Jumat, 23 Oktober 2020

Sperma Bikin Wajah Glowing, Benar Nggak Sih? Ini Faktanya

  Sperma disebut-sebut mengandung banyak nutrisi antara lain protein, zink, magnesium, kalsium, potasium, dan fruktosa. Kandungan tersebut dipercaya berkhasiat menyehatkan kulit wajah dan menghilangkan jerawat.

Karenanya, beberapa orang menjadikan sperma sebagai masker wajah. Amankah hal itu dilakukan?


Dikutip dari Healthline, menggunakan sperma di area wajah justru berpotensi mengakibatkan reaksi alergi. Selain itu, sperma yang digunakan pada wajah kemungkinan dapat terjadinya infeksi menular seksual yang ditularkan melalui cairan semen.


Selama ini, anggapan sperma bisa menghilangkan jerawat dikaitkan dengan kandungan sperma yakni zat anti-oksidan dan anti-inflamasi. Faktanya, hingga saat ini belum ada penelitian lebih lanjut tentang khasiatnya sebagai masker wajah.


Justru, dampak negatif penggunaan sperma pada wajah dapat menyebabkan reaksi alergi parah hingga IMS.


1. Dermatitis atopik

Dermatitis atopik kemungkinan bisa terjadi akibat alergi terhadap protein yang ditemukan dalam semen. Dermatitis atopik bisa mengakibatkan kulit merah, kering, atau bengkak yang bisa terasa sangat gatal.


2. IMS (infeksi menular seksual)

Semen dapat menyebabkan infeksi melalui selaput lendir yang ditemukan di bibir, lubang hidung, dan mata. Penyakit seperti herpes, klamidia, dan gonore dapat ditularkan dengan cara ini. Herpes okular, misalnya, dapat menyebabkan peradangan dan bahkan kehilangan penglihatan. Selain itu, juga bisa terjadi konjungtivitis klamidia, dengan gejala termasuk sensasi terbakar, kemerahan, dan keluarnya cairan dari mata.

https://indomovie28.net/phone-2015/


5 Bahaya yang Mengintai Jika Kamu Tidur Kurang dari 7 Jam


 Berapa lama kamu tertidur setiap malam? Jika kamu tidur kurang dari tujuh jam kamu perlu mewaspadai beberapa dampak buruk yang diakibatkan.

Tidur merupakan kebutuhan bagi semua orang. Tidur juga menjadi salah satu kunci utama kesehatan, baik fisik maupun psikis.


Orang dewasa disarankan untuk tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam. Jika kurang dari itu, beberapa dampak buruk bisa mengintai.


"Rata-rata orang yang melaporkan tidur kurang dari tujuh jam secara rutin berisiko terhadap banyak penyakit," jelas Direktur National Center of Sleep, Michael Twery.


Dikutip dari laman Live Strong, berikut beberapa masalah yang akan terjadi saat seseorang tidur kurang dari tujuh jam per hari. Apa saja?


1. Obesitas

Kurang tidur berhubungan dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Sebuah tinjauan pada Oktober 2018 di BMJ Open Sport & Exercise Medicine menemukan bahwa orang yang memiliki kebiasaan tidur kurang dari tujuh jam saat malam hari cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi dan mengalami obesitas.


"Ketika kamu kurang tidur, tubuh mengurangi pelepasan leptin, hormon yang membantu menekan nafsu makan dan mendorong tubuh menggunakan energi," jelas spesialis tidur, Michael Breus.


Para peneliti juga menemukan bahwa terlalu sedikit tidur meningkatkan kadar hormon ghrelin, yang merangsang nafsu makan dan dapat menyebabkan penambahan berat badan.


2. Diabetes

Penyakit tidak menular satu ini bisa menyerang siapa saja yang memiliki gaya hidup yang buruk termasuk kurang tidur. Sebuah studi yang diterbitkan di Oman Medical Journal tahun 2016 menemukan hubungan antara kurang tidur dan diabetes tipe 2.


"Orang paruh baya dan orang tua yang kurang tidur dua kali lebih mungkin mengalami diabetes tipe 2 daripada orang yang cukup istirahat. Tidur membantu mengatur glukosa dan metabolisme. Kurang tidur juga mengakibatkan lonjakan kortisol yang bisa membuat sel lebih resisten terhadap insulin," jelas Breus.


3. Penyakit jantung

Kurang tidur juga bisa membahayakan jantung, terutama berkontribusi pada aterosklerosis. Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology tahun 2019 menyebut kurang tidur mengakibatkan penumpukan plak pada arteri atau aterosklerosis.


Sementara itu, pada studi Juli 2020 yang diterbitkan di Psychosomatic Medicine menemukan orang yang menghabiskan tidur dalam waktu minimal memiliki tekanan darah lebih tinggi.

https://indomovie28.net/dirty-grandpa-2016/

#Cokelathitamdanalmond #Telurrebus #Sardenkalengan #Edamame #camilansehat

Deretan Bukti Uji Klinis Vaksin COVID-19 Tak Selalu Berjalan Mulus

 Hingga saat ini masih belum ada vaksin COVID-19 yang benar-benar siap pakai, dalam arti telah menyelesaikan uji klinis lalu secara resmi dinyatakan aman dan manjur. Meski demikian, sudah ada 10 kandidat vaksin Corona di seluruh dunia saat ini dalam uji klinis tahap akhir.

Uji klinis vaksin COVID-19 tak selalu berjalan mulus. Keluhan yang dialami relawan menjadi salah satu penyebab beberapa uji klinis COVID-19 ditunda terlebih dahulu.


Apakah berarti kandidat vaksin tersebut tidak aman? Jelas tidak bisa langsung disimpulkan demikian, karena faktanya tidak semua relawan uji klinis mendapat suntikan vaksin. Sebagian di antaranya mendapatkan plasebo atau obat kosong yang fungsinya sebagai pembanding. Sangat mungkin yang sakit atau meninggal adalah relawan penerima plasebo.


Sekalipun relawan yang sakit adalah penerima vaksin, tidak serta merta bisa dikaitkan dengan efek vaksin. Ada berbagai macam faktor yang mempengaruhi, termasuk kondisi maupun riwayat kesehatan yang bersangkutan.


Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa kendala yang terjadi dalam uji klinis vaksin COVID-19.


1. Relawan meninggal di Brasil

Salah satu relawan uji klinis vaksin COVID-19 AstraZeneca meninggal di Brasil. Hingga saat ini tidak ada keterangan resmi apakah relawan tersebut menerima suntikan vaksin atau plasebo.


Meski begitu, uji klinis vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca bersama Universitas Oxford ini akan tetap dilanjutkan. Pihak Oxford mengatakan bahwa tidak ada kekhawatiran terkait keamanan uji klinis tersebut.

https://indomovie28.net/side-door-2016/


Pihak Universitas Federal Sao Paulo yang membantu mengkoordinasikan uji klinis ini mengatakan, akan mengikuti langkah selanjutnya.


"Terserah pada dewan peninjau independen untuk memutuskan apakah uji coba ini akan terus dilanjutkan atau tidak," kata juru bicara universitas, dikutip dari Reuters, Kamis (22/10/2020).


2. Gangguan neurologis

Awal September 2020, AstraZeneca juga sempat menghentikan uji klinis tahap III vaksin COVID-19 yang dikembangkan bersama dengan Oxford University di seluruh dunia. Hal ini disebabkan karena salah satu relawan di Inggris mengalami efek samping berupa penyakit aneh yang tidak bisa dijelaskan.


"Sebagai bagian dari pelaksanaan uji coba global secara acak dan terkendali dari vaksin Oxford, berdasarkan standar kali, (maka kami) melakukan penundaan vaksinasi untuk melakukan peninjauan data keamanan vaksin," tulis AstraZeneca dalam pernyataanya yang dikutip dari CNN International, Rabu (9/9/2020).


Penghentian uji klinis ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus yang sama. Meski kabar ini sudah beredar, pihak AstraZeneca tidak mengungkapkan reaksi efek samping seperti apa yang muncul pada pasien.


Perusahaan ini menguji vaksin buatannya di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Amerika Latin, Eropa, dan Afrika. Sejumlah negara akhirnya melanjutkan uji klinis tersebut setelah dipastikan tidak ada kaitan dengan efek vaksin.


3. Unexplained illness

Pekan lalu Johnson & Johnson menghentikan uji klinis kandidat vaksin COVID-19 buatannya karena salah seorang relawan mengalami 'unexplained illness'.


Selama uji klinis dihentikan sementara, badan pengawas keamanan akan mengevaluasi kondisi relawan tersebut. Temuan dari evaluasi tersebut nantinya dikirim ke US Food and Drug Administration (FDA) sebelum uji klinis bisa dilanjutkan lagi.


"Akan butuh beberapa hari minimal agar informasi yang tepat bisa dikumpulkan dan dievaluasi," kata Mathai Mammen, kepala penelitian dan pengembangan Johnson & Johnson, dikutip dari Reuters, Rabu (14/10/2020).


Mammen juga mengatakan, perusahaan tidak tahu apakah relawan yang sakit mendapatkan suntikan vaksin atau plasebo. Ini dikarenakan studi dilakukan secara blinded.

https://indomovie28.net/maximum-ride-2016/

#Cokelathitamdanalmond #Telurrebus #Sardenkalengan #Edamame #camilansehat