Senin, 10 Agustus 2020

3 Mitos Tentang Tidur yang Masih Banyak Dipercaya

 Tidur merupakan salah satu mekanisme tubuh yang berguna untuk mengembalikan energi serta memperbaiki metabolisme tubuh. Oleh sebab itu, tidur nyenyak merupakan kebutuhan bagi semua orang.
"Tidur memberikan manfaat bagi tubuh kita, yaitu mengembalikan energi, meningkatkan kewaspadaan, dan suasana hati," ucap Dr Merrill Mitler, ahli tidur dan saraf, dilansir dari Newshealth.

Aktivitas tidur memang terlihat sederhana tetapi banyak mitos yang masih dipercaya. Terkadang membuat Anda salah paham dan akhirnya memberikan efek buruk bagi tubuh.

Penasaran apa saja? Simak 3 mitos tentang tidur, dikutip dari Psychologytoday:

1. Membutuhkan 8 jam tidur
Masih banyak yang percaya tidur malam selama 8 jam membuat tubuh menjadi segar dan sehat. Jika kurang, maka tubuh akan mengalami beberapa masalah kesehatan.

Namun, kenyataannya tidak semua orang membutuhkan waktu tidur 8 jam. Setiap orang memiliki kebutuhan tidur berbeda-beda dan hal ini dapat dipengaruhi oleh genetik.

Meskipun hormon ritme sirkadian manusia berjalan selama 24 jam, tetapi jam biologis setiap individu memiliki waktu yang beda-beda. Pengaturan waktu sirkadian dapat mempengaruhi seberapa banyak waktu tidur yang dibutuhkan oleh tubuh.

Terlalu fokus memikirkan agar mencapai target 8 jam, hanya membuat stres. Sebaiknya Anda fokus pada kualitas tidur.

2. Membayar hutang tidur di akhir pekan
Saat kerjaan numpuk dan harus begadang, Anda berpikir bahwa akhir pekan dapat mengganti jam tidur yang hilang. Hal ini membuat terlalu menyepelekan kualitas tidur.

Faktanya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa tidur di akhir pekan tidak dapat menggantikan jam tidur yang hilang. Bahkan, terlalu banyak tidur di akhir pekan akan mengganggu jadwal tidur dan membuat Anda mengalami insomnia.

3. Susu hangat mempercepat rasa kantuk
Kandungan asam amino di dalam susu dipercaya dapat mengundang rasa kantuk. Namun, menurut peneliti University of Arkansas tidak ada bukti ilmiah yang mendukung pernyataan ini.

Faktanya, kandungan asam amino dalam susu ternyata kurang bisa untuk mengundang rasa kantuk. Jika memang setelah minum susu merasa kantuk itu karena perut Anda kenyang.

Terpopuler Sepekan: 5 Rekomendasi Camilan yang Bikin Seks Makin Bergairah

Biasanya sebagian orang memilih mengkonsumsi obat kuat atau ramuan lainnya untuk meningkatkan libidonya. Sementara sebagian lainnya lebih memilih berolahraga, agar performa seksnya semakin meningkat dan kuat.
Tetapi, ternyata ada juga camilan yang biasanya dimakan saat waktu senggang yang disebut bisa mendorong libido sehingga kegiatan bercinta semakin bergairah. Apa saja sih camilannya?

Berikut 5 rekomendasi camilan nikmat detikcom rangkum dari berbagai sumber.

1. Kentang goreng
Siapa sangka kentang goreng yang sering dimakan untuk teman nonton film ternyata bisa meningkatkan performa seks seseorang. Kalium yang ada di dalam kentang ini bisa memperbaiki mood dan meningkatkan sirkulasi darah di dalam tubuh. Hasilnya, hubungan seksual kamu dan pasangan akan terasa lebih menyenangkan dan bergairah.

2. Berbagai jenis kacang
Kacang-kacangan ternyata juga bisa meningkatkan gairah bercinta lho. Hal ini dibuktikan pada penelitian di tahun 2019, yang diterbitkan dalam jurnal Nutrient. Para peneliti dari pusat riset di Spanyol melakukan percobaan pada 83 pria sehat yang berusia di antara 18-35 tahun.

Mengutip dari Medical Daily, selama 14 minggu separuh dari kelompok tersebut diarahkan untuk mengkonsumsi makanan olahan tinggi lemak, tetapi tanpa tambahan kacang-kacangan. Sementara sebagian lainnya diberikan makanan yang sama serta ditambah 60 gram kacang-kacangan, seperti hazelnut, almond, dan kenari.

Hasilnya, kelompok yang mendapat tambahan 60 gram kacang-kacangan dalam menu makanannya menunjukkan adanya peningkatan. Baik dari segi fungsi orgasme sampai hasrat seksualnya.
https://indomovie28.net/sex-mate-2/

Sering Dianggap Remeh, Ini 5 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Saat Bercinta

Selama ini Anda hanya mengetahui manfaat dan posisi sesi bercinta saja. Tetapi, ada hal yang lebih penting yaitu mengetahui kondisi tubuh saat sedang melakukan sesi bercinta.
Mengetahui cara kerja tubuh saat sesi bercinta memang merupakan hal yang dianggap sepele. Namun, tidak ada salahnya untuk mengetahui karena dapat membantu Anda menemukan masalah pada kesehatan.

"Ada begitu banyak organ dan sistem yang terlibat dalam fungsi seksual, dan Anda membutuhkan setiap organ dan sistem yang berfungsi agar semuanya berjalan dengan baik," kata Lauren Streicher, MD, profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Feinberg dikutip Prevetion.

Berikut ini 5 hal yang terjadi pada tubuh saat melakukan sesi bercinta, dilansir Bustle:

1. Organ intim membengkak
Anda mungkin terlalu fokus pada sesi bercinta, sehingga tidak memperhatikan pembengkakan pada tubuh. Faktanya, saat bercinta bagian payudara hingga vulva menjadi besar dan bengkak karena adanya rangsangan.

"Payudara bisa membesar tepatnya hingga 25 persen dan vulva juga membengkak,. Selain itu, karena banyaknya darah yang mengalir ke daerah panggul vagina juga membesar untuk memberi ruang bagi penis," jelas Dr Laura Deitsch ahli seksologi residen dan seksualitas manusia.

2. Denyut jantung meningkat
Dr Deitsch mengatakan saat mengalami orgasme, denyut nadi akan mencapai puncak, tekanan darah meningkat dan laju pernapasan akan lebih cepat. Itulah mengapa saat Anda sudah mencapai titik klimaks, muka Anda berubah menjadi memerah dan tubuh terasa gerah.

3. Merasa bahagia
Setelah melakukan sesi bercinta, muncul perasaan puas dan senang. Hal ini dikarenakan selama orgasme tubuh melepaskan banyak hormon, salah satunya adalah oksitosin (hormon perasaan senang). Oksitosin bisa membuat Anda merasa lebih rileks dan lebih bahagia.

4. Memperkuat otot
Tak hanya denyut nadi bertambah cepat, selama orgasme otot-otot di vagina, anus, dan rahim berkontraksi. Dengan begitu, otot terasa semakin kencang. Tetapi, pada kondisi ini sering kali menyebabkan vagina menjadi kering.

"Peningkatan aliran darah ke alat kelamin saat orgasme juga menjaga integritas otot polos yang melapisi vagina, rektum, dan jaringan ikat antara batang penis dan skrotum. Ada manfaat besar untuk menjaga agar pembuluh darah alat kelamin tetap memompa secara teratur." ucap Dr Deitsch.

5. Bantu legakan napas
Saat Anda sedang flu, rasanya malas untuk melakukan sesi bercinta karena terganggu dengan hidung tersumbat. Dr Deitsch menyatakan orgasme mampu membuka saluran hidung yang tersumbat dan dapat mengurangi beberapa gejala seperti alergi.

3 Mitos Tentang Tidur yang Masih Banyak Dipercaya

 Tidur merupakan salah satu mekanisme tubuh yang berguna untuk mengembalikan energi serta memperbaiki metabolisme tubuh. Oleh sebab itu, tidur nyenyak merupakan kebutuhan bagi semua orang.
"Tidur memberikan manfaat bagi tubuh kita, yaitu mengembalikan energi, meningkatkan kewaspadaan, dan suasana hati," ucap Dr Merrill Mitler, ahli tidur dan saraf, dilansir dari Newshealth.

Aktivitas tidur memang terlihat sederhana tetapi banyak mitos yang masih dipercaya. Terkadang membuat Anda salah paham dan akhirnya memberikan efek buruk bagi tubuh.

Penasaran apa saja? Simak 3 mitos tentang tidur, dikutip dari Psychologytoday:

1. Membutuhkan 8 jam tidur
Masih banyak yang percaya tidur malam selama 8 jam membuat tubuh menjadi segar dan sehat. Jika kurang, maka tubuh akan mengalami beberapa masalah kesehatan.

Namun, kenyataannya tidak semua orang membutuhkan waktu tidur 8 jam. Setiap orang memiliki kebutuhan tidur berbeda-beda dan hal ini dapat dipengaruhi oleh genetik.

Meskipun hormon ritme sirkadian manusia berjalan selama 24 jam, tetapi jam biologis setiap individu memiliki waktu yang beda-beda. Pengaturan waktu sirkadian dapat mempengaruhi seberapa banyak waktu tidur yang dibutuhkan oleh tubuh.

Terlalu fokus memikirkan agar mencapai target 8 jam, hanya membuat stres. Sebaiknya Anda fokus pada kualitas tidur.
https://indomovie28.net/a-frivolous-story-2/