk iklan mereka.


I’m pretty certain #Facebook is fighting #Apple to retain access to personal data. #PID #privacy. #fullpagead #wsj pic.twitter.com/029WwaGSs0


— Dave Stangis (@DaveStangis) December 16, 2020


"Apple berkelakuan antikompetitif dengan memanfaatkan kontrol mereka terhadap App Store untuk mengeruk keuntungan dari para kreator dan pebisnis kecil," tulis Dan Levy, Facebook Vice President for Ads and Business Products.


Apple pun langsung mengeluarkan pernyataan terhadap tudingan ini. Mereka menyebut dengan aturan baru ini, Facebook tak perlu mengubah pendekatan mereka saat memantau pengguna dan menjadikan mereka sebagai target iklannya.


Dengan aturan ini, Facebook harus memberikan opsi kepada penggunanya yang memakai perangkat Apple, apakah mereka menginginkan jadi target dari praktik Facebook tersebut, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (18/12/2020).


"Kami percaya bahwa ini adalah sebuah masalah kecil terkait membela pengguna kami. Pengguna harus mengetahui saat data mereka dikumpulkan dan disebar ke aplikasi dan situs lain -- dan mereka seharusnya punya pilihan untuk menginginkan hal itu atau tidak," tulis Apple dalam pernyataannya.


Sebelumnya diberitakan, Apple akan mengambil tindakan tegas dengan menghapus aplikasi dari App Store jika tidak mematuhi fitur privasi baru. Fitur tersebut akan memungkinkan pengguna untuk memblokir pengiklan agar tidak melacak mereka di berbagai aplikasi.


Fitur tersebut dinamai App Tracking Transparency yang awalnya direncanakan rilis pada tahun ini namun ditunda agar dapat memberikan waktu lebih banyak bagi pengembang untuk melakukan perubahan pada aplikasi mereka dan mengatasi masalah privasi.

https://maymovie98.com/movies/hantu-jeruk-purut-reborn/


Venus Dulunya Mirip Bumi, Pernah Ada Kehidupan?


 Venus ternyata dulunya memiliki iklim dan musim yang mirip-mirip dengan kondisi Bumi sekarang. Apakah pernah ditemukan tanda-tanda kehidupan di sana?

Venus saat ini memiliki suhu permukaan 450 derajat dan atmosfer yang didominasi oleh karbon dioksida (96%) dengan kepadatan 90 kali lipat dari Bumi. Venus diyakini sama sekali tidak dapat dihuni, kecuali mungkin di awan sekitar 60 kilometer di mana penemuan fosfin baru-baru ini mungkin menunjukkan kehidupan mikroba yang mengambang.


Semua berubah sejak adanya perubahan iklim yang dialami planet tersebut sekitar 1 miliar tahun lalu. Richard Ernst, Scientist-in-Residence, Earth Sciences, Carleton University yang juga Profesor di Tomsk State University, Rusia, menjelaskan studinya terhadap sang Bintang Kejora.


"Pencarian kami untuk bukti geologis dari peristiwa perubahan iklim yang hebat membuat kami fokus pada jenis batuan tertua di Venus, yang disebut tesserae, yang memiliki penampilan kompleks yang menunjukkan sejarah geologi yang panjang dan rumit," tulisnya dikutip dari IFL Science.


Batuan tertua ini dianggap mempunyai peluang terbaik untuk mengawetkan bukti erosi air, yang merupakan proses penting di Bumi dan seharusnya terjadi di Venus sebelum peristiwa perubahan iklim yang hebat.


Lebih lanjut, Prof Ernst menggunakan teknik tidak langsung untuk mencoba mengenali lembah sungai kuno di Venus.


"Yang mengejutkan kami, pola lembah tesserae ini sangat mirip dengan pola aliran sungai di Bumi, yang mengarah kepada kemungkinan bahwa lembah tesserae ini dibentuk oleh erosi sungai selama kondisi iklim seperti Bumi," sambungnya.

https://maymovie98.com/movies/hantu-jeruk-purut/