Rutinitas morning sex tidak selalu mudah dilakukan, terlebih di awal pekan ketika semua orang serba terburu-buru. Segala aktivitas harus sangat memperhitungkan efisiensi waktu.
Meski mungkin tak mudah, curi-curi waktu di awal pekan untuk sesi intim dengan pasangan sangat mungkin dilakukan. Kuncinya adalah memangkas ritual yang tidak terlalu diperlukan.
Beberapa ide efisiensi untuk quikie alias seks kilat di pagi hari adalah sebagai berikut:
1. Gunakan pelumas
Salah satu proses yang terkadang cukup memakan waktu adalah lubrikasi atau pelumasan. Beruntung, ada banyak produk pelumas buatan yang aman digunakan sehingga tidak harus menunggu lubrikasi alami.
2. Pilih posisi andalan
Sedang buru-buru artinya bukan waktunya coba-coba, maka ambil pilihan yang paling efektif. Jika selama ini tidak pernah 'gagal' dengan posisi tertentu, lakukan saja sebagai menu utama. Perhitungkan juga agar posisi yang dipilih tidak terlalu merepotkan untuk beberes sesudahnya.
3. Pakai kaos kaki
Sebuah studi di University of Groningen menunjukkan 80 persen wanita lebih mudah mencapai orgasme ketika menggunakan kaos kaki. Karena sedang buru-buru, tidak usah terlalu dipikirkan alasannya. Statistik sudah mengatakan demikian, maka lakukan dan berharaplah bisa jadi bagian dari 80 persen tersebut.
Awas! Nongkrong-nongkrong dan Gowes Bareng Potensial Jadi Klaster Corona
Pakar kesehatan masyarakat mengingatkan beberapa aktivitas sehari-hari potensial memicu lahirnya klaster virus Corona COVID-19. Kegiatan gowes bareng dan nongkrong-nongkrong termasuk di antaranya.
Di tengah pandemi virus Corona, kegiatan nongkrong-nongkrong diyakini makin marak. Keharusan untuk stay at home membuat sebagian orang, khususnya kaum muda, mencari kompensasi dengan kumpul-kumpul dan itu meningkatkan risiko penularan.
Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH, pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia juga menyinggung tren bersepeda yang akhir-akhir ini sedang naik daun. Kecenderungan untuk gowes bareng dan berkerumun, dinilainya juga rentan memicu penularan.
"Kedua, adanya kelompok sport bersama, misalnya gowes. Kemarin ada yang gowes satu kelompok banyak yang positif, jadi klaster sendiri," sebutnya dalam siaran pers di channel YouTube BNPB baru-baru ini.
Aktivitas lain yang disorot adalah 'hajatan' seperti acara adat dan pernikahan yang belakangan mulai banyak diadakan. Tanpa menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak, kegiatan seperti ini dinilai bisa meningkatkan risiko penularan.
Kram Otot hingga Gegar Otak, Kenali 5 Cedera Tak Biasa Saat Bercinta
Seks idealnya menjadi momen yang menyenangkan bagi pasangan suami istri. Namun cedera bisa terjadi kapan saja dan merusak momen-momen kebahagiaan.
Sama seperti olahraga, bercinta juga melibatkan aktivitas fisik yang bisa memicu cedera bila tidak hati-hati. Makin tinggi intensitasnya, makin besar pula peluang mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
Dikutip dari Health.com, sebuah survei di Eropa pada 2018 menunjukkan bahwa 17 persen dari 2.000 responden pernah mengalami cedera saat bercinta. Dari angka tersebut, hanya 2 persen yang segera mencari pertolongan medis.
Beberapa jenis cedera yang sering terjadi antara lain sebagai berikut:
1. Kram betis
Saat olahraga, kram otot bisa terjadi karena kurang pemanasan dan peregangan. Sama halnya dengan bercinta, kurang pemanasan juga bisa memicu kram otot. Betis dan paha paling banyak dilaporkan saat bercinta, walaupun secara teori otot manapun bisa mengalaminya.
2. Gegar otak
Gegar otak bukan hanya rentan dialami para petinju, pasangan yang melakukan variasi ekstrem saat bercinta juga bisa mengalaminya. Jatuh atau terbentur di bagian kepala bisa memicu cedera akut di kepala, mulai dari benjol yang akan segera sembuh dengan sendirinya, hingga gegar otak yang mungkin bisa memberikan dampak jangka panjang.
Segera hentikan sesi bercinta dan periksakan diri jika mengalami gejala gegar otak seperti sakit kepala, mual, dan pusing. Terlebih jika gejala tidak hilang dalam dua hari.
3. Terkilir
Variasi ekstrem saat bercinta juga rentan mencederai ekstremitas tubuh seperti jari-jari tangan dan pergelangan. Persendian di bagian tersebut rentan terkilir atau bahkan mengalami dislokasi ketika harus menahan berat badan, bukan cuma satu orang melainkan dua orang yakni bersama pasangannya.
https://indomovie28.net/the-way-i-love-you-2/