Minggu, 06 Desember 2020

Survei Sebut Hanya 28 Persen Wanita yang Menyukai Seks Oral

 Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Guelph menemukan tampaknya hanya sedikit wanita yang suka melakukan seks oral. Hal ini diketahui setelah peneliti melakukan survei pada 500 wanita dewasa berorientasi heteroseksual.

Hampir 60 persen wanita di dalam studi mengaku pernah melakukan seks oral. Namun, menariknya hanya sekitar 28 persen yang benar-benar senang melakukannya.


Pemimpin studi Jessica Wood menjelaskan hal ini terjadi kemungkinan karena wanita berada dalam posisi sebagai 'pemberi'. Norma atau pandangan ini yang kemudian membuat seks oral seperti suatu kewajiban bagi wanita.


"Pria dalam satu sisi lebih mungkin untuk merasa seks oral menyenangkan (52 persen vs 28 persen)," tulis peneliti seperti dikutip dari The Canadian Journal of Human Sexuality, Minggu (6/12/2020).


Jessica menyarankan pasangan saling terbuka membicarakan hal-hal yang disukai dan tidak disukai dalam hubungan seks. Tujuannya agar seks bisa jadi momen intim menyenangkan, bukan kewajiban yang membebani.

https://indomovie28.net/movies/the-lover/


Riwayat Sepekan Kasus Baru COVID-19 di Jabar, Susul DKI di 6 Desember


Minggu (6/12/2020), Jawa Barat menjadi provinsi dengan penambahan kasus virus Corona COVID-19 terbanyak di Indonesia. Dilaporkan ada 1.388 kasus baru Corona pada hari ini di provinsi tersebut.

Jumlah ini berada sedikit di atas DKI Jakarta, yakni 1.331 kasus.


Dengan jumlah tersebut, hingga kini total kasus COVID-19 di Jawa Barat sudah mencapai 59.273 kasus. Sementara total pasien sembuh Corona di provinsi itu dilaporkan sudah sebanyak 48.591 orang, namun 962 lainnya meninggal dunia.


Dalam sepekan terakhir, Jawa Barat memang beberapa kali sempat mencatat kasus baru Corona di atas 1.000 kasus. Misalnya, pada Sabtu (5/6/2020), sebanyak 1.086 kasus dan Kamis (3/6/2020), sebanyak 1.648 kasus.


Apabila dilihat dari zona penularannya, Jawa Barat memiliki enam wilayah yang termasuk dalam zona merah COVID-19, yakni Kota Banjar, Bandung Barat, Kota Bandung, Purwakarta, Indramayu, dan Karawang.


Berikut riwayat penambahan kasus baru Corona di Jawa Barat dalam sepekan terakhir.


Minggu (6/11/2020) tambah 1.388 kasus baru menjadi 59.273

Sabtu (5/10/2020) tambah 1.086 kasus baru menjadi 57.885

Jumat (4/10/2020) tambah 992 kasus baru menjadi 56.799

Kamis (3/10/2020) tambah 1.648 kasus baru menjadi 55.807

Rabu (2/10/2020) tambah 764 kasus baru menjadi 54.159

Selasa (1/10/2020) tambah 878 kasus baru menjadi 53.395

Senin (30/10/2020) tambah 741 kasus baru menjadi 52.517.


Bukan Beralih ke Online, Ini yang Harus Dilakukan Ritel Saat Pandemi


 Pandemi COVID-19 telah menumbangkan banyak perusahaan ritel. Kabar paling baru adalah tutupnya mall dan department store legendaris Golden Truly.

Pandemi yang membatasi aktivitas masyarakat tentu sangat menghantam para perusahaan ritel. Apa lagi pusat perbelanjaan yang bergantung pada toko offline.


Lalu apakah semua perusahaan ritel harus beralih ke online untuk bertahan di masa pandemi ini?


Executive Director Retailer Services Nielsen Indonesia Yongky Susilo tak sependapat dengan pemikiran itu. Menurutnya hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia sebenarnya belum terlalu terbiasa untuk belanja online.


"Masyarakat menengah ke atas juga disuruh belanja online juga sebenarnya nggak bisa juga. Orang kaya itu belanja terbiasa dengan telunjuk. Dia lihat barangnya terus tinggal tunjuk, terus bawa pulang barangnya," ucapnya saat dihubungi detikcom, Minggu (6/12/2020).


Selain itu, toko belanja offline juga masih memiliki kelebihan yakni pengalaman berbelanja. Yongki mencontohkan ada pelayananan di dalam toko offline yang terkadang sangat menentukan pelanggan berbelanja.


Toko online juga menurut Yongki masih sangat kecil. Porsi pangsa pasar toko online masih sekitar 4% dari total pangsa pasar ritel. Itu pun menurutnya karena terbantu dengan obral promosi diskon.


"Jadi hanya mengandalkan diskon. Coba kalau diskon itu berhenti. Terus online itu sebenarnya banyaknya produk dari China. Jadi ada COVID-19 ini juga kena," terangnya.


Oleh karena itu menurutnya berpindah ke online secara utuh bukan pilihan yang bijak bagi perusahaan ritel offline. Yongki menyarankan perusahaan ritel membuka omni channel yakni gabungan dari toko offline dan online.

https://indomovie28.net/movies/belle-de-jour/

TBC Tulang: Awalnya Sekadar Nyeri, Bagaimana Harus Menyikapi saat Pandemi?

 TBC mungkin identik dengan penyakit paru-paru akibat infeksi Mycrobacterium tuberculose, yang ditandai batuk berdahak atau lebih dari dua minggu. Namun bakteri yang terbawa dalam aliran darah ini ternyata bisa mengganggu organ lain.

Di Indonesia TBC Tulang masuk kategori TBC ekstra paru dengan 240 jumlah kasus pada 2019. Sementara jumlah total kasus TBC ekstra paru di tahun yang sama adalah 59.525 dari 563.456 total seluruh kasus TBC di Indonesia.


Dengan kasus tersebut maka proporsi kasus TBC Tulang dibanding total kasus TBC hanya 0,04 persen. Jumlah yang sangat kecil ini tentu bukan untuk diremehkan. Proporsi ini menjadi tanda ada sesuatu yang sangat istimewa dengan penyakit ini.


Ramziya Naufal Khairullah (13) dan Awallokita Mayangsari atau Mayang (32) menjadi saksi serangan TBC Tulang yang diakibatkan bakteri gram positif ini. Mayang merawat ayahnya Bey Dharmawan (58) yang meninggal setelah didiagnosa mengalami TBC Tulang.


"Bapak sering banget batuk-batuk kaya alergi gitu. Kalau dingin bapak batuk, jadi bias banget kirain kondisi biasa," ujar Mayang mengawali kisahnya bersinggungan dengan TBC Tulang saat mendampingi ayahnya ketika menghadapi penyakit ini.


Gejala yang sangat bias menjadi catatan Mayang terkait TBC Tulang, hingga dianggap bukan kondisi serius. Batuk yang dialami ayahnya juga tidak berdahak layaknya TBC. Kondisi ini mengakibatkan keluarga menganggap batuk yang dialami pasien bukan gangguan berat.


Kondisi lain yang muncul adalah nyeri pinggang selama tiga tahun terakhir. Namun lagi-lagi nyeri ini kerap hilang timbul hingga keluarga pasien tidak mencurigainya. Nyeri hilang bilang sudah dipijat dan dianggap gangguan terkait usia.

https://indomovie28.net/movies/lolita/


"Untuk nyeri pinggang mungkin ada faktor usia, kecengklak, keseleo, abis angkat berat, dan ketika dipijat reda ya udah. Keluarga nggak berpikir jauh dan menghubungkan gejala yang muncul pada kecurigaan tertentu. Kita miss banget," kata Mayang.


Dua gejala tersebut memang sangat umum, namun Mayang mendapati gangguan yang sebetulnya menjadi khas TBC. Kondisi tersebut adalah berkeringat pada malam hari saat yang lain tidak merasakan kondisi tersebut, serta penurunan badan tiba-tiba.


Mayang ingat ayahnya bahkan sampai membuka pakaian karena merasa panas dan gerah banget. Kondisi tersebut dialami dua tahun terakhir, sejak pasien menempati rumahnya bersama sang istri pada 2015. Rasa gerah terlihat sangat berlawanan dengan kondisi sekitar.


"Dua tahun inilah yang paling beda banget gejalanya. Kita nggak kegerahan tapi bapak kegerahan sendiri di rumah. Yang paling beda memang ini, bapak merasa gerah pada malam hari sampai keringetan tapi kita nggak," kata Mayang.


Kondisi khas lainnya adalah penurunan berat badan drastis usai Hari Raya Idul Fitri pada Mei 2020. Sebelumnya pasien mengalami demam tinggi hingga berat badannya berkurang. Menurut Mayang, kondisi ini sebetulnya menandai infeksi kuman TBC pada pasien.


Dengan kondisi yang dialami, pasien bukannya tidak ingin konsultasi pada dokter. Pandemi COVID-19 mengakibatkan pasien takut ke fasilitas kesehatan. Konsultasi ke dokter bisa dilaksanakan setelah diberi motivasi dan kompromi antar anggota keluarga.


"Gangguan lebih besar di pasien. Ke fasilitas pelayanan kesehatan di masa pandemi takutnya luar biasa. Kalau gejala minimal ya udah nggak apa-apa. Ngerasa ada gejala tapi nggak mau melakukan pemeriksaan di faskes," kata Mayang.


Pasien akhirnya berhasil datang ke sebuah rumah sakit di Bandung, Jawa Barat. Pasien dua kali konsultasi pada dokter spesialis saraf sebelum dinyatakan harus rawat inap. Kondisi pasien saat itu sudah tidak bisa duduk dan hanya berbaring


"Nyeri pinggang bukan berkurang tapi makin parah, hingga akhirnya dirawat pada 29 Agustus 2020. Dari situ MRI pada 3 September 2020 dan di tanggal 14 September 2020 mendapat penjelasan tentang TBC Tulang plus penyakit penyerta," kata Mayang.


Pasien dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk penanganan penyakit penyerta dan nyeri pinggang. Pasien dijadwalkan dua operasi pada 13 Oktober 2020 untuk penanganan dua kondisi tersebut. Tindakan ini juga bertujuan mengkultur nanah pada radang tulang belakang (spondilodiskitis).


Hasil kultur inilah yang semakin memantapkan penegakan diagnosa TBC Tulang. Sayangnya setelah diagnosa selesai, pasien belum sempat menjalani terapi Obat Anti TBC (OAT). Pasien dinyatakan berpulang pada 13 Oktober 2020 setelah serangkaian pemeriksaan terkait TBC Tulang.

https://indomovie28.net/movies/last-tango-in-paris/