Minggu, 16 Agustus 2020

Gaya Nia Ramadhani Pakai Kebaya Belahan Tinggi di Siraman Arya Bakrie

- Nia Ramadhani memang selalu berhasil mencuri atensi publik. Tidak hanya melalui tingkahnya, melainkan juga penampilan dan gaya berbusananya yang selalu terlihat menawan. Kali ini Nia kembali menarik perhatian melalui pemilihan busananya ketika menghadiri salah satu acara keluarga Bakrie.
Baru-baru ini melalui unggahan di media sosial Instagramnya, Nia Ramadhani terlihat menghadiri acara siraman Arya Bakrie. Arya Bakrie sendiri merupakan saudara sepupu dari Ardi Bakrie. Arya adalah anak bungsu dari keluarga Nirwan Bakrie dan Indira.

Dalam Instagram Story Nia Ramadhani itu terlihat momen sakral prosesi siraman yang tengah dilakukan Arya Bakrie sebelum meminang pujaan hatinya, Vannya Istarinda. Namun yang banyak mencuri perhatian netizen adalah kebaya yang digunakan oleh Nia Ramadhani saat menghadiri acara tersebut.

Seperti yang dapat terlihat dalam unggahannya, pada acara siraman Arya Bakrie itu Nia Ramadhani tampil dengan mengenakan kebaya lengan pendek bernuansa hijau dengan sedikit campuran merah muda. Bagian atas dari kebaya yang dikenakan ibu dari tiga orang anak itu tampak tertutup, tetapi tidak dengan bagian bawahnya.

Belahan pada rok yang dikenakan oleh istri dari Ardi Bakrie itu terlihat cukup tinggi hingga sampai memperlihatkan bagian paha atasnya. Kebaya tersebut juga berhasil memperlihatkan lekuk tubuh Nia yang sangat langsing.

Sementara untuk riasan wajah, Nia Ramadhani terlihat memilih gaya makeup yang natural dengan rambut yang simple. Momen dalam acara siraman itu juga terlihat dibagikan oleh Ardi Bakrie di Instagramnya pada Kamis (13/8/2020).

"Siraman si adek paling bontot @aryabakrie di generasi ke 3 keluarga Bakrie.. semoga semua dilancarkan ya De utk acaranya, dan smga kamu bs membangun keluarga yg samawa.. Amiin.. Never forget to always bring our family stick together," tulis Ardi dalam keterangan postingannya.

Dalam foto tersebut terlihat para anggota keluarga Bakrie berkumpul bersama. Terlihat Ardie Bakrie ditemani oleh sang istri, Nia Ramadhani. Kabarnya pernikahan Arya Bakrie dengan Vannya Istarinda berlangsung hari ini.

Syuting Video Klip Saat Pandemi, Cardi B Bayar Rp 1,5 M untuk Tes COVID-19

 Cardi B dan Megan Thee Stallion syuting video klip 'WAP' di tengah pandemi virus Corona. Menjalani syuting dengan banyak kru saat penyakit COVID-19 masih merajalela tentu bukan hal mudah.
Sejumlah protokol kesehatan pencegahan Corona pun diterapkan termasuk melakukan swab test ke seluruh kru dan artis yang terlibat. Biaya yang harus dikeluarkan untuk tes tidaklah sedikit. Rapper yang sering tampil seksi itu harus merogoh kocek hingga miliaran rupiah hanya untuk tes COVID-19.

"Sedikit aneh memang syuting video di era Corona ini. Kami harus keluar uang USD 100 ribu (Rp 1,5 miliar) hanya untuk tes. Setiap orang yang terlibat syuting harus dites virus Corona," tutur wanita 27 tahun ini seperti dikutip dari Page Six.

Selain memakan biaya besar, video klip 'WAP' juga mengundang kontroversi. Protes datang dari komunitas orang kulit hitam karena kemunculan Kylie Jenner sebagai cameo di video klip.

Mereka mengritik keputusan Cardi B yang mengajak Kylie dalam video klip yang hampir seluruhnya menampilkan bintang-bintang kulit hitam. Netizen menuding kalau Kylie sudah sering melakukan perampasan budaya dengan bergaya seperti orang kulit hitam.

Cardi B pun tak menyangka video klip yang banyak menampilkan unsur seksi itu akan jadi perdebatan besar karena Kylie Jenner. Belum lagi ia juga dikritik karena menampilkan hewan eksotis, yakni harimau, dalam video klip.

"Aku sungguh terkejut dengan reaksi orang-orang, jujur. Aku tahu dampaknya akan besar, mungkin, karena aku dan Megan. Tapi aku tidak tahu akan jadi sekontroversial ini, " pungkasnya.
https://indomovie28.net/crimson-peak/

Kisah Inspiratif Wanita Yogya Raih Beasiswa S-3 di Kampus Oxford, Inggris

Mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri menjadi salah satu impian pelajar tanah air. Selain ingin mendapatkan pengalaman dan mempelajari budaya baru, belajar di luar negeri dengan beasiswa bisa menjadi kebanggaan tersendiri.
Seperti kisah wanita asal Yogyakarta, Aishah Prastowo yang berhasil masuk di salah satu kampus bergengsi dunia, yaitu Universitas Oxford dengan program beasiswa. Aishah mengambil program DPhil (setara S3) Engineering Science.

Wanita berhijab ini pun menceritakan perjalanan kuliahnya hingga bisa menempuh pendidikan di Universitas Oxford dengan beasiswa. Aishah memulai masa kuliahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Fakultas Teknik Fisika.

"Saya lulus SMA tahun 2007. Sejak SMP memang suka dengan pelajaran Fisika dan pernah dapat medali perak di olimpiade Fisika nasional tingkat SMP. Jadi waktu memilih jurusan saya mempertimbangkan untuk masuk Fisika atau Teknik Fisika. Setelah lihat-lihat kurikulum Teknik Fisika, saya tertarik karena lebih banyak aplikasinya sehingga saya mendaftar ke sana," ungkapnya saat dihubungi Wolipop, Jumat (14/8/2020).

Ketika mengenyam pendidikan di UGM, Aishah menuturkan jika kedua orangtuanya sangat mendukung. Ayahnya sendiri merupakan dosen di fakultas MIPA UGM dan tinggal di Yogyakarta. Jadi dia tidak perlu jauh dari orangtua.

Aishah pun menyebutkan alasan memilih jurusan Teknik Fisika. Dia mengaku tertarik mengaplikasikan ilmu Teknik Fisika di bidang Biomedis dan Biologi.

Setelah lulus S-1 Teknik Fisika dari UGM, Aishah melanjutkan kuliah S-2 di Paris Descartes University, Prancis di bidang Interdisciplinary Life Sciences. Aishah mendapatkan beasiswa dari pemerintah Prancis untuk meraih gelar masternya.

"Program studi ini unik karena mempelajari bagaimana life science bersinggungan dengan bidang-bidang ilmu lain seperti Fisika, Matematika, Teknik, Teknologi Komputasi atau Pemrograman, hingga Ilmu Komunikasi," jelasnya.

Meraih Beasiswa Luar Negeri di Universitas Oxford
Berhasil menyelesaikan S-2 di Prancis, Aishah melanjutkan kuliah ke jenjang pendidikan tertinggi yaitu S-3 atau sering disebut sebagai program doktoral. Jenjang ini banyak diikuti oleh para akademisi atau orang yang berkarier dalam bidang ilmu pengetahuan.

Aishah mendaftar untuk mendapatkan beasiswa luar negeri S-3 di Universitas Oxford setelah menyelesaikan S-2 pada 2013. Pada saat itu, dia melihat iklan lowongan seorang supervisor di Oxford yang sedang mencari mahasiswa.

"Waktu itu memang cari-cari S-3. Coba-coba daftar beberapa kampus dan beasiswa, sempat daftar di Belanda, Prancis, Amerika Serikat, tapi yang diterima di Oxford. Waktu itu supervisor di Oxford pasang iklan lowongan cari student. Dan dulu sempat udah interview di Delft, Belanda, tapi nggak lolos, sempat dapat di Prancis juga tapi nggak boleh pake hijab di kampusnya sana, jadi daftar-daftar terus," kisah Aishah.

Wanita 29 tahun ini mendapatkan beasiswa kuliah S-3 di University of Oxford di Department of Engineering Science. Untuk menyelesaikan gelar doktoranyal, dia mengambil topik penelitian mengenai mikrofluida berbasis droplet.

"Di sini saya menggunakan droplet-droplet yang dibentuk di lab sebagai pengganti tabung reaksi yang ukurannya sangat kecil. Keuntungannya, apabila kita menggunakan droplet ini untuk melakukan test biomedis, volume sample dan reagen yang diperlukan jauh lebih kecil, waktu test lebih singkat, dan bisa memproses dengan lebih efisien. Saya mengamati sifat droplet yang volumenya sekitar ratusan nanoliter hingga microliter pada permukaan datar ditinjau dari segi fisika dan engineeringnya," jelasnya.

Kuliah di salah satu universitas bergengsi di dunia, Aishah mengaku sempat merasa jenuh karena melakukan penelitian yang memakan waktu bertahun-tahun. Dia mulai kuliah pada 2014 dan menyelesaikan S-3 pada 2019.

"Saya mulai tahun 2014 dan selesai awal 2019, proyek penelitian yang menantang dan harus belajar sendiri, karena ada gap antara materi yang dipelajari di UGM dengan ekspektasi dosen di Oxford sehingga saya harus mengejar ketertinggalan. Selain itu, pada saat itu saya masih belum menikah jadi belum ada yang benar-benar support mental saya. Pada akhirnya saya reach out ke counseling service di universitas yang alhamdulillah dapat membantu mengembalikan semangat berjuang menyelesaikan studi melalui program workshop dan konselingnya," ujarnya.

Aishah sempat rehat pada 2018 karena menikah dengan Budi Santoso dan kemudian hamil hingga melahirkan anak pertamanya yang bernama Falah Santoso. Dia menikah setelah mendaftarkan disertasinya.
https://indomovie28.net/collective-invention/