Senin, 07 Desember 2020

Sony Patenkan Teknologi Dual GPU, Buat PS5 Pro?

 Januari 2020 lalu Sony ternyata mendaftarkan sebuah paten baru, yang diperkirakan bakal dipakai di konsol penerus PS5. Teknologi tersebut adalah dual GPU.

Dalam paten tersebut Sony terlihat punya proyek yang ambisius dengan membuat konsol yang punya dua GPU, seperti yang dilakukan di Nvidia SLI ataupun AMD CrossFire. Namun, tampaknya implementasi dual GPU di konsol terlihat lebih rumit dari di PC.


Dalam paten tersebut dijelaskan bagaimana dua GPU bisa me-render satu frame secara bersamaan, atau bisa juga memecah satu frame menjadi dua dan masing-masing ditangani oleh satu GPU, demikian dikutip detikINET dari GSM Arena, Senin (7/12/2020).


Meski bekerja bersama dalam me-render gambar, hanya satu GPU yang mengontrol output HDMI, yang artinya GPU tersebut harus membaca frame yang dihasilkan oleh GPU lainya. Oh ya, dua GPU itu juga masing-masing mempunyai kontrol memori dan memori terpisah.


Lalu disebutkan juga ada varian konsol kelas atas yang punya storage lebih besar dan lebih kencang, dengan dua GPU ini. Namun ada juga varian yang hanya memakai satu GPU.


Dari sini bisa diasumsikan kalau kemungkinan paten ini ditujukan untuk PS5 Pro. Dengan dua GPU, mungkin saja konsol tersebut punya memberikan pengalaman VR berkualitas tinggi, dan bermain game di resolusi 4K 120fps.


Selain itu, dalam paten tersebut juga tertera informasi soal cloud gaming, yang membutuhkan tambahan perangkat dengan sensor seperti NFC, GPS, IR blaster, biosensor, sensor cuaca, dan lainnya.


Perangkat tersebut akan terhubung ke konsol untuk mengaktifkan cloud computing dan cloud gaming. Namun tak dijelaskan fungsi dari sensor-sensor tersebut. Namun yang jelas, ini masih sekadar pendaftaran paten, yang belum bisa dipastikan apakah benar-benar akan diwujudkan oleh Sony di PS5 Pro.

https://maymovie98.com/movies/doraemon-nobitas-great-battle-of-the-mermaid-king/


Menkominfo Janji Informasi Kedatangan Vaksin Corona Akurat


Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memastikan informasi terkait kedatangan 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac dapat tersampaikan ke masyarakat dengan akurat.

"Pemerintah memastikan bahwa informasi terkait kedatangan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terus disampaikan kepada masyarakat secara akurat, kredibel, dan serta proaktif," ujar Menkominfo dalam konferensi pers secara virtual, Senin (7/12/2020).


Sebagai wujud komitmen tersebut, media center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) akan dimanfaatkan pemerintah.


"Media center KPC-PEN turut hadir sebagai salah satu platform yang memberikan informasi terkait penanganan COVID-19, vaksin, dan vaksinasi COVID-19, serta pemulihan ekonomi nasional," ungkapnya.


Adapun kehadiran vaksin COVID-19 ini merupakan tahap pertama, yang nantinya diikuti dengan kedatangan vaksin COVID-19 selanjutnya secara bertahap pada bulan ini dan bulan-bulan mendatang.


Menkominfo mengatakan kedatangan vaksin COVID-19 tahap pertama ini jadi momentum awal yang perlu disambut dengan energi positif dan semangat optimis. Hal itu yang diharapkan untuk melewati pandemi yang sudah hampir satu tahun melanda dunia, tak terkecuali Indonesia.


"Mari bersama-sama kita bangun optimisme dalam memutus rantai penyebaran pandemi COVID-19. Sukseskan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dengan konsisten melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment) juga perkuat kedisiplinan dalam 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," tuturnya.


Pada kesempatan ini juga, Menkominfo mengungkapkan lima juru bicara terkait vaksin Corona, di antaranya:


1. Prof Wiku Adisasmito (Satgas Penanganan COVID-19)

2. dr Reisa Broto Asmoro (Satgas Penanganan COVID-19)

3. dr Siti Nadia Tarmizi (Kemenkes)

4. Lucia Rizka Andalusia (BPOM)

5. Bambang Heriyanto (PT Bio Farma)

https://maymovie98.com/movies/doraemon-nobitas-chronicle-of-the-moon-exploration/

Data dari Ponsel Gisel Sudah Dihapus, Kok Bisa Muncul Lagi?

 Hotman Paris menyebut Gisel pernah menghapus data di ponsel sebelum ponsel tersebut diberikan ke manajernya. Tapi, data tersebut ternyata bisa muncul kembali. Ah, masa sih?

Ketika ditanyakan ke Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber, ternyata hal ini memang bisa terjadi. Menurutnya, data yang sudah dihapus itu memang bisa muncul kembali, atau lebih tepatnya bukan muncul lagi, namun memang sebenarnya data tersebut belum benar-benar terhapus.


"Sebenarnya bukan muncul lagi tetapi ini adalah teknis penghapusan data di perangkat digital," ujar Alfons ketika dihubungi detikINET.


Yang dimaksud oleh Alfons adalah, sebenarnya saat kita menghapus data dengan mengklik 'delete' di ponsel, yang dihapus itu hanya logika keberadaan data. Selama tempat penyimpanan data masih tersisa, maka sebenarnya data yang sudah dihapus itu masih tersimpan di dalam ponsel.

https://maymovie98.com/movies/resident-evil-vendetta/


"Maksudnya jika sisa memory card/harddisk masih banyak, maka sebenarnya data yang dihapus secara fisik masih ada di memory card/harddisk tersebut," tambahnya.


Data yang sebenarnya masih tersimpan itu, bisa ditampilkan kembali dengan program recovery. Ngerinya, jika tempat penyimpanan yang tersisa masih banyak, tingkat keberhasilan program seperti ini sangat besar.


"Kalau sisa memory cardnya masih banyak tingkat keberhasilan sangat tinggi. Bisa > 90 %," ujar peneliti keamanan dari Vaksincom ini.


Menurutnya, hal ini juga bisa terjadi pada penyimpanan data di ponsel, karena prinsip penyimpanan data yang dipakai sama saja. Dan melakukan reset factory setting atau erase all data, seperti yang ada di kebanyakan ponsel itu juga tidak aman.


"Harusnya cara kerja penyimpanan sama saja (antara kartu memori dan penyimpanan di ponsel)," pungkasnya.


Namun menurut Alfons, untuk perangkat iOS dan Android keluaran 2015 ke atas, memang sudah tersedia fitur untuk mengenkripsi data yang ada dalam ponsel. Namun itu pun ada syaratnya agar data tersebut tetap tak bisa diakses oleh orang tak bertanggung jawab.


Jadi saat ponsel tersebut diakses secara ilegal, atau tanpa menggunakan PIN/sidik jari pengguna, data yang disimpan itu akan terenkripsi. Namun jika ponselnya diakses secara normal dengan menggunakan PIN dan sejenisnya, data tersebut bisa diakses. Dan kunci dekripsi untuk membuka data tersebut bakal ikut dihapus saat ponsel sudah di-reset.


"Jadi kalau sudah factory reset harusnya sudah aman karena kunci dekripsinya ikut dihapus," ujar Alfons.


Namun, untuk kasus Gisel, menurut Alfons ada dua kemungkinan atau skenario. Yang pertama adalah PIN ponselnya diketahui oleh penerima, atau ponselnya memang keluaran 2014 ke bawah di mana datanya belum dienkripsi.


"Kalau dalam kasus Gisel kemungkinan PIN nya diketahui oleh penerima telepon. Atau ponselnya versi 2014 ke bawah dimana data-datanya belum di enkripsi," tutup Alfons.


Untuk itulah, menurut Alfons, pengguna perlu melakukan langkah tambahan untuk memastikan data-data yang sudah pernah dihapus dari ponsel atau tempat penyimpanan data lainnya tidak bisa dimunculkan kembali.


Seperti apa langkah-langkah mengamankan data yang tersimpan? Tunggu berita selanjutnya, ya, detikers.

https://maymovie98.com/movies/followed/