Selasa, 25 Agustus 2020

Ahok Mengenang Warisan dan Hadiah dari Mendiang Kakeknya

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok baru saja ditinggal kakeknya, Bun Kim Fo, yang meninggal dunia. Ahok mengenang satu-satunya warisan yang ditinggalkan mendiang kakek.
Cerita ini diungkapkan Ahok di Instagramnya, Selasa (25/8/2020). Ahok menunggah foto bersama kerabat di depan peti jenazah kakeknya di rumah duka.

"Warisan dan hadiah satu-satunya yang pernah kakek saya berikan kepada saya adalah Alkitab yang diberikan kepada saya ketika mau berangkat ke Jakarta melanjutkan studi SMA di tahun 1981 saat Kakek saya masih sebagai ketua majelis gereja persekutuan Kristen Gantung Belitung (saat itu belum pemekaran kabupaten Belitung Timur)," kata Ahok di Instagram.

Mantan staf khusus Ahok yang saat ini menjabat Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Ima Mahdiah, menyebut kakek Ahok meninggal dunia di Belitung Timur pada Minggu (23/8).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bun Kim Fo lahir pada 1926. Bun Kim Fo meninggal pada usia ke-94 tahun.

Kabar duka mengenai meninggalnya kakek Ahok juga diinfokan Tim BTP melalui akun Instagram-nya. Tim BTP juga mengirimkan doa atas kepergian kakek Ahok tersebut.

"RIP Bun Kim Fo 1926-2020. Turut berduka cita atas kepergian Kakek Bun Kim Fo, kakek dari Bapak BTP. Kami akan selalu mengenang dan mendoakan. Semoga Tuhan berikan tempat yang terbaik untuk kakek di surga. Selamat jalan, kakek," tulis kaun Tim BTP di akun Instagram-nya, seperti dilihat, Senin (24/8).

172 Negara Bersatu Demi Akses Vaksin Corona yang Adil

Negara-negara dilaporkan mulai membuat perjanjian sepihak dengan perusahaan farmasi untuk mengamankan suplai vaksin virus Corona COVID-19. Hal yang disebut "nasionalisme vaksin" ini disebut berbahaya karena bisa membuat ketimpangan terhadap akses vaksin dunia.
Untuk menghadapi masalah itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat program bernama COVAX untuk menjamin negara-negara lain bisa mendapat vaksin bila nanti tersedia. Sejauh ini sudah ada 172 negara yang menyatakan turut berpartisipasi.

"Nasionalisme vaksin hanya akan membantu virus," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (25/8/2020).

COVAX rencananya akan membeli sekitar dua milyar dosis vaksin Corona yang dibagikan secara merata pada negara-negara hingga akhir 2021.

Untuk mencapai itu dibutuhkan bantuan donasi dana dari negara-negara.

"Kunci kesuksesan COVAX tidak hanya dari negara-negara yang mau turut berpartisipasi, tapi juga pada pemenuhan dana yang penting," lanjut Tedros.

Awalnya Anggap Corona Hoax, Suami Menyesal Usai Istri Meninggal

Pasangan suami-istri dari Florida, Amerika Serikat, awalnya menganggap virus Corona COVID-19 hanya konspirasi belaka. Brian Lee Hitchens dan istrinya, Erin, membaca berbagai klaim di internet yang menyebut Corona tidak nyata atau penyakit ini sama seperti influenza.
Brian dan Erin tidak pernah menjalankan protokol kesehatan, sampai keduanya jatuh sakit pada bulan Mei karena infeksi virus Corona.

Erin yang berusia 46 tahun memiliki kondisi penyerta asma dan kondisinya terus memburuk. Hingga akhirnya pada bulan Agustus, Erin meninggal dunia.

Brian nasibnya lebih baik karena berhasil sembuh. Ia mengaku menyesal dan berharap sang istri bisa memaafkannya.

"Ini adalah virus nyata yang efeknya berbeda-beda untuk tiap orang. Saya tidak bisa mengubah masa lalu. Saya hanya bisa melanjutkan hidup dan mengambil keputusan yang lebih baik di masa depan," kata Brian pada BBC dan dikutip Selasa (25/8/2020).

Brian juga menceritakan pengalamannya di media sosial, tempat ia banyak mendapat informasi keliru mengenai pandemi Corona. Harapannya ada netizen lain yang bisa terselamatkan dari nasib yang serupa.

"Bila Anda keluar rumah, tolong bijaksana dan jangan bodoh seperti saya. Jadi hal yang terjadi pada saya dan istri saya tidak terjadi pada Anda," pungkasnya.
https://indomovie28.net/scary-stories-to-tell-in-the-dark-2/

Filipina Teken RUU Sabah Masuk Wilayahnya

- Langkah mengejutkan diambil Filipina dalam kelanjutan klaim wilayah Sabah. Negara ini menandatangani RUU Sabah sebagai bagian dari peta paspornya.
Dilansir dari CNN, Selasa (25/8/2020) Komite Urusan Luar Negeri Filipina mengatakan bahwa RUU ini bertujuan untuk mengklaim Sabah bagian dari tutorialnya. Sabah pun dimasukkan ke dalam bagian dari peta paspor Filipina.

"RUU ini bertujuan untuk menekankan kemenangan kami di Laut Filipina Barat atas China dalam Pengadilan Arbitrase Internasional di Den Haag, Belanda. Serta hak hukum dan sejarah kami atas Sabah," seperti yang ditulis CNN Filipina.

Kelanjutan dari RUU ini adalah menyetujui tindakan pengganti yang mengharuskan peta Filipina termasuk zona ekonomi eksklusif (ZEE) 200 mil dan Sabah tercetak di paspor Filipina.

RUU yang tak bernomor yang disetujui Kamis lalu ini diiringi diskon pengurusan dan pembaruan paspor bagi warga senior. Amandemen ini juga bertujuan untuk mengkriminalisasi paspor ilegal dan memberikan hukuman yang lebih keras kepada pelanggar. Pelanggar asing juga dapat dideportasi dan dimasukkan daftar hitam setelah menjalani hukuman.

Ini bukan pertama kalinya Filipina mengklaim Sabah sebagai bagian dari wilayah mereka. Sebelumnya Menteri Luar Negeri, Teodore Locsin Jr, menuliskan di Twitter sebuah pernyataan yang memicu provokatif. Dia menuliskan "Sabah tidak ada di Malaysia".

Cuitan ini tentu saja memicu kemarahan di kalangan netizen di seluruh Asia Tenggara. Bahkan memicu tanggapan dari Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein, yang menyebut tweet tersebut tidak bertanggung jawab.

Ahok Mengenang Warisan dan Hadiah dari Mendiang Kakeknya

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok baru saja ditinggal kakeknya, Bun Kim Fo, yang meninggal dunia. Ahok mengenang satu-satunya warisan yang ditinggalkan mendiang kakek.
Cerita ini diungkapkan Ahok di Instagramnya, Selasa (25/8/2020). Ahok menunggah foto bersama kerabat di depan peti jenazah kakeknya di rumah duka.

"Warisan dan hadiah satu-satunya yang pernah kakek saya berikan kepada saya adalah Alkitab yang diberikan kepada saya ketika mau berangkat ke Jakarta melanjutkan studi SMA di tahun 1981 saat Kakek saya masih sebagai ketua majelis gereja persekutuan Kristen Gantung Belitung (saat itu belum pemekaran kabupaten Belitung Timur)," kata Ahok di Instagram.

Mantan staf khusus Ahok yang saat ini menjabat Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Ima Mahdiah, menyebut kakek Ahok meninggal dunia di Belitung Timur pada Minggu (23/8).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bun Kim Fo lahir pada 1926. Bun Kim Fo meninggal pada usia ke-94 tahun.

Kabar duka mengenai meninggalnya kakek Ahok juga diinfokan Tim BTP melalui akun Instagram-nya. Tim BTP juga mengirimkan doa atas kepergian kakek Ahok tersebut.

"RIP Bun Kim Fo 1926-2020. Turut berduka cita atas kepergian Kakek Bun Kim Fo, kakek dari Bapak BTP. Kami akan selalu mengenang dan mendoakan. Semoga Tuhan berikan tempat yang terbaik untuk kakek di surga. Selamat jalan, kakek," tulis kaun Tim BTP di akun Instagram-nya, seperti dilihat, Senin (24/8).
https://indomovie28.net/tales-from-the-dark-2-2/