Senin, 03 Agustus 2020

Jatim-DKI Tertinggi, Ini Sebaran 1.679 Kasus Baru Corona Indonesia 3 Agustus

Pemerintah melaporkan ada 1.679 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Senin (3/8/2020). Ini membuat total sudah 113.134 kasus terkonfirmasi semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.
Jawa Timur menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 478 kasus, disusul DKI Jakarta sebanyak 472 kasus baru per 3 Agustus.

Dikutip dari laman covid19.go.id, ada sebanyak 1.262 kasus sembuh baru sehingga total menjadi 70.237 orang, sementara kasus kematian baru Corona sebanyak 66 sehingga total mencapai 5.302 orang.

Berikut detail sebaran 1.679 kasus baru Corona di Indonesia pada Senin (3/8/2020):

Jawa Timur: 478 kasus

DKI Jakarta: 472 kasus

Sulawesi Selatan: 97 kasus

Jawa Tengah: 95 kasus

Sulawesi Utara: 78 kasus

Sumatera Utara: 57 kasus

Jawa Barat: 56 kasus

Riau: 50 kasus

Kalimantan Selatan: 46 kasus

Bali: 41 kasus

Gorontalo: 38 kasus

Nusa Tenggara Barat: 35 kasus

Lampung: 26 kasus

Kalimantan Timur: 22 kasus

Banten: 21 kasus

Sumatera Barat: 17 kasus

Kalimantan Tengah: 14 kasus

DI Yogyakarta: 12 kasus

Sumatera Selatan: 11 kasus

Maluku Utara: 5 kasus

Bangka Belitung: 3 kasus

Aceh: 2 kasus

Sulawesi Tenggara: 2 kasus

Sulawesi Barat: 1 kasus

Corona Indonesia Tembus 113.134 Kasus, 10 Provinsi Ini Nihil Kasus Baru Per 3 Agustus

Indonesia kembali mencatatkan penambahan kasus virus Corona COVID-19. Ada wilayah yang melaporkan banyak kasus baru, ada juga yang sama sekali tidak ada kasus.
Hingga Senin (3/8/2020) sudah ada 113.134 kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia yang terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut, ada 70.237 pasien sembuh, sementara 5.302 lainnya meninggal dunia.

Berikut 10 wilayah yang melaporkan tidak adanya penambahan kasus baru pada 3 Agustus.

Bengkulu
Jambi
Kalimantan Barat
Kalimantan Utara
Kepulauan Riau
Sulawesi Tengah
Maluku
Papua Barat
Papua
Nusa Tenggara Timur
Sedangkan wilayah di Indonesia yang melaporkan peningkatan jumlah kasus terbanyak:

Jawa Timur = 478 kasus
DKI Jakarta = 472 kasus
Sulawesi Selatan = 97 kasus
Jawa Tengah = 95 kasus
Sulawesi Utara = 78 kasus

Ridwan Kamil Sebut Sudah 500 Orang Daftar Relawan Uji Vaksin Corona

Pemerintah Provinsi Jawa Barat membutuhkan lebih dari seribu relawan vaksin corona buatan Sinovac China. Sampai saat ini, sudah ada sekitar 500 orang relawan.
"Vaksin kita sudah ada pendaftaran. Ada sekitar 500an (relawan) yang sudah terdaftar. Kita butuh 1.100 (relawan) lagi. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada mereka yang usianya cukup, kalau tidak salah minimal 18 tshun sampai maksimal 59 tahun," ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (3/8/2020).

Seperti diketahui vaksin bernama Sinovac ini tengah dipersiapkan untuk disuntikkan kepada relawan. Butuh 1.620 relawan untuk menguji vaksin asal China tersebut.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga menyatakan dia dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Jabar siap untuk menjadi relawan vaksin.

"Nah, kami pimpinan sedang merumuskan, jika tidak ada halangan dari unsur kesehatan pribadi maka Forkompimda pun akan menjadi relawan untuk pengetesan vaksin sehingga kalau pimpinannya juga melakukan, maka Insya Allah rakyatnya juga akan meyakini proses vaksin ini berjalan dengan lancar," tuturnya.

Kendati demikian, Emil menyatakan uji vaksin tersebut tetap membutuhkan waktu. Bahkan proses pengetesan bisa dilakukan hingga akhir tahun.

"Baru kalau lancar diberikan kemudahan maka Januari 2021 kita bisa melakukan yang namanya pemberian vaksin ke seluruh rakyat Jabar, sambil menunggu bulan itu tiba maka kedisiplinan memakai masker adalah satu-satunya cara untuk mengurangi persebaran," katanya.
https://cinemamovie28.com/i-lost-my-body/

Cara Simpel Ini Diklaim Efektif Kurangi Penularan Virus Corona

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengungkap satu cara untuk memperlambat penyebaran virus Corona COVID-19. Menurut CDC, cara ini bisa memperlambat dan mengurangi penularan hingga 86 persen.
Cara yang disarankan adalah dengan melakukan isolasi mandiri, sampai tes COVID-19 yang dilakukannya diketahui hasilnya. CDC mengatakan, selama waktu itu orang terinfeksi yang tidak menunjukkan gejala pun tidak mengisolasi dirinya, bisa saja menyebarkan virusnya ke orang lain.

Menurut salah satu pengawas pengujian tes COVID-19, Dr Brett Giroir, sebanyak 59 persen tes COVID-19 bisa diketahui hasilnya dalam waktu tiga hari. Sementara 47 persen lainnya bisa sampai 16 hari. Selama itulah mereka yang sedang menjalani tes harus mengisolasi diri.

"Jika orang yang dicurigai atau bahkan belum pasti diketahui terinfeksi COVID-19 tidak mengisolasi dirinya, virus itu bisa menyebar tanpa henti," kata Dr Pieter Cohen, dokter di Klinik Pernapasan Aliansi Kesehatan Cambridge, Boston.

Namun, Dr Christopher Ohl, profesor penyakit menular di Wake Forest Baptist Health, Winston-Salem, Carolina Utara, tidak terlalu yakin orang yang merasa dirinya sehat dan tidak menunjukkan gejala COVID-19 itu mau mengisolasi diri.

"Saya tidak yakin pasien tanpa gejala yang sedang menunggu hasil tes COVID-19 itu akan patuh untuk melakukan isolasi mandiri," ujarnya yang dikutip dari NBC News, Senin (3/8/2020).

Jika orang-orang yang bergejala COVID-19 atau tidak diisolasi, penyebaran COVID-19 bisa berkurang hingga 86 persen. Tetapi, jika mereka melakukan isolasi setelah gejala-gejala COVID-19 itu muncul, penularan hanya akan berkurang sebesar 40 persen.

Menurut Dr Gary Little, selaku kepala petugas medis di Atrium Health, Charlotte, Carolina Utara, tindakan isolasi ini tidak hanya melindungi diri sendiri dari penularan, tetapi juga orang lain.

"Bahkan jika kamu dinyatakan negatif, kamu masih tetap rentan terinfeksi virus ini dari orang lain," tegas Little.

"Tetap pakai masker, cuci tangan yang bersih, jaga jarak sosial, dan jauhi kerumunan orang. Itu adalah hal yang akan membantu kita mengurangi penyebaran penyakit," lanjutnya.

Viral Pelecehan Seks Berkedok Riset 'Swinger', Fantasi Apa Sih Itu?

Seorang pria yang mengaku bernama Bambang Ariyanto membuat video pengakuan telah melakukan pelecehan seksual dengan kedok penelitian.
Dalam video tersebut, yang kini telah dihapus dan tak lagi bisa diakses, pria yang mengklaim dirinya adalah seorang dosen menyatakan telah melakukan pelecehan seks dengan kedok penelitian terkait swinger.

"Saya Bambang Ariyanto ingin menjelaskan bahwa pernyataan saya mengenai rencana penelitian tentang swinger kepada banyak perempuan adalah bohong, karena sesungguhnya saya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata. Hal itu dikarenakan kata swinger sering menghantui saya di setiap waktu," ucap Bambang.

Swinger atau disebut pesta seks adalah kecenderungan untuk mendapatkan kepuasan seksual saat bertukar pasangan. Swinger kerap mendapatkan kepuasan ketika melihat atau melakukan aktivitas seks bersama pasangan lain.

"(Pelaku swinger-red) Menyukai intimasi yang diciptakan dengan pasangan lain atau orang lain," kata terapis seks Matty Silver, dikutip dart Yahoo Lifestyle.

Selain mendapat kenikmatan ketika menonton pasangan berhubungan seks dengan orang, ada beberapa alasan lain pada pelaku swinger. Salah satunya dikarenakan ketidakpuasan seksual dari pasangan resminya.

Hanya saja perilaku ini tidak bisa diterima setiap kalangan dan tentunya ada banyak risiko kesehatan akibat perilaku seks yang tak wajar. Sebuah penelitian dt Belanda menemukan bahwa swinger berisiko tinggi untuk terkena herpes, HIV, dan klamidia.
https://cinemamovie28.com/buffalo-boys/