Jumat, 18 Desember 2020

Grafik Ini Tunjukkan Seberapa Berpengaruh Vaksin untuk Penyakit Menular

  Vaksin corona sudah tiba di berbagai negara. Jauh sebelum COVID-19, vaksin sudah digunakan untuk penyakit seperti cacar, campak dan polio.

Lewat grafik ini, ditunjukkan betapa vaksin bisa sangat berpengaruh untuk berantas penyakit menular. Berkat vaksin angka polio di dunia sudah berkurang 90% dan cacar sudah berhasil diberantas.


Mengutip Daily Mail, grafik tersebut diterbitkan oleh Max Roser, seorang peneliti Oxford University dan pendiri situs web Our World in Data. Ia mempublikasikan ketika vaksin virus corona mulai diluncurkan dan berhasil meningkatkan harapan bahwa kehidupan akan segera kembali normal dengan tampilan data yang ada.


"Penyakit menular yang pernah merusak, menyakiti, melumpuhkan, dan membunuh banyak nenek moyang kita telah hilang jauh dari kehidupan dan ingatan kita. Hari ini ketika kita menghadapi pandemi COVID-19, ini adalah pertama kalinya bagi banyak dari kita yang mengalami satu penyakit menular," ucap Roser.


Sebelum COVID-19, cacar dianggap sebagai salah satu penyakit paling mematikan dalam sejarah manusia, menewaskan lebih dari setengah miliar orang mulai dari zaman Mesir kuno hingga 1978. Hampir sepertiga dari mereka yang tertular penyakit itu meninggal karenanya, sementara yang selamat mendapatkan dengan bekas luka. Hal itu mendorong dokter Inggris Edward Jenner untuk mengembangkan vaksin pertama di dunia.


Berikut ini adalah grafik dari keberhasilan vaksin memberantas penyakit-penyakit berbahaya di dunia:

https://maymovie98.com/movies/eiffel-im-in-love-2/


Apple Bela Privasi Pengguna, Facebook Ngomel


Facebook mengkritisi dan menuding Apple melakukan praktik anti-kompetitif, yang memanaskan perselisihan keduanya yang sudah terjadi selama beberapa bulan ke belakang.

Tudingan Facebook ini dilontarkan setelah Apple mengubah aturan privasi di iOS 14. Tak tanggung-tanggung, Facebook memasang iklan sehalaman penuh di sejumlah surat kabar untuk memajang kritikan dan tudingannya ini.


Aturan yang dimaksud ini bakal membatasi kemampuan aplikasi untuk mengumpulkan data dari pengguna ponsel, yang nantinya bakal dijadikan target untuk iklan mereka.


I’m pretty certain #Facebook is fighting #Apple to retain access to personal data. #PID #privacy. #fullpagead #wsj pic.twitter.com/029WwaGSs0


— Dave Stangis (@DaveStangis) December 16, 2020


"Apple berkelakuan antikompetitif dengan memanfaatkan kontrol mereka terhadap App Store untuk mengeruk keuntungan dari para kreator dan pebisnis kecil," tulis Dan Levy, Facebook Vice President for Ads and Business Products.


Apple pun langsung mengeluarkan pernyataan terhadap tudingan ini. Mereka menyebut dengan aturan baru ini, Facebook tak perlu mengubah pendekatan mereka saat memantau pengguna dan menjadikan mereka sebagai target iklannya.


Dengan aturan ini, Facebook harus memberikan opsi kepada penggunanya yang memakai perangkat Apple, apakah mereka menginginkan jadi target dari praktik Facebook tersebut, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (18/12/2020).


"Kami percaya bahwa ini adalah sebuah masalah kecil terkait membela pengguna kami. Pengguna harus mengetahui saat data mereka dikumpulkan dan disebar ke aplikasi dan situs lain -- dan mereka seharusnya punya pilihan untuk menginginkan hal itu atau tidak," tulis Apple dalam pernyataannya.


Sebelumnya diberitakan, Apple akan mengambil tindakan tegas dengan menghapus aplikasi dari App Store jika tidak mematuhi fitur privasi baru. Fitur tersebut akan memungkinkan pengguna untuk memblokir pengiklan agar tidak melacak mereka di berbagai aplikasi.


Fitur tersebut dinamai App Tracking Transparency yang awalnya direncanakan rilis pada tahun ini namun ditunda agar dapat memberikan waktu lebih banyak bagi pengembang untuk melakukan perubahan pada aplikasi mereka dan mengatasi masalah privasi.

https://maymovie98.com/movies/eiffel-im-in-love/

Bill Gates dan Jeff Bezos Suntik Dana untuk Startup Pesawat Hidrogen

 Sebuah startup pengembang pesawat berbahan bakar hidrogen mendapatkan dukungan dari dua konglomerat teknologi, pendiri Microsoft Bill Gates dan CEO Amazon Jeff Bezos. Penciptaan psawat hidrogen bertujuan mempercepat perjalanan udara komersial tanpa emisi.

ZeroAvia, nama startup tersebut, mengumumkan telah mengumpulkan USD 21,4 juta dalam pendanaan seri A dari investor, termasuk Climate Pledge Fund milik Amazon, Breakthrough Energy Ventures yang didirikan Bill Gates, dan Shell Ventures. Investor lainnya ada Ecosystem Integrity Fund, Horizons Ventures, dan Summa Equity.


Dikutip dari The Hill, Bezos mendirikan Amazon Climate Pledge tahun lalu untuk mendukung pengembangan teknologi berkelanjutan sehingga Amazon dan perusahaan lain dapat mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2040, 10 tahun sebelum Perjanjian Iklim Paris.


Adapun pendanaan yang diperoleh ZeroAvia akan digunakan untuk pengembangan powertrain sel bahan bakar hidrogen ZA-600 yang saat ini sedang berlangsung. Pengembangan ini akan mengubah hidrogen menjadi listrik untuk menyalakan motor pesawat. ZeroAvia mengatakan, ZA-600 mampu menerbangkan pesawat berkapasitas 10 hingga 20 kursi hingga 500 mil.

https://maymovie98.com/movies/cjr-the-movie-fight-your-fear/


Selain itu, ZeroAvia mendapatkan USD 16,3 juta dari pemerintah Inggris untuk pesawat bertenaga hidrogen-listrik berkapasitas 19 kursi yang siap dirilis pada 2023. ZeroAvia juga bermitra dengan British Airways untuk membantu maskapai dalam mengalihkan armadanya dari penggunan bahan bakar fosil ke tenaga hidrogen.


"Pencapaian tonggak terbaru kami adalah menutup celah bagi industri penerbangan untuk memulai transisi dari bahan bakar fosil. Lebih dari 10 maskapai penerbangan siap menggunakan teknologi perusahaan kami begitu siap dijual pada 2023," kata pendiri dan CEO ZeroAvia Val Miftakhov.


Startup yang berkantor pusat di California ini berencana mengkomersialkan teknologinya selama tiga tahun ke depan dengan penerbangan pesawat dengan 20 kursi hingga 500 mil. Pada 2030, ZeroAvia berharap bisa menerbangkan pesawat bertenaga hidrogen dengan lebih dari 100 kursi.


September lalu, ZeroAvia melakukan uji penerbangan pesawat komersial bertenaga sel bahan bakar hidrogen pertama di dunia. Pesawat dengan enam tempat duduk lepas landas dari fasilitas penelitian dan pengembangan ZeroAvia di Cranfield, Inggris dan berhasil terbang selama 20 menit.


Investasi besar ini datang di tengah tekanan yang dihadapi industri penerbangan terkait meningkatnya emisi karbon yang berkontribusi pada pemanasan global. Industri penerbangan tercatat menyumbang lebih dari 1 miliar metrik ton karbon dioksida ke atmosfer tahun lalu.


Laporan terbaru dari Program Lingkungan PBB UNEP menemukan total emisi gas rumah kaca global meningkat rata-rata 1,4% setiap tahun sejak 2010, dengan peningkatan yang lebih tajam terlihat di seluruh dunia sebesar 2,6% pada 2019. Total emisi karbon dioksida setara dengan 59,1 gigaton tahun lalu, mencetak rekor baru yang mengkhawatirkan.

https://maymovie98.com/movies/check-the-store-next-door/