Rabu, 16 Desember 2020

Eks Timses Jokowi di Komisaris Bank Syariah BUMN

 Bank Syariah Indonesia sudah resmi dibentuk. Struktur kepengurusan bank ditata ulang, mulai dari dewan pengawas syariah, dewan komisaris, hingga dewan direksi. Salah satu komisarisnya merupakan relawan atau eks Timses Jokowi saat pemilihan presiden periode 2019 lalu.

Bank Syariah Indonesia sendiri merupakan gabungan tiga bank syariah milik bank BUMN yakni BNI Syariah, Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BRISyariah. Ko


Dengan penggabungan ketiga bank ini maka struktur kepengurusan bank ditata ulang. Mulai dari dewan pengawas syariah, dewan komisaris hingga dewan direksi. Salah satu komisarisnya merupakan eks tim sukses atau relawan Jokowi saat pemilihan presiden periode 2019 lalu.


Eks Relawan atau eks Timses Jokowi, M Arief Rosyid Hasan menjadi komisaris independen. Dia sebelumnya pernah menjadi relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019.


Sebelum menjabat sebagai Komisaris Independen di Bank Syariah mandiri, aktif di sejumlah organisasi misalnya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (2013-2015), Ketua Pemuda di Dewan Masjid Indonesia (2017-sekarang), Wasekjen BPP HIPMI (2019-sekarang), dan menginisiasi sejumlah kolaborasi dengan anak muda di Masjid hingga di Lembaga Pemasyarakatan.


Lalu Mulya E Siregar menjadi komisaris utama merangkap komisaris independen. Mulya mengawali karir di Bank Indonesia, kemudian dia juga sempat menjadi Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 1 Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pria lulusan Institut Pertanian Bogor bidang sosial ekonomi pertanian ini sebelumnya menjadi komisaris utama Bank Syariah Mandiri (BSM).


Kemudian Suyanto menjadi komisaris. Suyanto sebelumnya adalah komisaris independen BSM sesuai dengan keputusan sirkuler pemegang saham tanggal 3 April 2020.


Masduki Baidlowi Sebelum menjabat sebagai Komisaris Bank Syariah Mandiri, dia adalah staf khusus Wakil Presiden Bidang Informasi dan Komunikasi yang sekaligus sebagai juru bicara Wakil Presiden periode 2019 -sekarang.

Pada periode 2004-2009 beliau menjadi Anggota DPR RI (Pimpinan Komisi X bidang pendidikan), Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang pendidikan periode 1999- sekarang, Ketua Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bidang informasi dan komunikasi 2014-sekarang.


Imam Budi Sarjito Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Risiko Perusahaan BNI (2015-2018), Komisaris PT Bank BNI Syariah (2012-2015), Pemimpin Divisi Enterprise Risk Management BNI (2011-2015), dan Pemimpin Divisi Perencanaan Strategis BNI (2005-2011).


Selain itu juga ada nama Sutanto sebagai komisaris, Bangun S Kusmulyono sebagai komisaris Independen, Komarudin Hidayat sebagai komisaris independen dan Eko Suwardi sebagai komisaris independen.

https://trimay98.com/movies/mangga-muda/


Intip 6 Ide Bisnis Kreatif di Xcelerate Business Competition


Di zaman serba digital ini, ada banyak peluang untuk membangun sebuah bisnis. Dalam rangka mencetak creativepreneur di Indonesia, XL PRIORITAS bersama detikcom menghadirkan Xcelerate Business Competition. Adapun acara ini bertujuan sebagai wadah untuk mengumpulkan ide-ide bisnis yang kreatif.

Dari Xcelerate Business Competition, terdapat 6 finalis yang lolos ke grand final. Setiap finalis ini menghadirkan ide yang unik, bahkan belum pernah ada sebelumnya. Penasaran apa saja keenam ide bisnis dari mereka? Berikut ulasannya.


1. Healtea


Teh herbal mungkin memang sudah tidak asing lagi, tapi bagaimana kalau teh tersebut diseduh langsung dari daun atau bunganya? Di kompetisi ini, Muhammad Yazid Huda menghadirkan Heltea, sebuah teh herbal yang punya cara penyajian unik.


"Untuk penyajiannya, konsumen cukup ambil 4-5 bunga dan masukkan ke dalam gelas ukuran 250 ml, kemudian tuangkan air hangat lalu aduk. Untuk menambah rasa dapat ditambahkan madu atau perasan lemon," ujarnya dalam acara Xcelerate Business Competition, Selasa (15/12/2020).


Yazid juga menjelaskan Healtea memiliki banyak varian berbeda mulai dari greentea, rosebud tea, genmaicha tea, lavender tea, hingga blue butterfly tea. Lewat tagline #StayHealthyWithOurTea, Yazid mengatakan Healtea dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.


Bukan hanya itu saja, Healtea juga punya kemasan unik yang terbuat dari botol kaca dengan tutup kayu. Di setiap kemasan, Healtea juga menyertai filosofi dari setiap teh.


"Kami memastikan bahwa seluruh proses yang dilakukan akan terjamin kebersihan dan khasiatnya mulai dari supplier botol kaca, supplier bunga, dan box dipastikan merupakan supplier terbaik," paparnya.

https://trimay98.com/movies/djoerig-salawe/

Selasa, 15 Desember 2020

Neraca Dagang RI Tekor Dari China, Hong Kong dan Australia

 Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan neraca dagang Indonesia tekor atau defisit dengan tiga negara, yaitu China, Hong Kong, dan Australia di November 2020.

"Dengan Tiongkok kita alami defisit," kata Suhariyanto dalam video conference, Selasa (15/12/2020).


Suhariyanto merinci, neraca perdagangan Indonesia dengan China defisit sebesar US$ 572,6 juta di November 2020. Hal itu dikarenakan nilai ekspornya US$ 3,31 miliar dan impornya US$ 3,89 miliar. Sementara nilai defisit dengan Hong Kong sebesar US$ 198 juta karena nilai ekspornya US$ 124 juta dan impor sebesar US$ 322 juta, dan dengan Australia defisit sebesar US$ 142,6 juta karena nilai ekspornya US$ 230,2 juta dan impornya US$ 372,8 juta.


Meski tekor sama China, neraca dagang Indonesia masih surplus alias menang dengan Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina di November 2020.


"Kita surplus pada AS pada November US$ 948,7 juta, dengan India kita surplus, sementara dengan Filipina juga masih surplus," katanya.


Jika dilihat secara rinci, surplus sebesar US$ 948,7 juta dengan negeri Paman Sam karena nilai ekspornya US$ 1,60 miliar dan impornya US$ 657 juta. Dengan India surplus US$ 603,8 juta karena nilai ekspornya sebesar US$ 963,4 juta dan impornya US$ 359,6 juta. Sementara dengan Filipina surplus US$ 523,4 juta karena nilai ekspornya US$ 574,3 juta dan impornya US$ 523,4 juta.


BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 2,61 miliar pada November 2020. Surplus dikarenakan nilai ekspor lebih besar daripada impor. Adapun nilai ekspor tercatat US$ 15,28 miliar dan nilai impor sebesar US$ 12,66 miliar.


Jika dilihat secara kumulatif, BPS melaporkan neraca dagang Indonesia masih surplus US$ 19,66 miliar selama Januari-November 2020. Hal itu berasal dari nilai ekspor yang sebesar US$ 146,7 miliar dan impor senilai US$ 127,1 miliar.

https://tendabiru21.net/movies/satria-dewa-gatotkaca/


Ganjar Sontek Jerman hingga China Kembangkan Vokasi di Jateng


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menaruh perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan vokasi. Dia menilai vokasi menjadi upaya yang ampuh untuk menyerap tenaga kerja di provinsinya.

Menurut Ganjar pembenahan pendidikan vokasi di Indonesia adalah menyelaraskan kebutuhan dari industri dengan kurikulum. Untuk mengetahui itu, Ganjar juga belajar dari Jerman.


"Sebenarnya matching proses ini harus dilakukan. Saya telepon Dubes RI di Jerman, saya tanya di Jerman kan vokasinya sukses banget, itu ternyata karena industrinya bekerja sama dengan SMK di sana," ucapnya dalam Webinar Nasional: Vokasi dan Kekuatan Ekonomi Daerah yang disiarkan CNBC Indonesia TV, Selasa (15/12/2020).


Ganjar juga sempat meminta organisasi di Jerman untuk membantu membenahi SMK di Indonesia. Menurut mereka SMK di Indonesia sudah bagus namun kurikulumnya masih perlu diperbaiki dan tempat praktik yang diperbanyak.


Selain itu Ganjar juga belajar pengembangan vokasi dari China. Bahkan hubungannya sudah lebih jauh, yakni Jateng sudah menjalin kerja sama dengan Provinsi Fujian di China yang dia lihat pendidikan vokasinya sudah begitu maju.


"Saya lihat bagaimana SMK di Fujian itu bekerja sama dengan perusahaan mobil besar Eropa. Bahkan sekolahnya itu gambar logo mobil Eropa itu," ucapnya.


Ganjar menawarkan kepada pihak Fujian untuk bertukar anak magang.

https://tendabiru21.net/movies/miracle-in-cell-no-7-3/