Kamis, 17 Desember 2020

Bill Gates: Butuh 3.000 Ahli untuk Lawan Pandemi Berikutnya

 Saat memberikan TED Talk pada tahun 2015, Bill Gates meramal akan ada penyakit menular yang lebih mengancam manusia ketimbang perang nuklir. Kini di tengah pandemi COVID-19, Gates meminta pemerintah dunia bersiap menghadapi pandemi selanjutnya.

"Kita harus melihat apa yang telah kita pelajari dari epidemi ini, karena akan ada epidemi lainnya yang akan datang," kata Gates dalam wawancara dengan CNN, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (17/12/2020).


Gates kemudian ditanya apa yang harus dilakukan pemerintahan Joe Biden untuk menghadapi pandemi berikutnya dengan lebih baik. Dedengkot Microsoft ini menekankan dibutuhkan kelompok global yang beranggotakan ahli penyakit menular.


"Kita membutuhkan tim ahli, sekitar 3.000 dari mereka di seluruh dunia, yang menangani penyakit menular. Ketika ada tanda pandemi, mereka akan, dengan kemampuan penuhnya bergeser dan fokus pada hal itu," jelasnya.


Selain tim ahli penyakit menular yang lebih kuat, Gates mengatakan meningkatkan jumlah tes bisa membantu Amerika Serikat dan negara lainnya untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik.


Bentuk persiapan lainnya yang disarankan Gates adalah mengizinkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau ahli untuk memberikan pesan yang jelas kepada publik, termasuk memberikan berita buruk agar semua orang bisa bersiap.


"Ini sudah cukup jelas: Kita akan menjadi lebih pintar di waktu selanjutnya," ucap Gates.


Gates mengatakan ia telah berbicara dengan presiden terpilih Joe Biden tentang 'roadmap' yang ia kembangkan untuk menangani krisis kesehatan publik di masa depan. Ia ingin yayasan Bill & Melinda Gates Foundation yang ia dirikan terlibat dalam dialog tersebut.


Lewat yayasan tersebut, Gates sudah menyumbangkan USD 1,75 miliar untuk menangani COVID-19 secara global. Tapi pria berusia 65 tahun itu mengatakan ia rela menyumbangkan miliaran dolar setiap tahunnya untuk mencegah bencana di masa depan.


"Selama kita mengingat bagaimana buruknya kondisi saat ini, kami bersedia membayar miliaran dolar setahun untuk mencegah bencana triliunan dolar," pungkasnya.

https://kamumovie28.com/movies/rasuk-2/


Misteri Suara Dentuman yang 150 Tahun Belum Terpecahkan


Suara dentuman misterius yang dijuluki sebagai Seneca Guns, rutin terdengar di berbagai negara seperti di pantai North Carolina di Amerika Serikat dan Indonesia. Kadang dentumannya cukup kuat untuk menggetarkan jendela, bahkan bangunan. Selama lebih dari 150 tahun, belum diketahui apa penyebab di baliknya.

Untuk mencoba memecahkan misteri ini, ilmuwan mencoba menggunakan data seismik untuk mencari sumber suara dentuman dan apa yang memicunya. Tapi dalam presentasi di American Geophysical Union (AGU), mereka mengaku masih belum berhasil walau mengetengahkan teorinya.


Teori yang sudah ada misalnya suara dari badai atau gempa Bumi di kejauhan, atau mungkin saja berasal dari latihan militer. Melalui data yang mereka kumpulkan, ilmuwan tidak menemukan catatan gempa Bumi yang terjadi bersamaan dengan dentuman itu sehingga penyebabnya kemungkinan hal lain.


Data dentuman dalam riset ini dilacak sampai tahun 2013. Kemudian mereka membandingkannya dengan data yang didapat dari EarthScope Transportable Array, jaringan 400 sensor atmosfer dan seismograph yang berada di 1.700 lokasi di AS.


"Secara umum, kami yakin dentuman ini adalah fenomena atmosfer, kami tidak berpikir ini berasal dari aktivitas seismik, kami berasumsi terjadinya di atmosfer, bukan di tanah," kata Eli Bird dari University of North Carolina yang melakukan riset ini.

https://kamumovie28.com/movies/kafir/

Dukung UMKM Go Digital, OCA Indonesia Luncurkan Program OCA UMKM

 OCA Indonesia meluncurkan program OCA UMKM untuk menggandeng UMKM agar dapat terdigitalisasi. Hal tersebut didorong adanya kondisi pandemi yang membatasi ruang gerak masyarakat dan menyebabkan perilaku konsumen berubah sehingga menuntut UMKM untuk segera go digital.

Chief Marketing Officer OCA Indonesia, Tiffany Krisnandya mengatakan saat ini pelaku bisnis mulai mengubah proses bisnisnya menjadi digital. Biaya yang lebih murah dan kemampuan menjangkau konsumen yang lebih luas lagi dinilai menjadi hal yang sangat dibutuhkan masyarakat.


"Penggunaan omni channel communication seperti OCA juga mampu memberikan pelaku usaha real time conversion sehingga pelaku dapat secara langsung mengukur keberhasilan pemasarannya. Dalam realitanya, tentu UMKM membutuhkan penyesuaian untuk bisa terdigitalisasi sepenuhnya," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/12/2020).


Seperti diketahui, UMKM adalah salah satu penopang perekonomian nasional di tengah keadaan ekonomi global yang rawan krisis. Bahkan Kemenkop UKM menargerkan ada 10 juta UMKM yang terdigitalisasi hingga akhir 2020.


Dengan pendekatan melalui program OCA UMKM, pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan layanan untuk meningkatkan komunikasi dengan pelanggan, meningkatkan awareness dan engagement konsumen dengan berbagai format melalui email, hingga pesan suara otomatis yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk keperluan pemasaran hingga customer service.


Sementara itu Deputy EVP Digital Exploration Telkom Indonesia, Ery Punta Hendraswara mengatakan UMKM harus berani untuk meninggalkan cara lama dalam berbisnis agar dapat bertahan. Menurutnya dengan bentuk layanan OCA, satu UMKM tetap bisa memabngun hubungan dengan pelanggan atau tetap produktif mencari calon pelanggan baru.


"Sehingga, walaupun di masa sulit seperti ini, UMKM akan tetap dapat mengembangkan bisnis dan meningkatkan penjualan. OCA Telkom Indonesia berharap dengan diluncurkannya produk OCA UMKM dan berbagai pelatihan daring yang rutin diadakan melalui webinar dan Instagram OCA Indonesia, UMKM mampu berkontribusi dalam percepatan digitalisasi," katanya.


Sebagai informasi, OCA Indonesia adalah salah satu inkubasi bisnis Telkom Indonesia yang menyediakan layanan omni channel communication seperti email blast, SMS blast, IVR call, dan WhatsApp blast.

https://kamumovie28.com/movies/doa-cari-jodoh/


Bill Gates: Butuh 3.000 Ahli untuk Lawan Pandemi Berikutnya


Saat memberikan TED Talk pada tahun 2015, Bill Gates meramal akan ada penyakit menular yang lebih mengancam manusia ketimbang perang nuklir. Kini di tengah pandemi COVID-19, Gates meminta pemerintah dunia bersiap menghadapi pandemi selanjutnya.

"Kita harus melihat apa yang telah kita pelajari dari epidemi ini, karena akan ada epidemi lainnya yang akan datang," kata Gates dalam wawancara dengan CNN, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (17/12/2020).


Gates kemudian ditanya apa yang harus dilakukan pemerintahan Joe Biden untuk menghadapi pandemi berikutnya dengan lebih baik. Dedengkot Microsoft ini menekankan dibutuhkan kelompok global yang beranggotakan ahli penyakit menular.


"Kita membutuhkan tim ahli, sekitar 3.000 dari mereka di seluruh dunia, yang menangani penyakit menular. Ketika ada tanda pandemi, mereka akan, dengan kemampuan penuhnya bergeser dan fokus pada hal itu," jelasnya.


Selain tim ahli penyakit menular yang lebih kuat, Gates mengatakan meningkatkan jumlah tes bisa membantu Amerika Serikat dan negara lainnya untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik.

https://kamumovie28.com/movies/d-o-a-4/