Sabtu, 12 Desember 2020

Harga Tes Corona Ala UGM Cuma Rp 15 Ribu, Bagaimana Akurasinya?

 Lebih murah dari rapid test maupun swab, tes Corona Genose besutan Universitas Gadjah Mada (UGM) hanya perlu mengeluarkan biaya 15 ribu rupiah setiap tesnya. Hal ini diungkap Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro.

Rincian dari biaya 15 ribu rupiah digunakan untuk operator, energi dan plastik khusus sebagai media pengecekan napas. Tes Corona ini mendeteksi COVID-19 melalui hembusan napas dan berlangsung selama tiga menit.


"Perkiraannya per pemeriksaannya itu, kalau dihitung sama operator, listrik, dan lalu plastiknya Rp 7-8 ribu rupiah, maka perkiraannya per satu tes itu sekitar Rp 15 ribu aja. Jadi ini murah dan akurat," jelas Bambang dalam sebuah webinar, Jumat (11/12/2020).


Bagaimana dengan akurasinya?

Beberapa waktu lalu, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, melalui uji coba tahap pertama di rumah sakit Bhayangkara, tes Corona Genose menunjukkan tingkat akurasi mencapai 97 persen.


Per Oktober lalu, uji klinis disebut akan memasuki tahap kedua dengan target 1.600 pasien atau 1.600 sampel yang dilakukan di 10 rumah sakit. Melalui uji klinis tahap kedua diharapkan tingkat akurasinya bisa lebih besar dan siap dipakai masyarakat luas.


"Saat ini sedang dilakukan uji validasi tahap kedua dari GeNose. Ini adalah inovasi dari UGM (Universitas Gadjah Mada) yang bersifat analisa atau deteksi virus COVID-19 dengan menggunakan hembusan napas kita. Ini adalah suatu inovasi yang luar biasa karena bisa mendeteksi virus COVID-19 secara akurat, di dalam uji validasi tahap pertama di suatu RS di Jogja akurasinya mencapai 97 persen dibandingkan PCR test," kata Bambang dalam konferensi pers virtual tentang Pengembangan Vaksin, Terapi dan Inovasi COVID-19 beberapa waktu lalu.


Kapan akan siap didistribusikan?

Bambang kala itu menyampaikan tes Corona Genose diperkirakan bisa disebar akhir tahun 2020 untuk digunakan pada 100 ribu pengujian. Mulai dari akhir November hingga Desember 2020.


Namun, sayangnya hingga kini tes Corona Genose masih belum bisa diedarkan ke masyarakat. Masih perlu izin edar dari Kementerian Kesehatan.


"Pada dasarnya, alat ini sudah siap semua. Siap juga diproduksi masal dan dipakai. Cuma dari pembicaraan terakhir dengan para pengembang di UGM, mereka bilang masih ada satu final report yang harus di-submit ke Kemenkes untuk dapat izin edar," jelas Bambang.

https://nonton08.com/movies/the-youngest-sister-in-law/


Kisah-kisah Dramatis Program Bayi Tabung, Ada yang Embrionya Tertukar


Bagi para pasutri yang lama tak memiliki momongan, mereka bisa mencoba program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Meskipun biaya yang dikeluarkan tak sedikit, metode ini bisa dijadikan solusi agar segera memiliki anak.

Program bayi tabung menjadi teknologi reproduksi berbantu (TRB) dengan cara mengawinkan sperma dalam jumlah tertentu dengan sel telur. Hasil perkawinan ini akan diletakkan dalam sebuah cawan dan banyak metode bayi tabung yang berhasil hingga sukses melahirkan.


Ada beberapa kisah unik mengenai program bayi tabung, termasuk kasus embrio tertukar hingga mendapat anak kembar delapan. Bagaimana kisahnya?


1. Embrio tertukar

Menikah sejak 2012 dan belum memiliki momongan, pasutri berinisial AP dan YZ memutuskan untuk mengikuti program bayi tabung di sebuah klinik kesuburan. Proses bayi tabung berjalan lancar hingga sang istri yang keturunan Asia berhasil mengandung anak kembar.


Namun, keanehan terjadi pasca ia melahirkan. Ternyata, AP melahirkan sepasang bayi dari pasangan lain karena pihak klinik salah memasukkan embrio ke rahimnya. Ia melahirkan dua bayi non-Asia yang masing-masing memiliki genetik pasien lain di klinik tersebut.


Pasangan asal New York ini mengajukan gugatan ke pihak klinik karena merasa telah dibohongi. Mereka sangat kecewa dan mengalami kerugian baik secara fisik maupun emosional, karena sudah cukup lama menantikan anak.


Mereka menuduh klinik tersebut melakukan malapraktek medis dan kelalaian, hingga mereka rugi Rp1,4 miliar. Tak sampai di situ, AP dan YZ dipaksa untuk menyerahkan kedua bayi mereka kepada orang tua genetik asli.


Ada juga yang mendapatkan bayi kembar 8 lewat bayi tabung. Bagaimana kisahnya?


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

https://nonton08.com/movies/my-wifes-new-mom/

Jumat, 11 Desember 2020

8 Hal yang Diam-diam Diinginkan Wanita Saat Bercinta

 Preferensi seksual tiap orang akan berbeda, khususnya pada wanita. Itu karena preferensi atau kecenderungan seksual dapat membuat seseorang bersemangat dan mungkin memiliki efek yang sangat berbeda bagi orang lain.

Meski setiap orang berbeda, ada beberapa hal yang harus selalu diingat saat berhubungan seks dengan wanita. Karena bagi para wanita, seks bukan hanya soal kenikmatan saja tetapi ada hal seperti komunikasi yang membuat hubungan lebih intens.


Dikutip dari Cosmopolitan, berikut delapan hal yang diam-diam diinginkan wanita saat bercinta.


1. Beri waktu dan perhatian

Seksolog Gail Crowder menyarankan untuk melakukan seks secara perlahan.


"Mulailah dari atas kepala sampai ke ujung jari kaki kami. Wanita benar-benar membutuhkan waktu 10-20 menit untuk mencapai orgasme, jadi memiliki pasangan yang sabar membantu kami mengalami kepuasan seksual," ujar Crowder.


2. Melakukan berbagai posisi seks

Melakukan hal-hal baru seperti mencoba posisi seks akan sangat menggairahkan. Seksolog Sweet Vibes Tyomi Morgan menyarankan utuk lebih berksperimen dengan posisi seks yang berbeda, berhubungan seks di tempat yang berbeda, atau menggunakan mainan. Melakukan gerakan sama dan di tempat sama saat seks menjadi hal yang tidak menarik bagi wanita.


3. Berpelukan

Banyak wanita ingin dipeluk maupun spooning. Meskipun preferensi ini akan berbeda pada setiap orang, kamu bisa bertanya pada pasangan apakah ia ingin dipeluk untuk membuatnya merasa nyaman.


4. Antusiasme

Wanita menganggap seksi pasangan yang sangat bersemangat untuk mencari tahu seberapa seksi dan menarik mereka. Para wanita juga tertarik jika pria memiliki gairah yang besar terhadap mereka. Katakan pada pasangan betapa kamu sangat menginginkan dan tidak pernah berhenti memikirkannya.


5. Berhati-hati melepaskan kondom

Anggaplah kamu dan pasangan akan menggunakan kondom saat bercinta. Jika ingin melepaskannya maka diskusikan terlebih dahulu. Bicarakan dengan pasangan jika akan melepaskan kondom agar seks tetap aman.


6. Orgasme

Biasanya pria akan lebih mudah orgasme, namun tidak dengan wanita yang membutuhkan waktu lebih lama. Pastikan pasangan anda mendapatkan orgasme saat bercinta dengan mengetahui beberapa tips yang bisa membantunya klimaks.


7. Berkomunikasi

Wanita akan suka jika pasangan bertanya tentang apa yang disukai dan diinginkannya. Berkomunikasi dengan pasangan saat bercinta bisa menambah intensitas hubungan.


8. Lakukan foreplay

Lakukan seks secara perlahan dan bersenang-senanglah. Wanita beranggapan bahwa foreplay sangat penting karena mereka membutuhkan waktu yang lebih lama mencapai gairah yang dibutuhkan untuk orgasme.

https://movieon28.com/movies/body-of-evidence/


Banyak Dikeluhkan Pasien, Sakit Mata Jadi Gejala Terbaru COVID-19?


Peneliti dari Anglia Ruskin University (ARU), Inggris, menemukan bahwa sakit mata menjadi salah satu gejala baru COVID-19. Bagaimana kaitan antara keduanya?

Menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open Ophthalmology, sakit mata menjadi indikator COVID-19 berbasis penglihatan yang paling signifikan. Penelitian dilakukan dengan metode pengisian kuesioner.


"Ini adalah studi pertama yang menyelidiki berbagai gejala mata yang mengindikasikan konjungtivitis dalam kaitannya dengan COVID-19, kerangka waktunya dalam kaitannya dengan gejala COVID-19 yang diketahui dan durasinya," jelas penulis utama Profesor Shahina Pardhan, Direktur Vision and Eye Research Institute di ARU.


Para peneliti meminta pasien positif COVID-19 mengisi kuesioner tentang gejala mereka, dan perbedaan gejala yang dialami sebelum mereka dites Corona.


Hasil studi menemukan bahwa sakit mata secara signifikan lebih umum terjadi ketika partisipan mengidap COVID-19, ada 16 persen melaporkan masalah tersebut sebagai salah satu gejala mereka. Hanya 5 persen yang melaporkan pernah mengalami kondisi tersebut sebelumnya.


Dikutip dari laman Science Daily, sekitar 18 persen orang melaporkan menderitafotofobia (sensitivitas cahaya) sebagai salah satu gejala mereka, ini hanya peningkatan 5 persen dari keadaan sebelumCOVID-19.

https://movieon28.com/movies/match-point/