Rabu, 09 Desember 2020

Alat Kontrasepsi Menembus Rahim, Wanita Ini Berakhir Amnesia

 Kisah pilu datang dari seorang ibu yang mengalami sakit punggung dan kehilangan ingatan usai alat kontrasepsi yang dipakai 'menembus' rahimnya. Adalah Trudy Truesdale, wanita 40 tahun yang semula merasa nyeri parah di bagian punggung.

Kala itu, ia sampai tidak bisa menggendong bayinya karena rasa sakit di punggung tak kunjung hilang. Ia mengaku bermasalah saat memasangkan IUD, alat kontrasepsi berukuran kecil.


Setelahnya, ia disebut kehilangan ingatan atau amnesia dan mengidap anemia usai mengalami pendarahan. Saat dibawa ke dokter, alat kontrasepsi IUD yang dipasang Trudy rupanya tak berada di rahim.


Sang dokter lantas langsung menjalani operasi selama 2 jam untuk melepaskan alat kontrasepsi yang ternyata telah menembus dinding rahim Trudy dan masuk ke kandung kemihnya. Selain mengalami pendarahan hebat akibat kondisi ini, ia juga merasa nyeri yang luar biasa hingga berat badannya ikut turun drastis.


"Saya menjadi anemia karena saya kehilangan begitu banyak darah, saya kekurangan zat besi dan saya mulai kehilangan ingatan," curhatnya, dikutip dari The Sun.


"Saya depresi dan sakit punggung bagian bawah dengan masalah ISK sampai-sampai saya tidak bisa menggendong bayi saya. Saya merasa seperti terjatuh sepanjang waktu," keluhnya lagi.


Akibat kondisi yang diidapnya, wanita asal Norwegia ini mengaku trauma dengan alat kontrasepsi. Ia berpesan agar wanita lain selalu berhati-hati dengan alat kontrasepsi dan sebisa mungkin memikirkan dampaknya seperti yang Trady alami.


Ia menyebut tidak bisa menggunakan pil KB kala itu lantaran alasan kesehatan. Namun, kondisi ingatannya kini sudah berangsur membaik meski kadang masih mengalami pendarahan.


"Kepercayaan diri saya sangat buruk dan sekarang saya memiliki bekas luka," tuturnya.

https://nonton08.com/movies/baywatch/


Melisha 'Indonesian Idol' Meninggal karena Jantung Bengkak, Kenali Gejalanya


Melisha Indonesian Idol meninggal dunia. Kabar duka berpulangnya kontestan Indonesian Idol ini dengan nama lengkap Melisha Sidabutar ini disampaikan akun Instagram Indonesian Idol pada Rabu (9/12/2020).

"'Beautiful soul is never forgotten'. Keluarga besar Indonesian Idol turut berduka cita atas berpulangnya 'Melisha Sidabutar'. Kontestan Top 35 #IdolSpecialSeason. Rest In Peace @melishapricilla," tulis akun tersebut.


Berdasarkan keterangan kerabat dekat, Melisha Indonesian Idol meninggal karena pembengkakan jantung atau dalam bahasa inggris disebut cardiomegaly. Dara 19 tahun itu sempat mengeluh lemas sebelum tiada.


"Jadi sudah dironsen, ditemukan ada pembengkakan jantung. Jadi emang udah lemes dari pagi or kemarin (nggak tau jelasnya ya guys). Terus mamanya cerita, mau dibawa ke RS dari kemarin, cuma Melisa bilang nggak usah, takut covid. Akhirnya hari ini bener-bener lemes dan terjadilah kejadian singkat ini," ujar Ellysia Belinda, sahabat Melisha.


Jantung bengkak seperti yang dialami Melisha Indonesian Idol saat meninggal bukanlah suatu penyakit melainkan pertanda kondisi klinis lainnya. Kondisi ini disebut juga dengan kardiomegali, pada beberapa orang bisa saja tidak menunjukkan gejala awal.


Dikutip dari Web MD, ada beberapa pasien yang mengalami gejala seperti merasa tak nyaman pada tubuh. Beragam penyebab jantung bengkak bisa terjadi karena hal-hal berikut:


- Stres jangka pendek

- Kondisi medis lain

- Melemahnya otot jantung

- Penyakit jantung koroner

- Irama jantung tidak normal


Kondisi jantung membengkak bisa diobati dengan prosedur medis dan obat-obatan atau operasi. Ada beberapa tanda dan gejala yang harus dikenali sedini mungkin agar jantung bengkak masih bisa diatasi.

https://nonton08.com/movies/insidious-the-last-key/


Wabah Misterius Sebabkan 400 Warga India Kejang-Pingsan, Inikah Penyebabnya?

 Jumlah warga India yang terinfeksi penyakit misterius terus bertambah hingga 400 orang. Ratusan orang tersebut berakhir dirawat di RS usai sebelumnya mengalami kejang-kejang hingga pingsan.

Dari ratusan orang tersebut, satu orang dinyatakan tewas, pria berusia 45 tahun. Tim dokter dari All-India Institute of Medical Sciences (AIIMS) sedang menyelidiki penyebab kematian kasus wabah misterius.


Dikutip dari Channel News Asia, hasil awal penyelidikan wabah misterius pada Selasa (8/12/2020) menunjukkan jejak partikel nikel dalam sampel darah pasien. Hal ini disampaikan pemerintah Andhra Pradesh, India, sementara rumah sakit setempat juga tengah menjalani tes pada pasien.


Para tim medis mengatakan kadar nikel yang tinggi dalam aliran darah dapat mengganggu perkembangan otak, sistem saraf, dan organ vital seperti jantung dan paru-paru. Pada hari sebelumnya, anggota parlemen federal GVL Narasimha Rao berbicara pada para ahli medis soal kemungkinan paparan zat organoklorin beracun.


"Itu adalah salah satu kemungkinan," kata Geeta Prasadini, direktur kesehatan masyarakat di Andhra Pradesh, menambahkan mereka sedang menunggu laporan tes untuk memastikan penyebabnya.


Hingga kini, tidak ada kasus serius baru yang terungkap dalam 24 jam terakhir selain pria 45 tahun yang dinyatakan tewas.


Organoklorin dilarang atau dibatasi di banyak negara setelah penelitian mengaitkannya dengan kanker dan potensi risiko kesehatan lainnya. Namun, beberapa polutan tetap berada di lingkungan selama bertahun-tahun dan menumpuk di lemak tubuh hewan dan manusia.


Tidak jelas seberapa luas bahan kimia tersebut digunakan di India. Apa bahaya paparan organoklorin?


"Paparan pestisida organoklorin dalam waktu singkat dapat menyebabkan kejang, sakit kepala, pusing, mual, muntah, tremor, kebingungan, kelemahan otot, bicara cadel, air liur dan berkeringat," kata otoritas kesehatan AS.

https://nonton08.com/movies/insidious-chapter-3/


Alat Kontrasepsi Menembus Rahim, Wanita Ini Berakhir Amnesia


Kisah pilu datang dari seorang ibu yang mengalami sakit punggung dan kehilangan ingatan usai alat kontrasepsi yang dipakai 'menembus' rahimnya. Adalah Trudy Truesdale, wanita 40 tahun yang semula merasa nyeri parah di bagian punggung.

Kala itu, ia sampai tidak bisa menggendong bayinya karena rasa sakit di punggung tak kunjung hilang. Ia mengaku bermasalah saat memasangkan IUD, alat kontrasepsi berukuran kecil.


Setelahnya, ia disebut kehilangan ingatan atau amnesia dan mengidap anemia usai mengalami pendarahan. Saat dibawa ke dokter, alat kontrasepsi IUD yang dipasang Trudy rupanya tak berada di rahim.


Sang dokter lantas langsung menjalani operasi selama 2 jam untuk melepaskan alat kontrasepsi yang ternyata telah menembus dinding rahim Trudy dan masuk ke kandung kemihnya. Selain mengalami pendarahan hebat akibat kondisi ini, ia juga merasa nyeri yang luar biasa hingga berat badannya ikut turun drastis.


"Saya menjadi anemia karena saya kehilangan begitu banyak darah, saya kekurangan zat besi dan saya mulai kehilangan ingatan," curhatnya, dikutip dari The Sun.


"Saya depresi dan sakit punggung bagian bawah dengan masalah ISK sampai-sampai saya tidak bisa menggendong bayi saya. Saya merasa seperti terjatuh sepanjang waktu," keluhnya lagi.


Akibat kondisi yang diidapnya, wanita asal Norwegia ini mengaku trauma dengan alat kontrasepsi. Ia berpesan agar wanita lain selalu berhati-hati dengan alat kontrasepsi dan sebisa mungkin memikirkan dampaknya seperti yang Trady alami.


Ia menyebut tidak bisa menggunakan pil KB kala itu lantaran alasan kesehatan. Namun, kondisi ingatannya kini sudah berangsur membaik meski kadang masih mengalami pendarahan.


"Kepercayaan diri saya sangat buruk dan sekarang saya memiliki bekas luka," tuturnya.

https://nonton08.com/movies/insidious-chapter-2/