Minggu, 06 September 2020

Reza Artamevia Tersandung Sabu, Kenali Berbagai Efek Narkoba Jenis Ini

 Penyanyi Indonesia Reza Artamevia diamankan pihak kepolisian beserta barang bukti berupa sabu, meski tidak disebutkan jumlahnya. Saat ini, Reza tengah diperiksa secara intensif di Polda Metro Jaya.
Sabu atau kristal methamphetamine adalah golongan obat stimulan yang digunakan untuk membangkitkan stamina dan mood seseorang. Jenis narkoba yang cukup populer ini bisa membuat orang tidak pernah merasa lelah hingga ketagihan atau adiktif.

Dikutip dari Addiction Center, methamphetamine atau sabu bisa sangat berpengaruh pada otak dan tubuh si penggunanya. Saat sabu masuk ke dalam tubuh, bahan kimia yang disebut dopamin akan memenuhi bagian-bagian otak yang mengatur perasaan senang, yang membuat penggunanya merasa energik dan percaya diri.

Namun, sabu ini tentunya membuat orang menggunakannya menjadi ketagihan dan ketergantungan terhadap obat itu. Jika efek sabu pada orang yang mengkonsumsinya habis, orang itu bisa mudah marah bahkan depresi.

Berikut beberapa efek dari penggunaan sabu, yaitu:

Hiperaktif
Paranoia
Gerakan tersentak-sentak
Luka pada kulit
Kedutan
Nafsu makan menurun
Berat badan menurun drastis
Gigi membusuk
Selain itu, adapun efek lain yang disebabkan sabu yaitu 'tweaking' atau periode kecemasan dan insomnia yang bisa terjadi selama 3-15 hari. Tweaking ini terjadi pada akhir pesta narkoba, saat pengguna sabu tidak bisa 'nge-fly' lagi.

Hal ini bisa menyebabkan munculnya efek samping psikologis, seperti mudah marah, paranoia, sampai kebingungan karena putus asa untuk menggunakannya lagi. Tweaking akibat sabu ini juga membuat orang mengalami halusinasi, sehingga sangat rentan terhadap perilaku kekerasan.

Reza Artamevia Tersandung Narkoba, 8 Artis Ini Pernah Terciduk Pakai Sabu

Penyanyi Reza Artamevia diamankan pihak kepolisian. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Reza Artamevia ditangkap bersama barang bukti berupa sabu.
"Diduga (narkoba), bukan ditangkap. Sampai sekarang baru diamankan, masih dalam pemeriksaan," ujar Yusri pada detikcom, Sabtu (5/9/2020).

"Ada sabu," kata Yusri ketika dihubungi detikcom.

Sabu merupakan jenis stimulansia yang bekerja di susunan saraf pusat, istilah populer untuk metamphetamine dan amphetamine, dua obat yang strukturnya mirip. Obat ini memicu pelepasan dopamin yang memberikan efek rasa senang, energik, dan penuh percaya diri.

Meski demikian, masih belum ada pernyataan resmi Reza positif menggunakan sabu. Rilis kasus terkait baru akan dilaksanakan Senin, 7 September 2020.

Berikut rangkuman detikcom beberapa tokoh artis lain yang pernah tersandung kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

1. Mudy Taylor
Komika Mudy Taylor ditangkap polisi pada September tahun lalu di rumahnya dengan barang bukti 0,18 gram sabu dan dua buah alat penghisap. Mudy mengaku memakai sabu sejak tahun 2003 untuk bekerja menghasilkan karya. Setiap bulan, Mudy bisa mengambil stok narkoba sebanyak 3 hingga 4 kali.

"Setelah kita tanya kembali kenapa menggunakan sabu, yang bersangkutan menyampaikan ini adalah untuk kenyamanan dalam bekerja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (24/9/2018).

2. Reza Bukan
Komedian Reza Bukan juga ditangkap karena menyalahgunakan sabu pada Juli 2018 lalu. Kepada polisi ia mengaku memakai sabu sejak tahun 2014 demi meningkatkan semangat dirinya saat bekerja.

"Untuk menghilangkan stres dan memberi semangat dalam bekerja," ucap Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick frendriz kala itu.

3. Agung Saga
Artis FTV Agung Saudaga alias Agung Saga (AS) ditangkap polisi pada bulan April lalu oleh Subdit II Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Agung Saga mengaku mengonsumsi sabu sejak tahun 2015 untuk menjaga ketahanan tubuh.

"Jadi biar kerja masih fit staminanya. Kemudian juga pada saat syuting film karena kejar tayang badan tetap fit," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

4. Jupiter Fortissimo
Pesinetron Jupiter Fortissimo (JF) ditangkap untuk kedua kalinya pada Februari 2019 lalu setelah baru bebas tahun 2018 karena kasus penyalahgunaan narkotika. Menurut Argo motif JF menggunakan sabu untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Ini yang kadang-kadang jadi salah kaprah, itu keliru. Kalau mau kuat ya banyak makan buah, vitamin C, olahraga," cetus Argo.

5. Fachri Albar
Pada tahun 2018 aktor Fachri Albar ditangkap dan didakwa karena memiliki 4 jenis narkotika berupa ganja, sabu, hingga dumolid. Jaksa menyebut Fachri merasa tubuhnya semakin semangat setelah mengkonsumsi narkotika tersebut.

"Yang terdakwa rasakan setelah menggunakan narkotika jenis sabu badan menjadi lebih segar dan semangat," kata Jaksa Penuntut Umum Arya Wicaksana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kala itu.
https://indomovie28.net/rembulan-tenggelam-di-wajahmu/

5 Fakta Road Bike, Sepeda 'Sultan' yang Bakal Disimulasikan Masuk Tol

 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengizinkan jalan tol lingkar dalam Jakarta bisa dilintasi road bike atau sepeda balap.
Dalam permohonan tersebut, Anies meminta satu ruas jalan tol lingkar dalam yaitu lintasan Cawang-Tanjung Priok sisi barat, akan digunakan untuk lintasan road bike setiap hari Minggu pukul 06.00 - 09.00 pagi.

Saat ini, Kementerian PUPR masih dalam tahap mengkaji soal usulan Anies. Namun, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar simulasi lalu lintas road bike masuk tol pekan depan.

"Mereka (Pemprov DKI) baru siap simulasinya minggu depan," ujar Danang ketika dihubungi detikcom, Jumat (4/9/2020).

Berikut 5 fakta sepeda road bike yang akan diuji coba masuk tol. Apa saja?

1. Beda sepeda road bike dengan sepeda biasa?
Kepala bidang umum ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) DKI Fatur Racavvara, mengatakan sepeda road bike berbeda dengan sepeda pada umumnya. Antara lain dicirikan dengan jenis roda yang tapaknya kecil dan halus. Tujuannya adalah untuk mendapatkan putaran yang lebih baik, karena sepeda ini dikendarai dengan kecepatan tinggi.

"Sebenarnya road bike itu adalah sepeda yang digunakan di jalan raya, mostly pengertiannya begitu," jelas Fatur.

Karena rodanya yang kecil, maka sepeda ini umumnya hanya digunakan di jalan raya yang memiliki permukaan jalan yang rata. Jika dikendarai di gravel atau tanah, tentu tidak senyaman sepeda gunung atau mountain bike misalnya.

"Juga dikarenakan road bike itu kan tidak memiliki peredam kejut kan di depan dan belakang rodanya maka dia harus di jalan yang halus," tambah Fatur.

2. Rata-rata kecepatan sepeda road bike
Menurut Fatur, kecepatan jenis sepeda road bike ini sangat beragam tergantung fisik dari pengendaranya. Minimalnya, berada di 30 kilometer per jam.

"Kembali iya kalau sepeda itu kan tergantung ridernya, fisik ridernya, kalau teman-teman yang biasa pakai itu minimal 30 kilometer per jam, rata-rata mereka pakai," tambahnya.

"Tetapi kalau yang sudah staminanya bagus, itu bisa bahkan sampai 50 kilometer per jam kecepatannya. Bahkan kalau atlet itu bisa 60 kilometer per jam lebih," ungkapnya.

3. Samakah dengan sepeda balap?
Secara umum, road bike adalah jenis sepeda yang dalam sehari-hari sering disebut sebagai sepeda balap. Meskipun demikian, sepeda balap sendiri ada banyak sekali jenisnya, dan tidak semuanya bisa digunakan di jalan raya.

"Ada sepeda balap yang buat nanjak khusus, ada yang buat di velodrome khusus, time trial, jadi ada beberapa spek juga," jelas Fatur.

Yang membedakan berbagai jenis sepeda balap tersebut antara lain adalah geometri atau bentuknya. Sepeda balap untuk nanjak misalnya, bentuknya berbeda dengan sepeda balap untuk akselerasi di velodrome atau lintasan khusus sepeda balap.

4. Kisaran harga sepeda road bike
Fatur menjelaskan, jika belakangan ini banyak sekali sepeda lipat bergelar 'sepeda sultan' saking mahalnya, sebenarnya belum ada apa-apanya dibandingkan road bike kelas high-end. Memang sih, ada juga road bike yang harganya sekitar Rp 5 juta, tetapi rata-rata ada di harga puluhan juta.

"Kalau yang produk impor atau jenis-jenis sepeda yang suka dipakai atlet-atlet di luar negeri itu mulai dari 50 jutaan sampai dengan 300-400 jutaan," jelas Fatur.

5. Ada plus minusnya
Bagi pemula, kemampuan road bike melaju kencang harus ditukar dengan kenyamanan. Dibanding jenis sepeda lain, road bike memang memiliki gaya berkendara paling nggak santai, tubuh harus membungkuk dan tidak dilengkapi suspensi.

Posisi balap seperti ini oleh beberapa pengguna road bike pemula menyebabkan berbagai keluhan, seperti pegal-pegal dan bahkan tangannya kesemutan. Bagi yang belum terbiasa, pedal khusus yang saling terkunci dengan sepatu cleat rawan menyebabkan jatuh.

Belum lagi urusan memilih jalur. Dengan bentuk roda yang sangat kecil, road bike tidak leluasa melintas di jalan yang berlubang atau tidak mulus. Kena kerikil kecil saja ban bisa rusak atau hilang keseimbangan.
https://indomovie28.net/pretty-girl-in-ward-office-2/