Senin, 14 Desember 2020

Deretan Gejala COVID-19 yang Tak Terbayangkan, Anosmia hingga Delirium

 Gejala COVID-19 yang dialami setiap pasien dapat berbeda-beda, mulai dari gejala umum sampai gejala yang jarang ditemukan. Selain batuk, pilek, dan kelelahan yang sudah menjadi gejala umum, muncul dua gejala COVID-19 lain, yakni anosmia dan delirium.

Anosmia atau hilangnya penciuman menjadi salah satu gejala COVID-19 di mana pasien sulit mengenali bau dan berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Gejala COVID-19 ini juga membuat pasien sulit merasakan makanan normal sehingga mereka sering frustasi.


Dikutip dari Times of India, gejala COVID-19 ini bisa melindungi orang dari tanda-tanda mematikan lainnya akibat COVID-19, yaitu serangan pernapasan dan peradangan atau inflamasi. Beberapa ahli percaya bahwa anosmia menjadi salah satu gejala COVID-19 yang tidak berbahaya dan merupakan pertanda baik dari infeksi Corona.


Banyak dokter mengatakan bahwa pasien yang mengalami kehilangan penciuman hanya menderita batuk ringan akibat virus Corona. Selain itu, dokter di India mengatakan, pasien yang terkena Corona sedang hingga parah dan membutuhkan perawatan ICU jarang sekali mengalami gejala COVID-19 berupa anosmia.


Akibat anosmia, seseorang mungkin tidak bisa mencium bau rempah-rempah, manisan dan makanan asam yang biasanya memiliki bau menyengat dibandingkan makanan lain. Bahkan gejala COVID-19 ini bisa menurunkan nafsu makan karena lidahnya tak bisa merasakan apapun.

https://movieon28.com/movies/di-bawah-umur/


Selain anosmia, ada lagi gejala COVID-19 lainnya, yakni delirium. Delirium adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami kebingungan berat serta berkurangnya kesadaran.


"Delirium adalah keadaan kebingungan di mana seseorang merasa tidak terhubung dengan kenyataan, seolah sedang bermimpi," kata Javier Correa, peneliti dari University of Catalonia (UOC).


Para dokter pun mengingatkan bahwa gejala COVID-19 ini bisa memicu gangguan otak bahkan mengganggu kondisi mental pasien. Biasanya, delirium dialami oleh kelompok lanjut usia (lansia).


Lalu, apa kaitan delirium dengan COVID-19 dan bagaimana ciri-cirinya?


Studi dalam Journal of Clinical Immunology and Immunotherapy mempelajari kaitan delirium sebagai gejala COVID-19 dengan virus Corona yang memengaruhi kinerja otak sebagai sistem saraf pusat. Para peneliti menemukan adanya indikasi bahwa COVID-19 juga memengaruhi sistem saraf pusat dan mengakibatkan perubahan neurokognitif, seperti sakit kepala dan delirium.


Berdasarkan studi tersebut, delirium dapat dipicu oleh tiga faktor, yakni:


- Hypoxia


Kondisi ini terjadi ketika jaringan otak kekurangan kadar oksigen yang dapat menyebabkan pembengkakan saraf dan edema. Gejala COVID-19 ini juga berdampak pada kerusakan eksternal / internal di otak.


- Peradangan


Delirium sebagai gejala COVID-19 dipicu oleh badai sitokin, di mana sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu aktif dan menyerang organ-organ. Hal ini juga dapat mengubah atau merusak fungsi otak.


- Toksisitas neuronal


Gejala COVID-19 ini dianggap sebagai komplikasi yang jarang terjadi. Kondisi ini menyebabkan virus SARS-COV-2 secara langsung mengganggu fungsi saraf pada tingkat sel, bahkan sebelum mencapai rongga paru-paru.


Berikut ciri-ciri seseorang mengalami delirium yang bisa menjadi gejala COVID-19 dan perlu diwaspadai:


1. Sulit fokus dan mudah teralihkan

2. Suka melamun dan lambat bereaksi

3. Daya ingat menurun

4. Kesulitan berbicara

5. Berhalusinasi

6. Mudah tersinggung dan mood berubah mendadak

7. Sering gelisah

8. Kebiasaan tidur berubah.

https://movieon28.com/movies/the-4-exes/

Minggu, 13 Desember 2020

Seks Oral yang Disukai Pria, Adakah Manfaatnya?

 - Oral seks menjadi aktivitas seks yang disukai pria. Bagi sebagian pria seks oral adalah kegiatan yang lebih intim daripada penetrasi maupun intercourse itu sendiri.

Sementara bagi wanita, oral seks bukan hal yang mereka ingin lakukan. Perasaan jijik dan tidak yakin akan higienitas membuat wanita mengurungkan niat untuk memberikan 'perlakuan khusus' terhadap organ intim pasangannya.


Kenapa pria suka seks oral? Kombinasi teknik memainkan bibir, lidah dan gerakan mulut tertentu mampu membuat para pria merasakan sensasi yang mendebarkan. Hal yang semakin membuatnya menikmati kegiatan ini adalah karena secara fisik dan psikis sehingga mereka merasakan relaks tingkat tinggi.


Secara psikologis, pria sering merasakan manfaat oral seks adalah cara wanita menunjukkan bagaimana ia menerima pria tersebut apa adanya dan keseluruhan dirinya. Seperti dikutip dari Live Strong, seks oral akan membuat pria merasa sebagai seseorang yang spesial dan dicintai.


Seperti dikutip AskMen, beberapa pria bahkan percaya bahwa oral seks membuat sosok istri semakin tak tergantikan dan menjaganya dari aktivitas 'jajan' di luar atau perselingkuhan fisik.


Lantas seberapa seringkah wanita seharusnya memberikan oral seks bagi pasangannya? Jawabannya bervariasi sesuai preferensi dari rumah tangga masing-masing pasangan. Jika sesering mungkin jawabannya, sang pria juga harus siap memberikan hal yang sama bagi istrinya.


Tips Oral Seks

Bagi istri yang ingin memberikan suami oral seks, berikut tips agar aktivitas seks oral lebih nyaman untuk dilakukan:


1. Bermain Rasa dengan Makanan

Makanan bisa diandalkan untuk membuat pengalaman seks oral berbeda dari biasanya. Misalnya dengan melumuri organ intim pasangan dengan saus coklat atau whipped cream, dan rasakan sensasinya. Tidak hanya membuat seks oral terasa lebih nikmat, cara ini juga memotivasi suami-istri untuk mencoba seks yang lebih eksploratif.


2. Pakai Lubrikan Berasa Manis

Selain makanan, opsi lain adalah menggunakan lubrikan yang aman untuk dikonsumsi. Pilih rasa favorit yang menggugah selera, seperti buah-buahan yang manis. Saat sudah terlumuri, barulah berikan aksi seks oral terbaik pada pasangan.


3. Perhatikan Kebersihan

Jika kebersihan menjadi perhatian, pastikan tubuh suami, terutama bagian 'vital'-nya benar-benar dalam keadaan bersih. Jangan sampai keringat atau bau lembab mengurangi gairah.

https://cinemamovie28.com/movies/milea/


5 Mitos Seputar Seks Oral yang Sering Dipercaya Orang


Seks oral menjadi salah satu alternatif aktivitas seks yang kerap dilakukan pasangan untuk menghindari kejenuhan bercinta. Namun banyak mitos dan anggapan seputar seks oral yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

Mitos-mitos berikut ini, sudah terbukti keliru. Cari tahu agar kamu tidak salah langkah memberi atau menerima kenikmatan dengan suami/istri.


1. Semakin Dalam Seks Oral, Semakin Hebat Kenikmatannya


Mitos menyebutkan semakin dalam penetrasi seks oral ke dalam mulut, maka sensasinya akan lebih hebat. Anggapan ini menimbulkan pemahaman bahwa seks oral harus dilakukan sedalam mungkin agar kenikmatannya lebih maksimal. Jika kamu sanggup melakukannya untuk pasangan, mungkin menjadi sebuah 'bakat terpendam'. Tapi belum tentu diperlukan.


Jika kamu sanggup, silakan dilakukan tapi janganlah memaksakan diri apabila hal itu membuat tidak nyaman apalagi sampai menyakiti tenggorokan. Seks haruslah menjadi aktivitas yang timbal balik, artinya bisa dinikmati pasangan maupun Anda sendiri.

https://cinemamovie28.com/movies/eat-pray-love/