Kamis, 10 Desember 2020

Wawali Kota Probolinggo Meninggal Kena COVID-19, Ini Gejala Picu Kondisi Fatal

 Wakil Walikota (Wawali) Kota Probolinggo, HM HM Soufis Subri meninggal dunia. Politisi Partai Demokrat itu meninggal di RSU dr Soetomo Surabaya, positif COVID-19.

"Iya benar, beliau meninggal sekitar pukul 05.50 WIB. Beliau datang Minggu (22/11/2020) dan meninggal tadi pagi," kata Direktur Penunjang Medik RSU dr Soetomo Prof Dr dr Hendrian SpMK kepada detikcom saat dihubungi, Rabu (9/12/2020).


Saat positif COVID-19, ada beberapa faktor yang bisa memperparah gejala bahkan memicu kondisi fatal. Di antaranya, faktor usia lanjut, penyakit penyerta dan respons kekebalan tubuh.


Selain itu, adapun kondisi fatal yang disebabkan happy hypoxia. Kondisi ini terjadi saat pasien COVID-19 memiliki saturasi oksigen yang rendah, namun tidak mengalami gejala sesak napas.


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menyebut, ada beberapa tanda atau gejala COVID-19 yang perlu diwaspadai karena memicu kondisi fatal hingga kematian.


Berikut tanda atau gejalanya:


Kesulitan bernapas

Nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada

Kebingungan

Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga

Bibir, wajah, atau kuku kebiruan (kondisi ini bisa menunjukkan happy hypoxia).

Meski demikian, sejauh ini lebih banyak pasien COVID-19 yang meninggal karena memiliki penyakit penyerta. Hal ini karena, sistem imun pada pasien COVID-19 yang memiliki penyakit penyerta cenderung akan lebih lemah, sehingga tidak mampu melawan infeksi virus Corona COVID-19.


"Jika sistem kekebalan tubuh tidak kuat, kemungkinan besar virus itu dapat berkembang biak di dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan parut. Sistem kekebalan akan melawannya dan menghancurkan jaringan paru yang sehat dalam prosesnya," kata Dr Sarah Jarvis GP, Direktur Klinis Patient Access, dikutip dari laman The Sun.

https://indomovie28.net/movies/koki-koki-cilik/


Kabar Baik! Vaksin AstraZeneca Diklaim Aman, Masuk Uji Klinis Tahap Akhir


 Vaksin COVID-19 Oxford Astrazeneca yang dikembangkan oleh farmasi Inggris AstraZeneca dan Universitas Oxford akan menjalani uji coba tahap akhir.

Dikutip dari laman CNBC, ada beberapa laporan independen yang diterbitkan dalam jurnal medis soal hasil sementara dari vaksin tersebut.


Studi yang dipublikasikan Selasa (8/12/2020) di The Lancet, menegaskan kembali temuan uji coba untuk vaksin yang menunjukkan efektivitas rata-rata 70 persen dalam melindungi seseorang dari virus Corona.


Hal ini juga mengkonfirmasi temuan untuk regimen dosis yang digunakan dalam uji coba, efektivitas 62 persen untuk dua dosis penuh dan kemanjuran 90 persen untuk regimen dosis setengah penuh.


Profesor Oxford yang memimpin proyek vaksinasi, Sarah Gilbert mengatakan, ini adalah hari yang sangat baik untuk Inggris. Serta mungkin hari terbaik yang dialami di tahun 2020.


"Tidak hanya hari ini kami melihat peluncuran pertama vaksinasi NHS melawan COVID-19, (tetapi) dari pihak kami, kami dapat menyajikan kepada Anda data kami dalam publikasi tinjauan sejawat lengkap dengan semua informasi yang diminta orang tentang kami," jelas Sarah Gilbert.


"Dan kami sekarang melihat bahwa vaksin itu aman, sangat efektif dan kami juga tahu bahwa vaksin itu dapat diproduksi dalam jumlah besar dan dengan harga yang rendah," papar dia.


Vaksin itu diharapkan akan mendapat persetujuan peraturan dalam beberapa minggu mendatang.

https://indomovie28.net/movies/keluarga-tak-kasat-mata/

Kata Dokter Soal Pembengkakan Jantung Seperti Dialami Melisha Indonesia Idol

 - Melisha Indonesian Idol meninggal dunia. Salah satu kontestan audisi ajang pencarian bakat menyanyi yang tereliminasi di babak Eliminasi 3 ini tutup usia karena pembengkakan jantung.

Hal ini disampaikan rekan Melisha. Melisha Indonesian Idol juga sempat disebut mengeluh lemas sebelum meninggal dunia.


"Jadi sudah dironsen, ditemukan ada pembengkakan jantung. Jadi emang udah lemes dari pagi or kemarin (nggak tau jelasnya ya guys). Terus mamanya cerita, mau dibawa ke RS dari kemarin, cuma Melisa bilang nggak usah, takut covid. Akhirnya hari ini bener-bener lemes dan terjadilah kejadian singkat ini," ujar Ellysia Belinda, sahabat Melisha Sidabutar.


Pembengkakan jantung umumnya terjadi saat seseorang mengidap tekanan darah tinggi hingga penyakit jantung iskemik. Apa saja sih yang bisa memicu pembengkakan jantung dan bagaimana mencegahnya?


dr Vito A Damay spesialis jantung dan pembuluh darah menjelaskan stres atau sedih berkepanjangan bisa menjadi faktor pembengkakan jantung. Pembengkakan jantung atau dalam bahasa inggris cardiomegaly bisa dipicu stres yang membuat pasien mengalami nyeri dada.

https://indomovie28.net/movies/kata-hati/


"Jadi ada yang disebut dengan broken heart syndrome dan ini bukan sekedar nama, jadi ini benar-benar sebuah penyakit, jadi penyakit yang disebut dengan kardiomiopati atau penyakit di mana ada gangguan fungsi jantung," jelas dr Vito dalam keterangan video di kanal YouTube @doktervito yang diterima detikcom Rabu (9/12/2020).


Ia menjelaskan, saat jantung membengkak, gejalanya ditandai dengan nyeri dada hingga sesak napas secara tiba-tiba. Hal ini juga bisa muncul saat suatu kejadian besar yang memicu stres menimpa seseorang dan rasa sakit di dada timbul menyerupai serangan jantung. Bagaimana contoh kasusnya? Simak di halaman berikutnya.


"Salah satu pasien yang pernah saya lihat adalah pasien yang mengalami kebakaran di rumahnya lalu semua surat-suratnya yang berharga itu terbakar hangus sehingga dia benar-benar merasakan depresi," beber dr Vito.

"Ketika dia mengalami kesedihan tersebut dia mengeluhkan sakit dada, dan sakit dada ini ketika dia datang seringkali menyerupai orang serangan jantung," lanjut dr Vito.


Ketika menghadapi kondisi pembengkakan jantung atau dalam bahasa inggris cardiomegaly, dr Vito menyebut perlu memeriksakan diri dan mendapat penanganan medis serupa seperti pasien serangan jantung. Hal ini dikarenakan orang yang mengalami pembengkakan jantung bisa diketahui melalui pemeriksaan USG jantung.


"Di situ bisa dilihat bahwa gambarannya seperti balon, terutama di bagian ujungnya kita bisa lihat bahwa wah ini bagian tertentu dari jantungnya itu tidak bisa memompa kembali makanya rasanya itu memang seperti orang yang sesak napas habis serangan jantung," pungkasnya.


dr Vito berpesan agar selalu mengetahui batas dari stres yang dirasakan. Mengelola stres atau kesedihan yang dilalui bisa mencegah terkena pembengkakan jantung seperti yang dialamiMelisha Indonesian Idol.

https://indomovie28.net/movies/jendral-soedirman/