Senin, 19 Oktober 2020

Ralph Lauren Dikritik karena Jual Baju Penuh Noda Cat Seharga Rp 11,7 Juta

 Ralph Lauren menjual jumpsuit berbahan denim yang membuat netizen bingung. Jumpsuit berwarna biru gelap itu tampak seperti habis dipakai dan dipenuhi noda cat.

Jumpsuit terbuat dari bahan katun satin Jepang dengan detail kantong, resleting di bagian depan dan percikan noda cat putih. Sekilas baju tersebut terlihat lusuh dan sudah dipakai bertahun-tahun.


Netizen tak habis pikir dengan harga yang dibanderol oleh brand mewah asal Amerika Serikat tersebut. Di situs resminya jumpsuit yang diberi nama Paint-Splatter Coveralls ini dijual seharga Rp 11,7 juta.


Baca juga: Fancy! Gucci Rilis Kotak Makan Seharga Rp 42 Juta

"Kalau kamu butuh tertawaan sekarang Ralph Lauren menjual baju overall dengan noda cat seharga Rp 11,7 juta," komentar netizen di media sosial.


"Membayar mahal untuk terlihat seperti kamu bekerja agar bisa hidup," tulis netizen lain di Twitter.


"Ayo semua kalian tukang cat dan tukan dekor, jual bajumu di e-bay dan dapat untung dari para idiot (yang membelinya). Yay!" sindir netizen lagi.


Jumpsuit ini tersedia dalam empat ukuran yakni small, medium, large dan extra large. Ralph Lauren juga menawarkan pembayaran dengan sistem cicilan bagi pembeli yang belum bisa membayar penuh.

https://kamumovie28.com/highlow-the-movie-3-final-mission/


Sinopsis Code Name: Geronimo, Drama Penangkapan Osama Bin Laden


Film Code Name: Geronimo hadir lagi di Bioskop Trans TV hari ini, Minggu (18/10/2020). Film bergenre action-thriller ini tayang pada pukul 24.00 WIB.

Film keluaran 2012 ini juga dikenal dengan judul Seal Team Six: The Raid on Osama Bin Laden. Sebagaimana judulnya, penangkapan Osama Bin Laden menjadi pusat cerita.


Berdurasi 90 menit, film yang diliris untuk televisi ini disutradarai oleh duo John Stockewell dan Paulvette Victor-Lifton. Sedangkan Kendall Lampkin yang menulis skenarionya.


Di jajaran para pemeran Code Name: Geronimo, terdapat nama Cam Gigandet, Anson Mount, Freddy Rodriguez, Xzibit dan Kathleen Robertson.


Sinopsis Code Name: Geronimo


Film ini mendramatisasi sebuah misi penyerangan yang dianggap sangat berbahaya dan sangat dirahasiakan.


Bahkan tim khusus tentara AS yang terlibat dalam misi tersebut tak mengetahui bahwa Osama Bin Laden adalah targetnya.


Bin Laden selama ini dianggap sebagai dalang di balik berbagai peristiwa serangan teroris terburuk dalam sejarah AS, salah satunya tragedi 11 September.


Dalam menjalankan misinya, para anggota tim SEAL 6 menggunakan sandi Geronimo selama berkomunikasi.


Saat informasinya bocor, para anggota tim langsung terbakar emosinya dan lebih bersemangat untuk memburu target.


Mereka membunuh Osama Bin Laden di tempat persembunyian di Pakistan pada 2011.


Sebagai sebuah film televisi, Code Name: Geronimo mendapat pengakuan di ajang bergengsi Emmy Awards 2013. Film ini dijagokan di dua kategori, Outstanding Art Direction for a Miniseries or Movie dan Outstanding Sound Editing for a Miniseries, Movie or a Special.


Jangan lewatkan Code Name: Geronimo di Bioskop Trans TV hari ini pada pukul 24.00 WIB.

https://kamumovie28.com/superfast-2/

7 Politikus Wanita Dikritik karena Gaya Busana, Ada yang Ekspos Belahan Dada

 Pemimpin negara atau politikus wanita sering jadi perhatian lebih karena gender mereka. Salah satunya adalah karena penampilan 'cantik' yang mengundang perbincangan saat dianggap kurang pantas atau terlalu seksi. Tak sedikit politikus wanita menjadi sasaran kritik karena gaya busana, mulai dari mantan PM Inggris Theresa May, anggota DPR millennial Korea Selatan Ryu Ho Jeong, hingga yang terbaru PM Finlandia Sanna Marin.

1. Sanna Marin


Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin baru-baru ini tampil di majalah Trendi sebagai model sampulnya untuk bulan Oktober. Majalah itu pun mengunggah hasil pemotretan Sanna Marin di akun Instagram. Dalam foto, wanita 34 tahun tersebut tampil cantik mengenakan blazer bertekstur dan aksesori. Terlihat tak memakai atasan untuk menutupi bagian dadanya, Sanna mendapat kecaman dari sejumlah orang.


2. Ryu Ho Jeong


Anggota DPR termuda Korea Selatan, Ryu Ho Jeong, juga pernah diperbincangkan karena busananya. Politikus millennial tersebut dikritik karena pakaian yang dianggap kurang pantas ketika hadir di parlemen. Dalam sejumlah foto yang beredar, Ryu Ho Jeong memang mengenakan baju yang terlihat kasual yakni dress di atas lutut dan sneakers. Meski terlihat chic, ia mendapat hujatan yang bahkan yang bernada seksis dan misoginis, seperti menyebutnya wanita panggilan hingga pekerja bar.

https://kamumovie28.com/healing-mate-2/


3. Mhairi Black


Entah mengapa publik sering menuntut wanita untuk berpenampilan lebih baik meski hal tersebut bukan lah tugasnya. Politikus Inggris Mhairi Black mengatakan jika ia kerap mendapat nasehat terkait busana bahkan diminta untuk mengubah penampilan oleh mantan PM Alex Salmond.


"Itu tidak apa-apa dia hanya memberiku tips untuk ini dan itu dan dia berkata 'Aku yakin Taz (Tasmania Ahmed-Sheikh) akan mengajakmu belanja nanti dan kamu akan menemukan gayamu sendiri," ungkapnya pada Telegraph.


4. Jo Swinson


Anggota parlemen Jo Swinson juga mengaku sering mendapat saran yang tidak diminta terkait penampilannya. Hal ini tentu tidak banyak terjadi pada politikus pria. "Aku sering dapat saran yang tidak diminta. Aku tidak benci dengan orang-orang yang berkata aku harus pakai sepatu atau anting lain. Atau pernah seseorang menyarankan aku pakai atasan rendah. Tapi aku pikir itu bukan sesuatu adalah hal yang perlu diubah pada peringkat jajak suara," kata Swinson di acara BBC Breakfast tahun lalu.


5. Nicola Sturgeon & Theresa May


Penampilan para politikus juga sering kali menjadi topik di media melebihi apa yang dilakukan mereka. Di 2017, koran Dailymail pernah menyoroti pertemuan dua Perdana Menteri wanita dari Skotlandia dan Inggris yang sama-sama menggunakan rok dan menampilkan kaki mereka. Tertulis "Never mind Brexit, who won Legs-it?" di halaman pertama, hal ini tentu jadi perdebatan.


6. Jess Phillips


Anggota parlemen Inggris lain yang mendapat kritik hanya karena penampilan adalah Jess Phillips. Ia bahkan mengaku jika ia menerima komentar tidak menyenangkan itu setiap hari.


"Aku selalu dikomentari mengenai apa yang aku pakai, apa aku terlalu gemuk atau kurus, mengenai payudaraku, rambutku, semuanya. Orang mengirimi email tentang kebijakan yang berbunyi, 'Aku sebenarnya merasa apa yang kamu katakan benar mengenai Brexit tapi kita tidak bisa berkonsentrasi karena belahan dadamu sedikit terlihat," tuturnya pada Vogue Inggris.


7. Tracy Brabin


Awal tahun ini politisi Inggris yang pernah jadi aktris berikut sempat mendapat banyak kritik karena pakai dress off-shoulder dalam sidang. Brabin pun merespon kritik itu di Twitter. Ia mengaku tidak punya waktu membalas komentar mereka tapi ingin mengonfirmasi bahwa ia bukan lah orang murahan, mabuk, bodoh, atau akan menyusui. "Siapa yang menyangka orang akan jadi emosional hanya karena 'over a shoulder'"

https://kamumovie28.com/mutant-chronicles-2/