Minggu, 06 Desember 2020

Viral Anies Tak Bermasker karena Alasan Saturasi Oksigen, Ini Kata Dokter

 Foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menemui petugas tanpa menggunakan masker menjadi perbincangan di media sosial. Terdapat satu unggahan dari netizen yang viral menjelaskan alasan Anies tidak memakai masker.

Dalam foto tersebut Anies yang diketahui positif terinfeksi COVID-19 tampak menemui petugas dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Salah satu unggahan netizen menjelaskan alasan Anies tidak memakai masker karena dapat menurunkan saturasi oksigen.


"Mmg dianjurkan dokter tak pakai masker krn bs kurangi saturasi oksigen. Gambar ini hy snapshoot bbrp detik dekat dg asisten ber-APD lengkap yg bantu setup online mtg," tulis unggahan sang netizen.


Unggahan ini telah mendapat 1,9 ribu likes dan 266 retweets. Banyak netizen yang memberi komentar terhadap unggahan tersebut.


Saturasi oksigen sendiri adalah tingkat kadar oksigen yang ada di dalam darah. Normalnya saturasi oksigen berada di tingkat 95-100 persen, namun bila kadarnya dibawah itu maka dampak negatif seperti penurunan kesadaran dapat dialami oleh seseorang.


Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, berkomentar pemakaian masker sebetulnya tidak mempengaruhi saturasi oksigen. Pengecualian biasanya hanya diberikan pada pasien yang mengalami masalah pernapasan parah.


"Kalau pasien sesak dianjurkan tidak pakai masker, kalau tidak sesak tidak ada masalah..," ujar dr Ari saat dihubungi detikcom pada Minggu, (06/12/2020).


dr Ari menjelaskan jika petugas sudah menggunakan APD yang benar, pasien positif COVID-19 bisa tidak perlu memakai masker. Namun perlu diperhatikan petugas harus menggunakan APD dan melepasnya dengan benar.


"Sebenarnya kalau para petugas menggunakan APD yang benar, pasien dengan COVID-19 tidak perlu pakai masker. Pasien yang mau diswab khan juga buka mulut, termasuk juga pasien yg mau diendoskopi juga buka mulut," ujar dr Ari.


"Yang penting petugas menggunakan APD level 3 dan juga harus memperhatikan saat membuka APD. Bisa saja APD sudah tercemar percikan dahak pasien," lanjutnya.

https://indomovie28.net/movies/the-reader/


TBC Tulang: Awalnya Sekadar Nyeri, Bagaimana Harus Menyikapi saat Pandemi?


TBC mungkin identik dengan penyakit paru-paru akibat infeksi Mycrobacterium tuberculose, yang ditandai batuk berdahak atau lebih dari dua minggu. Namun bakteri yang terbawa dalam aliran darah ini ternyata bisa mengganggu organ lain.

Di Indonesia TBC Tulang masuk kategori TBC ekstra paru dengan 240 jumlah kasus pada 2019. Sementara jumlah total kasus TBC ekstra paru di tahun yang sama adalah 59.525 dari 563.456 total seluruh kasus TBC di Indonesia.


Dengan kasus tersebut maka proporsi kasus TBC Tulang dibanding total kasus TBC hanya 0,04 persen. Jumlah yang sangat kecil ini tentu bukan untuk diremehkan. Proporsi ini menjadi tanda ada sesuatu yang sangat istimewa dengan penyakit ini.


Ramziya Naufal Khairullah (13) dan Awallokita Mayangsari atau Mayang (32) menjadi saksi serangan TBC Tulang yang diakibatkan bakteri gram positif ini. Mayang merawat ayahnya Bey Dharmawan (58) yang meninggal setelah didiagnosa mengalami TBC Tulang.


"Bapak sering banget batuk-batuk kaya alergi gitu. Kalau dingin bapak batuk, jadi bias banget kirain kondisi biasa," ujar Mayang mengawali kisahnya bersinggungan dengan TBC Tulang saat mendampingi ayahnya ketika menghadapi penyakit ini.


Gejala yang sangat bias menjadi catatan Mayang terkait TBC Tulang, hingga dianggap bukan kondisi serius. Batuk yang dialami ayahnya juga tidak berdahak layaknya TBC. Kondisi ini mengakibatkan keluarga menganggap batuk yang dialami pasien bukan gangguan berat.


Kondisi lain yang muncul adalah nyeri pinggang selama tiga tahun terakhir. Namun lagi-lagi nyeri ini kerap hilang timbul hingga keluarga pasien tidak mencurigainya. Nyeri hilang bilang sudah dipijat dan dianggap gangguan terkait usia.


"Untuk nyeri pinggang mungkin ada faktor usia, kecengklak, keseleo, abis angkat berat, dan ketika dipijat reda ya udah. Keluarga nggak berpikir jauh dan menghubungkan gejala yang muncul pada kecurigaan tertentu. Kita miss banget," kata Mayang.


Dua gejala tersebut memang sangat umum, namun Mayang mendapati gangguan yang sebetulnya menjadi khas TBC. Kondisi tersebut adalah berkeringat pada malam hari saat yang lain tidak merasakan kondisi tersebut, serta penurunan badan tiba-tiba.

https://indomovie28.net/movies/resident-evil-damnation/

Jabar Tertinggi, Ini Sebaran 6.089 Kasus COVID-19 RI 6 Desember

 Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Minggu (6/12/2020). Ada penambahan 6.089 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 575.796 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

Jawa Barat menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.388 kasus, disusul DKI Jakarta sebanyak 1.331 kasus dan Jawa Timur sebanyak 572 kasus baru per 6 Desember.


Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 4.322 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona tercatat 151 orang.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Minggu (6/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.089 menjadi 575.796


Pasien sembuh bertambah 4.322 menjadi 474.771


Pasien meninggal bertambah 151 menjadi 17.740


Sedangkan sebaran 6.089 kasus baru Corona di Indonesia pada Minggu (6/12/2020) adalah sebagai berikut:


Jawa Barat: 1.388 kasus

DKI Jakarta: 1.331 kasus

Jawa Timur: 572 kasus

Jawa Tengah: 528 kasus

Riau: 225 kasus

DI Yogyakarta: 224 kasus

Kalimantan Timur: 185 kasus

Sulawesi Selatan: 174 kasus

Sumatera Barat: 139 kasus

Banten: 134 kasus

Kalimantan Utara: 120 kasus

Kepulauan Riau: 113 kasus

Bali: 110 kasus

Sulawesi Utara: 105 kasus

Gorontalo: 91 kasus

Sumatera Utara: 87 kasus

Kalimantan Selatan: 70 kasus

Bengkulu: 60 kasus

Sulawesi Tenggara: 58 kasus

Lampung: 55 kasus

Sulawesi Tengah: 54 kasus

Sumatera Selatan: 52 kasus

Maluku: 47 kasus

Bangka Belitung: 42 kasus

Aceh: 38 kasus

Nusa Tenggara Timur: 25 kasus

Jambi: 19 kasus

Papua: 19 kasus

Nusa Tenggara Barat: 14 kasus

Maluku Utara: 5 kasus

Sulawesi Barat: 3 kasus

Papua Barat: 2 kasus.

https://indomovie28.net/movies/resident-evil-afterlife/


Viral Anies Tak Bermasker karena Alasan Saturasi Oksigen, Ini Kata Dokter


Foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menemui petugas tanpa menggunakan masker menjadi perbincangan di media sosial. Terdapat satu unggahan dari netizen yang viral menjelaskan alasan Anies tidak memakai masker.

Dalam foto tersebut Anies yang diketahui positif terinfeksi COVID-19 tampak menemui petugas dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Salah satu unggahan netizen menjelaskan alasan Anies tidak memakai masker karena dapat menurunkan saturasi oksigen.


"Mmg dianjurkan dokter tak pakai masker krn bs kurangi saturasi oksigen. Gambar ini hy snapshoot bbrp detik dekat dg asisten ber-APD lengkap yg bantu setup online mtg," tulis unggahan sang netizen.


Unggahan ini telah mendapat 1,9 ribu likes dan 266 retweets. Banyak netizen yang memberi komentar terhadap unggahan tersebut.


Saturasi oksigen sendiri adalah tingkat kadar oksigen yang ada di dalam darah. Normalnya saturasi oksigen berada di tingkat 95-100 persen, namun bila kadarnya dibawah itu maka dampak negatif seperti penurunan kesadaran dapat dialami oleh seseorang.


Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, berkomentar pemakaian masker sebetulnya tidak mempengaruhi saturasi oksigen. Pengecualian biasanya hanya diberikan pada pasien yang mengalami masalah pernapasan parah.


"Kalau pasien sesak dianjurkan tidak pakai masker, kalau tidak sesak tidak ada masalah..," ujar dr Ari saat dihubungi detikcom pada Minggu, (06/12/2020).


dr Ari menjelaskan jika petugas sudah menggunakan APD yang benar, pasien positif COVID-19 bisa tidak perlu memakai masker. Namun perlu diperhatikan petugas harus menggunakan APD dan melepasnya dengan benar.

https://indomovie28.net/movies/resident-evil-degeneration/