Minggu, 09 Agustus 2020

Usai Alami Komplikasi Corona, Pria Ini Harus Kehilangan Jarinya

Seorang pria asal California, Amerika Serikat (AS), kehilangan hampir semua jari tangan usai alami komplikasi Corona. Dikutip dari laman People, Gregg Garfield (54), terinfeksi virus Corona COVID-19 pada Februari lalu.
Ia terinfeksi Corona saat perjalanan ski bersama teman-temannya ke pegunungan Alpen, Italia. Sebanyak 13 orang di dalam kelompoknya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona COVID-19.

Sayangnya, Gregg mengalami komplikasi yang buruk, bahkan dokter memberitahunya bahwa peluang hidupnya hanya 1 persen. "Secara medis, saya seharusnya tidak berada di sini," kata Gregg kepada KTLA.

"Dari MRSA, hingga sepsis, hingga gagal ginjal, hingga gagal hati, emboli paru, paru-paru yang pecah empat di antaranya," ujarnya.

Gregg menggunakan ventilator selama 32 hari dari masa perawatannya. Gregg meninggalkan rumah sakit pada awal Mei. Namun dengan konsekuensi semua jari di tangan kanan dan sebagian besar di tangan kirinya diamputasi.

Meski ia selamat, baginya tangannya tidak akan pernah sama lagi. "Namun, perhatikan ini. Tanganku tidak akan pernah sama lagi. Saya tidak punya jari lagi," ujar Gregg.

Beranjak dari pengalaman itu, ia memberi tahu kepada semua orang, baik yang usia muda ataupun tua, virus Corona COVID-19 bisa menyerang siapa saja. Ia meminta untuk semua orang mematuhi protokol kesehatan.

"Saya di sini untuk memberi tahu Anda, ini bisa terjadi pada Anda," tambahnya.

Gregg akan segera menjalani setidaknya enam operasi untuk merekonstruksi jari-jarinya, dan kemungkinan akan mendapatkan prostetik untuk dipasang di tangan kanannya.

4 Gangguan Kesehatan yang Bisa Bikin Kamu Mimpi Buruk

 Mimpi buruk pada umumnya pernah dialami oleh setiap orang. Mimpi buruk sendiri terjadi karena beberapa faktor, seperti stres, kebiasaan menonton horor, dan adanya penyakit tertentu.
Mimpi buruk memanglah hal wajar yang dirasakan setiap orang. Namun, jika kamu sering mengalami mimpi buruk, kemungkinan ada gangguan kesehatan yang diidap oleh tubuhmu. Berikut 4 gangguan kesehatan yang menyebabkan mimpi buruk, dikutip dari Health Site:

1. Adanya penyakit jantung
Sebuah studi tahun 2003 menunjukkan bahwa mimpi buruk secara umum terjadi pada pasien dengan detak jantung yang tidak teratur. Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa nyeri dada dan detak jantung tidak teratur lebih banyak terjadi pada wanita berusia 40 hingga 64 tahun.

2. Penyakit parkinson
Penyakit parkinson merupakan gangguan saraf yang mempengaruhi gerakan seseorang. Orang yang mengalami mimpi buruk dan bereaksi dengan berteriak, menendang, atau menangis saat tidur, berisiko terkena penyakit tersebut. Hal itu disebabkan karena indikasi adanya lesi di bagian otak, yang biasanya menyebabkan gangguan saat tidur.

3. Stres pasca trauma
Mimpi buruk juga bisa disebabkan karena adanya trauma atas pengalaman yang dialami seseorang. Bagi pengidap yang mengalami stres pasca trauma, disarankan untuk berkonsultasi pada dokter agar dapat diberikan terapi yang tepat.

4. Sleep apnea
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang membuat pernapasan seseorang menjadi terhenti atau terganggu. Di mana memengaruhi asupan oksigen selama tidur. Saluran udara yang tersumbat biasanya membuat para pengidap sleep apnea seringkali mengalami mimpi tenggelam atau tercekik.
https://indomovie28.net/arthur-merlin-knights-of-camelot/

Keseringan Nonton Film Porno Bisa Bikin Penis Loyo? Ini Kata Studi

 Sebuah studi menunjukkan menonton porno berlebihan bisa menyebabkan disfungsi ereksi pada pria. Menonton porno yang berlebihan juga dikaitkan dengan rasa tidak puas melakukan seks bersama pasangan.
Dikutip dari Eureka Alert, studi ini melihat hanya 65 persen responden yang menilai seks bersama pasangan lebih merangsang daripada menonton porno. Pornografi sendiri memang semakin mudah diakses sejak tahun 2007.

Hal ini tentunya dapat membuat pornografi lebih mudah diakses, tetapi tidak ada banyak informasi terkait risiko disfungsi ereksi pada pria karena menonton porno terlalu sering. Peneliti dari Belgia, Denmark, dan Inggris membuat kuesioner online untuk pria di Belgia dan Denmark melalui media sosial dalam bentuk poster dan selebaran.

Ada 3.267 pria menjawab 118 pertanyaan, menjawab pertanyaan tentang masturbasi, frekuensi menonton film porno, dan aktivitas seksual dengan pasangan. Kuesioner tersebut fokus pada pria yang berhubungan seks dalam 4 minggu sebelumnya, yang memungkinkan tim untuk menghubungkan efek menonton film porno terhadap aktivitas seksual.

Kuesioner memasukkan pertanyaan-pertanyaan dari fungsi ereksi setiap pria dan survei kesehatan seksual melalui catatan secara berkala.

"Kami menemukan bahwa ada banyak sekali respons. Dalam sampel kami, pria menonton cukup banyak film porno, rata-rata sekitar 70 menit per minggu, biasanya antara 5 dan 15 menit per waktu, dengan jelas beberapa menonton sangat sedikit dan beberapa menonton lebih banyak, lebih banyak lagi," kata kepala peneliti, Profesor Gunter de Win (Universitas Antwerpen dan Rumah Sakit Universitas Antwerpen).

Mereka juga menemukan bahwa sekitar 23 persen pria di bawah 35 tahun yang menanggapi survei memiliki beberapa tingkat disfungsi ereksi saat berhubungan seks dengan pasangan.

"Angka ini lebih tinggi dari yang kami perkirakan. Kami menemukan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara waktu yang dihabiskan untuk menonton film porno dan meningkatnya kesulitan fungsi ereksi dengan pasangan, seperti yang ditunjukkan oleh fungsi ereksi dan skor kesehatan seksual. Orang yang menonton lebih banyak film porno juga mendapat skor tinggi pada skala kecanduan pornografi," lanjut Prof De Wirne.

"Kita perlu tetap memahami apa arti pekerjaan ini dan maksudnya. Ini adalah kuesioner, bukan uji klinis, dan bisa jadi orang yang menjawab tidak sepenuhnya mewakili keseluruhan populasi pria. Namun, pekerjaan tersebut dirancang untuk melepaskan hubungan apa pun antara pornografi dan disfungsi ereksi, dan mengingat ukuran sampel yang besar, kami cukup yakin tentang temuan tersebut," sebut para peneliti.

Para peneliti menemukan bahwa 90 persen pria mempercepat menonton adegan pornografi yang paling menggairahkan. Disebutkan, menonton pornografi mengkondisikan cara seseorang memandang seks.

"Dalam survei kami hanya 65 persen pria merasa bahwa seks dengan pasangan lebih mengasyikkan daripada menonton film porno. Selain itu, 20 persen merasa perlu menonton film porno yang lebih ekstrem untuk mendapatkan tingkat gairah yang sama seperti sebelumnya. Kami percaya bahwa masalah disfungsi ereksi yang terkait dengan pornografi berasal dari kurangnya gairah," kata para peneliti.

Para peneliti menjelaskan, langkah selanjutnya yang akan dilakukan dalam penelitian tersebut adalah untuk mengidentifikasi faktor mana yang menyebabkan disfungsi ereksi. Serta melakukan penelitian serupa tentang efek pornografi pada wanita.

"Ini adalah studi yang menarik oleh Prof De Win dan rekan-rekannya. Sampel terdiri dari laki-laki muda yang direkrut melalui media (sosial), yang dapat mengakibatkan sampel bias terhadap tingkat konsumsi pornografi online yang lebih tinggi," lanjut para peneliti.
https://indomovie28.net/mean-dreams-2/