Rabu, 16 Desember 2020

Sederet Proyek BUMN RI di Luar Negeri: MRT Taiwan sampai Istana Afrika

 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tak hanya aktif menggarap infrastruktur dalam negeri saja. BUMN Karya itu juga turut terlibat dalam berbagai proyek di luar negeri.

Salah satunya dalam pembangunan proyek transportasi massal MRT Taiwan. WIKA terjun ke proyek ini setelah mendapat tawaran dari kontraktor terbesar di Taiwan, RSEA Engineering Corporation. Proyek ini merupakan pengerjaan jalur MRT inner ring road di kota New Taipei City. Jalur yang diberi nama Sanying Line ini nantinya akan membentang sepanjang 14,3 kilometer (Km) dan menghubungkan daerah Tucheng, Sanxia, dan Yingge dengan 13 stasiun pemberhentian.


Pembangunan proyek yang turut melibatkan 133 pekerja Tanah Air ini tengah fokus pada pengerjaan 4 station di daerah Yingge dan Sanxia yang rata-rata berjarak 1,2 Km antarstation.


Namun, sayangnya, BUMN karya itu belum mau terbuka soal progres proyek tersebut sampai saat ini.


"MRT Taiwan masih berprogres, proyeknya masih on going," ujar Direktur WIKA IKON Hermawan Dhewayanto ditemui di Pabrik Baja WIKA IKON Balaraja, Tangerang, Selasa (15/12/2020).


Masih di Taiwan, kabarnya WIKA kini tengah membidik proyek tender bandara di Taiwan.


"Kita juga mensasar ada proyek tender bandara tender ini harusnya di tahun 2020 tapi bergeser karena COVID-19 jadi kita lihat apakah 2021 dia akan open tender lagi," tambahnya.

https://trimay98.com/movies/asih-2/


Infrastruktur lainnya yang dikerjakan BUMN RI ada di halaman selanjutnya>>>


Selain itu, WIKA juga merupakan kontraktor dari proyek prestisius di Niger, yakni Istana Kepresidenan Republik Niger. Dalam proyek ini, WIKA bertanggung jawab menyelesaikan empat bangunan meliputi ballroom, head of state atau bangunan pendukung di sekitar ballroom, service building atau pusat kontrol dan pavillion of president atau tempat tinggal presiden beserta keluarga.

Saat ini tim proyek yang terdiri dari kurang lebih 70 pekerja asal Indonesia yang sedang fokus pada penyelesaian bangunan ballroom dan mengejar target untuk segera rampung pada Februari 2021 mendatang.


"Kemudian yang lagi progres adalah pembangunan istana Niger kita masih on going progress, kira-kira progresnya 60%," katanya.


Lalu, ada juga proyek pembangunan perumahan susun di Aljazair. Dalam proyek senilai Rp 2,2 triliun itu WIKA akan membangun perumahan susun dengan total hampir 5 ribu unit.


"Aljazair masuk on progress pembangunan social housing itu progres sudah 70%," ungkapnya.


Terakhir, yang terbaru adalah proyek Multi Purpose Sport Complex atau Sport Center di Kepulauan Solomon. WIKA ditunjuk secara resmi oleh National Hosting Authority Represent of Solomon Island Government untuk membangun proyek senilai Rp 112 miliar tersebut.


Sport Center ini dibangun untuk penyelenggaraan Pacific Games 2023 turnamen antar negara Pasifik. Multi Purpose Sport Complex itu ditarget sudah bisa berdiri di atas lahan seluas 5.800 meter persegi pada 31 Desember 2022 mendatang.


"Yang terbaru adalah di Solomon si Kepulauan Pasifik, di Solomon itu kita mengerjakan sport center, karena mereka akan mengadakan Pacific Games ya jadi kayak semacam SEA Games-nya pasifik lah, itu akan diadakan di Solomon dan kita dapat proyek membangun sport centernya. Progress-nya masih under 10% ya karena dia baru mulai," paparnya.

https://trimay98.com/movies/asih/

Kisah di Balik Buwas 'Nyemplung' ke Bisnis Kopi

 Setelah mengenalkan Kopi Jenderal di Jakarta saat ulang tahun ke-60-nya, Dirut Bulog Budi Waseso alias Buwas kembali meluncurkan kafe Kopi Jenderal jilid II di Bandung. Lokasi tepatnya berada di Jalan R.E. Martadinata No. 219 Kota Bandung.

Gaya bangunan yang mempertahankan existing site bergaya heritage Belanda kuno menjadi daya tarik pengunjung. Apalagi di bagian dalamnya terdapat mesin roaster yang dapat memuat 25 kilogram biji kopi dan bisa menjadi tontonan saat santap makanan di sana.


Ruanganya pun cukup luas dan bervariasi, ada bagian indoor dan outdoor di lantai satu dan dua. Penggunaan aksesoris tanaman hijau juga menambah nuansa asri kedai Kopi Jenderal. Bahkan di bagian samping sengaja ditanam pohon Kopi Puntang.


Pada kesempatan tersebut, Buwas dengan menggunakan apron barista memperlihatkan kelihaiannya dalam proses roasting modern biji kopi nusantara. Kepada pengunjung yang terbatas, ia menjelaskan tahap demi tahap roasting biji kopi nusantara.


Buwas bercerita nama Kopi Jenderal diangkat dari era dia masih menyandang pangkat Jenderal. Selain itu, pengelolaan kopi nusantara juga menjadi cita-citanya saat masih menjadi Kepala BNN.

https://trimay98.com/movies/sabar-ini-ujian/


Dia 'menyulap' ladang ganja di Aceh menjadi perkebunan kopi.


"Waktu di BNN saya punya program alternative development di Aceh menghilangkan tanaman ganja dengan tanaman kopi. Nah itu berhasil," kata Buwas kepada detikcom di Kota Bandung, Selasa sore (15/12/2020).


Di Kopi Jenderal ini terdapat olahan minuman biji kopi dari Sabang sampai Merauke. "Beda-beda, ada kopi Gayo dari Aceh dari Padang, Garut, Medan sampai Papua pun ada. Nah inilah yang saya buat dengan nama Jenderal Kopi Nusantara," tuturnya.


Pembukaan gerai kedua ini, kata dia, lebih ditujukan untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat terhadap produktifitas dari beragam jenis kopi. "Saya mengembangkan kopi ini bukan untuk bisnis, niat saya mengedukasi masyarakat khususnya masyarakat petani melalui generasi muda. Makanya di sini tidak hanya kedai kopi tapi saya membuat sekolah kopi, itu ruangannya ada di sana," kata Buwas sambil menunjukkan salah satu ruangan kafe Kopi Jenderal.

Dia menilai, kopi Indonesia memiliki nilai yang besar di pasar global jika kualitasnya terjaga dari mulai menanam, memanen, hingga pengolahan. Hanya saja, tidak semua petani menyadari hal tersebut.


"Di Bandung ini saya bermaksud ingin menurunkan ilmu pemahaman tentang kopi sehingga nanti generasi muda kita bisa mengedukasi petani bagaimana mengelola kopi dengan baik. Sampai hari ini kopi Indonesia terkenal di Eropa. Bandung itu kan kemarin pernah juara kopi dari gunung puntang," ujarnya.


"Potensi pasar kopi kita terbuka lebar, persoalannya satu (yaitu) kita tidak memenuhi kualitas sesuai dengan kemauan mereka. Maka kita kalah bersaing dengan Vietnam, Afrika, dan lain-lain. Ini tantangan buat kita, sebenarnya kalau kita dapat mengolah kopi dengan baik kita bisa mengeluarkan (impor) kopi dengan kualitas tinggi," pungkas Buwas.

https://trimay98.com/movies/roh-mati-paksa/