Kris Jenner dikabarkan panik saat mendengar bahwa putrinya, Kylie Jenner, dituduh berbohong soal jumlah kekayaannya. Seperti diketahui, Forbes mencabut status Kylie sebagai miliarder muda, karena beberapa dokumen menyebut bahwa dia tidak sekaya yang selama ini digembar-gemborkan di publik.
Sumber yang merupakan orang dekat mengungkapkan bahwa Kris Jenner khawatir tudingan itu akan merusak citra keluarga Kardashian-Jenner yang telah susah payah ia bangun selama bertahun-tahun. Meskipun hingga saat ini Forbes belum membuktikan kebenaran dokumen tersebut.
"Kris dan Kylie panik dan takut hal ini akan merusak brand mereka, dan lebih buruknya lagi, mereka bisa bermasalah dengan pemerintah," kata sumber, seperti dikutip dari Page Six.
Sumber tersebut juga mengklaim bahwa ibu-anak dari kalangan jetset itu sangat khawatir akan berurusan dengan hukum dan penghakiman sosial. Pasalnya Forbes menyebut bahwa Kylie Jenner bersama akuntannya telah menggelembungkan angka penghasilan dari brand kecantikan Kylie Cosmetics yang didirikannya sejak 2014.
Sementara itu lewat kuasa hukumnya, Kylie Jenner menuntut Forbes agar menarik kembali pernyataan mereka. Pengacara Kylie, Michael Kump, mengatakan bahwa dia bisa memastikan bahwa artikel Forbes yang menuding bahwa kliennya 'telah melakukan penipuan dan menggelembungkan angka penghasilan' penuh dengan kebohongan.
"Tuduhan Forbes bahwa Kylie dan akuntannya 'membuat-buat laporan pajak penghasilan' adalah keliru dan kami meminta Forbes untuk segera menarik kembali pernyataan tersebut dan pernyataan lainnya," ujar Michael dalam pernyataan tertulis, dilansir People.
Pilu! Pria Tua Berjuang Hidupi Ibu dan Kakak, Tahan Lapar Sendirian
Pandemi COVID-19 membuat banyak orang mengalami masa-masa sulit karena harus kehilangan pekerjaan. Seperti dialami oleh pria tua asal Malaysia ini yang harus kehilangan pekerjaan dan kini kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Seorang pria paruh baya yang namanya tak diketahui ini telah berusaha keras untuk memastikan ibu dan kakak perempuannya tetap terawat meskipun ia kehilangan pekerjaan sebagai pencuci piring. Seperti dilansir World of Buzz, kisahnya dibagikan oleh Hopes In Meals di Facebook di mana terungkap bahwa ia memilih untuk kelaparan sendiri demi memberi makan keluarganya.
"Pria ini kehilangan pekerjaannya sebagai pencuci piring karena COVID-19, ia ditemukan telah kelaparan sendirian karena kesulitan keuangan untuk waktu yang lama dan tampak pucat di halte bus selama beberapa hari sebelum tetangga yang baik hati memberi tahu kami tentang keadaannya," tulisnya.
Pria ini telah mengumpulkan kaleng dan barang daur ulang lainnya, tetapi tidak bisa menjualnya karena penguncian wilayah yang ditetapkan pemerintah sampai 2 Juni demi mencegah penyebaran virus corona. Ia juga menjelaskan bahwa dirinya memang menerima sejumlah dana dari pemerintah, tetapi telah menyerahkan semua uang itu kepada saudara perempuannya untuk menjaga ibunya yang berusia 93 tahun.
Tak hanya itu, pria tua ini juga mencoba yang terbaik untuk menghemat uang untuk makanan dan sering kali tidak makan sehingga dia bisa menghemat lebih banyak uang untuk diberikan kepada ibunya.
https://kamumovie28.com/flora/