Sabtu, 12 September 2020

4 Kesalahan Morning Sex yang Bikin Mood Berantakan Sepanjang Hari

 Ada banyak keterbatasan yang membuat pasangan cenderung buru-buru saat bercinta di pagi hari. Tak jarang, malah bikin mood berantakan sepanjang hari.
Pada dasarnya, bercinta di pagi hari memberikan banyak manfaat. Jika berjalan sesuai yang diharapkan, justru membantu memperbaiki mood dan jadi lebih bersemangat.

Tapi berbeda dengan malam hari, bercinta di pagi hari biasanya sangat dibatasi waktu. Karena itu, pastikan segalanya sudah terencana. Kesalahan yang terjadi bisa mengacaukan semuanya.

Beberapa kesalahan yang harus dihindari saat melakukan morning sex, seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Terlalu cepat beranjak
Pasangan yang hendak melakukan morning sex memang harus pandai mengatur waktu. Seringkali seseorang melakukan kesalahan fatal, yaitu langsung beranjak begitu saja setelah melakukan penetrasi.

Tanpa disadari, kebiasaan pergi begitu saja membuat pasangan tidak mau melakukan morning sex. Sebab, mereka merasa tidak ada chemistry dan kenikmatan saat bercinta.

2. Mengabaikan komunikasi
Sebagian orang mengeluh bahwa pasangannya tidak mengerti komunikasi yang mereka sampaikan. Jika pasangan mengungkapkan apa yang mereka suka atau tidak suka secara seksual baik lisan atau fisik, menandakan mereka ingin mendapatkan pengalaman bercinta lebih menyenangkan.

Cobalah lebih peka. Mengabaikan komunikasi saat bercinta merupakan hal yang buruk dan menjadi masalah dalam hubungan.

3. Melewatkan foreplay
Waktu terbatas menjadi salah satu alasan pasangan melewatkan foreplay dan hanya melakukan penetrasi saja. Menyebabkan sesi bercinta di pagi hari membosankan. Bagi wanita foreplay merupakan sesi yang jauh lebih penting daripada penetrasi, karena meningkatkan rangsangan seksual.

4. Pura-pura orgasme
Seringkali orgasme menjadi tolak ukur saat bercinta. Umumnya, seseorang pura-pura orgasme karena tidak mood melakukan morning sex. Jika Anda tidak orgasme, sebaiknya komunikasikan dengan pasangan agar saling terbuka dan menemukan solusi.

Disebut Bisa Atasi Sesak Napas, Proning Position Aman Dilakukan?

 Viral sebuah video tentang metode proning position atau posisi tengkurap untuk mengatasi sesak napas pada pasien virus Corona COVID-19. Video ini dibagikan oleh Ahmad Rifai, dokter asal Bay County, Florida, lewat akun Facebook miliknya.
Rifai menyebut metode ini bisa membantu mengeluarkan cairan yang terkumpul di dalam paru-paru, sehingga pasien dapat bernapas kembali dengan optimal.

Apakah proning position bisa dilakukan sehari-hari untuk mengatasi sesak napas?

Menurut ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP, proning position bisa dilakukan sehari-hari di rumah. Namun, metode ini hanya bekerja untuk mengatasi sesak napas dan bukan mencegahnya.

"Bisa saja, tapi bukan berarti kita nggak kenapa-napa terus mencegah dari sesuatu, tidak. Cuman pada orang yang memiliki masalah pada paru, seperti pneumonia dan lainnya itu membantu," kata dr Diah, saat dihubungi, Jumat (11/9/2020).

dr Diah juga menjelaskan, semakin lama proning position dilakukan, maka pernapasan juga akan semakin membaik dan rasa sesak napas menjadi hilang. Meski begitu, ia menyarankan untuk tidak melakukan metode ini sendirian dan harus ada yang mengawasi.

"Kita harus memantau responsnya, dia justru merasa lebih nyaman atau kadang-kadang merasa lebih berat, karena lagi numpuk dahak. Jadi memang harus dalam pemantauan ya," tuturnya.
https://cinemamovie28.com/janus-two-faces-of-desire-2/

Keluh Kesah Dokter Hingga Pengubur Jenazah yang Kewalahan Hadapi COVID-19

Wabah virus Corona di Indonesia masih belum bisa dikendalikan. Hingga hari Jumat (11/9/2020), terdapat 3.737 kasus baru membuat total yang sudah terkonfirmasi sebanyak 210.940 kasus. Namun, tampaknya masih ada saja yang tidak percaya terhadap ancaman virus ini.
Di lapangan, mereka yang berjuang langsung menghadapi pandemi ini mulai mengeluh kewalahan dengan kasus yang semakin membeludak.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) membeberkan data jumlah dokter spesialis paru-paru di tiap daerah Indonesia tidak cukup untuk menghadapi kasus yang ada.

Di DKI Jakarta contohnya, 187 dokter paru harus menangani 47.397 kasus per 7 September lalu. Sementara pada waktu yang sama 90 dokter paru di Jawa Tengah kebagian menangani 15.615 kasus.

"Kita PDPI ini sungguh diminta perannya dan memang harus kita akui bahwa kita memang sudah kelelahan, sebaran dokter paru tidak merata, karena dokter paru ini jumlahnya sedikit, tidak cukup untuk mengatasi kasus COVID-19 yang angkanya terus meningkat," kata Ketua Pokja Infeksi PDPI, dr Erlina Burhan, beberapa waktu lalu.

Selain tenaga medis, para penggali kubur jenazah pasien Corona juga mengaku merasakan hal yang sama. Seorang penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, menyebut rata-rata menguburkan 24 jenazah per hari dengan rekor terbanyak pernah sampai mengubur 38 jenazah.

"Kalau boleh jujur mah, saya sudah capek, Mas. Mau minta pindah saja nggak dipindahin, karena yang lain belum tentu mau, apalagi posisinya di protap COVID-19," ungkap seorang penggali yang tak ingin disebutkan namanya pada detikcom.

Kisah bagaimana penggali kubur menghadapi jenazah COVID-19 selengkapnya bisa dibaca di sini: Jerit Pengubur Jenazah Corona

4 Kesalahan Morning Sex yang Bikin Mood Berantakan Sepanjang Hari

 Ada banyak keterbatasan yang membuat pasangan cenderung buru-buru saat bercinta di pagi hari. Tak jarang, malah bikin mood berantakan sepanjang hari.
Pada dasarnya, bercinta di pagi hari memberikan banyak manfaat. Jika berjalan sesuai yang diharapkan, justru membantu memperbaiki mood dan jadi lebih bersemangat.

Tapi berbeda dengan malam hari, bercinta di pagi hari biasanya sangat dibatasi waktu. Karena itu, pastikan segalanya sudah terencana. Kesalahan yang terjadi bisa mengacaukan semuanya.

Beberapa kesalahan yang harus dihindari saat melakukan morning sex, seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Terlalu cepat beranjak
Pasangan yang hendak melakukan morning sex memang harus pandai mengatur waktu. Seringkali seseorang melakukan kesalahan fatal, yaitu langsung beranjak begitu saja setelah melakukan penetrasi.

Tanpa disadari, kebiasaan pergi begitu saja membuat pasangan tidak mau melakukan morning sex. Sebab, mereka merasa tidak ada chemistry dan kenikmatan saat bercinta.

2. Mengabaikan komunikasi
Sebagian orang mengeluh bahwa pasangannya tidak mengerti komunikasi yang mereka sampaikan. Jika pasangan mengungkapkan apa yang mereka suka atau tidak suka secara seksual baik lisan atau fisik, menandakan mereka ingin mendapatkan pengalaman bercinta lebih menyenangkan.

Cobalah lebih peka. Mengabaikan komunikasi saat bercinta merupakan hal yang buruk dan menjadi masalah dalam hubungan.

3. Melewatkan foreplay
Waktu terbatas menjadi salah satu alasan pasangan melewatkan foreplay dan hanya melakukan penetrasi saja. Menyebabkan sesi bercinta di pagi hari membosankan. Bagi wanita foreplay merupakan sesi yang jauh lebih penting daripada penetrasi, karena meningkatkan rangsangan seksual.

4. Pura-pura orgasme
Seringkali orgasme menjadi tolak ukur saat bercinta. Umumnya, seseorang pura-pura orgasme karena tidak mood melakukan morning sex. Jika Anda tidak orgasme, sebaiknya komunikasikan dengan pasangan agar saling terbuka dan menemukan solusi.
https://cinemamovie28.com/finding-nemo/