Senin, 12 Oktober 2020

9 Gejala COVID-19 yang Tak Biasa, Apa Saja?

  Batuk, demam, sesak napas adalah gejala COVID-19 umum dialami oleh pasien COVID. Tapi setelah berjalannya waktu, penelitian menemukan banyak gejala Corona yang tidak biasa.

Seperti yang diketahui, tidak semua pasien COVID-19 mengembangkan gejala, ada juga yang asimptomatik atau tanpa gejala sama sekali. Tapi di antara mereka, ada yang tidak mengembangkan gejala umum namun memiliki keluhan lain, misalnya kehilangan indera penciuman.


Berikut gejala COVID-19 yang tak biasa dikutip dari Medical Daily.


1. Kerontokan rambut

Meski alasannya tidak dipahami, rambut rontok tampaknya merupakan gejala lain yang dialami pasien COVID-19. Beberapa pakar mengaitkannya dengan kondisi yang dialami tubuh saat melawan infeksi. Namun, rambut rontok bisa juga disebabkan oleh banyak hal, selain virus, dan bisa jadi karena stres karena pandemi atau masalah pribadi.

https://cinemamovie28.com/first-kill/


2. Mata merah

Dokter telah memperhatikan bahwa COVID-19 dapat menyebabkan mata merah. Konjungtivis adalah infeksi virus atau bakteri yang menular di konjungtiva mata, selaput yang menutupi bola mata dan garis kelopak mata. Masalah mata lainnya bisa termasuk pembuluh darah merah yang terlihat di bagian putih mata, atau kelopak mata membengkak.


3. Kebingungan

Mayo Clinic mengatakan bahwa orang tua dengan COVID-19 dapat mengalami disorientasi atau kebingungan. Ini tidak mengherankan karena seringkali kebingungan atau perubahan perilaku adalah tanda pertama infeksi virus atau bakteri pada lansia.


4. Ruam atau perubahan warna kulit

Kondisi ini lebih umum dialami oleh pasien Corona usia muda. Pasien COVID-19 dapat mengalami gatal-gatal di tangan atau kaki. Infeksi COVID-19 juga disebut bisa menyebabkan perubahan warna kulit.


5. Sakit perut

Penyakit COVID-19 disebabkan oleh virus pernapasan yang menyerang paru-paru. Tetapi para peneliti telah menemukan bahwa virus mempengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk usus, atau sistem pencernaan. Beberapa penderita penyakit COVID-19 mengalami diare dan muntah sebelum gejala lain muncul.


6. Sakit kepala

Beberapa orang melaporkan mengalami sakit kepala saat pertama kali terdiagnosa COVID-19. Beberapa pasien bahkan mengaku masih sakit kepala setelah dinyatakan pulih.


"Kami melihat sekelompok kecil orang yang memiliki gejala sakit kepala yang berkepanjangan setelah penyakit akut setelah sembuh," kata ahli saraf Valeriya Klats, MD.


7. Pembekuan dan penggumpalan darah

Menurut sebuah penelitian di Eropa, sekitar sepertiga orang yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 mengalami pembekuan darah, yang dapat pecah dan berpindah ke jantung, paru-paru, atau otak. Akibatnya bisa jadi serangan jantung, stroke, atau emboli paru.


8. Gangguan pendengaran

Meski tidak umum, beberapa orang mengeluhkan gangguan pendengaran mendadak setelah mereka terserang COVID-19. Yang lain melaporkan pusing terkait atau tinnitus. Sebuah survei dari Inggris menemukan bahwa satu dari 10 orang yang terinfeksi melaporkan semacam gangguan pendengaran atau tinnitus yang berlangsung hingga delapan minggu.


9. Anosmia

Tidak diketahui alasannya, tetapi beberapa orang dengan COVID-19 kehilangan indra penciuman atau perasa, dan masalahnya dapat bertahan hingga enam minggu atau lebih lama setelah terinfeksi COVID-19.

https://cinemamovie28.com/before-the-flood/

Tiba November 2020, Ini Beda 3 Vaksin COVID-19 di Indonesia Termasuk Harganya

 Vaksin Corona COVID-19 rencananya tiba di Indonesia bulan depan. Ada 6,6 juta dosis vaksin COVID-19 yang disebut tiba pada November 2020.

Detikcom merangkum perbedaan ketiga vaksin COVID-19 yang disebut tersedia November di Indonesia. Mulai dari harga, ketersediaan dosis dan penjelasan masing-masing vaksin COVID-19.


1. Sinovac

Perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac, mengembangkan vaksin Corona dengan metode inaktivasi. Inaktivasi adalah metode pembuatan vaksin dengan menggunakan versi tidak aktif dari jenis virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu.


Vaksin Corona Sinovac mulai melakukan uji klinis fase III di Indonesia pada 11 Agustus lalu, di Bandung, Jawa Barat. Pelaksanaan uji klinis fase III kandidat vaksin COVID-19 dari China terus dikebut oleh peneliti dari Universitas Padjadjaran dan Biofarma.


"Harga vaksin sinovac antara US$10-US$20," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Sarasehan Virtual 100 Ekonom yang ditayangkan langsung CNBC Indonesia, Selasa (15/9/2020).


Harga perkiraan vaksin Corona Sinovac:

- Rp 148 ribu hingga Rp 296 ribu.


Dosis yang disiapkan:

- 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020.

https://cinemamovie28.com/ghost-rider-spirit-of-vengeance/


2. Sinopharm

Vaksin Sinopharm ini memanfaatkan virus Corona yang sudah dilemahkan atau sering disebut dengan inactivated vaccine. Kandidat vaksin ini diklaim menjadi yang pertama di dunia yang menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang sangat bagus.


Ketua China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), Liu Jingzhen, mengatakan kandidat vaksin ini telah melewati uji klinis fase I dan fase II pada 12 April 2020 lalu. Berdasarkan dua fase uji klinis yang dilakukan, vaksin ini tidak menunjukkan adanya dampak yang buruk pada manusia.


"Vaksin ini tidak akan dikenakan harga terlalu tinggi. Diperkirakan akan menghabiskan biaya beberapa ratus yuan untuk satu suntikan, dan untuk dua suntikan biayanya kurang dari 1.000 yuan," Direktur Sinopharm Liu Jingzhen kepada surat kabar Guangming Daily.


Harga perkiraan vaksin Corona Sinopharm:

- Rp 2,1 juta dua kali suntik.


Dosis yang disiapkan:

- 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, 5 juta dosis di antaranya mulai datang pada bulan November 2020.


3. CanSino

CanSino Biologics Inc merupakan perusahaan biofarmasi spesialis vaksin di China, mengembangkan kandidat vaksin Corona bernama Ad5-nCoV bersama tim yang dipimpin pakar penyakit menular dari militer China, Chen Wei.


Vaksin Ad5-nCoV merupakan vaksin hasil rekayasa genetika dengan adenovirus tipe 5 replikasi sebagai vektor untuk mengekspresikan protein SARS-CoV-2. Sebelumnya dari hasil studi hewan praklinis, Ad5-nCoV menunjukkan hasil yang bisa menginduksi respons imun yang kuat pada hewan saat uji coba.


Uji klinis vaksin Cansino dilakukan di Arab Saudi yang melibatkan setidaknya 5.000 sukarelawan yang berada di negara tersebut.


Dosis yang disiapkan:


- 100,000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.


Sementara pengembang vaksin hingga saat ini belum mengungkapkan berapa kisaran harga vaksin per dosisnya.

https://cinemamovie28.com/wife-lovers/