Senin, 07 Desember 2020

Berkaca dari HP Gisel, Ini Cara Hapus Data Agar Benar-benar Bersih

 Data yang sudah dihapus dari kartu memori, atau berbagai perangkat seperti ponsel dan sejenisnya, masih bisa dibuka kembali dalam kondisi tertentu. Bagaimana caranya agar data tersebut benar-benar hilang?

Hal ini terjadi pada ponsel milik Gisel, setidaknya begitulah pengakuannya menurut pengacara Hotman Paris.


"Menurut pengakuan Gisel, handphone itu 3 tahun lalu dikasih ke manajernya dan dia sudah hapus. Entah kenapa bisa nongol," ungkap Hotman.


Menurut Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, data yang sudah dihapus itu sebetulnya tak benar-benar dihapus. Saat kita menghapus data dengan mengklik 'delete' di ponsel, yang dihapus itu hanya logika keberadaan data.


Selama tempat penyimpanan data masih tersisa, maka sebenarnya data yang sudah dihapus itu masih tersimpan di dalam ponsel. Data ini masih bisa ditampilkan kembali menggunakan program recovery data, dengan tingkat keberhasilan tinggi jika sisa tempat penyimpanan data masih besar.


"Kalau sisa memory cardnya masih banyak tingkat keberhasilan sangat tinggi. Bisa > 90 %," ujar Alfons.


Untuk itulah, agar data-data ini tak bisa ditampilkan lagi, pengguna perlu melakukan beberapa langkah tambahan. Menurut Alfons, hal ini terbilang penting untuk dilakukan, terutama untuk public figure, atau seseorang yang menyimpan data penting.


"Lebih baik sedikit paranoid daripada kecolongan (data)," pungkasnya.


Berikut adalah langkah tambahan untuk memastikan data benar-benar terhapus dari chip memori:


Mengenkripsi data, fitur ini sudah tersedia di iPhone maupun Android keluaran 2015 ke atas. Jika ponsel diakses secara ilegal (tanpa PIN/sidik jari pengguna), data tersebut tak bisa dibuka.

Menggunakan program format data seperti Shredit, yang bisa memformat sampai data benar-benar bersih. Format yang aman ini, menurut Alfons, untuk ukuran storage 128GB lazimnya membutuhkan waktu beberapa jam.

"Kalau (format) beberapa detik selesai itu format tidak aman," pungkas Alfons.

Cara manual untuk mengamankan data ini adalah dengan melakukan format atau reset factory setting, lalu mengkopi file lain ke dalam storage itu sampai penuh. Tujuannya untuk menimpa data sebelumnya yang sudah 'diformat'.


Cara-cara di atas mungkin bagi sebagian orang cenderung merepotkan. Namun jika anda menyimpan banyak data penting di ponsel atau kartu memori, tak ada salahnya untuk untuk melakukanc ara-cara di atas, sekalipun anda menggunakan ponsel keluaran 2015 ke atas yang datanya sudah dienkripsi.


"Karena ada saja kemungkinan lain seperti misalnya ada celah keamanan / vulnerability dimana enkripsinya bisa di bobol," ujarnya.


"Jadi sekalipun iPhone / Android secara default sudah di enkripsi, kalau ada celah kemanan, mungkin saja bisa di tembus enkripsinya," tutup Alfons.

https://maymovie98.com/movies/resident-evil-the-final-chapter/


Data dari Ponsel Gisel Sudah Dihapus, Kok Bisa Muncul Lagi?


Hotman Paris menyebut Gisel pernah menghapus data di ponsel sebelum ponsel tersebut diberikan ke manajernya. Tapi, data tersebut ternyata bisa muncul kembali. Ah, masa sih?

Ketika ditanyakan ke Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber, ternyata hal ini memang bisa terjadi. Menurutnya, data yang sudah dihapus itu memang bisa muncul kembali, atau lebih tepatnya bukan muncul lagi, namun memang sebenarnya data tersebut belum benar-benar terhapus.


"Sebenarnya bukan muncul lagi tetapi ini adalah teknis penghapusan data di perangkat digital," ujar Alfons ketika dihubungi detikINET.


Yang dimaksud oleh Alfons adalah, sebenarnya saat kita menghapus data dengan mengklik 'delete' di ponsel, yang dihapus itu hanya logika keberadaan data. Selama tempat penyimpanan data masih tersisa, maka sebenarnya data yang sudah dihapus itu masih tersimpan di dalam ponsel.

https://maymovie98.com/movies/resident-evil-extinction/

Gen Z Paling Banyak Donasi Digital, Anak SD Termasuk

 Jangan disepelekan, tren micro giving dari gen Z ternyata sangat besar. Kitabisa bahkan menemukan anak SD dan SMP cukup aktif menyisihkan sebagian uang mereka.

M. Alfatih Timur CEO Kitabisa mengatakan dalam acara 'Gopay Digital Donation Outlook 2020', Senin (7/12/2020), menuturkan adanya peningkatan gerakan masyarakat selama pandemi COVID-19. Muncul juga donatur-donatur baru yang hadir memberikan sumbangan.


"Donatur yang baru, dalam konteks masih muda, banyak gen z seperti anak SMP bahkan beberapa anak SD. Jadi kalau mereka ada saldo Gopay atau emoney lainnya dan melihat di media sosial ada yang membutuhkan, mereka memutuskan melakukan donasi digital, kita sebutnya micro giving," jelas Alfatih.


Lebih lanjut selama pandemi yang disebabkan virus Sars-CoV-2 ini, ada beberapa kategori yang meningkat. Pertama adalah donasi untuk alat perlindungan diri (APD) dan sembako, sekalipun kategori kesehatan memang selalu jadi yang utama.


"Di tahun ini, banyak seputar APD dan sembako karena related dengan kondisi COVID. Tapi dari tahun ke tahun memang paling banyak dari kategori medis, baik biaya pengobatan atau transportasi ketika orang sakit, itu yang signifikan," ucapnya.


Berdasarkan data, selama pandemi, kategori yang paling banyak mendapatkan donasi digital adalah kesehatan, diikuti rumah ibadah dan yang berkaitan dengan keagamaan, dan pendidikan. Bencana alam pun termasuk di dalamnya meskipun cenderung fluktuatif karena biasanya meningkat tergantung momentum.


Dari riset yang dilakukan Gopay bekerja sama dengan Kopernik ditemukan bahwa Kitabisa (71%) menjadi platform galang dana digital paling sering digunakan karena dianggap terpercaya dan bisa berdonasi dengan jumlah beragam serta mampu dilakukan secara onlibe.

https://maymovie98.com/movies/following/


Berkaca dari HP Gisel, Ini Cara Hapus Data Agar Benar-benar Bersih


Data yang sudah dihapus dari kartu memori, atau berbagai perangkat seperti ponsel dan sejenisnya, masih bisa dibuka kembali dalam kondisi tertentu. Bagaimana caranya agar data tersebut benar-benar hilang?

Hal ini terjadi pada ponsel milik Gisel, setidaknya begitulah pengakuannya menurut pengacara Hotman Paris.


"Menurut pengakuan Gisel, handphone itu 3 tahun lalu dikasih ke manajernya dan dia sudah hapus. Entah kenapa bisa nongol," ungkap Hotman.


Menurut Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, data yang sudah dihapus itu sebetulnya tak benar-benar dihapus. Saat kita menghapus data dengan mengklik 'delete' di ponsel, yang dihapus itu hanya logika keberadaan data.


Selama tempat penyimpanan data masih tersisa, maka sebenarnya data yang sudah dihapus itu masih tersimpan di dalam ponsel. Data ini masih bisa ditampilkan kembali menggunakan program recovery data, dengan tingkat keberhasilan tinggi jika sisa tempat penyimpanan data masih besar.


"Kalau sisa memory cardnya masih banyak tingkat keberhasilan sangat tinggi. Bisa > 90 %," ujar Alfons.


Untuk itulah, agar data-data ini tak bisa ditampilkan lagi, pengguna perlu melakukan beberapa langkah tambahan. Menurut Alfons, hal ini terbilang penting untuk dilakukan, terutama untuk public figure, atau seseorang yang menyimpan data penting.


"Lebih baik sedikit paranoid daripada kecolongan (data)," pungkasnya.


Berikut adalah langkah tambahan untuk memastikan data benar-benar terhapus dari chip memori:


Mengenkripsi data, fitur ini sudah tersedia di iPhone maupun Android keluaran 2015 ke atas. Jika ponsel diakses secara ilegal (tanpa PIN/sidik jari pengguna), data tersebut tak bisa dibuka.

Menggunakan program format data seperti Shredit, yang bisa memformat sampai data benar-benar bersih. Format yang aman ini, menurut Alfons, untuk ukuran storage 128GB lazimnya membutuhkan waktu beberapa jam.

"Kalau (format) beberapa detik selesai itu format tidak aman," pungkas Alfons.

Cara manual untuk mengamankan data ini adalah dengan melakukan format atau reset factory setting, lalu mengkopi file lain ke dalam storage itu sampai penuh. Tujuannya untuk menimpa data sebelumnya yang sudah 'diformat'.

https://maymovie98.com/movies/resident-evil-retribution/