Senin, 10 Agustus 2020

Kram Otot hingga Gegar Otak, Kenali 5 Cedera Tak Biasa Saat Bercinta

 Seks idealnya menjadi momen yang menyenangkan bagi pasangan suami istri. Namun cedera bisa terjadi kapan saja dan merusak momen-momen kebahagiaan.
Sama seperti olahraga, bercinta juga melibatkan aktivitas fisik yang bisa memicu cedera bila tidak hati-hati. Makin tinggi intensitasnya, makin besar pula peluang mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Dikutip dari Health.com, sebuah survei di Eropa pada 2018 menunjukkan bahwa 17 persen dari 2.000 responden pernah mengalami cedera saat bercinta. Dari angka tersebut, hanya 2 persen yang segera mencari pertolongan medis.

Beberapa jenis cedera yang sering terjadi antara lain sebagai berikut:

1. Kram betis
Saat olahraga, kram otot bisa terjadi karena kurang pemanasan dan peregangan. Sama halnya dengan bercinta, kurang pemanasan juga bisa memicu kram otot. Betis dan paha paling banyak dilaporkan saat bercinta, walaupun secara teori otot manapun bisa mengalaminya.

2. Gegar otak
Gegar otak bukan hanya rentan dialami para petinju, pasangan yang melakukan variasi ekstrem saat bercinta juga bisa mengalaminya. Jatuh atau terbentur di bagian kepala bisa memicu cedera akut di kepala, mulai dari benjol yang akan segera sembuh dengan sendirinya, hingga gegar otak yang mungkin bisa memberikan dampak jangka panjang.

Segera hentikan sesi bercinta dan periksakan diri jika mengalami gejala gegar otak seperti sakit kepala, mual, dan pusing. Terlebih jika gejala tidak hilang dalam dua hari.

3. Terkilir
Variasi ekstrem saat bercinta juga rentan mencederai ekstremitas tubuh seperti jari-jari tangan dan pergelangan. Persendian di bagian tersebut rentan terkilir atau bahkan mengalami dislokasi ketika harus menahan berat badan, bukan cuma satu orang melainkan dua orang yakni bersama pasangannya.

4. Patah Mr P
Secara teori, Mr P tidak bisa patah karena tidak ada tulang di bagian tersebut. Tetapi tekanan yang besar akibat salah posisi ketika sedang ereksi bisa memicu kerusakan jaringan Mr P. Sebuah riset menyebut, cedera ini lebih rentan terjadi pada posisi tertentu salah satunya woman on top.

5. Serangan jantung
Walaupun mengerikan, percayalah Mr P patah masih jauh dari urusan hidup dan mati. Cedera lain yang lebih serius adalah serangan jantung, yang seperti halnya saat olahraga bisa terjadi juga saat bercinta.

"Ini berhubungan dengan level kebugaran tertentu dan seseorang dengan kondisi pre-existing harus waspada," kata Donnica Moore, MD, praktisi kesehatan seksual di New Jersey.

Beberapa gejala yang bisa dikenali antara lain nyeri dada seperti ditekan, mual, pusing, dan sesak napas.

Kalah Tantangan, YouTuber Ini Sengaja Bakar Selangkangan

Seorang YouTuber gaming mengalami luka bakar tingkat dua akibat kalah bermain game online. Ia mengaku gagal dalam memenangkan tantangan yang diberikan oleh para penontonnya.
Dikutip dari Inquirer, YouTuber tersebut bernama Shin Tae Il. Ia merupakan salah satu YouTuber gaming terkenal di Korea Selatan (Korsel).

Shin Tae Il dilaporkan diberi tantangan oleh penontonnya saat bermain game battle royale, Fall Guys. Jika Shin Tae Il tidak berada di peringkat pertama saat akhir pertandingan, ia harus membakar selangkangannya selama lima detik.

Nahasnya, Shin Tae Il tidak bisa memenangkan tantangan tersebut. Para penonton pun terkejut melihat Shin Tae Il ternyata benar-benar nekat membakar selangakannya sendiri.

Akibat dari kejadian itu, Shin Tae Il harus dilarikan ke rumah sakit dan didiagnosis mengalami luka bakar tingkat dua di selangkangannya.

Dikutip dari Medical News Today, luka bakar tingkat dua memiliki tingkat keparahan yang cukup serius. Sebab, lapisan kulit luar (epidermis) dan lapisan kulit dalam (dermis) juga ikut terbakar, sehingga membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk bisa sembuh.

Selain itu, jika luka bakar terjadi di area kulit yang cukup luas dan di sekitar alat kelamin, itu bisa berisiko menyebabkan komplikasi yang cukup serius dan rentan terhadap infeksi.
https://indomovie28.net/phantom-detective/

Awas! Nongkrong-nongkrong dan Gowes Bareng Potensial Jadi Klaster Corona

Pakar kesehatan masyarakat mengingatkan beberapa aktivitas sehari-hari potensial memicu lahirnya klaster virus Corona COVID-19. Kegiatan gowes bareng dan nongkrong-nongkrong termasuk di antaranya.
Di tengah pandemi virus Corona, kegiatan nongkrong-nongkrong diyakini makin marak. Keharusan untuk stay at home membuat sebagian orang, khususnya kaum muda, mencari kompensasi dengan kumpul-kumpul dan itu meningkatkan risiko penularan.

Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH, pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia juga menyinggung tren bersepeda yang akhir-akhir ini sedang naik daun. Kecenderungan untuk gowes bareng dan berkerumun, dinilainya juga rentan memicu penularan.

"Kedua, adanya kelompok sport bersama, misalnya gowes. Kemarin ada yang gowes satu kelompok banyak yang positif, jadi klaster sendiri," sebutnya dalam siaran pers di channel YouTube BNPB baru-baru ini.

Aktivitas lain yang disorot adalah 'hajatan' seperti acara adat dan pernikahan yang belakangan mulai banyak diadakan. Tanpa menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak, kegiatan seperti ini dinilai bisa meningkatkan risiko penularan.

Kram Otot hingga Gegar Otak, Kenali 5 Cedera Tak Biasa Saat Bercinta

 Seks idealnya menjadi momen yang menyenangkan bagi pasangan suami istri. Namun cedera bisa terjadi kapan saja dan merusak momen-momen kebahagiaan.
Sama seperti olahraga, bercinta juga melibatkan aktivitas fisik yang bisa memicu cedera bila tidak hati-hati. Makin tinggi intensitasnya, makin besar pula peluang mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Dikutip dari Health.com, sebuah survei di Eropa pada 2018 menunjukkan bahwa 17 persen dari 2.000 responden pernah mengalami cedera saat bercinta. Dari angka tersebut, hanya 2 persen yang segera mencari pertolongan medis.

Beberapa jenis cedera yang sering terjadi antara lain sebagai berikut:

1. Kram betis
Saat olahraga, kram otot bisa terjadi karena kurang pemanasan dan peregangan. Sama halnya dengan bercinta, kurang pemanasan juga bisa memicu kram otot. Betis dan paha paling banyak dilaporkan saat bercinta, walaupun secara teori otot manapun bisa mengalaminya.

2. Gegar otak
Gegar otak bukan hanya rentan dialami para petinju, pasangan yang melakukan variasi ekstrem saat bercinta juga bisa mengalaminya. Jatuh atau terbentur di bagian kepala bisa memicu cedera akut di kepala, mulai dari benjol yang akan segera sembuh dengan sendirinya, hingga gegar otak yang mungkin bisa memberikan dampak jangka panjang.

Segera hentikan sesi bercinta dan periksakan diri jika mengalami gejala gegar otak seperti sakit kepala, mual, dan pusing. Terlebih jika gejala tidak hilang dalam dua hari.

3. Terkilir
Variasi ekstrem saat bercinta juga rentan mencederai ekstremitas tubuh seperti jari-jari tangan dan pergelangan. Persendian di bagian tersebut rentan terkilir atau bahkan mengalami dislokasi ketika harus menahan berat badan, bukan cuma satu orang melainkan dua orang yakni bersama pasangannya.
https://indomovie28.net/warkop-dki-reborn-jangkrik-boss-part-1-2/