Rabu, 12 Agustus 2020

Pria Onani di Depan Salon di Palangka Raya, Tanda Kelainan Seksual?

RU (33), seorang pria asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah, melakukan onani di pinggir jalan depan salon kecantikan. Akibat tindakannya tersebut, ia ditangkap polisi.
"Jadi itu di depan salon kecantikan, di Jalan Setiadji, dia yang rencananya mau ke rumah orang tuanya, ketemu berjarak sekitar 5 km, melihat salon kecantikan dilihat ada beberapa wanita yang mau perawatan kecantikan, dia memberhentikan kendaraannya, mengeluarkan kemaluannya sambil megang-megang kemaluannya," kata Kapolresta Palangka Raya Kombes Dwi Tunggal Jaladri saat dihubungi, Selasa (11/8/2020).

Saat dimintai keterangan, RU mengaku sudah berkeluarga selama sepuluh tahun dan memiliki dua anak. RU pun mengatakan saat kejadian itu ia sedang cekcok dengan istrinya.

"Pengakuannya dia istrinya cekcok marah-marah, tapi yang jelas dari yang bersangkutan mengalami kelainan seksual lah," ujar Kombes Dwi.

Lantas apakah yang dilakukan RU merupakan tanda kelainan seksual?

Menurut psikolog klinis Maragama Consulting, Diana Mayorita, jika dilihat dari aksinya kemungkinan RU memang memiliki kelainan seksual yang disebut dengan eksibisionisme.

"Masuknya ke perilaku eksibisionisme, jadi memamerkan alat kelaminnya di depan publik tujuannya untuk meningkatkan hasrat seksualnya dia," jelas Yori, sapaan akrabnya kepada detikcom, Selasa (11/8/2020).

Yori juga menjelaskan, seseorang bisa disebut mengalami eksibisionisme jika dengan sengaja mempertunjukkan alat kelaminnya di tempat umum.

"Sebenarnya kalau eksibisionisme itu baik itu ada yang lihat atau nggak sebenarnya secara posisi itu dia ada di publik gitu lho. Jadi bukan di private kaya gitu," pungkasnya.

Ini Cara 'Sakti' Ridwan Kamil Ajak Masyarakat agar Patuh Pakai Masker

 Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan bagaimana cara ia mengajak masyarakat untuk patuh menggunakan masker. Menurut Ridwan Kamil, salah satu caranya adalah dengan mengajak masyarakat untuk berpikir mencari solusi terbaik, bagaimana mereka bisa tetap produktif, tetapi terhindar dari risiko penularan virus Corona COVID-19.
"Kajiannya adalah lockdown sama dengan pakai masker itu sama menurunkan tingkat penularan. Tapi kalau lockdown makan korban ekonomi-sosial, kalau pakai masker tidak," kata Ridwan Kamil dalam siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (11/8/2020).

Oleh sebab itu, Ridwan Kamil meyakinkan jika masyarakat ingin tetap bisa produktif, maka masker wajib digunakan setiap beraktivitas. "Makanya keyakinan itu saya sampaikan. Sok kalau mau tidak lockdown atau PSBB lagi, itu cuma satu pakai masker," jelasnya.

"Nah inilah kampanye logika ini kita teruskan," tambahnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat pada Senin (10/8/2020), total kasus terkonfirmasi positif di Jawa Barat sudah mencapai 7.599 orang, sementara total sembuh sebanyak 4.444 pasien dan 228 lainnya meninggal dunia.

Pria Wajib Tahu, 4 Makanan Ini Dipercaya Bisa Atasi Ejakulasi Dini

Bagi sebagian besar pria, ejakulasi dini merupakan suatu hal yang menakutkan. Sebab, kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas hubungan seks bersama pasangan.
Seorang pria dikatakan mengalami ejakulasi dini jika hanya mampu bertahan 30 detik hingga 4 menit saat bercinta. Meski begitu, kamu tidak perlu khawatir karena beberapa makanan berikut ini dipercaya dapat mengatasi ejakulasi dini, dikutip dari Boldsky.

1. Almond
Mengonsumsi kacang almond dipercaya dapat memperkuat otot panggul dan memperbaiki gejala ejakulasi dini.

Selain itu, kacang almond juga mengandung vitamin E dalam jumlah yang besar, sehingga dapat membantu menyeimbangkan hormon testosteron pada tubuh. Sebab, hormon testosteron yang rendah dapat menyebabkan pria mengalami disfungsi ereksi.

2. Asparagus
Menurut sebagian ahli gizi, mengonsumsi asparagus diyakini dapat mengurangi risiko ejakulasi dini karena mengandung vitamin A dan vitamin C.

Kandungan vitamin A pada asparagus dapat membantu tubuh dalam mengatur kadar hormon testosteron. Sementara itu, kandungan vitamin C berfungsi untuk meningkatkan jumlah sperma dan melancarkan aliran darah ke penis.

3. Semangka
Para ilmuwan telah menemukan bahwa semangka dapat membantu produksi L-arginine yang dapat mencegah ejakulasi dini.

Tidak hanya itu, semangka juga mengandung fitonutrien yang disebut citrulline yang diketahui dapat meningkatkan libido.

4. Alpukat
Kandungan vitamin B, vitamin C, dan vitamin K pada alpukat diyakini dapat membantu mengatasi masalah ejakulasi dini. Sebab, vitamin ini berfungsi untuk melancarkan darah ke penis dan secara alami mengobati ejakulasi dini.
https://cinemamovie28.com/tutor-secret-lesson-on-tasty-sex-2/

4 Negara Ini Sukses Tangani COVID-19, Apa Saja Strateginya?

Kasus virus Corona global pekan ini menyentuh angka 20 juta kasus. Beberapa negara bahkan tengah menghadapi gelombang baru virus Corona COVID-19.
Namun, setidaknya ada empat negara yang dinilai sukses menangani wabah Corona. Salah satunya Selandia Baru yang kemarin mencatat 100 hari tanpa kasus Corona.

Selain Selandia Baru, berikut negara-negara yang sukses menangani wabah Corona dan strategi yang mereka lakukan, dikutip dari News.com.

1. Selandia Baru
Selandia Baru mencatat 100 hari tanpa kasus virus Corona COVID-19. Sebuah pencapaian yang disambut baik tetapi tetap membawa peringatan agar tidak berpuas diri.

Dikutip dari BBC, kasus terakhir penularan komunitas terdeteksi pada 1 Mei. Beberapa hari setelah Selandia Baru mulai melonggarkan pembatasan ketat.

"Mencapai 100 hari tanpa penularan komunitas adalah tonggak penting. Namun, seperti yang kita semua tahu, kita tidak bisa berpuas diri," kata Direktur Jenderal Kesehatan, Dr Ashley Bloomfield, Minggu.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern tetap menerapkan protokol kesehatan demi mencegah gelombang baru Corona. Selandia Baru menerapkan melakukan deteksi atau tes massal kemudian isolasi kasus, karantina, kampanye kebersihan massal dan menyediakan fasilitas kebersihan di ruang publik, serta menutup ruang-ruang publik.

2. Taiwan
Taiwan mencatat kurang dari 500 kasus sejak wabah Corona merebak pertama kalinya, sementara kematian akibat Corona tercatat sebanyak 7 kasus. Sebelumnya, Taiwan berhasil melakukan contact tracing yang cukup agresif sambil menerapkan karantina dan mengisolasi masyarakat yang mengeluhkan gejala.

Negara ini diberi pujian karena dapat menekan kasus virus Corona COVID-19 meskipun penduduknya lebih padat dibanding Australia dan berada di dekat China.

3. Fiji
Fiji mengumumkan kematian pertamanya akibat COVID-19 pada 31 Juli lalu. Seorang pria yang dites positif Corona sepulang dari India. Pria tersebut melakukan perjalanan ke India untuk operasi.

Sebelumnya, Fiji telah menikmati masa bebas virus Corona empat minggu bebas virus, setelah 18 kasus Corona yang tercatat sebelumnya dinyatakan pulih.

Fiji dan negara-negara Kepulauan Pasifik lainnya pada awalnya dipandang sebagai negara yang paling rentan terhadap virus Corona. Sebab, fasilitas kesehatan yang kurang, sumber daya pun kurang, dan adanya masalah kesehatan yang cukup tinggi seperti diabetes dan penyakit jantung.

Namun, negara-negara di kawasan itu bertindak cepat dan membuat keputusan langsung menutup perbatasan, menutup perdagangan, pariwisata yang menggerakkan ekonomi mereka, untuk melindungi populasi mereka.

Menteri Kesehatan Fiji Ifereimi Waqainabete mengatakan tidak ada risiko penularan lokal Corona di negaranya. Mengingat, pria yang meninggal itu 'tidak berinteraksi' dengan masyarakat umum.

"Di banyak negara lain, berita kematian pertama akibat virus itu menandakan semakin intensifnya wabah," katanya.

"Ini tidak terjadi di Fiji. Virus itu tidak ada di komunitas Fiji, juga tidak ada risiko infeksi di antara masyarakat Fiji," jelas Menkes Fiji.

4. Mongolia
Sejak Januari, pemerintah Mongolia sudah memberlakukan berbagai tindakan atau protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan cuci tangan seta membatasi perjalanan internasional dan melarang pertemuan besar dari negara lain.

Kasus Corona di Mongolia berawal dari turis asal Prancis yang terbang melalui Moskow pada 2 Maret, yang dinyatakan positif COVID-19. Saat itu, Mongolia langsung melakukan pelacakan orang-orang yang sempat ditemui oleh turis tersebut.

Walaupun turis tersebut sempat menghindari perawatan intensif, untungnya sebanyak 181 orang yang berinteraksi dengan turis tersebut, dinyatakan negatif COVID-19.
https://cinemamovie28.com/ldr-2/