Penyanyi Reza Artamevia kembali bermasalah dengan narkoba. Kali ini ia ditangkap polisi dengan barang bukti berupa sabu. Tidak disebutkan berapa banyak sabu yang diamankan bersama Reza.
Adanya sabu yang diamankan sebagai barang bukti dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. "Ada sabu," katanya, Sabtu (5/9/2020).
Sabu merupakan jenis stimulansia yang bekerja di susunan saraf pusat, istilah populer untuk metamphetamine dan amphetamine, dua obat yang strukturnya mirip. Obat ini memicu pelepasan dopamin yang memberikan efek rasa senang, energik, dan penuh percaya diri.
Dikutip dari Addiction Center, pengguna obat ini juga merasa lebih berenergi. Karenanya, sering disalahgunakan oleh orang-orang yang supersibuk agar tidak gampang kelelahan.
Di balik efek tersebut, tersimpan pula bahaya yang mengerikan. Penggunaan jangka panjang dan dosis yang berlebih bisa memicu kecanduan, dan jika dihentikan maka akan terjadi withdrawal symptom alias sakaw.
Kondisi sakaw dicirikan dengan berbagai gejala. Mulai dari konsentrasi berkurang, sakit kepala, depresi dan bahkan halusinasi. Sebaliknya, overdosis bisa berakibat fatal yakni kematian.
Dokter Ini Anjurkan Pakai Masker Saat Bercinta
Seorang dokter di Kanada menyarankan untuk menghindari berciuman dan menggunakan masker saat berhubungan seksual. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Petugas Kesehatan Masyarakat Kanada, Dr Theresa Tam saat memberikan imbauan terkait keamanan dari Corona dalam berhubungan seksual.
"Kesehatan seksual adalah bagian yang penting dari kesehatan kita secara keseluruhan. Seks bisa menjadi rumit di masa COVID-19, terutama bagi mereka yang berhubungan intim dengan orang di luar lingkarang mereka," kata Tam, yang dikutip dari CNN, Sabtu (5/9/2020).
Menurutnya, risiko penularan akan semakin meningkat jika hubungan seks melibatkan pasangan baru atau yang tidak tinggal dalam satu rumah/lingkungan. Maka dari itu, menurut Tam aktivitas solo mungkin bisa jadi jalan alternatifnya.
"Risiko aktivitas seksual terendah selama COVID-19 adalah melibatkan diri sendiri," lanjutnya.
Menurut Tam, untuk mengurangi risiko penularan, hindari kontak atau bertatap muka secara dekat saat berhubungan intim dengan orang di luar lingkaran mereka. Bahkan Tan menganjurkan untuk menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut selama bercinta.
"Bukti saat ini menunjukkan kemungkinan bisa tertular COVID-19 melalui air mani atau cairan vagina sangat rendah. Namun, kontak dekat seperti berciuman dengan orang yang mungkin tidak bergejala bisa meningkatkan risiko tertular COVID-19," jelas Tan.
Tam juga menyarankan untuk menghindari hubungan seks jika salah satu pasangan menunjukkan adanya gejala-gejala COVID-19. Selain menghindari seks, ia juga mengatakan orang-orang saat ini harus membatasi konsumsi alkohol zat lainnya.
Agar hubungan seks di tengah pandemi bisa berjalan dengan aman, Tam menegaskan untuk selalu menggunakan kondom. Tindakan seperti ini bisa menekan risiko penularan dan tetap bisa menjaga keintiman pasangan saat bercinta.
"Dengan mengambil tindakan pencegahan ini, dan tetap sadar akan risiko yang kami asumsikan, masyarakat Kanada masih tetap bisa menikmati keintiman fisik dan menjaga penyebaran COVID-19," pungkasnya.
https://indomovie28.net/bang-gang-a-modern-love-story/